Diberdayakan oleh Blogger.

Cara Desainer Ajak Generasi Milenial untuk Mencintai Batik

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – SAAT memakai batik, tampaknya seseorang jadi terkesan tua, apalagi kalau motifnya terlalu 'ramai'. Hal itulah yang membuat anak muda zaman sekarang jarang pakai batik, sebagai pakaian sehari-hari.

Padahal batik salah satu kain warisan nenek moyang yang harus dilestarikan. Namun, tampaknya kepedulian generasi milenial terhadap warisan wastra Indonesia minim sekali.

Hal itu dirasakan oleh Desainer Michelle Tjokrosaputro. Pada mulanya, dia menganggap bahwa kain batik cocoknya hanya dipakai oleh kalangan dewasa dan generasi orang tua. Dulu, dia hampir jarang menggunakan batik dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, Michelle sosok perempuan yang besar dari keluarga pencinta batik. Sangat tak etis rasanya kalau dia tidak ikut serta melestarikan warisan batik dari Jawa dengan motif yang khas.

"Iya sih benar, pakai batik itu kesannya tua, norak, 'ramai', warnanya tidak kalem. Tapi saya harus mengubah cara pandang itu untuk ikut melestarikan batik sebagai warisan budaya," katanya saat ditemui di kawasan Blok M, Jakarta, baru-baru ini.

Dia akhirnya membuat ragam koleksi pakaian batik kekinian dengan motif-motif sederhana. Anak muda zaman now pasti akan senang dan nyaman memakai pakaian yang kalem dan tidak antik.

Tapi dari semua koleksi pakaian yang dibuat, tidak mengurangi filosofi batik yang sudah ada. Bahkan uniknya, pakaian batik miliknya juga menunjukkan cerita-cerita tokoh pewayangan zaman dulu.

Selain tokoh pewayangan, Michelle juga mengenalkan motif batik parang, kawung, truntum, dan motif lainnya yang sudah identik. Tapi supaya tidak terkesan kuno, ada perpaduan warna dan mencocokkan cutting baju yang pasti disukai generasi muda.

"Anak muda harus pakai batik antik itu tidak bisa. Maka saya berkreasi bikin baju dengan motif batik dengan model pakaian seperti sweater, kaus, outer atau kemeja-kemeja yang disukai anak muda," tambah Pemilik Bateeq.

Dia mengatakan, belum lama ini dia juga membuat batik dengan motif My Little Pony. Bukan tidak mungkin, karakter kuda cantik yang disukai anak-anak itu jadi pakaian batik favorit dari salah satu koleksinya.

Dari cara seperti itu, Micelle ikut mengenalkan kain batik kepada generasi milenial dengan cara kekinian. Kalau tidak dibarengi usaha seperti itu, nampaknya anak-anak kelak tidak kenal dekat dengan kain batik.

Dari semua kekayaan motif batik, menurut Michelle, harus terus digali. Sebab, banyak sekali jenisnya dan tak mungkin ditinggalkan begitu saja. Apalagi kalangan generasi muda harus mempertahankan budaya, termasuk menjaga warisan kain batik dari orang terdahulu. Caranya tidak harus dengan gaya kuno, tapi bisa dikreasikan dengan hal-hal kekinian.



[okezone.com]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: