Diberdayakan oleh Blogger.

Batik Kudus Klasik dan Pesona Keindahannya

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Siapa yang tidak tahu tentang Kota Kudus dengan komoditi rokoknya yang merajai nusantara? Tapi apakah Anda tahu bahwa Kudus memiliki batik lokal dengan motif corak yang unik dan mempesona? Ya, Popularitas Batik Kudus Klasik memang bisa dibilang tidak sebesar Batik Pekalongan, Batik Solo atau bahkan Batik Cirebon. Padahal bila ditilik dari wujudnya, batik ini tidak kalah indahnya dengan ketiga jenis batik tersebut.

Sama dengan beberapa ragam jenis batik lainnya, Batik Kudus Klasik juga terlahir dari berbagai pengaruh, seperti Kebudayaan Cina dan juga ajaran agama Islam. Selain itu, motif yang terhampar apik di atas sehelai Batik Kudus adalah sebuah cerminan kebudayaan masyarakat Kudus itu sendiri.



Pengaruh Cina dalam Motif Batik Kudus Klasik

Sejumlah literatur menyebutkan bila Batik Kudus mulai dikenal pada abad ke-17 dan menjadi bagian identitas masyarakat Kudus pada rentan waktu tahun 1880 hingga 1940.  Sejarah juga menyebutkan bila pengaruh budaya dari pedagang-pedagang Cina kaya di zaman dulu yang mendatangkan pembatik-pembatik dari pekalongan menciptakan batik beranakan dengan ciri khas Batik Kudus. Salah satu motif Batik Kudus yang mencerminkan pencampuran budaya dengan Tionghoa adalah motif Sampek Eng Tay Lung Kembang Dasar Ukel, di mana Sampek Eng Tay merupakan salah satu legenda yang berasal dari negeri tirai bambu.

Batik Kudus sendiri semakin berkembang hingga tahun 1970. Akan tetapi pada era 80-an, Batik Kudus mengalami kemunduran karena semakin sedikit perajin yang berproduksi lagi. Penyebabnya antara lain adalah adanya perkembangan batik printing. Karena itulah perajin Batik Kudus banyak yang gulung tikar dan akhirnya memilih bekerja di bidang industri.


Pengaruh Agama Islam dalam Motif Batik Kudus Klasik

Kudus merupakan salah satu pusat penyebaran agam Islam dan memiliki tokoh penyebar agama yang terkenal, Sunan Kudus (Syech Dja’far Shodiq) dan Sunan Muria (Raden Umar Said). Para tokoh tersebut ternyata turut memberi andil akan hadirnya inspirasi motif Batik Kudus, misalnya dengan memberikan sentuhan kaligrafi pada motifnya.

Salah satu motif yang juga sangat terkenal di Kudus adalah motif kapal kandas. Menurut sejarah yang dituturkan juru kunci Gunung Muria, motif ini lahir berkaitan dengan sejarah Kapal Dampo Awang milik Sampokong, yang kandas di Gunung Muria.

Menurut Sampokong, gunung yang dilewati merupakan lautan, tetapi Sunan Muria berkayakinan bahwa itu merupakan gunung. Dan akhirnya kapal Dampo Awang kandas di Gunung Muria. Gunung tersebut membawa rempah-rempah dan tanaman obat-obatan yang sampai sekarang tumbuh subur di Gunung Muria, salah satunya adalah buat parijoto yang diyakini oleh masyarakat sekitar untuk acara 7 bulanan supaya anaknya bagus rupawan.

Dan diantara tumbuhan yang ada di Gunung Muria adalah pohon Pakis Haji yang pada zaman Sunan Muria dipakai sebagai salah satu tongkat Sunan Muria. Sampai sekarang kayu pakis haji diyakini oleh masyarakat sekita bisa mengusir hama, seperti tikus, karena motif tersebut mempunyai alur menyerupai ular dan ukiran seperti kaligrafi.


Ragam Jenis Motif Batik Kudus Klasik

Batik Kudus Klasik didominasi warna-warna alami, seperti coklat, merah tua, biru tua maupun hitam. Biasanya juga memiliki motif dengan corak tombak, kawung atau parang serta rangkaian bunga, imbuhan pinggiran lebar, taburan kembang, kupu-kupu dan burung dengan warna-warna cerah seperti umumnya batik pesisir. Selain itu ada pula motif Batik Kudus yang dibuat khusus untuk acara akad nikah, dengan menghadirkan busana kelik atau burung merak.

Beberapa nama motif batik Kudus, antara lain motif Sampek Eng Tay Lung Kembang Dasar Ukel, motif Dlorong Buket/ Susimoyo Dasar Semarangan/ Ukel Satrio, motif Buket Pasung Kepala Dlorong, motif Buketan Dasar Wajitan & Kembang Pane Nitik, motif kapal kandas, dll.


[mahligai-indonesia.com]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: