Diberdayakan oleh Blogger.

Proses Pembuatan Batik Tulis: (3) Mewarnai

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG – Membuat batik tulis merupakan salah satu teknik membatik yang dilakukan secara manual. Teknik ini termasuk yang paling tua jika dibandingkan dengan teknik batik lainnya. Proses pengerjaannyapun biasanya akan membutuhkan waktu yang cukup lama, karena semua dikerjakan denga tangan yang butuh kehati-hatian, ketelitian, kesabaran dan ketekunan.

Batik tulis menjadi salah satu kerajinan tangan yang cukup diminati oleh para eksekutif. Jenis batik ini di pasaran bisa dibilang paling mahal jika dibandingkan dengan jenis batik lain, apalagi yang pengerjaanya hanya menggunakan teknik cap ataupun printing. Hingga saat ini jenis batik tulis termahal adalah batik tulis yang menggunakan bahan kain sutera dengan menggunakan pewarna alam.

Untuk membuat batik tulis, beberapa alat yang digunakan dalam di antaranya adalah aneka canting batik, malam/lilin batik, kompor minyak, wajan, gawangan dan lainnya. Sedangkan bahan yang digunakan bisa menggunakan kain mori ataupun kain sutera. Adapun urutan proses membuat batik tulis adalah nyoretnglowongi, mewarnai, dan melorot.

Dalam artikel ini, mari kita mendalami proses ketiga, yaitu mewarnai kainnya.


3. Proses Mewarnai Kain Batik

Kain batik yang telah digambar menggunakan malam, proses selanjutnya adalah mewarnai kain batik tersebut. Adapun teknik pewarnaanya bisa dicelup (teknik soga) ataupun menggunakan teknik colet. Jika menggunakan teknik celup maka semua kain akan dicelupkan pada wadah besar yang telah diberi pewarna. Jika menggunakan teknik colet maka kain batik dibentangkan secara horisontal kemudian dicolet pewarna dengan menggunakan kuas atau alat lain.

Pewarnaan kain batik dengan teknik colet banyak dilakukan oleh para pengrajin batik jika kain batik tersebut dirancang memiliki banyak warna. Dengan cara mengoleskan pewarna pada bidang-bidang motif batik, pengrajin tidak perlu lagi memberi malam pada kain batik setelah diwarna. Kain tinggal diberi penguat warna, kemudian malam bisa langsung dilorot atau dilepaskan dari kain.

Keuntungan menggunakan teknik celup adalah warna yang akan dimunculkan pada kain batik bisa lebih merata dan lebih mudah. Sedangkan kelemahan menggunakan teknik celup adalah ketika akan membutuhkan warna lain maka dibutuhkan proses nemboki kain dengan malam.

Dalam mewarnai kain batik tulis dengan teknik celup, kain bisa dimulai dari warna yang paling muda. Hal ini dimaksudkan agar ketika membutuhkan warna yang lebih gelap pada kain batik mudah untuk dilakukan. Jika sejak awal mewarnai batik menggunakan warna gelap, maka ketika membutuhkan warna terang akan sangat kesulitan.


Gambar di atas merupakan contoh proses pewarnaan dua warna jika menggunakan teknik celup.

Gambar A1 : Kain yang telah diberi malam dan diwarna kuning sebagai dasar.
Gambar B1: Kain yang telah diwarna kuning ditambahi motif dengan malam.
Gambar C1: Setelah diberi motif kemudian diwarna yang lebih gelap.
Gambar D1: Kain batik dilorot malamnya menghasilkan motif dua warna.
Bahan pewarna yang sering dipakai untuk membuat batik tulis biasanya terdiri dari Bahan pewarna alami dan ada juga yang menggunakan bahan pewarna sintetis. 





[kesolo.com]
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: