Diberdayakan oleh Blogger.

Sambut Hari Batik Nasional, Galeries Lafayette Gelar Pesta Batik di Paceifik Place

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Menyambut Hari Batik Nasional, Galeries Lafayette turut mengapresiasi kekayaan bangsa Indonesia yang ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

Sebagai salah satu destinasi tempat belanja, Galeries Lafayette mengadakan Pesta Batik Indonesia, mulai tanggal 20 September hingga 19 Oktober 2017.

Selama hampir satu bulan, Pacific Place, pusat perbelanjaan yang berada di jantung kota Jakarta, memamerkan beberapa brand ternama yang menampilkan koleksi batik terbaru.

Tidak tanggung-tanggung, pameran kali ini menggunakan empat lantai sekaligus, yakni lantai dasar, lantai 1, lantai 2, dan lantai 3.

Pesta Batik Indonesia yang merupakan hasil kolaborasi dengan Yayasan Batik Indonesia ini menyediakan busana lengkap. Dari anak-anak, busana wanita, dan pria.

Beberapa brand seperti (bi), Parang Kencana, Gallery Batik Jawa digelar di lantai dasar. Untuk busana wanita (ladies wear) bermotif batik tampil di lantai 1, yaitu koleksi Danar Hadi, Tayada, Di Khatulistiwa, Jarit, Batik Tembayat, dan Khamdara.

Sementara di lantai 2 dapat dijumpai koleksi batik untuk anak-anak (kids) dari brand seperti Danar Hadi, Sweet Batik dan Galeri Batik Jawa.

Untuk melengkapi kebutuhan pria akan batik tampil brand (bi) Maskulin, Parang Kencana, Danar Hadi, Batik Pesisir, Batik Parang, serta Batik Afif.

Pembukaan Pesta Batik Indonesia ini dilaksanakan pada Rabu (20/9) yang menghadirkan juga gelar busana atau fashion show oleh beberapa selebritas.

Yanti Airlangga Hartanto, istri Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartanto yang hadir saat jumpa pers mengatakan, pesona batik tidak pernah lekang oleh waktu.

"Terlebih saat ini, batik sudah bermetafosis jadi busana yang menarik, dan juga bisa digunakan sebagai dekorasi rumah," ujarnya.

Jultin Ginandjar Kartasasmita sebagai ketua Umum Yayasan Batik Indonesia mengatakan, pihaknya merasa bangga atas pengukuhan batik sebagai budaya non-benda warisan manusia oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009.

Yayasan Batik yang beranggotakan pecinta dan orang-orang yang peduli batik sejak 20 tahun lalu juga turut memeriahkan Hari Batik yang memiliki visi sama untuk melestarikan, dan memanfaatkan batik Indonesia.

Salah satu kegiatan yang mereka lakukan tiap tahun adalah mengadakan pameran, pengarahan, seminar. Salah satu pameran diadakan di Kementerian Perindustrian yang menghadirkan puluhan pengrajin batik di seluruh Indonesia.

Direktur Galeries Lafayette Indonesia Herlina Widjaja mengatakan, pada Pesta Batik kali ini, pihaknya berupaya mempromosikan perancang lokal dan mereka yang baru terjun sebagai desainer untuk bersaing dengan para senior yang telah punya nama.

"Diharapkan kehadiran mereka bisa saling melengkapi," katanya.

Koleksi bi, misalnya, mengeluarkan produk karya batik yang lebih fun, modern, edgy, dan stylish. Dengan konsep ini, baju batik dapat dikenakan sebagai pakaian sehari-hari tapi tetap trendy sehingga kalangan muda mau tetap menggunakan batik dalam berbagai kesempatan.

Sementara Parang Kencana mengusung tema Rasasvada, yang dalam filosofi India berarti The Taste of bliss, in the absence of all thoughts. Ini menggambarkan perempuan modern yang mandiri, dan mencintai budaya batik tanah air, tapi memiliki jiwa tualang. Koleksinya juga terkesan muda dan modern.

Selama hampir sebulan, pameran ini tak hanya menampilkan koleksi busana. Pesta Batik Indonesia dan Galeries Lafayette juga menggelar acara family day pada Sabtu 30 September 2017.

Beragam kegiatan akan digelar di sini mulai dari peragaan busana, workshop membuat batik hingga cake making oleh Dapur Cokelat dengan paket seharga Rp 175.000.

Pada Minggu 1 Oktober 2017 berbarengan dengan Hari Tanpa Kendaraan (Car Free Day) akan digelar parade dan pagelaran busana dari atas Gedung Sarinah dengan ketinggian sekitar 80 meter.

Acara yang terakhir itu akan menampilkan koleksi batik Obin dan Esmod yang diperagakan oleh Komunitas Pemajat Tebing, Mapala UI. [tribunnews.com]

Gambar: tribunnews.com




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: