Diberdayakan oleh Blogger.

Batik Lem, Membuat Batik Lebih Mudah dan Aman

By | 08.51 Leave a Comment
Batik Semarang - Berawal dari banyaknya pelajar yang sedang belajar membatik terluka terkena bahan batik yang panas, membuat Ade Supriyadi mencari inovasi baru, untuk bisa mengajarkan batik dengan aman. Sampai akhirnya, ia berhasil mencetuskan batik lem. Inovasi ini sudah ia lakukan sejak tahun 2008, tetapi baru kali ini Ade baru berani untuk menerapkannya.

Menurut Ade, Batik lem ini lebih aman dibandingkan dengan menggunakan bahan batik yang harus dipanaskan  terlebih dahulu. Karena bahan lem yang digunakanpun, ramah lingkungan dan mudah digunakan. Ade, membuat lem tersebut dari komposisi tepung tapioka, terigu, kopi dan direbus dengan air. Cantingnya pun diganti dengan menggunakan botol plastik kecil, yang memiliki ukuran lobang yang berbeda.

"Kalau menggunakan bahan sebelumnya, jika kena kulit itu panas. Kalau ini tidak," kata Ade.

Untuk kualitasnya, tidak perlu diragukan lagi. Ade tetap menggunakan pewarna Batik dan juga cairan penguat untuk menghasilkan kualitas yang bagus. Walaupun idealnya, batik yang dibuat harus menunggu kering terlebih dahulu, namun dengan batik lem ini, bisa langsung dicelupkan ke pewarna dan penguat, walaupun kondisinya masih basah.

"Walaupun baru saja dibuat batiknya dan belum kering. Langsung bisa dicelupkan ke pewarna,” kata Ade.

Ade, mengenalkan karyanya tersebut, dalam acara pameran yang diselenggarakan oleh SMPN 6 Kota Cirebon bekerjasama dengan Komunitas Kuno Kini Nanti. Dalam kegiatan yang bertema semua orang bisa membatik tersebut, ratusan siswa, guru dan tamu undangan, mencoba secara langsung batik lem yang diciptakan oleh Ade.

Bukan hanya untuk bahan dasar kain, namun juga bisa digunakan untuk bahan dasar sepatu.  Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Cirebon Edi Suripno dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Jaja Sulaeman.

Kepala Sekolah Lilik Agus Darmawan mengapresiasi adanya penemuan ini. Dengan adanya batik lem ini, membuat siswanya lebih mudah untuk belajar membatik. Jika sebelumnya, banyak siswa yang terluka terkena panas bahan batik, dengan batik lem ini, hal tersebut tidak terjadi lagi. Ia juga, bahkan akan terus meningkatkan pengenalan batik lem ini, melalui kegiatan ekstrakulikuler.

"Nanti kita akan terus tingkatkan pengenalan batik lem ini, melalui kegiatan ekstrakurikuler,” kata Lilik.

Sementara itu, Zahra, salah satu siswa SMPN 6 Kota Cirebon, mengaku senang dengan adanya penemuan batik lem ini. Karena dengan adanya inovasi ini, ia bisa membuat batik dengan mudah dan tidak takut terluka. Zahra juga terlibat dalam pembuatan batik lem sepanjang 10 meter, yang dilakukan secara bersama-sama dengan ratusan murid, guru dan tamu undangan.

"Senang, soalnya bikin batiknya lebih mudah,” kata Zahra.
Sumber : metrotvnews.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: