Diberdayakan oleh Blogger.

Peneliti Batik Semarang

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Tidak banyak orang yang tahu kalau Kota Semarang juga menghasilkan kerajinan berupa batik.  Batik Semarang biasa disebut dengan Batik Semarangan. Sejak zaman Belanda, di kampung Rejomulyo sudah terdapat pengrajin batik, namun pada zaman Jepang, kampung ini sempat terbakar. Pada tahun 1980 embrio sentra batik tumbuh dan berkembang kembali di lokasi kampung Batik Semarang. Di dalam sentra tersebut tumbuh sekitar 15 sampai 20 perajin batik. Selanjutnya dalam pembinaan terhadap industri kecil batik, untuk mengantipasi pencemaran yang ada, sentra batik di kampung batik dipindahkan ke lokasi Desa Cangkiran Kecamatan Mijen.


Ternyata oleh karena usia para perajin yang semakin tua, industri batik di Desa Cangkiran Kecamatan Mijen tidak berkembang. Industri batik tersebut hilang, hingga pada tahun 2006, industri batik di kampung ini mulai dibangun kembali. Pembinaan, lebih secara teknis mengenai dasar cara pembuatan, gambar, pewarnaan, pencelupan warna natural alam, sampai menimba ilmu dengan magang ke lokasi industri batik di kota batik seperti Jogja, Solo maupun Pekalongan. Tahun 2007, dimulai sebuah seminar tentang batik berfokus pada pembahasan apa dan bagaimana motif atau corak ragam hias Batik Semarang.

Dalam proses pembuatan batik ada hal unik dari para pengrajin batik di Semarang. Sebagian besar dari mereka sudah menggunakan canting elektrik. Canting tersebut dihubungkan ke listrik, kemudian potongan-potongan malam dimasukkan ke dalam lubang canting. Malam itu akan mencair dengan sendirinya akibat panas yang dihasilkan dari listrik. Namun penggunaan canting elektrik ini dianggap mengurangi nilai seni dan budaya dari batik itu sendiri.

Banyak para peneliti melakukan penelitian terhadap motif Batik Semarang karena keunikan dan kekhasan batik tersebut. Berikut para peneliti yang meneliti tentang Batik Semarang.

  • Lee Chor Lin, menegaskan Batik Semarang dalam beberapa hal memperlihatkan gaya laseman karakter utama laseman berupa warna merah (bangbangan) dengan latar belakang gading (kuning keputih-putihan).
  • Maria Wonska-Friend, ciri pola Batik Semarang berupa floral, yang dalam banyak hal serupa dengan pola Laseman. Ini mempengaruhi, motif batik di abad ke-20 yang disebut batik Lasem atau Semarang. Artinya, batik-batik tersebut tidak spesifik mewakili kreasi satu kota misalnya batik Lasem saja atau batik Semarang saja namun ada unsur penggabungan.
  • Pepin Van Roojen, motif batiknya seperti papan dan tumpal dengan ornamen berupa bhuta atau sejenis daun pinus runcing asal Kashmir. Motif badannya berupa ceplok, walau motifnya lebih bebas, namun pola-pola baku tetap pula dipakai seperti ditunjukkan pada pola ceplok itu.
  • Robyn Maxwell, motif Batik semarang memiliki dekorasi dari warna alam yang sangat berbeda dengan motif Solo atau Yogyakarta.




[infobatik.id]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: