Diberdayakan oleh Blogger.

Seharag Batik

Tokoh Batik

The Latest

APAKAH Anda berencana mengenakan batik saat Lebaran nanti bersama keluarga? Simak trik ini sehingga Anda sekeluarga dapat tampil menawan.

Selain busana muslim, alternatif lain yang bisa dikenakan saat Idul Fitri adalah batik. Busana yang satu ini tak hanya mampu menampilkan sisi etnik semata, tapi juga kesakralan Lebaran yang khas dengan nuansa kekeluargaan dan sedikit formal.

Saat ini, keberadaan batik sangatlah fleksibel. Busana etnik ini bisa dipadankan dengan apapun, mulai dari celana jodhpur, celana harem hingga celana pipa. Alhasil, Anda pun dapat leluasa memadupadankannya sesuai kebutuhan acara jamuan yang dihadiri.

Biasanya ketika Lebaran itu banyak keluarga yang memadupadankannya dengan koleksi sarimbit agar terlihat kompak. Jika Anda berminat, hal ini juga bisa dipilih sebagai alternatif busana. Meski demikian, busana serasi ini pun perlu disiasati pemakaiannya agar tak terkesan seragam.

Anita Asmaya Sanin selaku Production Director Alleira juga menyetujui hal tersebut. "Yang namanya sarimbit itu tidak perlu seragam, seperti seragam sekolah. Anda dapat memainkan warna batik antara orangtua dan anak, sehingga tetap cantik dan kompak," ujarnya.

Anita mencontohkan, misalnya anak dapat memilih warna oranye atau kekuning-kuningan sementara orangtua mengenakan perpaduan oranye dan merah. Dengan demikian, tetap ada keserasian harmoni dan tampak manis saat dikenakan bersama.

Untuk bawahan, wanita dapat mengenakan padanan kain atau celana panjang. Jika ingin tampil lebih simpel, wanita pun dapat mengenakan batik berbentuk dress (one piece). Sementara pria dapat mengenakan celana warna khaki sebagai padanan kemeja batiknya. Sedangkan sang anak dapat mengenakan warna cokelat tua atau muda.

Sumber : mantri-suster.blogspot.co.id
PEKALONGAN telah diakui keberadaannya sebagai kota fashion dengan motif batik yang berkelas dunia. World’s city of Batik pun ditetapkan sebagai branding kota yang menempel dengan Kabupaten Batang dan Pemalang ini.

Wajar, jika segala hal yang terkait batik menjadi menu utama di kota ini. “Pekalongan ini positioningnya sudah jelas! Kota fashion, kota kreatif, kota jasa dan dan produksi batik,” jelas Menpar Arief Yahya, di Jakarta.

Para pemudik ke arah Kota Semarang, Kendal, Kudus, Jepara, Demak, Rembang, Grobogan sudah pasti melewati pantura dan kota Pekalongan. Jika ingin istirahan mampir ke Kota Pekalongan, silakan saja. Atau kalau mudiknya di dekat-dekat Pekalongan, masih bisa belanja di pasar batik yang sudah go international itu.

Ada banyak lokasi yang bisa dikunjungi selama berada di Pekalongan. Menpar Arief Yahya mencatat ada sedikitnya 10 destinasi yang layak Anda kunjungi selama berada di sana. Berikut lokasinya :

1. Museum Batik

Museum Batik Pekalongan memiliki koleksi sekitar 1149 koleksi jenis batik. Tidak cuma batik saja yang dipajang di museum ini, namun berbagai hal yang berkaitan dengan batik, termasuk alat membuatnya juga bisa Anda lihat di sini.

Museum Batik Pekalongan terdiri atas tiga rungan dimana ruangan pertama digunakan untuk memamerkan batik-batik dari daerah pesisir Pulau Jawa seperti batik Cirebon, Pekalongan, Batang, dan juga Rembang. Ruangan kedua digunakan untuk memamerkan batik hasil sumbangan beberapa tokoh penting seperti batik hasil sumbangan mantan presiden SBY, Ibu Ainun Habibie, serta sejumlah tokoh penting lain

Di ruangan pamer ketiga kita akan melihat koleksi batik-batik yang berasal dari berbagai daerah di tanah air seperti Banten, Kalimantan, Garut, Indramayu, Madura, dan Papua.

2. International Batik Center

Berbeda dari museum batik, International Batik Center (IBC) adalah kawasan terpadu yang menjual berbagai jenis kerajinan batik. Di sini Anda bisa mendapatkan segala jenis batik. Jadi jangan sampai lupa mampir ke sini selama berada di Pekalongan.
Lokasi: Jl. Ahmad Yani No.573, Pekuncen, Wiradesa, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia

3.Pantai Pasir Kencana

Setelah puas melihat-lihat dan belanja batik, saatnya Anda menikmati suasana pantai. Pantai Pasir Kencana adalah destinasi favorit di pekalongan. Untuk menjangkau pantai ini pun tidak begitu sulit karena letaknya tidak jauh dari pusat kota pekalongan.

Pantai ini terkenal akan pemAndangan matahari tenggelamnya, jadi pastinya akan menjadi tempat paling pas untuk melepas lelah setelah seharian berkeliling kota. Lokasi: Jalan Pantai, Wonokerto, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia

4.Curug Muncar

Tempat wisata unggulan kota Pekalongan lainnya adalah Curug Muncar. Air terjun yang berada di 1.249 meter di atas permukaan laut ini menjadi salah satu tempat selalu ramai dikunjungi para pelancong.
Udaranya yang sejuk dan suguhan pemAndangan alam nan indah akan membuat Anda betah berlama-lama.
Lokasi: Desa Curug Muncar, Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan

5.Curuk Bajing

Selain curug Muncar, Kecamatan Petungkriyono di Kabupaten Pekalongan masih menyimpan berbagai keelokan alam lainnya. Salah satunya adalah Curug Bajing yang terletak di Desa Tlogopakis. Curug ini memiliki ketinggian sekitar 70 meter dan aliran airnya membentuk tingkatan-tingkatan di dasarnya. Sembari menikmati keindahan curug, kamu bisa menikmati kopi hutan khas kawasan ini.
Lokasi: Desa Telogopakis, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan

6.Kawasan Wisata Linggo Asri

Linggo Asri adalah salah satu objek wisata yang pas buat dikunjungi keluarga. Letaknya yang strategis di tepi jalan lintas provinsi membuat tempat ini mudah diakses. Ada berbagai macam pilihan wisata yang ditawarkan di kawasan wisata ini seperti rafting atau arung jeram, flying fox, trekking, outbond, taman bermain, kebun binatang mini dll. Lokasi: Desa Linggo Asri Kecamatan kajen Kabupaten Pekalongan

7.Puncak Hanoman

Di Kabupaten Pekalongan terdapat sebuah Gunung yang bernama Gunung Kendalisodo. Gunung ini memiliki puncak bernama Puncak Hanoman dengan ketinggian 1.697 mdpl. Setiba di Puncak Hanoman Anda dapat menikmati pemAndangan yang indah dilengkapi dengan udara yang sejuk. Lokasi: Dusun Karangjoho Desa Samban Kecamatan Bawen

8. Desa Wisata Lolong

Bagi Anda pencinta durian mungkin desa wisata lolong ini menjadi destinasi wajib yang harus di kunjungi ketika berkunjung ke pekalongan. Karena di sini Anda bisa menikmati berbagai jenis durian. Namun tak hanya durian yang ada di sini. Sejumlah wahana adventure seperti river tubing dan rafting pun ada di sini. Lokasi: Desa Lolong, kecamatan Karanganyar, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia

9.Watu Ireng

Nah bagi Anda yang suka dan sering penasaran dengan hal-hal mistis, mungkin salah satu wisata pekalongan ini bisa Anda kunjungi. Jarak dari dari kota pekalongan pun cekap dekat, hanya sekitar 17 kilometer dari pusat kota. Watu Ireng sendiri dalam bahasa Indonesia berarti ‘batu hitam’. Batu hitam yang berada di lokasi tersebut di perkirakanan memiliki rongga dan tidak ada satu orang pun tahu asal mula dari batu tersebut. Lokasi: Desa lambur, Kec Kendang Serang, Pekalongan

10.Curug Bidadari

Lokasi wisata yang satu ini terbilang sedang hits di pekalongan. Di kawasan air terjun ini terdapat lima ceruk aliran air yang menyerupai kolam renang, mulai dari yang dangkal hingga yang sangat dalam. Kerena pintu masuknya ke lokasi wisata ini berada di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Curuk ini lebih dikenal dengan nama Curug Batang. Lokasi: Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang.
Sumber : krjogja.com
Batik memang identik dengan Indonesia. "Batik, the Soul of Indonesia" , demikian tema pameran koleksi batik klasik dan kontemporer yang bisa disaksikan oleh publik negeri Ginseng selama seminggu, dari Rabu-Senin (22-27 Juni 2016). Pameran yang dihelat di Ganainsa Art Center, distrik pusat seni terkenal di kota Seoul, Insadong, telah dibuka secara resmi oleh Dubes RI untuk Republik Korea John A. Prasetio dan Chairman Hansae Yes24 Foundation Lee Ke Woo pada Rabu (22/6) malam.

Di tengah hujan yang mengguyur Kota Seoul di awal musim panas ini, upacara pembukaan pameran dihadiri lebih dari 100 undangan, antara lain Dirjen Hubungan Budaya Kemlu Korea Choi Young-sam, Staf ASEAN-Korea Center, akademisi dan media, serta publik pecinta seni.

Pameran batik ini diselenggarakan oleh Hansae Yes 24 Foundation bekerja sama dengan Kemlu Republik Korea, KBRI Seoul, Museum Tekstil Indonesia dan Indonesian-Korean Culture Studies. Sebanyak 30 kain-kain batik motif tradisional yang indah dan menawan koleksi Museum Seni Indonesia dan puluhan koleksi batik kontemporer milik empat desainer terkenal akan dapat dinikmati oleh publik, khususnya pecinta seni di Korea selama 6 hari ke depan.

Batik-batik yang dipamerkan bermacam-macam motif mulai dari batik tradisional keraton sampai dengan batik pesisir seperti batik motif Mega Mendung. Terdapat juga display seni batik kontemporer karya seniman batik Indonesia Harry Darsono, seorang perancang busana haute-couture yang sudah terkenal di dunia fesyen international dimana hasil karyanya digunakan oleh berbagai bangsawan dunia antara lain mendiang Putri Diana dan Ratu Thailand. Selain karya Harry Darsono, beberapa karya seniman batik lainnya juga menjadi bagian dari pameran ini, seperti karya Agus Ismoyo dan Nia Fliam dari studio batik Brahma Tirta Sari, Rumah Batik Azmiah dengan motif batik Jambi dan produsen batik high-end Indonesia Alleira Batik.

Dubes RI untuk Korsel John A Prasetio

Dubes John A Prasetio dalam sambutannya mengharapkan pameran batik ini dapat menjadi sarana bagi masyarakat Korea untuk lebih mengenal Indonesia. "Melalui pameran batik yang sudah diakui UNESCO sebagai a Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity, dapat meningkatkan hubungan persahabatan antara rakyat Korea dan rakyat Indonesia," ujar Dubes John.

Sementara itu, Chairman Hansae Yes24 Foundation Lee Kye-Woo menyampaikan, yayasannya memutuskan untuk mengadakan pameran batik ini berdasarkan keyakinan bahwa pemahaman mendalam tentang budaya, sejarah, dan filosofi suatu negara akan menjadi dasar kuat bagi persahabatan yang tulus sehingga akan memperluas dan memperkuat hubungan dan kerjasama ekonomi.

Menurut Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Seoul, M Fuad, perusahaan Hansae Yes24 yang bergerak di bidang tekstil dan produk pakaian, memiliki pabrik di Indonesia, selain di Vietnam, Myanmar, China, Nicaragua dan Guatemala.

President Seoul Institute of Arts Prof. Duk-Hyung Yoo yang berkesempatan hadir dalam pembukaan pameran menyatakan sangat mengagumi karya batik Indonesia dan tertarik untuk membuat pameran serupa di waktu mendatang. Secara khusus sang profesor mengundang wakil dari Museum Tekstil Indonesia untuk melakukan demo membatik di kampusnya selepas pameran.
Sumber : detik.com
Ikatan Sekretaris Indonesia (ISI) Cabang Sumatera Utara gelar Kasih Ramadan Lintas Agama berbagi dengan membuat program 1.000 Batik di Medan, Sabtu (25/6/2016).

Ketua ISI Sumut Herlina Pelawi mengatakan, akan membagikan batik kepada jemaat GBI Yang Lim, beberapa panti asuhan, dan anak jalanan.

"Ini dalam rangka Ramadan berbagi kasih lintas agama. Ada 1.000 batik yang kami bagikan kepada para masyarakat di Medan. Khusus kepada jemaat GBI Yang Lim ada 150 batik," kata Herlina Pelawi di Yang Lim Plaza, Sabtu (25/6/2016).

Herlina menuturkan, program 1.000 Batik adalah kegiatan kolektif ISI yang turut melibatkan para pengusaha.

Ide program ini, katanya, muncul dari penerima bantuan yang mengaku setiap Ramadan banyak menerima ajakan berbuka puasa bersama, tapi tidak ada yang memberikan pakaian.

"Mereka ingin punya pakaian bagus. Hari ini kami juga bagikan batik kepada anak di beberapa panti asuhan, dan beberapa hari ke depan akan membagikan batik kepada anak jalanan sampai total ada 1.000 batik yang kita bagikan," jelasnya.
Sumber : tribunnews.com
`Batik merupakan Seni lukis menggunakan kain bergambar yang memiliki pola dan cara pembuatan khusus dengan menuliskan atau menempelkan zat malam/lilin pada kain tersebut, yang dilanjutkan dengan pengolahan dengan cara tertentu yang khas. Batik Indonesia sebagai budaya telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan kemanusiaan entuk budaya lisan dan nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak tanggal 2 Oktober 2009.

Batik berasal dari bahasa Jawa, yaitu “amba” yang berarti “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik”, sehingga apabila digabungkan kurang lebih bermakna “menulis titik-titik (dengan pola tertentu)”.

Batik memiliki motif-motif yang amat beragam dan biasanya bergantung dengan ciri khas atau keyakinan di tiap-tiap daerah. Total motif batik yang tercatat sudah lebih dari 30 jenis berbeda. Namun, pada kali ini kita hanya akan membahas 10 motif batik Indonesia yang paling populer versi SATUJAM.

Motif Batik Sekar Jagad

Motif ini adalah salah satu motif yang sangat khas di Indonesia. Batik jenis ini berasal dari Jawa, lebih tepatnya Yogyakarta. Batik Jogja ini mempunyai makna segar jagad adalah keindahan atau kecantikan yang membuat orang yang melihatnya jadi terpesona.

Ada juga yang menafsirkan bahwa motif yang berbentuk seperti pulau-pulau ini maksudnya adalah sesuai namanya, yaitu sekar jagad. Dalam bahasa Jawa, “kar jagad” memiliki arti peta dunia.

Motif Batik Sidomukti Magetan

Motif batik asal kabupaten Magetan ini memiliki motif dasar gambar bambu. Sebagaimana batik-batik lainnya, biasanya batik ini dipakai pada acara-acara resmi atau upacara adat. Makna dan filosofi dari motif batik sidomukti ini adalah harapan untuk mendapatkan ketenangan lahir batin.

Motif Batik Kraton

Pada awalnya, motif batik keraton sangat eksklusif. Rakyat biasa tidak diperkenankan untuk memakai motif ini karena yang boleh memakai hanya Sultan dan keluarganya saja. Namun belakangan, peraturan tersebut dicabut dan rakyat biasa sudah boleh memakai motif ini.

Diantara penyebab eksklusifnya motif ini adalah karena penemu motif awalnya adalah putri-putri keraton Yogya sendiri yang notabene masih anggota keluarga Sultan. Sebenarnya, sangatlah banyak model baju batik yang dimiliki oleh Keraton Yogya, namun yang di gambar ini adalah yang paling populer.

Motif Batik Jepara

Motif batik Jepara bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu motif lama dan motif baru. Motif batik jepara lama memiliki pola dengan warna lung hitam, gajah coklat, flora dan fauna daun ulir hijau dan lainnya. Sedangkan  batik baru Jepara adalah batik tulis yang banyak variasinya. Batik Jepara sendiri juga terkenal dengan sebutan Batik kartini. Kamu bisa menemukan berbagai macam motif batik di kota Jepara.

Motif Batik Solo

Ciri khas batik dari solo yang sering disebut juga sebagai batik sogan adalah warna motifnya yang berwarna kecokelatan. Batik Solo juga masih menerapkan konsep tradisional dengan hanya memakai bahan-bahan alami sebagai pewarnanya. Filosofi motif batik Solo adalah gelombang-gelombang sungai bengawan solo yang membawa ketenangan.

Motif Batik Kawung

Motif batik kawung ini mungkin sangat dikenal oleh kakek-kakek kita sejak dulu. Hal ini disebabkan karena motif ini merupakan salah satu motif batik tertua di Indonesia. Dahulu, motif ini hanya boleh dipakai oleh orang-orang kerajaan sebagai kain sarung raja maupun permaisurinya. Motif kawung ini merupakan gambaran dari buah kawung alias buah aren.

Motif Batik Tasik

Batik memang bukan hanya ada di daerah Jawa saja, berbagai macam motif batik kini juga berkembang di Tanah Sunda. Sebagaimana setiap daerah memiliki ciri khas dan filosofi tersendiri untuk motif batiknya, motif Tasik ini juga mempunyai ciri khas tersendiri. Batik-batik yang berasal dari Tasikmalaya ini umumnya berbentuk rerumputan, fauna dan hal-hal yang berkaitan dengan alam. Sedangkan pewarnaannya, kebanyakan berwarna biru, merah padam dan coklat.

Motif Batik Malang

Batik malang terkenal dengan motif batiknya yang cenderung cerah, seperti memiliki warna dasar biru kemudian di timpa dengan warna putih, kemudian bahan berwarna putih di timpa dengan merah.

Rata–rata batik Malangan ini berpola tanaman atau simbol-simbol kota Malang seperti candi-candi yang ada di dalamnya.

Motif Batik Pekalongan

Kebanyakan motif dari pekalongan dipengaruhi oleh kebudayaan-kebudayaan luar yang datang karena faktor perdagangan. Hal ini disebabkan karena letak kota Pekalongan sangat strategis sekali untuk lokasi perdagangan disebabkan mudah dicapai dari segala penjuru.

Sebagian motif batik Pekalongan ini didominasi dengan bentuk-bentuk fauna, namun kebanyakan tetap didominasi dengan motif tumbuh-tumbuhan.

Motif Batik Mega Mendung

Motif yang berasal dari kota Cirebon ini memiliki ciri khas tersendiri dalam membuat motif. Diantara motif yang paling populer bahkan menjadi ciri khas kota Cirebon adalah batik Mega Mendung. Batik mega mendung diisi dengan pola-pola berbentuk awan dengan diberi warna yang gelap seperti biru tua, merah tua, hijau tua dan sebagainya.
Sumber : www.satujam.com
Meskipun sekarang pakaian batik sudah tenar dan menjamur di mana-mana, rasa enggan untuk mengenakan busana yang memakai jenis kain tradisional ini tetaplah ada.

Apalagi untuk wanita yang baru beranjak pada usia 20 tahunan, kalian pasti pernah deh merasakan kesan kuno dari kain batik yang tetap melekat di busana-busana tertentu.Khususnya untuk dress, perasaan takut dress batik akan membuatmu jauh dari kesan yang modis pasti tersimpan dalam hatimu. Karena bila hanya mencari model dress yang biasa saja, kesan lawas dari batik itu sendiri masih terlihat cukup kuat.

Eits, tapi tenang dulu ladies, pada intinya semua pakaian batik itu bisa dibuat semodis mungkin kok. Selain ditambahi segala pernak-pernik yang akan membuatmu semakin gaya, kamu juga harus pintar dalam memilih model dress batik yang akan kamu pakai. Nah, dengan lima model dress batik modern di bawah ini, tampilanmu akan terlihat modis ala batik yang pastinya akan maksimal dan juga membuat banyak orang terpesona.

Mini dress batik dua corak
Untuk kamu yang masih belum terbiasa dengan tampilan full batik, tidak ada salahnya belajar nyaman dengan nuansa kain etnik ini dengan menggunakan dress dua corak. Artinya, selain batik yang akan menjadi material utamanya, dress tersebut juga dipadukan dengan jenis kain lainnya yang bercorak lebih kalem bahkan polos. Alhasil, gayamu pasti akan semakin modis tanpa kesan eksotik yang berlebihan.

Bila memang ingin menguatkan kesan batiknya, pilihlah dress dua corak dengan motif batik sebagai atasan. Sementara untuk kesan yang lebih ringan, carilah dress batik dengan corak polos di bagian bawahnya. Bahkan jika kamu ingin pergi ke pesta atau acara formal, batik dua corak yang memadukan kain batik dengan bahan brukat sangatlah layak dicoba lho ladies. Oh iya, ukuran panjang juga harus diperhatikan. Lebih baik memilih model mini dress, karena jenis ini akan membuatmu terlihat lebih muda dan berani.

Halter dress batik
Dress jenis halter ini tidak akan pernah membuat gayamu ketinggalan zaman. Model gaun yang satu ini malah akan membuatmu terlihat elegan dan juga dewasa, sekaligus akan membuatmu terlihat modis dalam waktu yang bersamaan. Ciri khasnya ada di bagian kerah yang melingkar erat pada leher dan model tanpa lengannya pun akan membuatmu lebih langsing. Jenis dress yang satu ini memang kerap memberikan kesan yang mewah dan juga resmi.

Dress batik ala cheongsam
Banyaknya drama dari Korea Selatan ataupun China ikut memengaruhi jenis dress yang sedang buming di masyarakat lho. Kalau kamu termasuk yang suka dengan gaya busana Asia Timur, sesekali cobalah mencari dress batik yang bernuansa oriental yang cukup kental. Dengan begitu, tampilanmu akan terlihat modis dan kekinian. Salah satu pilihan yang menarik untuk dicoba adalah dress batik ala cheongsam.

Model busana China ini memang bisa dibilang everlasting, karena dari puluhan tahun yang lalu sampai sekarang tetap disukai dan tetap bisa memberikan kesan gaul serta feminin untuk para pemakainya. Dengan variasi sentuhan batik, cheongsam yang kamu kenakan akan tambah menarik dan juga terkesan lebih etnik.

Dress batik beraksen peek-a-boo di bagian pundak
Pakaian yang di bagian pundaknya sengaja dibuat bolong masih menjadi tren sampai saat ini. Tanpa terkesan vulgar, aksen peek-a-boo di bagian pundak ini mampu memberikan nuansa seksi dan juga dewasa. Ditambah lagi, model busana seperti ini juga sering dipakai oleh para publik figure dunia.

Karena itu, tidak ada salahnya jika kamu mencari dress batik beraksen peek-a-boo di bagian pundak guna mengikuti style fashion saat ini. Nuansa seksi dari bagian peek-a-boo tersebut akan berpadu manis dengan motif batik yang terlihat etnik. Dengan begitu, gaya modismu akan semakin kuat dan juga tidak terbantahkan ladies.

A-line dress batik
Jenis dress yang satu ini tidak akan mengkhianatimu ladies. Meskipun gaya busana terus berkembang, model a-line selalu mampu memberikan kesan yang modis di setiap suasana. Dress yang bergaya a-line juga mampu memberikan kesan segar, sehingga pemakainya tidak akan terlihat lebih tua daripada usia aslinya.

Nah, pastinya a-line dress batik sangat bisa menjadi pilihan untuk kamu yang mau bergaya etnik tapi takut terkesan lawas. Saat memakai jenis dress batik ini, kamu bisa tetap terlihat kekinian dan juga modis sesuai dengan usia. Yang lebih menyenangkan lagi, jenis a-line ini bisa menyatu di semua model tubuh dan akan membuatmu tampil semakin percaya diri.

Nah ladies, itulah 5 model dress batik modern. Usia 20-an merupakan waktu untuk kamu bereksperimen dan berani mencoba hal-hal yang baru. Mencoba memakai dress batik dengan model yang modis dan juga kece harus kamu lakukan, karena pada dasarnya batik bisa dipakai oleh semua usia. Apabila modelnya benar-benar tepat, kamu pun bisa semakin percaya diri, apalagi ditambah dengan tekstur kainnya yang nyaman dipakai. Bisa jadi, dress batik itu akan menjadi pakaian favoritmu di segala suasana. Semoga bermanfaat.
Sumber : rancahpost.co.id
Lembaga Sertifikasi Profesi Batik melihat masih banyak pembatik yang belum menguasai aspek pengatuhan dan sikap, kendati dari sisi keterampilan sudah mumpuni.

Direktur LSP Batik Subagyo Sujono Putro mengatakan kesimpulan tersebut berdasarkan hasil uji kompetensi yang sudah dilakukan.

Dia melihat hal itu disebabkan oleh beberapa hal, yakni kurikulum pendidikan dan pelatihan yang belum mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Karena, sambungnya, kurikulum tersebut disusun sebelum SKKNI ditetapkan.

"Lalu, terbatasnya pengetahuan tentang SKKNI, serta belum adanya kesamaan sudut pandang dalam struktur dan isi kurikulum," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (21/6/2016).

Menurutnya, keberadaan SKKNI di sektor batik selayaknya direspons oleh masyarakat pendidikan dengan menyesuaikan materi dan konstruksi kurikulum yang didasarkan pada unit-unit kompetensi yang tersedia.

Selain itu, imbuhnya, materi pembelajaran juga disesuaikan dengan skema klaster/okupasi yang dikembangkan pada standar uji kompetensi.

Dia melihat setelah batik ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Unesco pada 2009, perkembangan industri batik mulai bergairah. Kondisi itu berdampak langsung pada lahirnya berbagai upaya pelestarian.

"Pendidikan dan pelatihan batik berkembang di berbagai jalur dan jenjang pendidikan formal, non formal, maupun informal. Meskipun begitu, berbagai pihak menyusun kurikulum sesuai dengan perspektif masing-masing," tuturnya.

Dia melanjutkan kondisi tersebut berdampak pada lahirnya kompetensi lulusan yang sangat beragam dan tidak standar.

Dia berharap Simposium Kurikulum Batik Berbasis SKKNI yang digelar dapat membantu berbagai pihak dalam menciptakan pekerja batik yang kompeten.
Sumber : kabar24.bisnis.com
Untuk memperkuat pemasaran batik, produsen batik di Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat mengikuti perkembangan zaman. Sebab, di era digital ini, produsen yang tidak dapat mengikuti kemajuan teknologi akan tersingkir dalam persaingan global.

“Untuk menyikapi persaingan-persaingan, perlu adanya berbagai perbaikan berupa kreativitas dan inovatif. Itu yang harus terus digali untuk bertahan menghadapi persaingan, terlebih di era digital saat ini,” kata Ketua Kadin Kabupaten Pekalongan, HA Failasuf SE, kemarin.

Menurutnya, sebagus apapun produk seseorang, jika tidak dapat memasarkannya maka akan percuma. Apalagi saat ini, sarana pemasaran serba menggunakan sistem online. Maka pengusaha harus benar-benar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi ini. “Percuma kalau barangnya bagus, tapi tidak mengikuti perkembangan teknologi,” kata dia.

Ia mengatakan, saat ini sudah mulai banyak produsen-produsen batik di Kabupaten Pekalongan yang memanfaatkan perkembangan teknologi. “Apabila tidak dapat memanfaatkannya, tentu sangat disayangkan. Sebab, banyak yang punya smartphone dimana-mana. Itu kan bisa jadi sarana marketing,” ujarnya.

Ia berharap, batik Pekalongan yang bagus ini dapat diterima para konsumen, khususnya pecinta batik yang akan berbelanja di Pekalongan. Terlebih mendekati musim mudik lebaran seperti saat ini. Menurutnya, hal tersebut harus didukung dengan promosi yang baik, baik oleh para produsen batik itu sendiri maupun dari pemerintah yang turut membantu menentukan kebijakan-kebijakan terkait promosi batik.

Menjelang Lebaran ini, lanjut dia, kondisi pasar batik di Kabupaten Pekalongan mulai mengalami peningkatan sekitar 30 persen dibanding hari-hari biasanya. Meskipun, dinilai masih belum sebagus tahun lalu, namun hal ini belum bisa ditentukan lantaran puncak keramaian biasanya terjadi pada H-10.

“Kita belum bisa memperkirakan apakah seramai tahun lalu atau bahkan lebih ramai. Karena, puncak keramaian baru akan mulai terjadi pada H-10 Lebaran,” jelas dia.

Para pedagang batik di Kabupaten Pekalongan diminta untuk mempersiapkan diri menghadapi mudik di Jalur Pantura dari arah Jakarta-Semarang. Berbagai barang-barang dagangan yang menjadi ciri khas Pekalongan, yakni batik, harus dipersiapkan untuk para pemudik ini.

“Mendekati Lebaran sudah mulai ramai, makanya harus benar-benar dipersiapkan. Sebab, salah satu destinasi wisata di Pekalongan adalah batik. Masyarakat luar ke Pekalongan kebanyakan mencari yang khas disini ya batik. Makanya, mudik ini dipersiapkan,” tandasnya.
Sumber : radarpekalongan.com
Sejak jaman dulu bisa dibilang rok adalah soulmate-nya kebaya. Intinya rok merupakan bawahan yang paling cocok dipadupadankan dengan atasan kebaya. Munculnya rok kebaya yang semakin terkenal, tak lepas dari popularitas kebaya modern yang terlebih dulu booming. Model rok kebaya sendiri juga bervariasi, termasuk juga motif, warna dan ukurannya. Intinya apapun jenis kebaya-nya, banyak pilihan padu-padan bawahan rok kebaya yang bisa kita pilih sesuai selera kita.

Seperti yang disebutkan tadi banyak sekali varian rok kebaya modern, terutama bahan yang digunakan. Secara umum rok kebaya banyak yang dibuat dari kain batik. Untuk tampilan mewah dan lebih glamour biasanya terbuat dari batik sutera. Sedangkan untuk tampilan simple banyak yang dibuat dari batik katun. Dulu rok bawahan kebaya ini identik dengan model yang monoton yaitu berbentuk lurus. Namun kini model rok kebaya sendiri banyak mengalami modifikasi, tentunya menyesuaikan dengan versi modern kebaya atasannya.

Jenis-jenis Rok Kebaya Masa Kini

Masalah pilihan rok kebaya, selera orang cenderung berbeda-beda. Ada yang suka memakai rok kebaya pendek, namun ada juga yang lebih percaya diri dengan balutan rok kebaya panjang. Terlepas apapun pilihannya, ada beberapa jenis rok kebaya yang dibedakan menurut modelnya. Berikut ini diantaranya.

    Rok Kebaya Model Asimetris

Model rok kebaya ini memiliki pola yang tidak beraturan. Ciri khas yang paling mencolok adalah rok bagian depan ukurannya lebih pendek dibanding bagian belakang. Karena lebih menonjolkan kesan atraktif dan sensual, rok kebaya model asimetris lebih cocok dikenakan oleh wanita muda.

    Rok Kebaya Model Tulip

Rok kebaya Tulip modelnya menyesuaikan dengan bentuk badan sehingga sering disebut rok model pas atau span. Bentuknya yang lurus kebawah dan mengerucut di bagian kaki mirip dengan bentuk bunga Tulip, sehingga familiar dengan sebutan Rok Kebaya Model Tulip.

    Rok Kebaya Model Mermaid

Kenal dengan rok model duyung? Ya, itu adalah nama lain dari Rok Kebaya Model Mermaid. Modelnya mirip dengan rok kebaya model Tulip yaitu memiliki cutting menyempit atau pas sesuai lekuk tubuh dari pinggang hingga lutut. Bedanya untuk model Mermaid ini dibuat mengembang di bagian kaki. Tak jarang para desainer menambahkan aksen lipit di bagian ekor duyung agar tampilannya tidak monoton dan lebih fresh.

    Rok Kebaya Songket

Rok kebaya dari Songket umumnya hanya berbentuk rok lurus. Namun modelnya sendiri tergantung dari kualitas songketnya. Jika rok kebaya terbuat dari Songket hasil alat tenun bukan mesin, maka pilihannya adalah rok bawahan berbentuk kain tanpa jahitan. Cara memakainya tentu sangat mudah, tinggal melilitkan di pinggang, seperti cara memakai kain wanita-wanita jaman dulu.

Rok kebaya bisa dipilih sesuai selera, tentunya dengan mengacu pada model kebaya yag dikenakan. Namun satu hal lagi, pilihan ini juga harus berdasarkan kondisi tubuh, misalnya sesuai bentuk tubuh, lingkar pinggang, dan lain-lain. Lebih lanjut, berikut tip memilih rok kebaya sesuai dengan bentuk tubuh.

    Rok Kebaya Bervolume

Rok kebaya bervolume (bentuk pensil) cocok untuk wanita bertubuh kurus. Modelnya yang panjang bervolume tentu memberi kesan tubuh lebih berisi. Untuk kebaya atasan sebaiknya dipilih yang agak longgar agar terlihat serasi dengan bawahan. Untuk jenis rok kebaya bervolume sebaiknya dipilih yang kaya motif.

    Rok Kebaya Simple

Rok kebaya simpe bisa dibilang kebalikan dari rok bervolume. Rok ini lebih cocok dikenakan oleh wanita bertubuh agak besar. Dengan model rok tanpa banyak volume maka tubuh terkesan lebih kurus. Untuk tubuh yang gemuk sebaiknya menghindari rok dengan banyak motif. Pilih satu warna saja. Hal ini akan membuat tubuh terlihat lebih ramping dari bentuk yang sebenarnya.

    Paduan Rok Kebaya Panjang

Paduan rok kebaya panjang lebih tepat dikenakan untuk menghadiri acara-acara formal. Untuk kebaya atasannya bisa dipilih kebaya batik atau kebaya Songket. Untuk mendapatkan kesan religius bisa ditambahkan kerudung agar tampilan lebih ‘berwarna’. Gunakan warna-warna soft agar penampilan lebih mempesona.

Selain berbagai jenis rok kebaya diatas, dipastikan padu-padan kebaya ini masih akan terus berkembang menjadi lebih variatif lagi tahun depan dan tahun-tahun berikutnya. Tentunya menarik untuk ditunggu terutama bagi wanita pecinta kebaya.
Sumber : modelkebayamodern.com
Para pengusaha di Kampung Batik Laweyan didorong untuk memanfaatkan teknologi digital serta informasi guna memasarkan produknya. Selama ini, kebanyakan perajin masih memasarkannya secara konvensional.

Pemerintah Kota Surakarta menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk untuk mewujudkan Laweyan sebagai kampung digital. "Saat ini penggunaan teknologi sudah menjadi kebutuhan," kata Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo, Jumat, 17 Juni 2016.

Menurut Purnomo, Kampung Batik Laweyan merupakan pusat ekonomi kreatif andalan di kota tersebut. Masyarakat di kampung itu masih terus melestarikan batik yang merupakan peninggalan kebudayaan. "Mereka merupakan perajin tradisional yang dituntut untuk terus berinovasi," ujarnya.

Salah satu inovasi yang harus dilakukan adalah pengembangan sistem pemasaran. Saat ini masih banyak perajin yang hanya mengandalkan pemasaran dari banyaknya turis yang berkunjung ke kampung tersebut.

Support WFP

Mereka harus bersaing dengan para pedagang batik dari daerah lain yang telah mengaplikasikan teknologi melalui jual-beli online. “Kampung Batik Laweyan harus didorong untuk melakukan hal serupa,” tuturnya.
Pihaknya sengaja menggandeng perusahaan telekomunikasi untuk bisa menyediakan sarana hingga pendampingan kepada para perajin. "Kami mencari pola kerja sama yang paling menguntungkan bagi para perajin," ucapnya.

Koordinator Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan Alpha Pabela mengakui belum banyak perajin yang memanfaatkan teknologi dalam pemasarannya. "Kebanyakan masih mengandalkan turis," katanya.

Penyebabnya, sebagian perajin masih mengandalkan manajemen tradisional dalam menjalankan bisnis. "Termasuk pemasarannya," ujarnya. Penggunaan teknologi informasi memang sudah saatnya digunakan. "Namun butuh pendampingan dan pelatihan."

Hanya, dia tetap merasa khawatir jika penggunaan perdagangan online itu bisa menyebabkan kunjungan wisata ke Laweyan menurun. "Pembeli cukup membeli melalui online," tuturnya. Padahal banyak potensi Laweyan yang layak dijual kepada wisatawan, seperti kesejarahan, arsitektur, hingga workshop membatik.

Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Muhammad Awaludin mengatakan, dalam kerja sama itu, pihaknya menyediakan pendampingan hingga website yang bisa digunakan untuk para perajin dalam menjalankan bisnis online. "Para perajin cukup menanggung biaya transfer data," ucapnya.

Rencananya, pendampingan itu akan dilakukan selama tiga bulan. Dia yakin waktu tiga bulan sudah cukup untuk memberikan pengetahuan bagi perajin mengenai dunia online. "Jika masih dirasa kurang, bisa kami tambah," katanya.
Sumber : m.tempo.co
Jardiyanto (41) warga Jogokariyan Mantrijeron Yogyakarta berkreasi membuat peci batik dan memasarkannya tepat di bulan suci ramadan sehingga laku keras di pasaran.

Kain batik sisa penjahit di sebelah rumahnya disulap menjadi peci indah yang memiliki nilai jual tinggi. Dari tangannya sendiri dan mesin jahit Jardiyanto memproduksi peci batik. Bahkan, selalu habis terjual saat di jual di pasar sore Jogokariyan. Hingga minggu kedua Ramadhan ini tak kurang 30-an peci laku terjual hingga keluar daerah.

"Ide awalnya memang setiap sholat di masjid belum ada yang menggunakan peci motif batik, padahal Yogyakarta kan sekarang jadi kota batik. Yasudah saya kemudian coba beli sisa kain di tetangga yang penjahit lalu diproduksi dan ternyata banyak yang berminat," ungkapnya pada KRjogja.com Minggu (19/6/2016).

Dalam sehari, Jardi baru mampu memproduksi 4-5 peci batik dengan harga Rp40-50 ribu per unit mengingat masih mengalami keterbatasan tenaga. "Saya masih sendiri jadi baru bisa produksi skala kecil, mungkin nanti setelah Lebaran mau melatih teman-teman sekitar karena sudah ada beberapa yang tertarik," ungkap pria yang sempat ikut pelatihan LPMK Mantrijeron ini.
Sumber : www.krjogja.com
Batik keraton merupakan batik yang dibuat dikalangan keraton dengan motif tertentu. Dahulu batik ini hanya digunakan oleh kalangan keraton saja. Karena itu, batik jenis ini sangatlah eklusif dan tidak sembarang orang bisa mengenakannya.

Batik berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” yang diaplikasikan ke atas kain untuk menahan masuknya bahan pewarna. Dari zaman kerajaan Mataram Hindu sampai masuknya agama demi agama ke pulau jawa, sejak datangnya para pedagang India, Cina, Arab, yang kemudian disusul oleh para pedagang dari Eropa, sejak berdirinya kerajaan Mataram Islam yang dalam perjalanannya memunculkan Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta, batik telah hadir dengan corak dan warna yang dapat menggambarkan zaman dan lingkungan yang melahirkan.

Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu pola atau motif batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya.

Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedangkan bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari pohon mengkudu, tinggi, soga, nila dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Kerajinan batik ini, di Indonesia telah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke XVIII atau awal abad ke XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke XX. Sedangkan batik cap baru dikenal setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920.

Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam keraton saja sehingga disebut batik keraton dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak pengikut raja yang tinggal di luar keraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar keraton dan dikerjakan di tempatnya masing-masing.

Sejarah Motif Batik Keraton

Keberadaan batik Yogyakarta tentu saja tidak terlepas dari sejarah berdirinya kerajaan Mataram Islam oleh Panembahan Senopati. Setelah memindahkan pusat kerajaan dari Demak ke Mataram, dia sering bertapa di sepanjang pesisir Pulau Jawa, antara lain Parangkusuma menuju Dlepih Parang Gupito, menelusuri tebing Pegunungan Seribu yang tampak seperti “pereng” atau tebing berbaris.

Sebagai raja Jawa yang tentu saja menguasai seni, maka keadaan tempat tersebut mengilhaminya menciptakan pola batik lereng atau parang, yang merupakan ciri ageman (pakaian) Mataram yang berbeda dengan pola batik sebelumnya. Karena penciptanya adalah raja pendiri kerajaan Mataram, maka oleh keturunannya, pola-pola parang tersebut hanya boleh dikenakan oleh raja dan keturunannya di lingkungan istana. Motif larangan tersebut dicanangkan oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1785. Pola batik yang termasuk larangan antara lain : Parang Rusak Barong, Parang Rusak Gendreh, Parang Klithik, Semen Gedhe Sawat Gurdha, Semen Gedhe Sawat lar, Udan liris, Rujak Senthe, serta motif parang-parangan yang ukurannya sama dengan parang rusak.

Semenjak perjanjian Giyanti tahun 1755 yang melahirkan Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, segala macam tata adibusana termasuk di dalamnya adalah batik, diserahkan sepenuhnya oleh Keraton Surakarta kepada Keraton Yogyakarta. Hal inilah yang kemudian menjadikan keraton Yogyakarta menjadi kiblat perkembangan budaya, termasuk pula khazanah batik. Kalaupun batik keraton Surakarta mengalami beragam inovasi, namun sebenarnya motif pakemnya tetap bersumber pada motif batik Keraton Yogyakarta.Gambar Sejarah Munculnya Batik Keraton

Batik tradisional di lingkungan Kasultanan Yogyakarta mempunyai ciri khas dalam tampilan warna dasar putih yang mencolok bersih. Pola geometri keraton Kasultanan Yogyakarta sangat khas, besar-besar dan sebagian diantaranya diperkaya dengan parang dan nitik. Sementara itu, batik di Puro Pakualaman merupakan perpaduan atara pola batik Keraton Kasultanan Yogyakarta dan warna batik Keraton Surakarta. Perpaduan ini dimulai sejak adanya hubungan keluarga yang erat antara Puro Pakualaman dengan Keraton Surakarta ketika Sri Paku Alam VII mempersunting putri Sri Susuhunan Pakubuwono X. Putri Keraton Surakarta inilah yang memberi warna dan nuansa Surakarta pada batik Pakualaman, hingga akhirnya terjadi perpaduan keduanya. Dua pola batik yang terkenal dari Puro Pakulaman yakni Pola Candi Baruna yang terkenal sejak sebelum tahun 1920 dan Peksi Manyuro yang merupakan ciptaan RM Notoadisuryo. Sedangkan pola batik Kasultanan yang terkenal antara lain Ceplok Blah Kedaton, Kawung, Tambal Nitik, Parang Barang Bintang Leider dan sebagainya.

Sumber : rumahbatik.com