Diberdayakan oleh Blogger.

50 Istilah dalam Membatik

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Berikut merupakan istilah – istilah yang digunakan dalam proses pembuatan batik.


BAK CELUP: tempat yang digunakan untuk proses pencelupan.

BATIK: Metode pembuatan corak tekstil dengan cara pencelupan zat warna dan menggunakan lilin panas sebagai perintang warna pada kain

BATIK CAP: Kain Batik yang pembuatannya dilakukan dengan menggunakan cap batik

BATIK LUKIS: Kain batik yang cara penempelan malam/lilin batiknya dilakukan menggunakan kuas.

BATIK TULIS: Kain Batik yang pembuatannya dilakukan dengan menggunakan canting dan dibuat seluruhnya dengan tangan.

BIRONI (NEMBOK): Proses menutup warna yang akan dipertahankan dari pencelupan pertama menggunakan lilin.

CANTING: alat yang memiliki bentuk khusus dan unik terbuat dari logam, berfungsi sebagai media penampung malam dengan memiliki ujung berupa pipa kecil untuk melekatkan malam pada kain.

CANTING TULIS CECEK:  canting yang memiliki satu / lebih saluran dengan diameter paling kecil diantara canting lainnya yang digunakan untuk membuat ragam hias

CANTING TULIS KLOWONG: canting yang memiliki satu saluran dengan diameter lebih besar daripada canting tulis cecek yang digunakan untuk

CANTING TULIS TEMBOK: canting yang memiliki satu saluran dengan diameter lebih besar daripada canting tulis klowong yang digunakan untuk menutup bidang motif yang lebih luas (nembok).

CAP BATIK: alat yang memiliki motif terbuat dari tembaga atau kayu untuk melekatkan malam.

CELEMEK: alat pelindung badan pembatik dari tetesan malam.

COLET: Teknik pewarnaan batik menggunakan kuas seperti melukis pada kain.

ENDER: lempengan logam berbentuk kotak berlubang-lubang berfungsi sebagai landasan dan penyangga canting cap.

FIKSASI: Proses penguncian Warna dalam Kain agar tidak luntur saat terkena air.

GAWANGAN/ONGKEK: alat bantu untuk menyampirkan kain pada proses pembatikan tulis.

GONDORUKEM: Salah satu campuran Lilin Batik yang berasal dari hasil pembersihan terhadap residu proses destilasi (penyulingan) uap terhadap getah hasil sadapan pohon tusam (Pinus).

IJUK: serat aren yang digunakan untuk membersihkan saluran atau pipa canting tulis.

ISEN-ISEN: Biasanya merupakan ornament pengisi motif besar berupa titik atau garis. Corak motif batik di dalam/ luar klowong yang berfungsi sebagai corak dekoratif dari batik itu sendiri.

KOMPOR BATIK TULIS/CAP: alat untuk memanaskan wajan batik tulis supaya malam mencair dan cukup panas ketikan digunakan untuk membatik tulis.

KUAS: alat terbuat dari batang rotan atau bambu, yang digunakan untuk memberi warna/menyolet kain atau melekatkan malam pada proses

KURSI: tempat duduk yang digunakan pada proses pembatikan tulis.

LOROD: Salah satu tahapan dalam membuat batik, yakni merebus kain ke dalam campuran air mendidih dengan soda ash. Tujuannya untuk melepaskan lilin dari kain

MALAM: adalah lilin batik dari campuran parafin, microwax, besswax, mata kucing, lemak kerbau (Kendal), gondorukem, dan recycled wax sebagai zat rintang pada pembatikan.

MEJA CAP:  meja khusus yang digunakan untuk proses

MEJA TRACING: Meja yang dilengkapi lampu neon dan diatasnya menggunakan kaca bening sehingga sinar tembus ke benda yang akan di-tracing.

MORDANTING: Proses meningkatkan daya tarik zat warna alam terhadap kain serta meningkatkan tingkat kerataan warna, dengan cara perendaman TRO.

MORI (KAIN KATUN): Istilah untuk kain putih yang akan dibatik.

MOTIF: Gambaran bentuk yang merupakan sifat dan corak suatu perwujudan.

NEMBOK/MOPOK/NONYOK/NGEBLOK: melekatkan malam pada bagian yang dikehendaki agar warna tidak berubah.

NERUSI: membatik ulang dengan motif sama pada sisi sebaliknya.

NGECAP: proses pelekatan malam pada kain atau media lain menggunakan canting cap sebagai alat utama.

NGLATARI: memberi ornamen tambahan pada bidang di luar motif pokok.

NGLOWONG/NGENGRENG: pelekatan malam pada bagian kerangka dari motif batik menggunakan canting tulis.

NGRINING/MBIRONI/NYUMIKI/NYUNTIKI: menutup bagian tertentu pada ornamen pokok dan ornamen tambahan yang sudah berwarna dengan malam.

NJIPLAK: Merupakan proses pemindahan pola dari kertas ke media kain sebelum dilakukan proses selanjutnya.

NYANTING: proses pelekatan malam pada kain atau media lain menggunakan canting tulis sebagai alat utama.

NYELUP/NGELIR:  memberi warna pada bahan yang sudah dibatik dengan cara dicelup.

NYUNGGING: Merupakan proses membuat pola atau motif pada kertas atau membuat sketsa.

PANCI: alat dibuat dari logam yang berfungsi untuk

PARAFFIN: Salah satu campuran Lilin Batik yang mempunyai karakter mudah pecah/retak. Sering dimanfaatkan untuk membuat Batik Remukan.

POLA BATIK (Sketsa Batik): Gambar motif batik tertentu pada satu buku atau kertas.

RADIOAN: proses pembuatan batik yang didalam pewarnaannya terdapat proses cabut warna pada bagian-bagian tertentu.

RAGAM HIAS: bentuk dasar hiasan yang menjadi pola batik. Ragam hias batik terdiri dari ornamen pokok, ornamen tambahan dan ornamen isen.

RENGRENG: Pembatikan pada satu permukaan kain langsung dengan canting tanpa proses tracing terlebih dahulu.

SERAK: kain yang berfungsi sebagai landasan dan penyangga cap batik.

USAR/LOSO: kain untuk membungkus ujung saluran canting yang berfungsi memperbesar keluarnya cairan malam.

WAJAN BATIK CAP: wadah berbentuk khusus terbuat dari logam yang dilengkapi ender, angsang dan serak digunakan untuk mencairkan malam dalam proses

WAJAN BATIK TULIS: wadah terbuat dari logam digunakan untuk mencairkan malam dalam proses nyanting

WARNA SOGA: Warna cokelat, selain dengan tanaman diatas, warna ini bisa juga diciptakan dengan mencampur beberapa zat warna alam dengan resep yang berbeda-beda


[batik-komar.com]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: