Diberdayakan oleh Blogger.

Proses Pembuatan Batik yang Sangat Rumit

By | 07.00 Leave a Comment
K. TOTEM TULIS DASAR KLIR - Batik Jayakarta
Batik Semarang -  Proses pembuatan batik memanglah sangat rumit, namun hal ini yang membuat unik dari sebuah batik. Selain motifnya yang bervariatif, proses pembuatannyapun cukup rumit dan unik. Konon hanya di Indonesia proses pembuatan batik yang sangat rumit.

Selama ini kita mengenal batik hanya dari melihat motifnya saja. Kalau ada pakaian dengan motif dan warna tertentu kita biasanya langsung bisa ‘men-vonis’ bahwa itu batik atau bukan. Namun jarang diantara kita yang bisa membedakan apakah ‘batik’ itu adalah batik original atau batik sablon/batik cetakan.

Sebuah busana dikatakan batik jika pada proses pembuatan motifnya menggunakan malam (lilin). Apakah prosesnya dengan menorehkan canting atau menggunakan tembaga sebagai cap asalkan menggunakan malam (lilin) maka karya itu adalah batik original.

Sedangkan proses pembuatan batik yang non malam (non lilin), maka ‘batik’ itu adalah non original alias bukan batik. Hanya motifnya saja yang meniru motif batik.

Untuk lebih mengenal batik original ada baiknya kita mengetahui bagaimana proses pembuatan batik sampai sebuah karya batik tercipta. Dengan mengetahui kita bisa membayangkan bagaimana rumitnya batik yang kita kenakan dihasilkan. Dan kita bisa menghargai dan memaklumi kalau harga yang harus kita keluarkan setara dengan panjangnya proses pembuatannya.

Proses pengerjaan batik demikian unik sekaligus rumit. Setidaknya ada 12 tahap. 
  • Tahap pertama nyungging, yaitu membuat pola/motif pada kertas. 
  • Tahap kedua njaplak: memindahkan pola dari kertas ke kain. 
  • Tahap ketiga nglowong, yaitu pelekatan malam dengan canting sesuai dengan pola.
  • Tahap keempat ngiseni, yaitu pemberian motif isen pada pola utama. 
  • Tahap kelima nyolet, yaitu memberi bagian tertentu dengan warna. 
  • Tahap keenam mopol, atau menutupi bagian yang dicolet dengan malam. 
  • Tahap ketujuh ngelir: Pewarnaan secara menyeluruh. 
  • Tahap kedelapan nglorod, yaitu penghilangan malam dengan merendamnya di air mendidih. 
  • Tahap kesembilan ngrentesi: Pemberian cecek (titik) pada klowongan. 
  • Tahap ke-10 nyumti, yaitu menutupi bagian tertentu dengan malam. 
  • Tahap ke-11 nyoga, atau pencelupan kain dengan warna sogan. 
  • Tahap ke-12 nglorod, penghilangan malam dengan merendamnya di air mendidih.


Jadi masihkah kita berfikir bahwa proses pembuatan batik original itu sederhana? Smbr
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: