Diberdayakan oleh Blogger.

Alpha Febela Priyatmono, Batik Hero 2018

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Batik merupakan warisan asli budaya Indonesia yang ada sejak jaman kerajaan Majapahit, dan telah berhasil diakui dunia internasional sebagai warisan budaya asli Indonesia dimana UNESO telah menetapkannya sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada tanggal 2 Oktober 2009.

Batik perlu untuk terus dilestarikan dan dikembangkan agar tidak ditinggalkan oleh masyarakat & generasi muda saat ini.

Hal tersebut yang menjadi dasar Bapak Alpha Febela Priyatmono, pemilik Batik Mahkota Laweyan, sekaligus Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL) untuk terus melakukan usaha pelestarian dan pengembangan pariwisata berbasis industri batik dan juga nonbatik, sepeti sejarah, bangunan, serta tradisi, khususnya di Kampung Laweyan, Solo.

Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL) adalah Organisasi pengelola kluster Kampoeng Batik Laweyan yang berdiri pada tanggal 25 September 2004, yang bertujuan menjadikan Laweyan sebagai kawasan pusat industri batik dan cagar budaya yang dikembangkan dengan konsep kepariwisataan melalui pembangunan yang ramah lingkungan dan berkesinambungan.


Sebelum terbentuknya FPKBL, industri batik di Laweyan bisa dikatakan mengalami mati suri. Banyak pengusaha batik yang tutup dan memilih untuk mencari pekerjaan lain, bahkan meninggalkan kampung Laweyan sehingga banyak bangunan rumah tinggal kuno yang kemudian terbengkalai dan tidak terawat. Lesunya produksi batik Laweyan juga disebabkan adanya penetrasi batik printing dari Cina yang sangat gencar dipasaran.

Untuk tetap diakui, batik asli harus selalu dicintai, diproduksi, dan dipakai oleh masyarakat. Hal penting yang dilakukan oleh Bapak Alpha dan FPKBL adalah kegiatan mengedukasi masyarakat tentang batik, bahwa hanya ada 2 jenis batik yaitu cap dan tulis. Sedangkan yang selama ini dikenal dengan batik print atau sablon, disebut dengan istilah tiruan batik.

Edukasi juga dilakukan dengan menawarkan kegiatan belajar membatik untuk masyarakat umum, yang termasuk didalam paket wisata yang ditawarkan Kampung Batik Laweyan, termasuk diantaranya wisata belanja, wisata industri, wisata edukasi , wisata cagar budaya (heritage), wisata sejarah dan wisata kuliner.

Saat ini, Bapak Alpha juga sedang mengembangkan batik dengan konsep Green Eco Batik, dimana pembuatan batik akan menggunakan pewarna ramah lingkungan dan tidak menimbulkan dampak pencemaran terutama di sungai-sungai.

Dengan background pendidikan dari Fakultas Teknik Arsitektur UGM, mengantarkannya untuk membuat penelitian mengenai Kampung Batik Laweyan. Beliau mendesain ulang Laweyan sebagai sebuah kawasan batik yang akan mengakomodasi keinginan masyarakat untuk tidak hanya berbelanja batik, tetapi juga menikmati peninggalan kebudayaan berupa kawasan dan bangunan berarsitektur kuno peninggalan jaman Belanda. Rancangan tersebut kini dijadikan acuan (grand design) penataan Kampung Batik Laweyan.

Usaha Bapak Alpha dan FPKBL bisa dikatakan tidak mudah, banyak tantangan yang dihadapi dalam upayanya menyadarkan masyarakat dan pelaku industri batik untuk kembali menekuni dan melestarikan dunia batik. Seiring dengan berjalannya waktu, jerih payah tersebut terbayar dengan kembali menggeliatnya industri batik di Kampung Batik Laweyan.

Atas dedikasinya terhadap pelestarian batik, Bapak Alpha terpilih menjadi Berbatiklurik Batik Heroes 2018. Penghargaan disampaikan oleh Bapak Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bp Arif Sambodo, SE, MSi pada 7 Maret 2018 yang lalu di kota Semarang.



[berbatiklurik.com]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: