Diberdayakan oleh Blogger.

Pengrajin Batik Harus Kuasai Sistem Penjualan

By | 07.00 Leave a Comment
Batik Semarang - Bupati Achmad Syafii angkat bicara terkait anjloknya harga batik di daerahnya. Menurut mantan Anggota DPR RI tersebut, pengrajin lemah di dalam menjaga stabilitas harga. Karenanya, kata Syafii, pengrajin batik harus mampu menguasai sistem penjualan.

Bahkan, terangnya, para pedagang seolah ingin mengambil keuntungan lebih dari hasil produksi batik tersebut. Dia mengimbau kepada seluruh pedagang batik agar tetap menjaga stabilitas harga. Teknisnya, tidak mengambil keuntungan berlebih saat ada momentum tertentu.

Sebab, sikap tersebut dipercaya bisa merusak harga pemasaran batik, khususnya di daerah yang identik dengan slogan kota gerbang salam. Menurutnya, harga batik rusak akibat ulah para pengrajin dan pedagang batik yang tidak terlalu menguasai sistem penjualan secara baik.

”Strategi dagang yang dimiliki pengrajin batik maupun pedagang batik, selama ini kurang benar. Terkadang, kalau ada kunjungan dari sejumlah toko, harga batik langsung dinaikkan dengan harga yang tidak wajar. Hal inilah yang bisa merusak pangsa pasar,” ujarnya, Senin (28/12).

Dia mengakui jika belum mampu membuat aturan tentang standar harga batik. Sebab, batik merupakan barang yang sulit ditetapkan harganya. Akan tetapi, batik merupakan jenis barang yang memiliki tata niaga laksana harga tembakau yang mengikuti harga pasar.

Menurutnya, harga yang bisa ditentukan hanya harga kebutuhan pokok dan sembako. Pihaknya meminta kepada para pecinta batik, khususnya para pengrajin maupun para pengusaha batik, agar ikut menjaga harga sesuai dengan kualitas batik yang ada.

”Jadi tidak mengambil kesempatan saat momen tertentu. Semisal kunjungan Presiden, Gubernur dan lainnya harus bisa menyesuaikan harga dengan kualitas,” jelasnya.
Sumber :  korankabar.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: