Diberdayakan oleh Blogger.

Batik Maos, Batik Bermotif Sandi Perang Pangeran Diponegoro

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Batik Maos khas Cilacap muncul pada abad 18 dan mengandung makna filosofi dan sejarah tinggi. Alasannya, batik ini menampilkan sandi perang laskar Pangeran Diponegoro dan menggunakan teknik pewarnaan alam.

Melalui motif-motifnya, batik yang saat itu digunakan sebagai simbol atau sandi perang Pangeran Diponegoro ternyata terbukti mampu mengecoh perhatian Belanda, sehingga sulit sekali dikalahkan oleh Belanda. Sentra produksi batik di Kabupaten Cilacap saat ini ada di Kecamatan Maos Cilacap dan dikelola oleh Euis Rohaini bersama suaminya Tonik Sudarmaji di bawah naungan Batik Maos Rajasa Mas.

Hingga kini, hampir 80 pengrajin batik bergabung dalam usaha batik yang dibangun dari tahun 2008 tersebut. Euis Rohaini menuturkan bahwa produk batik tulis tradisional asli Cilacap ini cukup diminati para kolektor batik di Asia Tenggara, Korea, Jepang dan Eropa.

Batik Cilacap memiliki pilihan warna klasik yang menjadi ciri khas batik tulis Maos yakni cokelat, hitam dan putih serta warna-warna yang berani, yaitu biru, hijau, atau kuning. Beberapa motif sandi perang yang masih diproduksi hingga saat ini ialah Galaran, bermakna pasukan yang sudah berkumpul berbaris rapi.

Lalu, Buntal Gabahan, bermakna sandi ranjau yang terpasang di pematang sawah. Cebong Kumpul, bermakna agar pasukan berkumpul dan merapatkan barisan guna bersiap menghadapi musuh, dalam makna yang lebih luas, motif ini memberi makna arti penting persatuan. Dengan persatuan dan kesatuan segala bahaya, musuh, dan kesulitan akan mudah dihadapi.

Kembang Ambring, bermakna pesan persatuan, bersatu dalam menghadapi musuh. Lar Buntal, bermakna misi pembagian wilayah atau pembagian tugas yang rata. Cuplik Pring atau Cebong Kumpul, bermakna penempatan pasukan, kode bahwa disitu adalah tempat berkumpulnya pasukan yang siap. Andaindi, bermakna tingkatan dalam tugas atau struktur, organisasi, pemerintahan atau pembagian wewenang.Blarak Sineret, bermakna kebersamaan, kemenangan dalam perjuangan tidak hanya dicapai oleh salah satu orang atau salah satu pihak saja, ada pihak-pihak lain yang juga turut andil. Hingga Rujak Sente, bermakna pemimpin harus tegas, padat, dan bermakna.

Seiring dengan perkembangan dunia mode, Batik Maos Rajasa Mas juga memproduksi motif kontemporer dengan mengadopsi motif lingkungan sekitar seperti tumbuh-tumbuhan, binatang, dan benda-benda alam lainnya, tambah Euis Rohaini.

Batik Maos Rajasa Mas merupakan salah satu pelaku usaha dan mitra binaan BNI yang aktif di Rumah Kreatif BUMN (RKB) Cilacap.



[republika.co.id]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: