Diberdayakan oleh Blogger.

Sejarah Motif Batik Indigo dan Penjelasannya

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Berbagai macam motif batik berwarna alam seperti indigofera tinctoria atau dalam bahasa kita disebut warna biru nila yang sekarang digunakan sebagai pewarna organik dalam proses pembuatan batik indigo karena ingin menonjolkan kesan warna biru kuat yang teduh dan banyak orang mengatakan bahwa warna ini merupakan representasi dari warna indigo. Warna yang diperoleh melalui proses fermentasi daun nila atau tarum selama waktu tertentu. Tanaman ini kurang dikenal sebagai pewarna biru yang berasal dari alam, namun perlu diketahui bahwa warna biru alami dari indigofera tinctoria sangat menempel pada kain batik sehingga ketahanan warnanya tak perlu diragukan lagi. Cara pewarnaan menggunakan pewarna alam selalu dipertahankan oleh para perajin tradisional untuk menjaga tradisi luhur dalam membatik, juga karena faktor tingkat ketahanan warna yang lebih baik terhadap bahan kimia lain seperti detergen yang bersifat asam maupun karena faktor terpaan sinar matahari dalam jangka waktu yang lama.

Jika kita merunut kepada Sejarah batik indigo sekitar 2500 tahun SM, warna biru nila dipakai untuk mewarnai pakaian raja atau kaisar atau pangeran untuk menunjukkan kekuasaan, kepemimpinan, kesetiaan, dan kebijaksanaannya. Sejak dahulu masyarakat pulau jawa juga telah mengenal dan selalu menggunakan pewarna yang berasal dari alam dengan tujuan agar sebuah karya seni berupa kain batik indigo ini menyatu antara filosofi yang terkandung didalam motif batiknya dengan alam. Beberapa jenis warna dari pewarna alam seperti pareanom yaitu sinergi warna antara kuning dan hijau, Bangun Tulak (biru-putih), Gula Kelapa (merah-putih), dan Banteng Ketaton (merah-hitam).


Motif Batik Indigo

Motif batik indigo masih mengikuti motif batik yang ada saat ini, istilah batik indigo sendiri sebenarnya lebih kepada cara pewarnaan yang menggunakan pewarna alam yaitu indigofera tinctoria. Motif batik indigo yang sudah dituangkan ke dalam kain batik seperti motif parang, truntum, sidomukti, dan beberapa jenis batik kuno lainnya.







[batik-tulis.com]


Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: