Diberdayakan oleh Blogger.

Teknik Baru Membatik, Ade Supriyadi Gunakan Lem sebagai Pengganti Malam

By | 07.00 Leave a Comment
BATIK SEMARANG - Berbagai inovasi dalam membatik terus diciptakan, salah satunya dengan ditemukannya bahan pengganti malam, yakni lem. Teknik membatik dengan menggunakan lem ini dikenal ramah dan tidak berbahaya bagi siswa dan anak kecil yang ingin belajar membatik.

Sang penemunya adalah Ade Supriyadi, warga Perumnas Kota Cirebon. Pada acara Kuno Kini Nanti Spenam Expo 2017 Batik Lem Cirebon, Sabtu (14/1) lalu, Ade mendemonstrasikan penggunaan lem untuk membatik kepada 100 siswa SMPN 6 Kota Cirebon.

Tanpa canggung, ragu dan takut akan bahaya membatik, para siswa pun dengan lihai menuangkan ekspresi mereka di kain sepanjang 10 meter.

"Kalau batik yang biasa dilakukan atau klasiknya itu pakai malam dan dipanaskan mendidih diatas kompor. Bagi anak-anak yang baru belajar cukup rentan dan berbahaya," ujar Ade Supriyadi di sela acara.

Dia menuturkan, seutas kain ketika sudah ada motif batik tetap menjadi kain batik. Artinya, menggunakan malam atau lem hanya sebatas teknik membatiknya saja dan beda bahan perintang. Selain itu, lanjut Ade, membatik dengan teknik menggunakan lem lebih ramah dan aman khususnya bagi siswa atau anak kecil yang ingin belajar membatik.

"Kalau pakai malam ya harus dalam kondisi mendidih dan panas. Membatik pakai malam tidak bisa dilakukan di kelas tapi membatik pakai perintang lem bisa dilakukan di kelas. Hasilnya tetap jadi batik," ucap Ade.

Untuk cantingnya, Ade pun mendesainnya sendiri. Canting yang dibuat pada batik lem dari botol obat tetes mata yang di bagian ujungnya diganti dan diberi tambahan list kecil berlubang yang biasa menempel di kursi kayu.

"Mirip dengan cotton bud yang ujungnya berlubang atau dibuat seperti tipe x yang cair. Tapi saya tidak pakai cutton bud karena kesannya kotor," sebut Ade.

Batik lem yang berhasil dikembangkan Ade Supriyadi juga memiliki beberapa keunggulan. Diantaranya bisa dilakukan dalam waktu yang singkat di air yang tidak mendidih. Selain itu, lanjut Ade, batik lem juga bisa dilakukan di media lain selain kain. Dia menyebutkan, batik lem buatannya bisa digunakan di seluruh jenis sepatu bahkan kulit manusia.

"Kekurangannya kalau pertama di cuci kainnya masih agak keras karena sifat lemnya masih menempel jadi harus 3-4 kali cuci. Keringnya memang agak lama terus kalau mau dicelup pakai pewarna harus bolak balik mewarnainya agar setelah dicelup di air warnanya makin tajam," kata Ade.


Sumber: fajarnews.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: