Diberdayakan oleh Blogger.

Kisah Pasangan Penjelajah Dunia yang Terpukau Belajar Membatik

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Namanya Catherine. Ia berasal dari California, Amerika Serikat. Bersama Mike, suaminya, ia gemar berkeliling dunia.

Kali ini ia masih dalam perjalanan menjelajahi berbagai penjuru bumi. Dengan menumpang kapal pesiar Volendam Cruise, akhirnya membawa pasangan suami istri yang sudah lanjut usia ini belajar membatik.

Kota yang disinggahi untuk belajar membatik juga tergolong penting dalam peta perbatikan nusantara. Semarang. Ya, mereka bersama 250 wisatawan lain dari berbagai negara berkunjung ke Kota Semarang, Jawa Tengah, melihat, belajar, dan tentu saja belanja batik.

"I have ever visited to Thailand, and I see the batik one. But I think this one very different. (Saya pernah berkunjung ke Thailand, dan saya juga melihat batik. Tapi, saya rasa batik di sini sangat berbeda)," ucap Catherina, Sabtu, 17 Februari 2018.

Batik Semarang memang berbeda. Yang dikunjungi Catherine adalah Sanggar Batik Semarang 16, sebuah sanggar yang melahirkan para perajin dan produsen batik melalui pelatihan yang digelar sejak tahun 2005.

Yang disaksikan Catherine adalah sebuah proses membatik secara tuntas. Mulai dari merancang desain motif, menyalin di kain, mencanting atau menutup motif dengan malam, hingga pewarnaan. Tak hanya itu, Catherine dan Mike juga menyempatkan diri belajar menenun dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), yang juga ada di sanggar itu.

"I saw here, the clothes with natural dyes. This is amazing. I can't believe that our clothes was colored with some wood or fruit etc. (Di sini saya melihat pewarnaan dengan pewarna alam. Ini mengagumkan. Saya tak percaya pakaian pita bisa diwarnai dengan berbagai bahan dari kayu, buah, dan lain-lain)," kata Catty, demikian sang suami memanggil.



[liputan6.com]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: