Diberdayakan oleh Blogger.

Potensi Batik di Jawa Tengah Sangat Besar

By | 07.00 Leave a Comment
Batik Semarang - Potensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) batik di Jawa Tengah, sangat besar dan harus didorong tetapi banyak kendala agar menjadi maju. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bambang Sadono menyatakan, potensi UMKM batik di masing-masing daerah di Jawa Tengah ini perlu didorong agar seperti di Solo, Pekalongan dan Lasem.”Hampir di setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah mempunyai potensi batik, harus didorong menjadi sentra batik agar seperti tiga daerah yang sudah menjadi sentra batik. Memang saya belum keliling ke semua daerah tetapi saya kira potensinya sama besarnya,” kata Bambang Sadono yang merupakan anggota Komite IV DPD RI dimana satu diantaranya membidangi Koperasi dan UMKM usai Diskusi Publik Mencari Solusi Permasalahan UMKM Batik di Jawa Tengah di Gedung DPD RI Jawa tengah, Selasa (29/3).

Beberapa waktu belakangan ini sambungnya, sudah ada daerah di luar ketiga daerah yang menjadi sentra batik yang mulai mengeliat menuju perubahan lebih baik. Antara lain, Kota Semarang, Wonogiri, Banyumas dan beberapa daerah lainnya.

“Kebanyakan mereka industri kecil yang masih perlu banyak pendampingan dan banyak difasilitasi. Kesulitan mereka, kadang-kadang terlalu berat temanya. Sehingga ketika diterjemahkan dalam desain terkesan apa adanya dan kurang artistik,” tuturnya.

Diskusi yang juga menghadirkan dari pelaku usaha batik dari berbagai daerah, diantaranya Kota Semarang, Kabupaten Tegal, Grobogan dan Blora serta narasumber dari Dinas Koperasi dan UMKM Jawa tengah. Suharti dari Kelompok Koperasi Cempaka Mulya Kabupaten Tegal menyatakan, kendala saat ini adalah persaingan yang ketat dan teknologi yang kurang mendukung serta produk yang masih kurang bagus tetapi sudah dapat diatasi dengan pelatihan di Kabupaten Grobogan.

Sementara dari Ketua Batik Nusantara Blora Rahayu mengatakan, permasalahan mereka adalah mengenai tenaga kerja, pemasaran dan permodalan. Sedangkan dari Kabupaten Grobogan Ketua Batik Bersemi Nunung Wijayanti menyatakan, kendala yang dialaminya adalah motif yang kurang beragam, tenaga kerja dan mahalnya bahan baku. Ia menambahkan, pemasarannya juga pernah menjadi kendala tetapi sudah dapat diatasi dengan penjualan melalui online. Lain halnya dengan Batik Semarang yang kesulitan permodalan dan pemasaran, seperti dinyatakan oleh Ketua Paguyuban Batik Semarang Tri.

Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Sondhy Purwoko turut hadir memberikan masukan dan solusi permasalahan dari para pelaku usaha batik di Jawa Tengah yang diundang pada acara tersebut. Mengenai permodalan, dia menyarankan pelaku usaha bisa memanfaatkan fasilitas yang disediakan perbankan seperti yang diajukan Bank Jateng belum lama ini.
Sumber : berita.suaramerdeka.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: