Diberdayakan oleh Blogger.

Ini Dia Rahasia Adat Manten Semarangan Hasil Akulturasi Lima Kebudayaan

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Prosesi dan kelengkapan pernikahan di Semarang tak lepas dari akulturasi dari lima kebudayaan yang melekat kuat di Kota Semarang yaitu budaya Arab, China, Melayu, Belanda dan Jawa.

Dalam Manten Semarangan, model calon pengantin wanita disebut model Encik Semarangan yang berasal dari perpaduan antara Cina dan Arab. Model ini memiliki kelengkapan pengantin mulai dari alas kaki selop tertutup hitam bludru bersulam mote dengan mengenakan kaos kaki, kaki songket, kebaya bludru hitam bersulam mote model Kraag Shanghai dan memakai sarung tangan, pengantin perempuan biasanya dipanggil "cik".

Sementara, calon pengantin pria disebut model Pengantin Kadji atau Bersurban. Tak hanya itu, prosesi pengiring pengantin yang disebut juga “Ngarak Pengantin“ menjadi prosesi yang tak kalah menarik. Dimana "Ngarak Pengantin" diiringi kesenian khas “Terbangan“ dengan rombongan paling sedikit terdiri dari 20 orang. Rombongan ini terbagai dalam 3 (tiga) kelompok.

Kelengkapan untuk prosesi ini terdiri dari kembang manggar yang telah sejak dahulu.prosesi Ngarak Pengantin jaman dahulu menggunakan Kembang Manggar asli, yaitu bunga kelapa. penggunaan kembang atau bunga dianalogikan sebagai wujud kecintaan atau kesukaan masyarakat kepada sang pengantin dimana dipercaya bunga selalu disukai oleh semua orang.

[TribunJateng.com]

Ilustrasi dari NET TV



Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: