Diberdayakan oleh Blogger.

Batik Indonesia Laku Keras di Nigeria

By | 07.00 Leave a Comment
Batik Indonesia Laku Keras di Nigeria
Batik Semarang - Batik Indonesia mendapat respon luar biasa dalam pameran Lagos International Trade Fair 2015 yang diselenggarakan pada 6-15 November 2015 di Tafa Balewa Square, Main Island, Lagos, Nigeria. Dalam pameran yang berlangsung selama 10 hari tersebut, produk batik Indonesia berhasil meraih transaksi hingga puluhan ribu dolar Amerika Serikat.

“Tak ingin berpangku tangan setelah sukses mempersembahkan Primaduta Award, ITPC Lagos juga mengorganisir keikutsertaan Indonesia pada Lagos International Trade Fair 2015, untuk kali keenam pada 2015. Dalam pameran ini, batik Indonesia laku keras,” kata Kepala ITPC Lagos Nino Wawan Setiawan, di Lagos, Nigeria, Kamis (19/11).

Nino menjelaskan, Lagos International Trade Fair 2015 merupakan pameran dagang tahunan terbesar di Nigeria untuk ritel atau general products. Pameran tersebut diselenggarakan Lagos Chamber of Commerce and Industry (LCCI) berkolaborasi dengan Lagos State Ministry of Trade.

Lagos International Trade Fair 2015 diikuti sekitar 500 perusahaan yang terbagi dalam tiga tempat, yaitu TBS Central Hall, Muson Center Hall, dan Freedom Park Hall. Stan Indonesia menempati Muson Center Hall dan TBS Central Hall, yaitu hall utama khusus B2B dan International Retail Hall.

Dalam pameran tersebut, 4 perusahaan nasional turut serta dan berhasil mencatatkan transaksi dagang yang menggembirakan. Keempat perusahaan tersebut adalah Puri Kendedes yang berhasil meraup nilai potensial sebesar US$ 45 ribu, Erisa Batik & Jewelry sebesar US$ 36 ribu, Sinar Syarif Mahkota Sejahtera sebesar US$ 41 ribu, dan Oppie Collection sebesar US$ 57 ribu.

Selain Lagos International Trade Fair 2015, ITPC Lagos juga membawa dua perusahaan nasional untuk mempromosikan produknya di ajang Agriexpo dan Foodbext West Africa 2015 yang berlangsung pada 4-6 November 2015 di Ocean View, Eko Hotel, Lagos, Nigeria. Kedua perusahaan Indonesia tersebut adalah Supra Sari Lestari yang memamerkan produk jus dan minuman serbuk serta Yupi Indo Jelly Gum dengan permen jeli.

Supra Sari Lestari berhasil mendapatkan pesanan potensial sebanyak 2 x 40” FCL dengan nilai potensial US$ 160 ribu. Yupi Indo Jelly Gum berhasil mendapatkan pesanan potensial sebanyak 10 x 20” FCL dengan nilai potensial US$ 350 ribu.

“Indonesia berhasil meraup total nilai potensial sebesar US$ 510 ribu selama Agriexpo dan Foodbext West Africa berlangsung. Selain itu, Supra Sari Lestari juga berencana membangun industri pembuatan minuman serbuk di Nigeria pada 2016 mendatang,” ungkap Nino.

Agriexpo dan Foodbext West Africa dilaksanakan tiap tahun dengan fokus utama produk pertanian, makanan, dan minuman. Pameran tersebut diorganisasi oleh 151 Products Ltd berkolaborasi dengan Badan Pengawas Makanan dan Minuman di Nigeria (National Agency for Food and Drug Administration and Control/NAFDAC).
Sumber : beritasatu.com
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: