Diberdayakan oleh Blogger.

Produsen Batik Harus Kuasai Digital Marketing

By | 07.00 Leave a Comment
Untuk memperkuat pemasaran batik, produsen batik di Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat mengikuti perkembangan zaman. Sebab, di era digital ini, produsen yang tidak dapat mengikuti kemajuan teknologi akan tersingkir dalam persaingan global.

“Untuk menyikapi persaingan-persaingan, perlu adanya berbagai perbaikan berupa kreativitas dan inovatif. Itu yang harus terus digali untuk bertahan menghadapi persaingan, terlebih di era digital saat ini,” kata Ketua Kadin Kabupaten Pekalongan, HA Failasuf SE, kemarin.

Menurutnya, sebagus apapun produk seseorang, jika tidak dapat memasarkannya maka akan percuma. Apalagi saat ini, sarana pemasaran serba menggunakan sistem online. Maka pengusaha harus benar-benar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi ini. “Percuma kalau barangnya bagus, tapi tidak mengikuti perkembangan teknologi,” kata dia.

Ia mengatakan, saat ini sudah mulai banyak produsen-produsen batik di Kabupaten Pekalongan yang memanfaatkan perkembangan teknologi. “Apabila tidak dapat memanfaatkannya, tentu sangat disayangkan. Sebab, banyak yang punya smartphone dimana-mana. Itu kan bisa jadi sarana marketing,” ujarnya.

Ia berharap, batik Pekalongan yang bagus ini dapat diterima para konsumen, khususnya pecinta batik yang akan berbelanja di Pekalongan. Terlebih mendekati musim mudik lebaran seperti saat ini. Menurutnya, hal tersebut harus didukung dengan promosi yang baik, baik oleh para produsen batik itu sendiri maupun dari pemerintah yang turut membantu menentukan kebijakan-kebijakan terkait promosi batik.

Menjelang Lebaran ini, lanjut dia, kondisi pasar batik di Kabupaten Pekalongan mulai mengalami peningkatan sekitar 30 persen dibanding hari-hari biasanya. Meskipun, dinilai masih belum sebagus tahun lalu, namun hal ini belum bisa ditentukan lantaran puncak keramaian biasanya terjadi pada H-10.

“Kita belum bisa memperkirakan apakah seramai tahun lalu atau bahkan lebih ramai. Karena, puncak keramaian baru akan mulai terjadi pada H-10 Lebaran,” jelas dia.

Para pedagang batik di Kabupaten Pekalongan diminta untuk mempersiapkan diri menghadapi mudik di Jalur Pantura dari arah Jakarta-Semarang. Berbagai barang-barang dagangan yang menjadi ciri khas Pekalongan, yakni batik, harus dipersiapkan untuk para pemudik ini.

“Mendekati Lebaran sudah mulai ramai, makanya harus benar-benar dipersiapkan. Sebab, salah satu destinasi wisata di Pekalongan adalah batik. Masyarakat luar ke Pekalongan kebanyakan mencari yang khas disini ya batik. Makanya, mudik ini dipersiapkan,” tandasnya.
Sumber : radarpekalongan.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: