Diberdayakan oleh Blogger.

Gubernur Pertahankan Batik Lurik untuk PNS

By | 07.30 Leave a Comment
Batik Semarang - Penggunaan batik dan lurik bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) setiap Selasa hingga Jumat, perlu dilestarikan, karena dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.Demikian ditegaskan Ganjar Pranowo.

"Selama ini, PNS di Pemprov Jateng mengenakan lurik setiap Selasa dan batik pada hari Rabu hingga Jumat. Aturan itu membuat perekonomian para pengrajin batik dan lurik meningkat, saya akan pertahankan itu," tegas gubernur di Semarang, Senin.

Menurut Gubernur Jawa Tengah ini, dirinya sudah menyurati Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo agar mendapat pengecualian terkait dengan penerapan Peraturan Mendagri Nomor 68 Tahun 2015, tentang Pakaian Dinas Harian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan pemerintah provinsi setempat.

"Saya kirim surat, sudah dibalas, tetapi tetap harus mengikuti dan saya mau nulis lagi, saya tetap mau pakai batik dan lurik karena saya punya argumentasi kuat dan boleh diuji," tegas Ganjar Pranowo seraya memperjelas jika, kondisi perekonomian dan perindustrian yang ada di tengah masyarakat sekarang sedang dalam kondisi sulit, sehingga perlu dipacu.

Dikatakan,dalam permendagri itu disebutkan bahwa PNS Jateng pada hari Senin memakai seragam Linmas, Selasa--Rabu berbusana PDH warna khaki, Kamis baju putih, Jumat pakai tenun, lurik, atau pakaian khas daerah masing-masing.

Ganjar berpendapat bahwa permendagri tentang adanya tambahan jenis pakaian dinas harian oleh PNS Kementerian Dalam Negeri dan PNS pemerintah daerah itu perlu disikapi dengan baik."Saya sudah menjelaskan kepada Mendagri, ini industri (batik) sudah muncul sehingga kalau ada peraturan baru tentang itu (pemakaian PDH), akan menyebabkan industri menjadi lesu," tandasnya.
Sumber : krjogja.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: