Diberdayakan oleh Blogger.

'Batik ala Mexicana', Perkawinan Dua Budaya Indonesia-Meksiko

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Kala pintu utama Museum Seni Rupa dan Keramik dibuka, pengunjung disambut oleh selembar kain berwarna pink dengan gambar tiga buah tengkorak. Sekilas serupa batik tapi dengan motif yang tak biasa. Mengerikan sekaligus indah.

Karya ini satu dari beberapa karya batik yang dipamerkan dalam rangka peringatan 65 tahun hubungan diplomatik Meksiko dan Indonesia bertajuk 'Batik ala Mexicana'. Pada CNNIndonesia.com, Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Armando G. Alvarez menuturkan secara geografis, kedua negara letaknya cukup jauh. Namun ada kedekatan budaya satu sama lain.

"Kami ingin berbagi satu elemen penting dari budaya Indonesia yakni, batik untuk juga memperkenalkan desain gaya Meksiko," imbuh Armando di sela pembukaan pameran yang berlangsung di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta, pada Rabu (23/5).

Sebanyak 26 kain yang dipamerkan adalah karya para seniman Meksiko yang memperoleh beasiswa di Yogyakarta, serta ada pula hasil karya seniman Indonesia. Kain dilukis dengan teknik batik, sedangkan untuk warna dan motif merupakan representasi dari budaya Meksiko.

Sementara itu, Jorge Rascon, Cultural Attache Embassy of Mexico menjelaskan karya-karya ini lahir dari ide Warwick Purser, Honorary Consul of Mexico in Yogyakarta. Ia menjadi sponsor para seniman Meksiko dan Indonesia untuk berkumpul di Yogyakarta.

"Ia yang mengembangkan konsep ini. Saya pikir prosesnya selama beberapa bulan sejak tahun lalu," ujarnya.


Dari simbol 'hari kematian' hingga pengaruh Islam

Keunikan budaya Meksiko dilukiskan dengan teknik batik. Salah satu yang cukup menyedot perhatian adalah kain bergambar tengkorak. Kain ini hasil kreasi salah satu seniman Meksiko, Erendira Hernandez. Ia mengambil inspirasi dari salah satu budaya Meksiko yakni peringatan arwah orang meninggal atau 'Day of the Dead'.

Orang Meksiko memiliki waktu khusus untuk menghormati arwah para leluhur atau keluarga yang telah tiada. Peringatan jatuh pada 2 November. Ini juga menjadi tradisi umat Katolik sebagai rangkaian hari semua orang kudus mulai 31 Oktober hingga 1 November.

Tengkorak atau dalam bahasa Spanyol 'calavera' menjadi bagian jadi perayaan ini. Ornamen tengkorak menghiasi tiap sudut kota, bahkan dilukiskan pada wajah.

"Day of the Dead pun pernah menginspirasi film Disney, Coco," kata Armando.

Selain terinspirasi dari perayaan 'Day of the Dead', beberapa kain terinspirasi dari kerajinan tegel keramik dari Talavera. Menurut Jorge, kerajinan keramik ini mendapat banyak pengaruh dari luar Meksiko kala masa kolonial antara lain dari Arab, Andalusia, Italia dan China. Tak pelak keramik-keramik ini punya motif dan warna beragam.

"Ada kesamaan di sini. Indonesia juga punya motif-motif simetris. Selain itu ada pengaruh Islam," katanya.

Di Meksiko, aneka ornamen atau motif pada kain-kain ini digunakan di banyak media. Mereka mengaplikasikannya sebagai ornamen arsitektur bangunan seperti pada dinding dan lantai, aneka furnitur bahkan pada busana. Motif ini merepresentasikan bentuk tanaman, bentuk geometris, bahkan hewan-hewan.

Armando berkata Meksiko tidak memiliki batik. Aplikasi ornamen pada busana misalnya, mewujud pada embroidery atau print.

Sedangkan untuk warna, orang Meksiko memiliki kesamaan dengan orang Indonesia, yakni penggunaan warna-warna terang dan beragam seperti kuning, biru, pink, merah, dan hijau. Jorge mengatakan ini menunjukkan ada kemiripan budaya antara kedua negara dan ini memperkuat persahabatan Meksiko dan Indonesia.

"Kami suka sesuatu yang berwarna, sesuatu yang sangat memanjakan mata," tambahnya.



[cnnindonesia.com]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: