Diberdayakan oleh Blogger.

Kota Batik Mati Suri, Pengelolaan Dinilai Stagnan

By | 07.00 Leave a Comment
Kota Batik Mati Suri, Pengelolaan Dinilai Stagnan
Batik Semarang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur meminta agar manajemen pengelolaan batik lebih ditingkatkan guna mengangkat branding batik khas bumi Gerbang Salam.

Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Hosnan Ahmadi mengatakan, ikon Kota Batik yang pernah disematkan kepada Pamekasan harus memiliki dampak positif terhadap perkembangan ekonomi masyarakat.

Apalagi, batik mempunyai pasar yang sangat prospek lantaran pakaian sudah menjadi kebutuhan manusia, hanya saja butuh manajemen pengelolaan yang lebih baik.

“Orang itu kan pasti pakai baju, jadi harus memiliki motif terbaru terus. Ya, ini bisa dilakukan secara bertahap, karena batik kita selama ini masih dikelola dengan manajemen sederhana,” ungkapnya, Kamis (14/1/2016).

Hosnan menambahkan, kemasan penjualan batik sampai sekarang dilakukan secara sederhana. Tidak ada inovasi baru yang membuat konsumen tertarik membeli.

Hal itu harus menjadi evaluasi pemerintah kabupaten (pemkab) guna pengembangan batik di kemudian hari.

“Kampung batik yang ada di Dusun Banyumas, Desa Klampar, Kecamatan Proppo itu sampai sekarang belum dimaksimalkan. Menurut saya, harus ada pengembangan kawasan terpadu disana,” tandasnya.

Menurutnya, pengembangan batik tinggal menunggu kebijakan yang tepat dari pemerintah agar kota batik yang disandangnya bisa dirasakan oleh pengrajin batik dan masyarakat secara umum. Tidak seperti yang terjadi saat ini dimana ikon kota batik hanya sebatas slogan semata.
Sumber : portalmadura.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: