Diberdayakan oleh Blogger.

Ini Dia Pewarna Alami Batik Sejak Abad Ke-18

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Sejak abad ke-18 di masa-masa awal kedatangan batik, leluhur Indonesia sudah menggunakan bahan-bahan pewarna. Bahkan bahan tersebut masih digunakan hingga saat ini dan menghasilkan batik yang mahal.

Bukti-bukti ini terekam dalam arsip Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Anda bisa melihatnya di Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasein), Bogor, Jawa Barat.

Terdapat etalase khusus bahan-bahan alami yang digunakan untuk pewarna batik. Meski tak se meriah warna dari zat kimia, tetapi pewarna alami diklam lebih awet untuk bahan, dan minim risiko iritasi terhadap kulit.

Beberapa tanaman yang umum digunakan mulai dari tumbuhan alpukat untuk warna merah terang. Tumbuhan jambu biji untuk warna coklat tua. Lalu mahoni untuk warna merah kecoklatan. Tanaman Mangga, untuk warna coklat muda, sedangkan merah muda dari tanaman kopi.

Selain itu masih ada jenis tanaman lain, seperti kayu secang, harendeng bulu, dan manjel jantan.
Menurut arsip LIPI di sana, yang digunakan sebagai pewarna berasal dari daun, bunga, dan batangnya yang muda. Orang terdahulu menggunakannya dengan cara ditumbuk.

Setelah itu yang akan disimpan dalam bubuk pewarna bisa dikeringkan. Sedangkan yang langsung diproses bisa direbus, lalu airnya digunakan untuk merendam kain batik yang sudah dicanting. Setelah itu baru dibersihkan dari lilin, sebelum dicuci dan dijemur.

Hingga kini beberapa zat pewarna alami masih terus digunakan, seperti kayu secang, Hal ini masih dilestarikan karena menghasilkan warna yang khas dari alam.



[kompas.com]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: