Diberdayakan oleh Blogger.

Batik Indonesia Tembus Pasar Yunani

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Produk batik Indonesia mulai menembus pasar Yunani melalui keikutsertaan dalam The 83rd Thessaloniki International Fair (TIF) yang berlangsung hingga 16 September 2018 di Helexpo Thessaloniki, Athena. TIF merupakan pameran terbesar di Yunani dan paling penting di Eropa Tenggara untuk semua bidang bisnis.


"Keikutsertaan Indonesia menjadi ajang untuk memperkenalkan produk Indonesia, khususnya batik yang telah diakui oleh UNESCO tahun 2009 sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity. Perkenalan produk Indonesia tidak hanya untuk kalangan pembisnis/ masyarakat Yunani, namun juga kepada warga negara asing yang mengikuti pameran tersebut," kata Duta Besar RI untuk Yunani Ferry Adamhar dalam keterangan resminya, Kamis (20/9).

Ferry mengatakan, TIF 2018 diikuti oleh beberapa negara, seperti Siprus, India, Portugal, Bulgaria, Polandia, Luksemburg, Iran, Rumania, Rusia, Taiwan, Vietnam, Uzbekistan, Turki, Former Yugoslav Republic of Macedonia (FYROM), Bangladesh, Indonesia, Tiongkok, Mesir, Italia, dan Bulgaria. Portugal, Uzbekistan, dan Bangladesh menjadi negara yang berpartisipasi pertama kalinya pada pameran tersebut. Adapun Amerika Serikat sebagai negara kehormatan tahun 2018 membawa 60 perusahaan besarnya, diantaranya Facebook, Google, Intel, HP, Oracle, Microsoft, Lockheed Martin serta menjadi negara dengan pavilion terbesar di the 83rd TIF, disusul dengan India (negara kehormatan tahun 2019), dilanjutkan dengan Tiongkok, negara kehormatan tahun lalu.

“Kehadiran Indonesia dalam setiap pameran bertujuan untuk memberi kesempatan kepada pengusaha kita untuk memperkenalkan produknya dan mencari peluang bisnis di luar negeri yang pada akhirnya akan berdampak positif pada perekonomian Indonesia," ungkap dia.

Ferry mengatakan, Indonesia diwakili Batik Dara Baro dan PT Tunas Baru Lampung Tbk pada pameran tersebut. "Di tengah kondisi perekonomian global yang kurang baik, keduanya berani mengambil tantangan dan tetap optimistis untuk dapat menembus pasar Yunani," ujar dia.

Pemilik Batik Dara Baro Dimita Agustin Jacob mengatakan, keikutsertaan dalam pameran TIF 2018 menjadi kesempatan yang baik untuk bertemu mitra bisnis dengan harapan dapat menembus pasar Yunani. Sementara itu Tunas Baru Lampung juga mengirimkan contoh palm oil untuk dipamerkan pada kegiatan tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai perdagangan Indonesia dan Yunani pada tahun 2017 mencapai US$ 280,93 juta, dengan ekspor US$ 181,48 juta dan impor US$ 99,45 juta. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Yunani adalah kelapa sawit, kertas, alas kaki, palm kernel dan cerutu. Sementara produk yang paling banyak diimpor dari Yunani ke Indonesia ialah kapas, kertas bekas, tinta cetak, tembakau dan teropong.


[beritasatu.com]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: