Diberdayakan oleh Blogger.

Peci Batik Jardiyanto Laku Keras

By | 14.36 Leave a Comment
Jardiyanto (41) warga Jogokariyan Mantrijeron Yogyakarta berkreasi membuat peci batik dan memasarkannya tepat di bulan suci ramadan sehingga laku keras di pasaran.

Kain batik sisa penjahit di sebelah rumahnya disulap menjadi peci indah yang memiliki nilai jual tinggi. Dari tangannya sendiri dan mesin jahit Jardiyanto memproduksi peci batik. Bahkan, selalu habis terjual saat di jual di pasar sore Jogokariyan. Hingga minggu kedua Ramadhan ini tak kurang 30-an peci laku terjual hingga keluar daerah.

"Ide awalnya memang setiap sholat di masjid belum ada yang menggunakan peci motif batik, padahal Yogyakarta kan sekarang jadi kota batik. Yasudah saya kemudian coba beli sisa kain di tetangga yang penjahit lalu diproduksi dan ternyata banyak yang berminat," ungkapnya pada KRjogja.com Minggu (19/6/2016).

Dalam sehari, Jardi baru mampu memproduksi 4-5 peci batik dengan harga Rp40-50 ribu per unit mengingat masih mengalami keterbatasan tenaga. "Saya masih sendiri jadi baru bisa produksi skala kecil, mungkin nanti setelah Lebaran mau melatih teman-teman sekitar karena sudah ada beberapa yang tertarik," ungkap pria yang sempat ikut pelatihan LPMK Mantrijeron ini.
Sumber : www.krjogja.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: