Diberdayakan oleh Blogger.

Bos Trusmi Keluhkan Serbuan Batik Produk Luar Negeri

By | 07.00 Leave a Comment
Bos Trusmi Keluhkan Serbuan Batik Produk Luar Negeri
Batik Semarang - Para pelaku industri kreatif merasa iri dengan pengusaha-pengusaha eksportir dan importir. Pasalnya, mereka dapat menimbung barang di Pusat Logistik Berikat (PLB) dan pemerintah memberikan relaksasi dengan membebaskan pungutan PPN dan PPnBM.

Owner Trusmi Group Ibnu Riyanto, yang juga merupakan salah satu pengusaha industri kreatif, mengatakan seharusnya pemerintah memberikan insentif yang sama untuk pengusaha di industri kreatif. Pasalnya industri kreatif merupakan salah satu fokus utama Presiden Joko Widodo dan cukup mampu membuka lapangan pekerjaan yang cukup luas.

"Harus ada kebijakan perpajakan, karena industri kreatif banyak mengandalkan tenaga manusia yang sangat bergantung sekali. Alangkah baliknya industri kreatif seperti ekspor tidak ada PPN itu agar bisa bersaing dengan pesaing luar," katanya di Gedung Bidakara II, Jakarta, Selasa (15/3/2015).

Ibnu mengatakan, jika tidak ada insentif untuk industri kreatif maka akan tergerus dengan pesaing-pesaing asing. Dia mencontohkan yang terjadi pada pengusaha-pengusaha batik nasional yang semakin tertekan dengan serbuan produk batik dari luar.

"Tahun lalu turunnya 30 persen dari omzet awal, itu secara umum. Kalau saya terbantu karena berlokasi di Cirebon karena ada Tol Cipali, jadi saya enggak berdampak. Tapi teman-teman di Tanah Abang, di pasar sangat terpengaruh dengan masuknya barang-barang dari luar," pungkasnya.
`Sumber : okezone.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: