Diberdayakan oleh Blogger.

Puluhan Perajin Batik Tinggalkan Pekalongan

By | 07.00 Leave a Comment
Puluhan Perajin Batik Tinggalkan Pekalongan
Batik Semarang - Tingginya curah hujan dan genangan rob di Pekalongan, Jawa Tengah, menyeret turun produktivitas perajin batik hingga 50 persen. Sebagian perajin memilih untuk memindahkan lokasi usahanya ke daerah lain.

Darsono, 33, salah seorang perajin batik di Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, mengatakan, dalam kondisi normal ia mengaku mampu memproduksi batik hingga 200 potong/hari. Namun, saat cuaca buruk seperti sekarang, dia hanya mampu memproduksi 100 potong/hari.

"Karena cuaca mendung dan sering turun hujan, makanya saya kesulitan proses pengeringan kain batik," kata Darsono, Senin (29/2/2016).

Menurutnya, selain kurangnya sinar matahari untuk proses pengeringan, kendala lain yang dihadapinya adalah luapan air laut atau rob yang menggenangi kawasan Tegaldowo dua bulan terakhir.

"Dalam proses pembuatan dan pengeringan, harus ekstra hati-hati karena jika kain basah terkena air rob, kain batik akan rusak," tambah Darsono.

Khotijah, 50, salah seorang buruh pewarna batik mengaku terpaksa memakai sepatu boot setiap kali bekerja, karena rob masih menggenang setinggi 20 cm.

"Kalau tidak pakai sepatu boot kakinya bisa lecet karena gatal kena air rob," kata Khotijah.

Perangkat Desa Tegaldowo, Kuntari, mengaku, awalnya di desanya terdapat 30 perajin batik. Namun saat ini hanya 11 perajin yang bertahan. Lainnya pindah ke kota lain di luar Jawa.

"Ke mana saja tidak begitu tahu detail, tapi di antaranya ada yang di Bali. Kalau secara umum, ada ratusan perajin batik di wilayah Kabupaten Pekalongan yang hijrah ke tempat lain," katanya.
Sumber : metrotvnews.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: