Diberdayakan oleh Blogger.

Pemerintah DIharapkan Bantu Pengembangan Batik Lokal

By | 08.49 Leave a Comment
 Pemerintah diharapkan terus membantu pengembangan batik lokal dengan mengeluarkan kebijakan yang membantu memperbanyak penggunaan batik lokal kepada masyarakat di berbagai daerah.

"Misalnya dengan membuat imbauan agar PNS dapat menggunakan batik lokal pada hari tertentu," kata pembatik Amrizal dikutip dari Antara, Minggu, 12 Februari 2017.

Amrizal merupakan pembatik asal Batam yang telah belajar membatik di Yogyakarta pada tahun 2008. Dia mengemukakan setiap daerah sebenarnya memiliki keunikan tersendiri terhadap batik yang mereka hasilkan.
Misalnya di Batam, ujar dia, salah satu gambar motif batik yang kerap muncul dalam batik di daerah itu gong-gong, atau kerang asli Batam.

Amrizal yang berusia 36 tahun itu juga berpendapat, salah satu faktor kurang berkembangnya pengembangan batik lokal di sejumlah daerah karena SDM yang juga relatif minim.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan akan membantu mempromosikan batik Banyuwangi yang kualitasnya dinilai sangat bagus ke sejumlah pasar di luar negeri.

"Saya cek kualitas produk UMKM Banyuwangi memang oke, jadi tahun ini beberapa UMKM terpilih akan difasilitasi Kementerian Perdagangan untuk promosi membuka pasar di luar negeri, antara lain di Abu Dhabi, Taiwan, dan Qatar yang pasarnya sedang tumbuh," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito.

Mendag menyampaikan apresiasinya atas strategi yang dilakukan Pemkab Banyuwangi dengan melibatkan UMKM di ajang nasional, termasuk dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Sabtu (4/2).

Menurut dia, strategi seperti itu bisa membuka pasar bagi pelaku UMKM karena memang di situ peran pemerintah membuka jalan bagi perajin lokal agar produknya dikenali dan laris.

Pada ajang pergelaran fashion ternama di Asia, Banyuwangi menampilkan beragam batik asal wilayah ujung paling timur Pulau Jawa itu dengan melibatkan para perajin lokal ditampilkan di hadapan desainer, pelaku industri fashion dan penggemar mode.
Sumber : metrotvnews.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: