Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenal Batik Indonesia Rancangan Go Tik Swan (2)

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Batik karya Go Tik Swan selama ini banyakdikoleksi oleh sejmlah tokoh nasional, kalangan pejabat negara, pengusaha, dan para duta besar. Karyanya juga menjadi koleksi museum-museum di Eropa, Amerika, Australia, dan kolektor batik dunia.


“Untuk menjaga kualitas, kami memang tidak memproduksi massal. Butuh waktu empat sampai lima bulan untuk membuat satu kain. Setahun paling hanya memproduksi 12 kain,” ujar Supiyah didampingi suaminya, Kanjeng Raden Aryo (KRA) Hardjosoewarno.

Supiyah dan Hardjosoewarno merupakan ahli waris Go Tik Swan yang kini menempati Ndalem Hardjonagaran –rumah peninggalan Go Tik Swan. Di rumah seluas 2.030 meter persegi itulah keduanya menghidupkan kembali aktivitas membatik.

Di rumah tua itu, setiap hari ada sekitar 6-7 pembatik yang bekerja. Semuanya adalah para wanita dan pembatik tulis dengan usia rata-rata di atas 60 tahun. Menurut Supiyah, sekarang ini sulit mencari pembatik muda.

“Anak-anak muda lebih suka menjadi sales, pelayan toko atau mal, dan buruh pabrik. Kami agak kesulitan untuk regenerasi,” ujar Supiyah.

Padahal, Supiyah mengaku rumah industrinya terbuka menerima kalangan muda yang ingin belajar membatik. Supiyah juga juga membuka kesempatan nyantrik atau magang sebelum akhirnya menjadi pembatik profesional.

“Sebenarnya banyak juga siswa SMA dan mahasiswa yag belajar membatik di sini. Tapi itu hanya untuk kepentingan tugas-tugas sekolah atau kuliah. Setelah lulus mereka tidak melanjutkan belajar membatik lagi,” jelas dia.

Sementara itu, Hardjosoewarno mengungkapkan dirinya tidak akan mengembangkan rumah industri Batik Indonesia menjadi pabrik besar dengan banyak outlet. Menurut dia, pabrik besar akan menjadikan hasil produksinya tidak ekslusif dan akan mengurangi kualitas karya.

“Kalau terlalu banyak di pasaran nanti malah tidak eksklusif. Produksi Batik Indonesia memang dibuat terbatas. Bahkan untuk bisa membelinya seringkali harus inden karena dibuat secara khusus,” kata pria yang juga menggeluti dunia perkerisan itu.

Pria yang mengabdi pada Go Tik Swan selama lebih dari 40 tahun itu akan memproduksi batik dengan motif-motif karya Sang Panembahan. Menurut dia, Go Tik Swan sudah meninggalkan warisan yang sangat berharga sehingga dia dan istrinya merasa memiliki kewajiban untuk melestarikannya.

Motif-motif ini masih diproduksi hingga sekarang. Hardjosoewarno mengaku tidak pernah mengubah motifnya, keciali hanya melakukan pengolahan warna atau mengubah latarnya saja. Dia juga tidak perlu membuka butik atau showroom khusus untuk memasarkan Batik Indonesia karena mereka sudah memiliki langganan tetap.

Setiap motif yang diciptakan Go Tik Swan, lanjut Hardjosoewarno, selalu memiliki makna simbolik. Hardjosoewarno menyebut salah satunya adalah motif Batik Kembang Bangah yang berarti bunga yang berbau busuk. Motif itu diciptakan Go Tik Swan sebagai ungkapan protes terhadap pemerintah yang tidak memihak rakyat tetapi memihak kaum kapitalis. Motif Kembang Bangah sering kali menjadi perbincangan dalam diskusi soal batik.

Hardjosoewarno dan Supiyah menegaskan Go Tik Swan merupakan pelopor Batik Indonesia. Diakui atau tidak, Go Tik Swan telah mengenalkan batik baru di luar batik Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Lasem (Rembang), dan batik-batik dari daerah lain.

“Batik ini perpaduan antara batik gaya klasik kraton dan gaya pesisir utara. Kita akan temukan perkawinan teknik sogan dengan pewarnaan multiwarna khas pesisir pada Batik Indonesia,” ujar Supyiyah yang sudah puluhan tahun menjadi pembatik Go Tik Swan.

Selain Go Tik Swan?

“Ada beberapa tokoh batik di Indonesia yang patut disebut, antara lain Bagong Kussudiarjo dan Ibu Soed,” kata dia.



[kesolo.com]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: