Diberdayakan oleh Blogger.

Makna, Nilai & Ragam BATIK

By | 08.54 Leave a Comment
Makna, Nilai & Ragam BATIK
KEINDAHAN batik dinegeri kita atau yang lebih dikenal dengan batik nusantara dengan aneka warna dan motif memang sarat dengan makna. Tak heran, batik memiliki daya pikat luar biasa untuk masyarakat Indonesia, maupun turis asing. Di balik keindahan batik, ternyata banyak orang tak mengetahui bahwa hanya terdapat 2.500-an motif batik Nusantara yang baru terdaftar. Padahal, masih banyak pola dan ragam batik tradisional dan modern lainnya yang belum terdaftar.

Batik berasal dari bahasa Jawa yaitu ”amba” yang berarti menulis dan ”nitik” yang berarti titik. Kata Batik sendiri merujuk pada teknik pembuatan corak yang menggunakan canting atau cap dan encelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak ”malam” (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna.

Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing. Jadi kain batik ada-lah kain yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang warna. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan (polyester). Kain yang pembuatan corak dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik ini dikenal dengan kain bercorak/bergambar batik – biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak (print) – bukan kain batik.

Batik adalah sehelai wastra (kain) yang dibuat secara tradisional, dengan beragam hias pola tertentu yang proses pembuatannya menggunakan bahan lilin atau malam sebagai bahan perintang warna.Saat ini batik telah muncul di berbagai negara dengan ciri khas masing – masing. Batik Indonesia merupakan salah satu batik tertua di dunia yang punya ciri khas sangat khusus yang tidak dapat ditiru atau dibandingkan dengan negara lain. Di setiap garis dan gambar batik Indonesia mempunyai arti dan falsafah. Pemakaiannya pun ada aturannya. Misalnya untuk acara perkawinan batik yang dikenakan adalah batik Truntum atau Sidomukti.

Berdasarkan tradisinya, batik dibedakan menjadi dua yaitu batik keraton dan batik pesisir. Batik Keraton adalah batik yang lahir, dipelihara dan dikembangkan dilingkungan Keraton. Yaitu seperti di Keraton Yogyakarta, Surakarta, Keraton Sumenep, Keraton Kesepuhan, Keraton Kanoman dan Kacirebonan.

Batik Pesisir adalah batik yang tumbuh dan berkembang diluar dinding Keraton. Batik pesisiran ini lebih banyak dipengaruhi oleh kecenderungan komoditas barang dagangan. Keindahan sehelai kain batik dapat dilihat secara visual yaitu rasa indah yang diperoleh karena perpaduan yang harmoni dari susunan bentuk dan warna melalui penglihatan atau panca indera.

Keindahan batik juga dapat dilihat melalui jiwa atau yang lazim disebut dengan keindahan filosofis, yaitu rasa indah yang diperoleh karena susunan arti lambang ornamen-ornamennya yang membuat gambaran sesuai dengan paham yang dimengerti. Batik tersebut misalnya pada motif Semen Rama harus ada unsur Meru (gunung), Api (geni), Ular atau Naga (tanah atau air), Burung (angin), Garuda atau Lar/Sawat (mahkota/penguasa tertinggi).

Setiap batik di Indonesia mem-punyai nilai-nilai yang sangat berarti, namun pada dasarnya setiap batik memiliki nilai–nilai dasar didalamnya yaitu :

• Nilai penampilan (appearance): Bentuk Motif atau nilai wujud yang melahirkan benda seni. Ada nilai bentuk dan nilai struktur.

• Nilai isi (content) : atau filosofi yang terkandung didalam motif, yang dapat terdiri atas nilai pengetahuan (kognisi), nilai rasa, intuisi bawah sadar manusia, nilai gagasan, dan nilai pesan atau nilai hidup (values) yang dapat terdiri atas nilai moral, nilai sosial, nilai religi, dsb.

• Nilai pengungkapan (presentation) : yang dapat menunjukkan nilai bakat & kepribadian seseorang.
Sumber : batiku.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: