Diberdayakan oleh Blogger.

Batik Unik Meski Tanpa Motif

By | 07.00 Leave a Comment
Batik Semarang - Produksi batik biasanya mengandalkan motif unik untuk dijadikan ciri khas dan daya tarik. Namun di Kulonprogo, ada produsen batik yang justru enggan menyematkan motif pada batik produksinya. Batik unik ini kemudian dikenal dengan sebutan batik abstrak kontemporer.

Ide pembuatan batik abstrak kontemporer dicetuskan seniman dari Pedukuhan Sembungan Desa Gulurejo Kecamatan Lendah, Gito (52). Berbeda dengan lainnya, motif batik karya seniman Gito terlihat tidak beraturan namun mengandung nilai seni yang sangat tinggi. "Mudah-mudahan, batik ini bisa menjadi ikon Kulonprogo," kata Gito saat disambangi wartawan di rumah produksinya, Selasa (26/01/2015).

Rumah produksi batik di Pedukuhan Sembungan, didirikan Gito pada tahun 2010 dengan berbekal pengalamannya bekerja di percetakan batik. Menggunakan modal seadanya, pria paruh baya ini membeli alat pembuatan batik sekaligus bahan pembuatannya seperti kain dan pewarna.

"Lantaran saat ini keberadaan perajin batik terus menjamur, saya mencoba memproduksi batik yang berbeda. Tujuannya, agar bisa merebut konsumen di pasaran," jelasnya.

Batik abstrak kontemporer merupakan batik tulis tanpa motif dengan cap atau dicetak, tapi dengan karya tangan dan kreatifitas tinggi agar menghasilkan corak dan warna batik yang menarik. Produksi batik abstrak kontemporer dilakukan Gito di kediamannya, dengan dibantu istri.

"Penjualannya meliputi pasaran DIY, Semarang, Bandung dan Jakarta, bahkan menembus pasar mancanegara seperti Jepang dan Malaysia. Tiap lembar berukuran 2x1,5 meter saya jual dengan harga Rp 150.000 hingga Rp 300.000," sebutnya.

Gito berharap Pemkab Kulonprogo bisa menjadikan batik abstrak kontemporer sebagai ikon batik dari Kulonprogo. Terlebih batik hasil karyanya ini masih menjadi satu-satunya di Indonesia.
Sumber : krjogja.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: