Diberdayakan oleh Blogger.

Merawat Batik tanpa Repot

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Memiliki koleksi busana batik memang menyenangkan. Tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam, kita bisa memiliki busana yang cocok dikenakan di berbagai kesempatan, santai sampai formal. Hanya masalahnya, sering kali warna batik cepat sekali memudar lantaran dicuci dengan deterjen.

Sebenarnya, ada beberapa kiat merawat batik agar warna koleksi busana kita tidak cepat pudar. Indra Tjahjani, seorang pakar batik dan penggagas komunitas Mbatik Yuk, menyebutkan sejumlah kiat untuk merawat batik. Kiat ini dimulai dengan cara mencuci.

Jika hendak mencuci kain dan baju batik, jangan menggunakan deterjen karena itu akan membuat kain dan baju batik akan pudar. Saat ini ada berbagai produk yang bisa membantu membersihkan batik tanpa membuat warnanya pudar. Seperti Attack Batik Cleaner yang merupakan produk cairan pencuci khusus untuk batik.

Produk ini disebut tidak mengandung banyak fosfat sehingga lebih lembut ketimbang mencuci dengan deterjen biasa. Selain itu, produk ini juga diklaim lebih ramah lingkungan ketimbang deterjen biasa.

Setelah dicuci, diusahakan untuk tidak langsung menjemur di bawah terik matahari karena itu akan membuat rusak kain atau baju batik itu sendiri.

Setelah kering, perlu juga diperhatikan cara menyimpannya. "Jika menyimpan batik, sebaiknya jangan pakai kapur barus atau kamper karena itu yang membuat kain batik menjadi rapuh," ujar Indra.

Nah, jika batik Anda disimpan dalam jangka waktu yang lama, usahakan agar tidak disimpan dalam keadaan dilipat. Hal tersebut dapat membuat kain batik cepat sobek dan rapuh.

"Biasanya batik itu digunakan untuk jarit atau bawahan kebaya. Jadi, orang zaman dulu menyimpannya dengan cara dilipat agar mudah dipakai. Tapi, sebenarnya hal itu kurang bagus karena jika terlalu lama disimpan dalam keadaan dilipat akan mudah sobek dan rapuh," tambahnya.

Demi menjaga kualitas kain agar lebih tahan lama, wanita yang menjadi penggagas batik ini menyarankan untuk menggunakan biji merica. Caranya, masukkan biji merica ke dalam kain atau kantung yang telah dilubangi, kemudian letakkan di dalam lemari tempat Anda menyimpan batik. Selain biji merica, bahan lain yang bisa digunakan adalah akar wangi.

Diusahakan agar tidak terlalu lama menyimpan batik dalam lemari. Ini karena suhu di dalam lemari cenderung lebih lembap sehingga bisa menimbulkan jamur atau bau yang kurang sedap. Sebaiknya lakukan perawatan berkala dengan cara mengeluarkan seluruh kain batik dari dalam lemari dan diamkan di ruangan yang agak terbuka agar terkena angin.

"Lemari itu kan sering lembap, jadi minimal sebulan sekali kain batik dikeluarkan terus diangin-anginkan agar tidak bau. Biar batiknya awet, tidak sobek, dan tidak dimakan rayap.'' [republika.co.id]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: