Diberdayakan oleh Blogger.

Matahari, Musuh Bagi Warna Batik Alami

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Merawat sehelai kain batik atau pakaian dari kain batik ternyata cukup mudah. Faktor terpenting dari mencuci batik adalah tidak mengeringkannya di bawah sinar matahari langsung.

Seniman batik sekaligus pengusaha batik, Rika Harjosuwarno Avgoustinou, mengatakan mencuci batik paling baik menggunakan lerak. Sekarang lerak apalagi mudah dicari di banyak toko batik.

Bila tidak ada lerak, pemilik toko batik Majju yang terletak di Promanade Warung Buncit Jaksel itu, mengatakan batik cukup dicelupkan sebentar di air tanpa deterjen. Gunakan air biasa, tak perlu memakai air hangat.

"Sekarang juga sudah tersedia cairan pembersih baju yang khusus untuk membersihkan batik," katanya. Bila ingin kain batiknya wangi, Rika mengatakan batik bisa dicelup di air yang sudah diberi pewangi pakaian.

Lalu angin-anginkan kain batik atau pakaian batik. Pastikan batik diangin-angin di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung.

"Setelah kering lipat kain dan simpan di lemari," kata Rika menerangkan. Sinar matahari langsung dihindari karena akan memudarkan warna batik yang alami.



[republika.co.id]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: