Diberdayakan oleh Blogger.

Ibu Rumah Tangga di Semarang Kombinasikan Kain Batik dengan Kerajinan Asal Jepang

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Di rumahnya yang beralamat di Perumahan Permata Tembalang, Kota Semarang ia memproduksi berbagai aksesoris tersebut.

Seni melipat kertas dari Jepang mungkin orang sudah banyak yang mengenal, mayoritas menyebutnya dengan origami.

Namun ternyata kesenian itu memiliki saudara kandung yakni seni melipat kain.

Seorang ibu rumah tangga, Dyah Septya menekuni kesenian itu dan kini telah berhasil mengembangkan produk-produk berupa aksesoris dan ornamen-ornamen cantik.

Di rumahnya yang beralamat di Perumahan Permata Tembalang, Kota Semarang ia memproduksi berbagai aksesoris tersebut.

Uniknya seluruh kreasinya dibuat dengan kain perca.

"Usaha ini saya rintis mulai tahun 2013 dan produknya macem-macem mulai aplikasi, aksesoris, dan ornamen yang memanfaatkan perca kain batik dan kain etnik khas Indonesia," jelas Dyah kepada Tribun Jateng.

Mempadupadankan kesenian melipat kain ala Jepang dengan kain perca batik dan etnik khas Indonesia ia mampu menonjolkan keindahan keduanya.

Tsumami Zaiku sendiri mulai muncul di Jepang pada abad ke 17.

Lipatan-lipatan tersebut sering digunakan wanita Jepang untuk hiasan rambut, kimono.

Berbentuk anting-anting, gelang, kalung, dan aksesoris lain kesenian ini disinyalir membuat para gadis negeri matahari terbit lebih percaya diri.

Oleh karena itu, Dyah memberi nama produknya D' C&C Craft.

"Jangan salah nyebutnya yaa soalnya mereknya sudah terregristasi jadi jangan diubah-ubah," kelakarnya.

Ia memilih merek tersebut bukan tanpa alasan.

Sesuai dengan filosofi Tsumami Zaiku yang dianggap bisa mempercantik dan memperindah tampilan seorang wanita nama D C&C Craft pun dipilihnya.

"C&C itu kepanjangan dari Chic and Click, Chic itu maknanya elegan, fashionabel harapannya bisa mempercantik penampilan pemakainya dan klik itu maksudnya ya agar aksesoris kami ngeklik dengan penampilan pemakainya," paparnya.

Wanita berhijab itu menjelaskan, kerajinan hasil daur ulangnya dibanderol dengan harga yang bervariasi.

Mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu per itemnya.

Menurutnya perbedaan harga itu bergantuk dengan tingkat kesulitan pembuatannya dan besar kecilnya aksesoris yang dibuat.



[tribunjateng.com]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: