Diberdayakan oleh Blogger.

Selaras Alam, Begini Seharusnya Membuat Batik

By | 06.30 Leave a Comment
Selaras Alam, Begini Seharusnya Membuat Batik
Awal penciptaan, membuat kain batik harus memperhatikan keselarasan alam, sehingga pembatik menggunakan pewarna berbahan dasar alam, salah satunya tetumbuhan, baik daun, batang, buah, maupun bunga. Lantas bagaimana seharusnya membuat batik sesungguhnya? Begini cara membuatnya.

Pewarna kain batik alami tak cuma aman untuk tubuh, tapi berkhasiat menyembuhkan, bahkan setiap orang bisa meminumnya, karena beberapa bahan pewarna berasal dari tetumbuhan jamu dan herbal. Bukan sekadar mitos, tak heran zaman dulu lazim masyarakat menyelimuti anaknya dengan batik tertentu untuk menyembuhkan demam atau perempuan menggunakan kain batik tertentu mengobati keputihan.

"Lebih dari sekadar produk kerajinan semata, batik warna alam memiliki berbagai nilai yang memperkaya budaya bangsa Indonesia dan memiliki aspek manfaat ekonomi dan konservasi lingkungan karena kandungan unsur lokalnya yang lebih tinggi," jelas penggiat dan pengrajin batik warna alam dan pemilik galeri Batik Pohon Suroso saat Komunitas Indonesia Berhati menggelar pameran dan semi workshop 'Batik Bicara' di Synthesis Residence Kemang - Marketing Gallery, Ampera, Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Suroso mengatakan, sayangnya seiring berkembangnya zaman, bermunculan penggunaan pewarna sintetis, bahkan beberapa mengandung unsur logam, yang membahayakan dan tak selaras aspek keselarasan alam, yang sudah menjadi kekuatan batik warna alam, tradisi leluhur bangsa Indonesia.

Sementara itu, Self Discovery Coach Irianti Erningpraja di tempat sama menambahkan bahwa penggunaan pewarna alam salah satu kehebatan batik dan keputusan menggunakan pewarna alam saat membatik membuktikan adanya sinkronisasi pikiran dengan hati dalam membuatnya dengan mempertimbangkan keselarasan alam.

"Mungkin itu karena para pembuat batik klasik memiliki hati dan detak jantung yang selaras dengan alam," tegas Irianti.

Keselarasan tersebut, menurut penyanyi, musisi dan penulis buku ternama tersebut membuat hasil karya batik sungguh hebat dan mengagumkan, karena terbuktim satu penelitian menemukan batik-batik klasik terbukti mempunyai rumus matematika kompleks, meski pembuatnya tidak mempelajari matematika secara mendalam.

"Adalah para peneliti kompleksitas dari Bandung Fe Institute yang melakukan studi tersebut. Mereka menyimpulkan, batik bukanlah sekadar ornamen, tetapi lukisan yang disejajarkan dengan karya Leonardo da Vinci, Raphael, atau Michealangelo. Jadi, secara spiritual, saya menyimpulkann, penggunaan pewarna alam untuk batik sesungguhnya merupakan pesan dari leluhur kita untuk selalu menjaga kelestarian alam," ujar Anti, sapa akrab dia.

"Pesan yang lain adalah untuk selalu menyelaraskan pikiran dengan perasaan ketika kita akan melakukan sesuatu. Karena dengan begitu, hasilnya akan lebih bermakna," imbuh dia.

Sepantasnya juga, Synthesis Development yang membangun Synthesis Residence Kemang, hunian apartemen eksklusif bergaya arsitektur etnik modern, memiliki fasilitas lengkap dan area taman luas dengan nuansa hijau sehingga menjadi hunian nyaman dan asri ditengah lokasi Central Business District (CBD) TB Simatupang dan kawasan hiburan Kemang (www.synthesisresidencekemang.id) tersebut mendukung perwujudan cinta dan bangga batik dalam koridor kesesuaian.

Satu buktinya, wujud melestarikan batik warisan budaya bangsa serta meningkatkan martabat dan citra positif, Synthesis Development mendukung pameran dan semi workshop 'Batik Bicara' tersebut.

Head of Public Relations Synthesis Development Teresia Prahesti mengatakan upaya Synthesis Development harapannya dapat mendorong masyarakat Indonesia umumnya semakin menghargai dan bangga batik sebagai budaya bangsa.

"Program Batik Bicara yang dilaksanakan di Synthesis Residence Kemang pada 24 Februari 2016 hingga 3 Maret 2016 dengan konsep acara pameran dan semi workshop merupakan salah satu cara Synthesis Development mengekspresikan rasa cinta untuk negeri, tandas Teresia.
Sumber : inilah.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: