Diberdayakan oleh Blogger.

Tips Memilih Kain dan Baju Batik

By | 16.43 Leave a Comment
Hasil gambar untuk batik Batik Semarang - Tips singkat memilih kain dan busana batik tidak banyak diulas oleh kebanyakan toko batik offline maupun online, padahal inilah salah satu kunci komunikasi antara penjual dengan pembeli dalam mengenalkan kualitas produk mereka. Sangat kami maklumi jika ternyata kebanyakan produk batik yang ditawarkan, dan masing-masing mengklaim bahwa busana batik yang mereka tawarkan adalah yang (ter-)murah sangat sebanding dengan kualitas kain batik yang akan Anda dapatkan.

Melalui tips singkat bagaimana memilih kain batik maupun baju batik pada posting ini, kami jadikan sarana memicu diri agar senantiasa berusaha memberikan kualitas busana batik terbaik bagi pelanggan kami, sekaligus upaya edukasi yang semoga bermanfaat luas bagi para pecinta batik dimanapun Anda berbelanja batik.

Bicara soal fesyen batik, terutama soal kualitas, hal yang mendasar tentu kita wajib pastikan bagaimana kualitas kain batik yang digunakan. Lalu bagaimana trik menilai kualitas sehelai kain batik yang baik?
Menilai Kain Batik Berkualitas Baik

Secara umum, kualitas materi bahan/jenis kain yang digunakan dalam sebuah produk batik erat terkait dengan jenis batik yang dihasilkan/teknik pembatikannya, seperti: biasanya jenis kain yangdigunakan pada jenis batik tulis akan lebih halus dibandingkan jenis kain mori yang digunakan pada batik cap.

1. Perhatikan jenis kain batik

Oleh sebab itu, ada baiknya di awal Anda tentukan, jenis batik apakah yang akan Anda beli, tulis atau cap. Pada umumnya jenis kain yang digunakan pada jenis batik tulis lebih baik dengan jenis kain pada batik cap. Itulah sebabnya harga batik tulis berlipat-lipat dibanding jenis kain batik cap. Selain dibutuhkan keterampilan tingkat tinggi dalam proses pembuatannya, waktu yang diperlukan untuk menghasilkan sehelai kain tulis bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Nah, karena proses yang rumit dan memakan waktu lam tersebut wajar saja jika kemudian produk batik tulis ini diimbangi dengan penggunaan kain yang memiliki kualitas tinggi sehingga hasil kriya para seniman batik tulis ini dapat memiliki umur lebih panjang. Oleh sebab itu, dari bahan dasar berupa kainnya saja batik tulis sudah membutuhkan modal tinggi, jadi wajar setelah melalui proses pembatikan yang tidak sederahana, helai kain batik yang dihasilkan juga berharga jauuh lebih mahal ketimbang batik cap.

2. Lihat jenis bahan

Jenis kain yang digunakan sebagai media pembatikan sangat banyak ragamnya, hampir sebagian besar adalah jenis kain (mori) berbahan katun dan sutra untuk batik-batik premium (kecuali batik printing/kain tekstil bermotif batik/batik palsu yang banyak juga berserat rayon atau benang sintetis). Kain katun pun masih dipilah dengan banyak pilihan lagi, seperti katun primis, primisima, katun dobi, katun paris dsb.

Saat membeli kain batik, jangan lupa untuk memilih jenis kainnya yan ‘wajib’ kita sesuaikan dengan aktivitas kita yang berkenaan dengan batik, misalnya saja baju batik tersebut akan kita kenakan untuk berbusana sehari-hari, so pilihlah kain batik berjenis bahan katun yang mudah menyerap keringat serta memberikan kenyamanan berpakaian yang baik.

Ketika salah pilih jenis kain, dan pengenaan baju batik tersebut membuat anda merasa gerah, aspek kenyamanan pun hilang, dan hal ini justru dapat mengganggu aktivitas Anda. So, sangat direkomendasikan memilih jenis kain katun atau sutra pada kain batik, kedua bahan tersebut adalah bahan terbaik untuk batik Anda.

3. Menilai kualitas pewarnaan batik

Tips selanjutnya adalah dengan meraba permukan kain batik secara umum, untuk memastikan apakah pewarnaan pada kain batik tersebut berkualitas batik. Pastikanlah bahwa warna pada batik tersebut tidak menempel pada tangan Anda.

Jika saja ternyata warna batik meninggalkan bekas pada tangan anda, hal tersebut menjadi salah satu pertanda bahwa kain batik tersebut memiliki kualitas pewarnaan yang rendah. Kemungkinannya sangat besar ketika Anda mencuci kain/baju batik tersebut, warna akan luntur sehingga motif batik pun akan lebih mudah/cepat pudar.

4. Melihat sisi dalam kain batik

Cobalah untuk melihat sisi dalam kain/baju batik dengan cara membaliknya. Kain batik berkualitas sangat bagus, biasanya terdapat pada jenis batik full tulis, nah jenis batik tulis pun memiliki beberapa grade ya, pada jenis batik tulis berkualitas tertinggi, proses pembatikan/pencantingan lilin/malam untuk membentuk motif dilakukan secara bolak-balik. Hal ini menghasilkan ‘penampakan’ motif dan warna yang sama pada kedua sisi kain batik (motif dan warna sisi dalam batik sama dengan motif dan warna pada sisi luar).

Pada jenis kain batik cap, warna sisi dalam kain mungkin sama dengan warna sisi luar, namun penampakan motifnya tidak serapi sisi luar kainnya. Pada tingkat kualitas terendah dan sangat mudah dibedakan bisa kita temui pada jenis kain batik sablon atau printing tekstil, dimana sisi luar kain memiliki motif yang nampak sempurna namun pada bagian dalam kain nampak warna dasar kain/putih atau bahkan polos.

Konon, kain batik dengan proses pencantingan lilin secara bolak-balik akan memiliki kualitas yang lebih awet. Tentunya, anda harus merogoh kocek yang cukup dalam karena wajar saja sebab kain tersebut telah melalui proses pembuatan yang detail.

5. Cobalah tempelkan pada kulit Anda

Cara mengukur kenyamanan yang paling simpel/sederhana dalam menilai kualitas sebuah kain/baju batik adalah dengan menempelkan kain batik/baju batik yang ingin kita beli langsung ke kulit (langsung fitting di badan untuk baju batik), dari sini kita bisa langsung merasakan apakah kain yang kita pilih memberikan rasa nyaman (akan terasa dingin saat dikenakan). Ini artinya bahan batik tersebut merupakan kain dengan kualitas bagus.
Tips Lanjutan Memilih Baju Batik Berkualitas

tips bagaimana menilai kualitas sebuah kain batik sudah kita lalui, selanjunya, jika yang hendak kita beli berupa baju, entah itu kemeja, dress, blouse, gamis batik dsb, maka patut Anda perhatikan beberapa tips lanjutan berikut.

6. Fitting is King

Ya, bicara soal baju, ..apapun termasuk batik ya bicara soal ukuran, terkait ukuran baju yang sesuai dengan masing-masing pribadi maka fitting adalah hal ideal yang semestinya dilalui, sehingga wajar kiranya jika kami mengatakan bahwa ‘fitting is king’, pun demkian fitting yang ideal dilakukan sebelum busana/baju tersebut dibuat.

Problemnya adalah tidak semua rekan memiliki waktu untuk menunggu proses jahit dilakukan terlebih dahulu, karena tempo waktu/kebutuhan pengenaan baju batik tersebut sangat mendadak misalnya, sehingga beli baju jadi menjadi keputusan tak tergantikan.

Banyak batik yang sudah jadi siap pakai ternyata tidak proporsional dengan ukuran fitting pembelinya, hal ini disebabkan kebanyakan produsen menawarkan ukuran baju/size S M L XL XLL XLLL mengikuti standar pasar tanpa memberik panduan tambahan ukuran misalnya saja yang paling efektif adalah gambaran ukuran lebar dada dan panjang kemeja seperti yang kami berikan pada rumahbatikpekalongan.com ini.

Perlu diketahui juga style saat memakai batik kebanyakan diperuntukan memakai baju batik yang dikeluarkan, tidak dimasukan dalam celana (untucked). Oleh karena itu perlu diperhatikan agar tidak terlalu panjang atau terlalu pendek.

Gak peduli seberapa mahal batik yang Anda pakai, jika itu tidak pas di badan Anda maka penampilan Andalah yang akan terlihat “murahan”

7. Pilihan Warna

Secara umum, kaidah pemilihan warna untuk baju batik hampir serupa ketika kita memilih warna baju pada umumnya. Namun pada pada kain batik dikenal dua jenis warna utama, yaitu warna ‘tanahan’ atau warna dasar kain batik serta warna corak atau motif batik. Hal utama terkait pilihan warna yaitu perhatikanlah warna ‘tanahan’ batik. Warna dasar inilah yang bisa digunakan patokan Anda ketika memilih batik untuk dapat dipadu padankan dengan pakaian lainnya.

Ada baiknya/disarankan menyesuaikan pilihan warna sesuai dengan momen/acara dimana batik tersebut akan kita kenakan. Untuk acara kasual misalnya, kita bisa mengenakan baju batik dengan warna-warna yang cerah, seperti merah, kuning, atau ungu. Sedangkan untuk acara formal Anda bisa memilih warna  tanahan yang lebih gelap  seperti warna indigo atau warna-warna sogan.

Ada sebagian pendapat yang menyatakan ‘pilihan warna busana disesuaikan warna kulit’. Nah, menurut kami, saat ini hal tersebut bisa jadi tidak begitu relevan, karena teranyata pengenaan warna juga dipengaruhi tingkat percaya diri seseorang dan kebutuhannya. Kini warna-warna cerah dan terang bukan lagi monopoli orang-orang berkulit putih saja atau orang berkulit gelap hanya cocok mengenakan warna sogan.

Namun demikian ada baiknya, soal pilihan warna tanahan batik anda sesuaikan dengan motif yang akan kami ulas singkat pada poin berikut.

8. Memilih Motif

Pilihan motif batik Indonesia memang sangat kaya dan beragam. Setiap daerah sentra penghasil batik memiliki kekhasan dan ciri corak atau motifnya masing-masing. Kemunculan atau sejarah hadirnya tiap motif itu pun memiliki cerita atau riwayat tersendiri. Jika kita mendalami arti makna motif yang terkandung dalam batik maka akan kita ketahui apa makna yang terkandung dalam filosofi motif sida mukti, parang barong, parang rusak, mega mendung dan lain sebagainya.

Termasuk bagaimana dan pada situasi/kondisi atau acara apa motif-motif tersebut dikenakan. Seperti pada budaya jawa, khususnya berkembang di wilayah jawa tengah, ada adat pengenaan motif batik tertentu untuk acara kematian, batik dengan motif tertentu untuk acara pernikahan.

Nah, tentu Anda tidak ingin bukan mengenakan motif kain yang biasa dikenakan pada acara kematian lalu anda kenakan pada acara pesta perkawinan? –salah kostum–. Selain itu perhatikan pula padu padan motif dan warna baju batik yang kita kenakan dengan setelah bawahan (celana atau rok yang dikenan) agar nampak serasi dan selaras.

9. Sesuaikan dengan situasi dan momennya

Keputusan dalam membeli baju atau busana batik harus Anda sandarkan kepada kebutuhan pengenaannya, untuk acara seperti apa baju batik tersebut Anda kenakan? untuk acara formal, semi formal atau kebutuhan berbusana kasual sehari-hari? Tidak ada patokan khusus batik mana yang kasual dan mana yang formal, namun akan lebih tepat jika kita menghindari komentar salah pilih kostum karena salah memilih warna dan motif batik.

Tidak ada standar khusus memang terkait pemilihan motif formal dan kasual misalnya saja. Yang acapkali menjadi tolok ukur umum adalah element motif dan corak pada batik tersebut serta warna dasarnya.

Motif batik kasual seringkali diidentikkan dengan pilihan motif flora atau fauna, dengan dominasi warna dasar/tanahan cerah dan terang. Selain kemeja lengan pendek, batik kasual bisa saja dalam bentuk kaos batik atau kemeja batik/hem dengan pola jahitan yang menonjol, seperti jahitan smoke.

Sedangkan untuk batik formal lebih ke bentuk kemeja yang tidak terlalu banyak variasi model, hanya sekedar simpel dan minimalis dan mempunyai satu corak motif batik (motif berulang, seperti misalnya motif-motif parang, kawung dengan tanahan sogan) dengan warna-warna yang lebih soft dan elegan.

Nah, lengkap bukan tips memilih batik dari kami rumahbatikpekalongan.com, semoga memberi manfaat kepada anda semua, rekan-rekan pecinta batik, dan…semangat cinta batik, semoga panduan singkat ini membuat kita lebih cinta lagi terhadap seni budaya adiluhung bernama batik Indonesia
Sumber : rumahbatikpekalongan.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: