Diberdayakan oleh Blogger.

Batik Tradisional vs Kain Motif Batik (Batik Printing)

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Di Indonesia kita mengenal 3 macam batik tradisional, batik tulis, batik cap dan batik cap campur tulis. Ketiga batik tersebut harganya memang tidak murah karena proses pembuatannya tidak sehari selesai melainkan berminggu bahkan bulanan.

Perkembangan zaman sekarang ini membuat segalanya menjadi mudah. Pun termasuk proses batik di dalamnya. Hadirnya batik printing di tanah air tak pelak membuat industri batik tradisional mengalami kelesuan dalam hal penjualan.

Batik printing hadir sebagai jawaban atas permintaan pasar yang menginkan batik dengan harga murah. Sejatinya batik printing ini bukanlah batik. Seniman batik menyebutnya, kain motif batik. Ini terkait dengan pakem utama sebuah batik di mana ada unsur tangan manusia dan bahan alami di dalamnya. Dan ini tidak ada sama sekali di kain motif batik.

Industri batik pun mulai bergeser. Harga murah dan pengerjaan yang cepat membuat kain motif batik ini menjadi primadona pasaran. Otomatis membuat industri batik tradisional omsetnya menurun drastis. Beberapa industri batik tradisional mau tak mau harus mengurangi produksi juga pengrajin karena terbatasnya permintaan.

Apakah hal ini akan membuat batik tradisional menghilang dari pasaran? Tidak! Batik tradisional ini tetap dicari. Ada sebagian kecil masyarakat yang menjadi kolektor batik tradisional. Ini seperti oase di padang gurun. Kehadiran mereka walaupun kecil tapi memberi angin sejuk untuk para pengrajin batik tradisional untuk terus membatik. [sumber]





Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: