Diberdayakan oleh Blogger.

Batik dalam Tradisi Pernikahan Jawa (3) Penembung

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Tak sekadar bagian keutuhan estetika berbusana Jawa, batik memegang peranan kuat sebagai cermin kedudukan sosial serta bentuk harapan pemakainya. Pahami penggunaan kain batik dalam tradisi pernikahan Jawa di sini.

1. Corak Sida Asih (kiri) dan Truntum Garudo (kanan). 2. Kain batik corak Sida Luhur untuk orang tua calon pengantin wanita saat pemasangan bleketepe.

Saat akan menerima kedatangan utusan dari pihak laki-laki, pihak perempuan didampingi beberapa sesepuh sekaligus sebagai saksi. Dalam proses panembangan/ lamaran ini, dalam budaya Jawa busana yang dikenakan adalah busana Jawi, artinya memakai kain batik dan baju beskap. Baju beskap ini tidak memakai ‘krowokan’, atau disebut ‘beskap landung’ atau panjang, karena dalam tradisi itu tidak memakai keris.

Dari kain batik yang dikenakan pada waktu pelaksanaan panembung, status sosial dari yang akan saling berbesanan sudah dapat diketahui saat itu, misalnya:

  • Batik Parangrusak atau jenis parang-parang yang lain menandakan bahwa pemakainya berasal dari golongan luhur.
  • Batik Swemenan Latar Putih menunjukkan pemakainnya berasal dari golongan priyayi
  • Batik Latar Hitam atau jenis Ceplokan menandakan yang mengenakan berasal dari golongan sepuh atau daru kalangan kebanyakan.



[mahligai-indonesia.com]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: