Diberdayakan oleh Blogger.

Sukses di Pameran Lokal, UKM Batik Bidik Pasar Ekspor

By | 10.30 Leave a Comment
Berhasil mengumpulkan omzet melebihi target saat pameran Bang Wetan Batik Fest di Surabaya, pengusaha sekaligus pedagang batik Tatik Sri Harta, optimis bisa mengembangkan pasar batik hingga menembus ekspor di tahun 2017 ini.

Tercatat selama lima hari ikut pameran di Grand City, Tatik mengaku berhasil membukukan omzet hingga Rp 600 juta.

"Dengan harga kain batik yang saya bawa mulai dari Rp 250.000 per lembar hingga Rp 4 juta per lembar. Mayoritas batik tulis, " ungkap Tatik, Senin (6/3/2017).

Respon pasar yang besar itu, membuat Tatik agresif melakukan promosi. Di sela pameran, dirinya bertemu dengan beberapa pengusaha eskportir garmen yang memiliki track record jelas dan pasti. Dalam tahap awal pertemuan, disepakati untuk menyediakan produk ekslusif untuk pasar ekspor.

"Kebetulan banyak stok yang bisa saya siapkan untuk ekspor. Dan saya melihat potensi itu bisa menaikkan pasar batik hingga 10 persen," ungkap Tatik yang berasal dari Laweyan, Solo itu.

Optimisme juga diungkapkan Nur Faini, pengusaha UKM batik yang mengaku asal eks lokalisasi Dolly, Surabaya, yang mengaku sudah mendapat respon pasar ekspor dari hasil kunjungan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, beberapa waktu yang lalu di New York, Amerika Serikat (AS).

"Ada yang minta dikirim batik Dolly ke AS, dengan jumlah tertentu. Tapi karena saya belum paham terkait ekspor, saya serahkan ke pihak kedua, yang mau membantu sekaligus menjamin batik untuk benar-benar sampai ke AS, dan menguntungkan," ungkapnya.

Desay Safitri, owner Maxxindo Communication, penyelenggara pameran khusus batik sekaligus pengusaha batik asal Pekalongan, mengakui saat ini batik tulis Indonesia sangat diminati pasar ekspor.

"Karena limited edition. Selalu beda dan tidak ada yang bisa menyamai. Sehingga cukup eksklusif," ungkap Desay.

Dalam perkembangannya, Desay tidak hanya menggelar pameran di lokal Indonesia, tapi juga mentargetkan bisa keluar negeri.

"Target awal saya bisa di tingkat ASEAN dulu dengan membawa para usaha kecil dan menengah (UKM) batik untuk mendapatkan pasar ekspornya," tandas Desay.
Sumber : tribunnews.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: