Diberdayakan oleh Blogger.

Perajin Sandal Batik Magetan Terkendala Modal

By | 07.00 Leave a Comment
Perajin sandal batik di Desa Baleasri Kabupaten Magetan, Jawa Timur kesulitan mendapatkan modal hingga berimbas pada kelancaran produktivitas.

Salah satu perajin sandal batik di desa setempat, Agus Sutono, di Magetan, Sabtu mengatakan, akibat kesulitan modal, pihaknya sering menolak mengerjakan pesanan yang datang.

"Kami tidak bisa membeli bahan baku berupa kain baik karena keterbatasan modal. Akibatnya, banyak pesanan yang terpaksa kami tolak," ujar Agus Sutono kepada wartawan.

Kondisi tersebut jelas membuat para perajin semakin sulit, sebab, selain tidak mendapat pemasukan, pihaknya juga telah mengecewakan toko pelanggannya.

Ia menjelaskan, sebetulnya prospek usaha sandal batik yang dijalaninya tersebut sangat bagus. Hal itu dilihat dari permintaan pasar yang stabil. Biasanya, pesannanya adalah untuk memenuhi permintaan toko maupun hotel di kota-kota wisata.

Selain motifnya yang menarik, harga sandal batik juga tergolong murah, sehingga banyak yang memesan. Adapun, per pasang sandal dihargai antara Rp5.000 hingga Rp20.000 tergantung dari model dan bahannya.

Dalam sebulan industri rumahan tersebut mampu memproduksi sekitar 500 pasang sandal berbahan spon karet yang dibalut kain batik. Rata-rata, saat bisnisnya lancar, per hari bisa membuat hingga 20 pasang sandal.

Sedangkan para pemesannya tidak berasal dari wilayah sekitar Magetan saja, namun juga kota-kota besar seperti Yogyakarta, Solo, dan Pekalongan.

Agus berharap, pemerintah daerah setempat memberikan bantuan modal pinjaman berupa kredit lunak agar usaha yang telah ia jalani sejak puluhan tahun lalu dapat eksis dan berkembang.

Hal itu agar, belasan pekerjanya yang merupakan warga desa sekitar, tetap memiliki pekerjaan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan hidup keluarganya masing-masing.
Sumber : republika.co.id
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: