Diberdayakan oleh Blogger.

7 Cara Merawat Batik Kesayangan Kamu agar Lebih Awet!

By | 07.00 Leave a Comment
Belakangan ini kain tradisional khas Indonesia, Batik, memang sedang menjadi salah satu tren di dunia fashion. Bukan hanya di Indonesia, bahkan batik juga banyak diminati oleh para pecinta fashion di dunia internasional. Sebut saja Jessica Alba, Julia Roberts dan Nicole Richie yang tampak bangga dengan baju dan kain batik yang mereka gunakan untuk menunjang penampilan mereka.

Namun dibalik ketenaran batik, sayangnya banyak orang yang belum mengetahui tentang cara perawatan batik yang baik dan benar. Batik terutama yang berbahan sutra memang memerlukan perawatan lebih dibandingkan dengan jenis kain lainnya. Salah dalam perawatan, justru akan membuat baju atau kain batik kesayanganmu jadi lebih cepat rusak rusak dan kusam. Lalu seperti apa cara perawatan batik yang benar? Simak tipsnya di bawah ini yuk, Toppers!

1. Cuci secara manual

Mesin cuci memang merupakan solusi untuk mencuci pakaian yang menumpuk, dengan lebih cepat dan praktis. Selain mempercepat proses pencucian, mesin cuci juga dapat membuat pakaian menjadi lebih cepat kering. Namun nyatanya tidak semua pakaian bisa dicuci dengan menggunakan alat pencuci instan ini, salah satunya baju berbahan batik. Mencuci batik dengan mesin cuci akan merusak serat dan warna kain. Oleh karena itu, agar baju batik kamu tetap awet, sebaiknya hindari mencucinya dengan mesin cuci. Cukup cuci manual dengan menggunakan tangan, tanpa menggosoknya dengan sikat cuci.

2. Jangan cuci dengan detergen

Saat mencuci batik, sebaiknya hindari penggunaan detergen. Bahan-bahan kimia yang terkandung pada detergen bersifat keras dan bisa mengikis warna kain, terutama kain yang dibuat dengan pewarna alami. Untuk menghilangkan noda-noda yang membandel, kamu bisa mencucinya dengan menggunakan shampo dan sabun mandi yang tentunya kandungan bahan kimia didalamnya tidak sekeras bahan kimia pada detergen. Atau kamu juga dapat menggunakan bahan alami seperti merendamnya dengan air hangat dan mencucinya dengan kulit jeruk ataupun buah lerak. Selain sebagai pembersih noda alami yang ramah lingkungan, aroma buah lerak juga mampu mencegah munculnya serangga kecil seperti ngengat yang dapat merusak baju batik kesayanganmu.
Jual baju batik couple

Baju Batik Couple yang bisa kamu beli di Tokopedia ini akan membuat kamu dan pasangan kamu tampil lebih kompak

3. Jangan diperas

Batik khususnya yang berbahan sutra memang memerlukan perawatan yang ekstra hati-hati, termasuk juga dalam proses pencuciannya. Setelah mencucinya, mungkin kamu sering memeras batik untuk mengeringkan sisa-sisa air. Namun memeras batik justru akan membuatnya lebih cepat dan mudah rusak. Oleh karena itu, setelah mencuci batik kesayanganmu secara manual, hindari pengeringan dengan cara diperas. Setelah diangkat dari air, kamu cukup menggantungnya untuk mengeringkan sisa air cucian di dalamnya.

4. Keringkan dengan diangin-anginkan saja

Menjemur batik di bawah sinar matahari secara langsung juga dapat merusak warna dan tekstur kainnya. Oleh karena itu, sebaiknya hindari batik kamu dari terpaan sinar matahari langsung. Untuk mengeringkannya, cukup diangin-anginkan saja atau jemur di tempat yang teduh. Jangan lupa pula untuk membalik baju batik Anda ketika dikeringkan agar warna bagian luarnya tidak cepat pudar dan kusam.
Jual Batik Wayang

Kemeja Batik dengan motif berbagai karakter Wayang dalam pertunjukkan seni khas Jawa ini tersedia di Tokopedia!

5. Lapisi batik dengan kain saat menyetrika

Salah satu cara untuk membuat batik kamu terlihat selalu rapi adalah dengan cara menyetrikanya. Namun saat menyetrika baju batik, hindari kontak langsung antara setrika dengan dengan baju. Jika bersentuhan langsung, maka panas dari setrika dapat merusak kain dan juga warna batik kamu. Lapisi batik dengan kain diatasnya terlebih dahulu. Kamu juga bisa menyemprotkan sedikit air pada kain batik sebelum menyetrika agar kain tersebut lebih mudah dirapikan.

6. Hindari penggunaan kapur barus

Menambah kapur barus atau kamper pada lemari pakaian memang bisa menjauhkan pakaian dari bau apek dan ngengat. Namun tidak untuk baju batik. Penggunaan kapur barus pada lemari penyimpanan akan membuat baju atau kain batik kesayanganmu menjadi mudah rusak dan kusam. Untuk menghindari ngengat, sebaiknya gunakan bahan-bahan alami seperti merica dan kayu cendana. Jika terpaksa harus menggunakan kapur barus, hindari kontak langsung antara baju dengan kapur barus dengan cara membungkus baju batik dengan plastik terlebih dahulu sebelum disimpan di lemari pakaian.
Jual Dress Batik Anak

Kenalkan batik kepada buah hati sejak kecil untuk meningkatkan kecintaannya pada produk Indonesia. Salah satu caranya yaitu dengan membelikannya Dress Batik Anak dengan berbagai model dan motif yang lucu ini.

7. Jangan semprotkan parfum

Pewangi seperti parfum memang bisa menjadi solusi untuk menjauhkan kamu dari yang namanya bau badan. Namun jika ingin menggunakan parfum, hindari menyemprotkannya secara langsung pada kain batik, terutama pada kain batik berbahan sutera dengan pewarna alami. Bahan-bahan aktif pada parfum dapat merusak motif dan warna batik kesayangan kamu. Sebaiknya kamu menyemprotkan parfum pada bagian tubuh kamu secara langsung, seperti pada leher, nadi pergelangan tangan dan sebagainya. Tentunya wangi parfum juga akan tahan lebih lama jika disemprotkan langsung pada badan daripada pada baju.
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: