Diberdayakan oleh Blogger.

Menyelami Jiwa Indonesia Melalui Batik

By | 07.00 Leave a Comment
 Batik memang identik dengan Indonesia. "Batik, the Soul of Indonesia" , demikian tema pameran koleksi batik klasik dan kontemporer yang bisa disaksikan oleh publik negeri Ginseng selama seminggu, dari Rabu-Senin (22-27 Juni 2016). Pameran yang dihelat di Ganainsa Art Center, distrik pusat seni terkenal di kota Seoul, Insadong, telah dibuka secara resmi oleh Dubes RI untuk Republik Korea John A. Prasetio dan Chairman Hansae Yes24 Foundation Lee Ke Woo pada Rabu (22/6) malam.

Di tengah hujan yang mengguyur Kota Seoul di awal musim panas ini, upacara pembukaan pameran dihadiri lebih dari 100 undangan, antara lain Dirjen Hubungan Budaya Kemlu Korea Choi Young-sam, Staf ASEAN-Korea Center, akademisi dan media, serta publik pecinta seni.

Pameran batik ini diselenggarakan oleh Hansae Yes 24 Foundation bekerja sama dengan Kemlu Republik Korea, KBRI Seoul, Museum Tekstil Indonesia dan Indonesian-Korean Culture Studies. Sebanyak 30 kain-kain batik motif tradisional yang indah dan menawan koleksi Museum Seni Indonesia dan puluhan koleksi batik kontemporer milik empat desainer terkenal akan dapat dinikmati oleh publik, khususnya pecinta seni di Korea selama 6 hari ke depan.

Batik-batik yang dipamerkan bermacam-macam motif mulai dari batik tradisional keraton sampai dengan batik pesisir seperti batik motif Mega Mendung. Terdapat juga display seni batik kontemporer karya seniman batik Indonesia Harry Darsono, seorang perancang busana haute-couture yang sudah terkenal di dunia fesyen international dimana hasil karyanya digunakan oleh berbagai bangsawan dunia antara lain mendiang Putri Diana dan Ratu Thailand. Selain karya Harry Darsono, beberapa karya seniman batik lainnya juga menjadi bagian dari pameran ini, seperti karya Agus Ismoyo dan Nia Fliam dari studio batik Brahma Tirta Sari, Rumah Batik Azmiah dengan motif batik Jambi dan produsen batik high-end Indonesia Alleira Batik.

Dubes John A Prasetio dalam sambutannya mengharapkan pameran batik ini dapat menjadi sarana bagi masyarakat Korea untuk lebih mengenal Indonesia. "Melalui pameran batik yang sudah diakui UNESCO sebagai a Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity, dapat meningkatkan hubungan persahabatan antara rakyat Korea dan rakyat Indonesia," ujar Dubes John.

Sementara itu, Chairman Hansae Yes24 Foundation Lee Kye-Woo menyampaikan, yayasannya memutuskan untuk mengadakan pameran batik ini berdasarkan keyakinan bahwa pemahaman mendalam tentang budaya, sejarah, dan filosofi suatu negara akan menjadi dasar kuat bagi persahabatan yang tulus sehingga akan memperluas dan memperkuat hubungan dan kerjasama ekonomi.

Menurut Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Seoul, M Fuad, perusahaan Hansae Yes24 yang bergerak di bidang tekstil dan produk pakaian, memiliki pabrik di Indonesia, selain di Vietnam, Myanmar, China, Nicaragua dan Guatemala.

President Seoul Institute of Arts Prof. Duk-Hyung Yoo yang berkesempatan hadir dalam pembukaan pameran menyatakan sangat mengagumi karya batik Indonesia dan tertarik untuk membuat pameran serupa di waktu mendatang. Secara khusus sang profesor mengundang wakil dari Museum Tekstil Indonesia untuk melakukan demo membatik di kampusnya selepas pameran.
Sumber : news.detik.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: