Diberdayakan oleh Blogger.

Motif Batik Sejarah Bawa Uke Raih Penghargaan dari Jokowi

By | 06.30 Leave a Comment
Usai mendapatkan pengakuan dari kancah internasional, Uke Kurniawan (57), penggagas batik Banten dari motif dasar artefak sejarah Kesultanan Banten ditunjuk menjadi guru batik nasional. Ia diminta memperkenalkan batik ke seluruh nusantara. Bahkan di tahun 2015, Presiden Jokowi memberikan penghargaan Pramakarya karena dedikasinya menciptakan dan mengembangkan batik.

"Tanggal 15 November 2015, saya mendapat Paramakarya. Itu karena produktif, menciptakan batik khusus Banten dan telah mengatur limbah batik terbaik se-Indonesia," kata Uke Kurniawan saat berbincang dengan detikcom di Sentra Pelatihan dan Industri Batik Banten, Kota Serang, Jumat (7/4/2017).

Agar warga Banten dan sekitarnya lebih mengenal sejarah dan batik Banten, Uke kemudian membuat Sentra Pelatihan dan Industri Batik Banten di Kecamatan Cipocok, Kota Serang. Ia menggabungkan sentra pelatihan dan perusahaannya di satu tempat. Ini dilakukan agar warga sekitar dan orang yang ingin belajar batik datang melihat pembuatannya.

"Di sini Sentra Pelatihan dan Industri Batik Banten, saya bisa melatih mulai dari tingkat sekolah dan masyarkat di banten. Sekarang sudah banyak sentra batik hasil binaan," tutur Eka.

Motif dasar batik yang ditemukan dari berbagai penemuan arkeologi di bekas Kesultanan Islam Banten.Motif dasar batik yang ditemukan dari berbagai penemuan arkeologi di bekas Kesultanan Islam Banten. 

Dari yang ia ingat, beberapa sentra yang sekarang berkembang ada di Pandeglang yaitu Batik Cikadu, Kota Cilegon ada Batik Krakatau, di Tangerang ada batik Benteng, serta ada dua di Kabupaten Lebak.

Dari sisi industri dan penghasilan, Uke bahkan sempat beberapa kali melakukan ekspor. Di tahun 2007, 2009, 2011 dan 2012, ia ekspor bahkan hingga ke Yordania. Namun, ia masih membatasi penjualan ke mancanegara karena pertimbangan otentitas. Uke tidak ingin batik ciptaannya dijiplak dan diindustrialisasi massal.

Dari sisi bisnis, di sentra pelatihan dan industri miliknya bahkan menghasilkan omset rata-rata perhari dari 30 sampai 60 juta. Berbagai kain batik ciptaannya dibuat mulai dari bahan katun sampai sutera dengan variasi harga ratusan sampai jutaan rupiah.

"Omset kita per hari saja sekitar Rp 30-Rp 60 juta, dikalikan saja sebulan 20 hari sudah lumayan," ujarnya.

Atas dedikasinya, Sentra Pelatihan dan Industri Batik Banten milik Uke sekarang mendapat label 4 Bintang OVOP (One Village One Product) dari Kementerian Perindustrian. Ia juga tercatat sebagai pemilh hak intelektual terhadap 54 desain batik melalui Peraturan Menyeri Kehakiman RI No. M.01-HC.03.01/1987 sesuai Undang-Undang Hak Cipta Pasal 9.

Dari Artefak Purbakala Menjadi Corak Batik Banten

75 ornamen purbakala di tanah Kesultanan Islam Banten ditemukan di berbagai medium. Motif ornamen ini banyak ditemukan di berbagai bekas peninggalan seperti gerabah, guci, batu nisan dan ornamen bangunan. Motif ini kemudian mendapat penomoran sendiri berdasarkan Balai Pelestarian Cagar Budaya sampai 75.

Motif dari benda purbakala ini menjadi ide Uke sebagai dasar motif pembuatan Batik Banten. Ia menggabungkan berbagai motif dasar itu menjadi aneka ragam batik Banten dan menjadikan motif batik terbaik.

"Motifnya dari benda purbakala, yang disebut artefak Kreweng Trewengkal tembikar guci dan termasuk ornamen di bangunan (Kesultanan Banten)," kata Uke.

Motif dasar batik yang ditemukan dari berbagai penemuan arkeologi di bekas Kesultanan Islam Banten.Motif dasar batik yang ditemukan dari berbagai penemuan arkeologi di bekas Kesultanan Islam Banten.

Berbekal sebagai orang yang suka menggambar dan pensiunan muda di Kementerian PU, dari 75 motif dasar arkeologis itu Uke menciptakan kurang lebih 250 motif batik asli Banten. Sekarang, 150 di antaranya bahkan sudah ia patenkan menjadi batik asli tanah para Maulana Kesultanan Islam Banten.

"Saya mengkaji motif ini dari arkeolog UI (Universitas Indonesia) sejak tahun 2002 tangal 25 Mei sampai Oktober," ujarnya.

Motif dasar batik yang ditemukan dari berbagai penemuan arkeologi di bekas Kesultanan Islam Banten.Motif dasar batik yang ditemukan dari berbagai penemuan arkeologi di bekas Kesultanan Islam Banten.

Uke mengatakan, salah satu contoh yang terkenal adalah motif batik Sebakingking. Motif itu menurutnya dipercaya motif yang pernah dipakai oleh Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Motif ini memiliki filosofi nama gelar Panembahan Sultan dalam penyebaran agama Islam di tanah Banten.

Dua motif lain seperti Datulaya dan Mandalikan bahkan pernah mendapat sertifikat motif batik terbaik se dunia tahun 2003 di Malaysia dan Singapura. Motif Datulaya memiliki nilai sejarah karena menjadi motif tempat tinggal Sultan Maulana Hasanuddin dan tata ruang di kesultanan. Sedangkan Mandalikan, adalah motif yang memiliki filosofi gelar yang diberikan kepada Pangeran Aria Mandalika dalam penyebaran Agama Islam.

Karena berbeda, batik Banten menjadi satu-satunya batik sejarah. Ini menurut Uke diakui oleh para arkeolog dan pemerintah Indonesia. Selain itu, secara keseluruhan menurutnya motif batik Banten memiliki kecenderungan warna abu-abu soft. Secara teknis, warna ini dipengaruhi kadar air di Banten yang memiliki zat besi tinggi. Selain itu, dominasi warna tersebut juga menunjukkan karakter asli warga Banten.

"Abu-abu soft itu artinya cita-cita, kemauan, ide dan tempramen tinggi tapi pembawaan kalem. Itu menunjukan karakter Wong Banten," katanya lagi. 
Sumber : detik.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: