Diberdayakan oleh Blogger.

Anjani Sekar Arum, Pencipta Motif Batik Bantengan

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Anjani Sekar Arum, pengrajin batik asal Kota Batu, tak pernah membayangkan bisa meraih penghargaan. Selama ini, ia menghasilkan karya, karena mencintai seni tradisi warisan nenek moyang ini. Dengan bakal luar biasa yang ia miliki, Anjani membuat kain batik bermotif Bantengan, sehingga meraih penghargaan bergengsi Satu Awards pada 2017 lalu.

Namun soal penghargaan yang menjadi Anjani patut menjadi inspirasi. Ia istimewa karena perjuangannya yang tidak kenal lelah. Mengedukasi warga sekitar sambil membangun usaha kain batiknya. Pasalnya saat menerima penghargaan Satu Awards Anjani masih belum memiliki rumah atau bangunan sendiri untuk usaha kerajinan batiknya.

“Iya baru tahun ini kami punya lahan. Insya Allah Oktober ini kita launching. Tempatnya di Desa Bumiaji,” ungkap Anjani ramah kepada Malang Post kemarin.

Keinginan Anjani memiliki lahan sendiri untuk membangun tempat usahanya sudah diidam-idamkannya sejak lama akan tetapi ia sendiri tidak mampu mewujudkannya. Karena Anjani membangun usahanya dengan dibarengi kegiatan sosial.


Yakni mengajar anak-anak sekitar untuk juga mendapatkan ilmu membatik. Galerinya yakni Anjani Batik Galeri dan sanggar membatiknya sendiri tidak memungut biaya pada siapapun anak-anak yang ingin belajar membatik.

“Ya kita ini memang dari dulu inginnya melestarikan budaya. Dan saya suka memberikan ilmu ini cuma-cuma. Hasil anak-anak ini jika jadi, bisa dipajang dan dijual di galeri saya dan hasilnya ya buat mereka juga,” tandas alumnus Jurusan Seni dan Desain Universitas Negeri Malang ini.

Bagi Anjani melahirkan desainer cilik merupakan hal yang membahagiakan dirinya. Karena sering mengajak anak-anak membatik bersama, Anjani kemudian bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Batu untuk menyebarkan virus batik di tingkat SD-SMA di Batu hingga saat ini.

Ia sempat menceritakan ilmu membatiknya diperolehnya dengan pergi belajar ke Jogjakarta dan Solo. Tak sedikit budget yang harus dikeluarkan untuk belajar teknik demi teknik membatik yang ia kuasai seperti sekarang.

Akan tetapi Anjani tetap memilki prinsip untuk menularkan ilmunya lebih banyak pada anak-anak sekitar kediamannya. Perempuan kelahiran 1991 ini pun juga tidak menduga bakal menjadi pengusaha batik. Selain tidak mempunyai rencana membuka industri batik, ia merasa bukan pebisnis.
“Tahun 2014, saya mengawalinya. Awalnya cuma iseng, ternyata banyak konsumen pesan hasil karya saya,” ujarnya.

Kemudian ia pun memutuskan menekuni batik dan usaha yang turut berkembang hingga dapat membuat pameran tunggal sekitar tahun 2017 yang dibuka Dewanti Rumpoko, istri Wali Kota Batu pada saat itu.

Batik Bantengan adalah salah satu karya khas Anjani. Batik ini membuatnya menjadi pemenang penghargaan Satu Awards di bidang kewirausahaan. Rupanya ide ini mulai muncul sejak ia duduk di bangku SMP.

“Dari SMA sampai kuliah saya suka mengangkat tema karya bantengan dalam tugas tugas seni. waktu kuliah dosen panggil nama saja 'Anjani Bantengan',” aku Anjani.

Batik dengan motif Bantengan ini pula yang membawa namanya melambung. Pameran tunggalnya pada waktu itu dapat digelar tujuh hari dengan mempersembahkan sekitar 50 karyanya. Anjani pun sempat diajak Wali Kota Batu saat itu, Eddy Rumpoko untuk mengikuti pameran di salah satu negara Eropa Timur yakni Ceko.

Penghargaan Satu Awards yang dimenangkan Anjani ini pun menjadi salah satu bentuk buah dari kerja kerasanya. Event yang diselenggarakan salah satu perusahaan otomotif besar dengan kerjasama dengan pemerintah Indonesia sebagai apresiasi akan kreativitas anak muda ini menjadi berkah tersendiri bagi Anjani.

“Dari penghargaan itu total saya bisa dapat Rp 75 juta. Lumayan bisa jadi modal rintis bangunan sendiri untuk galeri karena selama ini numpang,” papar perempuan berhijab dan berkacamata ini ramah.

Sampai saat ini Anjani pun terus melakukan pameran dari tempat satu ke tempat lainnya, mulai Galeri Raos Kota Batu hingga Eropa. Saat ini Anjani sudah dibantu tiga pegawai dan 38 perajin batik. Setiap hari bisa memproduksi berlembar-lembar kain batik khas kesenian daerah Kota Batu, yakni Bantengan.


[malang-post.com]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: