Diberdayakan oleh Blogger.

Badan Standardisasi Nasional Gandeng UNS Promosikan Batik Ber-SNI

By | 08.05 Leave a Comment
Batik Semarang - Dalam pelaksanaan pendampingan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Badan Standardisasi Nasional (BSN) menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta untuk ikut mempromosikan Batik Mahkota Laweyan sebagai role model penerap Standard Nasional Indonesia (SNI).

“Kerjasama tersebut dapat dilakukan dengan mengedukasi masyarakat untuk memilih batik yang sudah ber-SNI karena lebih terjamin dari segi kualitas,” kata Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik, Isananto Winursito, dalam siaran persnya, Selasa (7/2/2017).

Peran UNS untuk lebih mengenalkan UMKM bersertifikat SNI pada segenap civitas akademika UNS dan masyarakat umum.

“Sehingga produk lokal tak hanya berjaya di pasar domestik namun juga mampu menguasai pasar global,” imbuhnya.

Batik Mahkota Laweyan merupakan UMKM produsen batik tulis dari kota Surakarta yang telah mendapatkan sertifikat produk SNI.

Dengan sertifikat tersebut, Batik Mahkota Laweyan memiliki beberapa kelebihan, diantaranya kekuatan kain yang telah sesuai standard.

Kemudian warna kain yang tidak mudah luntur, dan proses produksi yang telah tertata dengan baik.

“Diharapkan kelebihan tersebut dapat menjadi nilai tambah di mata para konsumen dalam membeli batik,” katanya.

Batik Mahkota Laweyan memproduksi batik dalam bentuk kain, pakaian, perlengkapan interior, lukisan dan juga kerajinan tangan.

Selain dapat menyaksikan proses pembuatannya, pengunjung Batik Mahkota Laweyan juga dapat mengikuti workshop pelatihan batik untuk mempelajari jenis-jenis batik dari koleksi terdahulu.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, BSN memberikan pembinaan pada UMKM untuk mendapatkan sertifikat SNI dan untuk dapat bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Selain itu, dukungan dari pemerintah daerah dan pihak terkait juga diperlukan untuk perkembangan UMKM.
Sumber : tribunnews.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: