Diberdayakan oleh Blogger.

Ada Motif Gedung Pencakar Langit di Batik Tulis Tegalan

By | 09.27 Leave a Comment
Batik tulis Tegalan kini tak lagi terpancang pada pakem motif batik klasik. Beragam corak dan motif baru diikuti untuk menyesuaikan dengan selera konsumennya. hal itu dilakukan agar para perajin tetap mendapatkan penghasilan.

Motif yang dikembangkan tersebut merupakan motif-motif khusus yang dibuat sesuai dengan pesanan. Seperti halnya motif yang khas ibukota Jakarta yakni gedung-gedung pencakar langit, Tugu Monas, gereja, Tugu Pancoran, penari jaipong dan juga ondel-ondel.

Salah satu perajin, Yanti asal Kelurahan Keturen Kota Tegal mengatakan motif batik Jakarta itu adalah pesanan dari sebuah galeri batik di Jakarta. Karena hanya menggunakan dua warna, harga satu lembar kain batik tulis Tegalan tersebut sekitar Rp250 ribu. Sedangkan untuk motif batik klasik dijual dengan harga Rp350 ribu per lembar.

"Jenis kain yang digunakan untuk membatik adalah kain primis seharga Rp 40.000 kemudian digambar dengan pensil sesuai permintaan pemesan, kemudian dibatik menggunakan lilin yang dicairkan, setelah itu dicelupkan ke pewarna kain dan direbus dengan air panas, fungsi merebus itu untuk menghilangkan lilin yang menempel pada kain, dikeringkan kemudian dibatik lagi. Sehingga semakin banyak warna pada kain batik maka harganya semakin mahal," tutur Yanti kemarin.

Setidaknya butuh wakru 15 hari hingga satu bulan untuk proses pembuatan satu kain batik tulis Tegalan ukuran 2 meter x 20 centimeter. Ia mengatakan telah menekuni usaha ini secara turun temurun. "Saya belajar membatik dari ibu dan Dinas Perindustrian jika ada program pelatihan sering mengajak para perajin batik untuk mengikuti pelatihan-pelatihan di luar kota agar para perajin batik bertambah mahir dalam membatik dan juga bisa mengikuti mode untuk motif-motifnya," jelasnya.

Menurut Yanti, di Kota Tegal hanya tinggal lima kelompok batik tulis Tegalan yang masih eksis, seperti kelompok Keturen, Bandung, Kalinyamat Wetan, Kalinyamat Kidul dan Debong. Di tempatnya ada sekitar dua puluh perajin batik tulis Tegalan. Selain membuat batik pesanan ia pun terus melestarikan batik tulis Tegalan bercorak klasik.
Ia mengatakan kendala yang dihadapi saat ini yakni terkait dengan pemasaran. "Batik tulis Tegalan bercorak klasik seperti corak fajar, kuku macan, kawung, kembang pacar ke khasan batik tulis Tegalan adalah pada warna-warna yang cerah dan biasanya dalam satu kain batik ada empat sampai lima warna makanya harganya mahal, dan kami berharap bisa dibantu tentang pemasaran," katanya.

Para perajin ungkapnya mengaku berharap Pemerintah bisa mendukung keberadaan batik tulis Tegalan dan membangunkan tempat penjualan batik seperti galeri. "Jadi kami bisa memamerkan hasil kerajinan batik kepada masyarakat dan pangsa pasar juga bisa semakin luas," tandasnya. 
Sumber :  merdeka.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: