Diberdayakan oleh Blogger.

Sejak Penetapan UNESCO, Produksi Batik Semakin Meningkat

By | 07.00 Leave a Comment
Sejak Penetapan UNESCO, Produksi Batik Semakin Meningkat
Batik Semarang - Sejak United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan batik sebagai warisan budaya non bendawi pada Oktober 2009 silam, produksi batik Indonesia semakin meningkat, dan memberikan sumbangan yang tinggi terhadap perekonomian Indonesia.

Hal tersebut dikemukakan Mantan Presiden RI dua periode (2004-2014), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  saat ditemui awak media saat membeli batik Cirebon di Toko Batik Tradisional di jalan Panembahan Utara nomor 1 Kec. Plered Kab. Cirebon, Minggu (22/11).

“Saat PBB, melalui lembaga UNESCO menetapkan batik sebagai warisan dunia non bendawi beberapa tahun lalu, perekonomian Indonesia semakin meningkat berkat sumbangsih batik terhadap perekonomian Indonesia. Maka dari itu, mari bersama-sama mencintai dan membeli batik, batik  apapun,” ungkap mantan orang nomor satu di Indonesia itu.

Seluruh keluarganya itu sangat mencintai batik, dan juga membeli batik, hal ini dikarenakan bahwa keluarga SBY ingin membantu para pengrajin batik, batik apapun. Lanjut SBY, membeli batik itu bisa sedikit membantu para pengrajin dan pengusaha bidang batik.

“Saya beli tiga potong batik, bermacam-macam harganya. Dari dulu, saya dan keluarga suka membeli batik Cirebon dari mulai harga yang 200 ribu rupiah hingga jutaan rupiah, karena saya ingin membantu para pengrajin batik makanya saya dan keluarga suka membeli batik,” ucapnya.

Dikatakan SBY, dirinya sudah sering datang ke Cirebon, hal ini dikarenakan daerah Cirebon itu indah, masyarakatnya ramah, dan ada nilai sejarahnya juga. Selain batik, lanjut SBY juga sangat mencintai kuliner dan masakan khas Cirebon, seperti empal gentong, tahu gejrot dan kuliner lainnya.

“Kuliner maupun batik ini juga sebagai daya tarik bagi wisatawan dalam negeri yang akan berkunjung ke Cirebon,” katanya.

Ia mengungkapkan, agar Pemerintah Pusat atau daerah membantu pengusaha batik ini dengan membuat kebijakan dan regulasi tertentu, sehingga produksi batik bisa semakin berkembang dan semakin tinggi lagi kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia.

Maka dari itu, perlu ditingkatkan lagi daya saing, tingkatkan mutu produksi serta pemerintah agar membantu dengan kebijakan dan regulasi tertentu. Dengan cara seperti itu, Indonesia bisa bersaing dikancah global, karena Indonesia juga mempunyai keunggulan, seperti halnya batik.

“Cirebon itu memiliki keunggulan budaya, kesenian, kuliner itu harus dijaga dan dipertahankan. Maka dari itu, perlu ditingkatkan lagi keunggulan-keunggulan yang dimiliki Cirebon, dan juga peningkatan keamanan, ketertiban dan kedamaian. Hal ini juga sangat berpengaruh bagi kemajuan ekonomi Indonesia ke depannya,” pungkasnya.
Sumber : .fajarnews.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: