Diberdayakan oleh Blogger.

Seharag Batik

Tokoh Batik

The Latest

Belakangan ini kain tradisional khas Indonesia, Batik, memang sedang menjadi salah satu tren di dunia fashion. Bukan hanya di Indonesia, bahkan batik juga banyak diminati oleh para pecinta fashion di dunia internasional. Sebut saja Jessica Alba, Julia Roberts dan Nicole Richie yang tampak bangga dengan baju dan kain batik yang mereka gunakan untuk menunjang penampilan mereka.

Namun dibalik ketenaran batik, sayangnya banyak orang yang belum mengetahui tentang cara perawatan batik yang baik dan benar. Batik terutama yang berbahan sutra memang memerlukan perawatan lebih dibandingkan dengan jenis kain lainnya. Salah dalam perawatan, justru akan membuat baju atau kain batik kesayanganmu jadi lebih cepat rusak rusak dan kusam. Lalu seperti apa cara perawatan batik yang benar? Simak tipsnya di bawah ini yuk, Toppers!

1. Cuci secara manual

Mesin cuci memang merupakan solusi untuk mencuci pakaian yang menumpuk, dengan lebih cepat dan praktis. Selain mempercepat proses pencucian, mesin cuci juga dapat membuat pakaian menjadi lebih cepat kering. Namun nyatanya tidak semua pakaian bisa dicuci dengan menggunakan alat pencuci instan ini, salah satunya baju berbahan batik. Mencuci batik dengan mesin cuci akan merusak serat dan warna kain. Oleh karena itu, agar baju batik kamu tetap awet, sebaiknya hindari mencucinya dengan mesin cuci. Cukup cuci manual dengan menggunakan tangan, tanpa menggosoknya dengan sikat cuci.

2. Jangan cuci dengan detergen

Saat mencuci batik, sebaiknya hindari penggunaan detergen. Bahan-bahan kimia yang terkandung pada detergen bersifat keras dan bisa mengikis warna kain, terutama kain yang dibuat dengan pewarna alami. Untuk menghilangkan noda-noda yang membandel, kamu bisa mencucinya dengan menggunakan shampo dan sabun mandi yang tentunya kandungan bahan kimia didalamnya tidak sekeras bahan kimia pada detergen. Atau kamu juga dapat menggunakan bahan alami seperti merendamnya dengan air hangat dan mencucinya dengan kulit jeruk ataupun buah lerak. Selain sebagai pembersih noda alami yang ramah lingkungan, aroma buah lerak juga mampu mencegah munculnya serangga kecil seperti ngengat yang dapat merusak baju batik kesayanganmu.
Jual baju batik couple

Baju Batik Couple yang bisa kamu beli di Tokopedia ini akan membuat kamu dan pasangan kamu tampil lebih kompak

3. Jangan diperas

Batik khususnya yang berbahan sutra memang memerlukan perawatan yang ekstra hati-hati, termasuk juga dalam proses pencuciannya. Setelah mencucinya, mungkin kamu sering memeras batik untuk mengeringkan sisa-sisa air. Namun memeras batik justru akan membuatnya lebih cepat dan mudah rusak. Oleh karena itu, setelah mencuci batik kesayanganmu secara manual, hindari pengeringan dengan cara diperas. Setelah diangkat dari air, kamu cukup menggantungnya untuk mengeringkan sisa air cucian di dalamnya.

4. Keringkan dengan diangin-anginkan saja

Menjemur batik di bawah sinar matahari secara langsung juga dapat merusak warna dan tekstur kainnya. Oleh karena itu, sebaiknya hindari batik kamu dari terpaan sinar matahari langsung. Untuk mengeringkannya, cukup diangin-anginkan saja atau jemur di tempat yang teduh. Jangan lupa pula untuk membalik baju batik Anda ketika dikeringkan agar warna bagian luarnya tidak cepat pudar dan kusam.
Jual Batik Wayang

Kemeja Batik dengan motif berbagai karakter Wayang dalam pertunjukkan seni khas Jawa ini tersedia di Tokopedia!

5. Lapisi batik dengan kain saat menyetrika

Salah satu cara untuk membuat batik kamu terlihat selalu rapi adalah dengan cara menyetrikanya. Namun saat menyetrika baju batik, hindari kontak langsung antara setrika dengan dengan baju. Jika bersentuhan langsung, maka panas dari setrika dapat merusak kain dan juga warna batik kamu. Lapisi batik dengan kain diatasnya terlebih dahulu. Kamu juga bisa menyemprotkan sedikit air pada kain batik sebelum menyetrika agar kain tersebut lebih mudah dirapikan.

6. Hindari penggunaan kapur barus

Menambah kapur barus atau kamper pada lemari pakaian memang bisa menjauhkan pakaian dari bau apek dan ngengat. Namun tidak untuk baju batik. Penggunaan kapur barus pada lemari penyimpanan akan membuat baju atau kain batik kesayanganmu menjadi mudah rusak dan kusam. Untuk menghindari ngengat, sebaiknya gunakan bahan-bahan alami seperti merica dan kayu cendana. Jika terpaksa harus menggunakan kapur barus, hindari kontak langsung antara baju dengan kapur barus dengan cara membungkus baju batik dengan plastik terlebih dahulu sebelum disimpan di lemari pakaian.
Jual Dress Batik Anak

Kenalkan batik kepada buah hati sejak kecil untuk meningkatkan kecintaannya pada produk Indonesia. Salah satu caranya yaitu dengan membelikannya Dress Batik Anak dengan berbagai model dan motif yang lucu ini.

7. Jangan semprotkan parfum

Pewangi seperti parfum memang bisa menjadi solusi untuk menjauhkan kamu dari yang namanya bau badan. Namun jika ingin menggunakan parfum, hindari menyemprotkannya secara langsung pada kain batik, terutama pada kain batik berbahan sutera dengan pewarna alami. Bahan-bahan aktif pada parfum dapat merusak motif dan warna batik kesayangan kamu. Sebaiknya kamu menyemprotkan parfum pada bagian tubuh kamu secara langsung, seperti pada leher, nadi pergelangan tangan dan sebagainya. Tentunya wangi parfum juga akan tahan lebih lama jika disemprotkan langsung pada badan daripada pada baju.
Siapa yang tidak tahu batik Indonesia, batik sudah menjadi barang yang wajib dimiliki oleh sema kalangan. Batik adalah mahakarya asli yang dihasilkan oleh Indonesia khususnya pulau Jawa.

Dulu kain batik tidak mempunyai fungsi seperti sekarang ini. Pada zaman dahulu batik hanya digunakan untuk jarik saja, Namun sekarang ada banyak pakaian yang dibuat dari kain batik. Mulai dari baju batik, celana batik, dress batik hingga rok batik.

Jika masih bingung tentang padu padan rok batik, berikut beberapa contoh perpaduan rok untuk busana muslim dengan rok batik
  • Perpaduan rok batik dengan kemeja putih, karna atasannya sudah berwarna netral jadi untuk rok batiknya kita bisa memadukan dengan warna apa saja. Dan untuk hijab bisa memilih warna yang senada dengan warna rok batik. Dengan pakaian ini akan membuat Anda cantik dan anggun namun tetap muslimah. Untuk pemilihan sepatu, bisa memakai sepatu flat agar lebih menambah kesan girly. Busana ini akan cocok digunakan untuk pergi ke kampus bagi Anda yang masih mahasiswa.rok batik
  •  Misalkan perpaduan rok lipit batik yang berwarna coklat dan hijau dengan atasan baju dengan kain kaos berwarna hijau toska. Untuk hijabnya yang dipilih adalah hijab pashmina dengan warna merah. Perpaduan tabrak warna yang keren dan trendy. Bisa ditambahkan aksesoris berupa gelang polos dengan warna yang senada dengan busana, kaca mata dan juga tas. Dengan tabrak warna tersebut akan memberikan kesan yang ceria dan fresh bagi pemakainya. Namun jangan asal menabrakan warna, Anda bisa mencari beberapa informasi tentang tabrak warna yang cocok. Pakaian ini cocok digunakan untuk acara reuni dan juga acara – acara casual lainnya.batik-dress-muslimah
  • Contoh perpaduan yang ketiga ini adalah paduan rok flare batik berwarna ungu dengan atasan kemeja putih polos. Untuk lebih serasi, hijab yang dipilih adalah hijab pashmina polos yang berwarna ungu. Kostum ini cocok digunakan untuk reuninan atau juga ke kampus, karena meskipun kostum ini casual namun masih memiliki kesan resmi.
  • Kostum yang satu ini cocok digunakan untuk Busan Bekerja, karena memiliki unsur yang resmi. Perpaduan rok panjang lurus yang lebar berwarna coklat dengan atasan blazer berwarna kuning ini membuat pemakainya terkesan formal. Hijab yang dipilih adalah hijab pashmina coklat yang polos.
  • Busana kelima. Busana yang ini adalah perpaduan rok batik yang memiliki banyak motif namun tetap senada. Anda bisa memadukannya dengan atasan berupa kemeja berwarna pink kalem. Hijab yang dipilih adlah hijab paris dengan warna pink cerah. Busana ini akan cocok diguanakan untuk acara yang casual maupun resmi. yang casual misalnya anda pergi bersama teman – teman, sedangkan yang resmi adalah digunakan saat pergi ke kampus atau juga ke seminar, dengan catatan Anda harus menambahkan blazer yang berwarna cerah yang akan memberikan kesan resmi.
Salah satu kegiatan yang sangat menyenangkan adalah berbelanja, termasuk dalam berbelanja batik. Batik adalah salah satu busana tradisional yang berasal dari Jawa.

Kini, batik menjadi sebuah busana yang memiliki tampilan yang menarik dan modern. Dalam menggunakan batik, kamu harus mengetahui beberapa tipsnya, seperti kain, motif dan warnanya.

Berikut ini adalah beberapa tips dalam memilih busana batik agar sesuai dengan kebutuhan kamu.

Untuk busana kasual, sebaiknya kamu memilih batik yang bercorak fauna dan flora. Selain, itu usahakan batik berada dalam paduan warna yang cerah sehingga memberi kesan aktif dan ceria.

Jika kamu memiliki tubuh yang besar, pilihlah motif batik yang ukurannya sedang. Hindari motif yang ukurannya terlalu besar ataupun terlalu kecil. Sedangkan, jika kamu memiliki tubuh yang mungil, pastikan kamu memilih motif batik berukuran kecil.

Untuk gaya kasual, kenakan busana berpotongan simpel dengan aplikasi atau detail menarik. Dan agar nyaman dipakai, untuk busana kasual pilihlah batik yang terbuat dari katun.

Adapun untuk busana kerja, sebaiknya kamu memilih batik dalam kombinasi warna gelap atau pastel, serta bercorak geometris agar penampilan kamu menjadi tetap terlihat rapi, simpel, dan formal.

Jika kamu memiliki tubuh yang besar, pilihlah motif geometris yang berukuran sedang, atau kombinasi motif geometris yang besar dengan yang ukurannya kecil agar sesuai dengan proporsi tubuh kamu.

Sedangkan bila kamu memiliki tubuh yang mungil, jangan ragu untuk memilih batik bermotif geometris berukuran sedang agar bentuk tubuh tampak lebih proporsional.

Untuk aktivitas kerja, pastikan kamu memilih desain busana yang simpel namun tegas, sehingga tetap berkesan profesional. Hanya jika diperlukan bisa ditambah detail atraktif yang terkesan minimalis, seperti opnaisel, ploi, saku, atau tali pinggang.

Terakhir, pilihlah batik yang terbuat dari katun dan tambahkan superlining sebagai pelapis dalam (furing) agar jatuhnya busana terlihat lebih tegas dan rapi.

Yang terakhir adalah tips dalam memilih batik untuk busana pesta. Apabila kamu ingin membuat busana pesta atau resmi dari kain batik, kamu bisa menggunakan berbagai jenis motif dan paduan warna.

Yang penting, pilihlah warna serta motif batik yang sesuai dengan jenis acara yang akan kamu hadiri (suasana pesta). Untuk acara pesta yang beratmosfer santai atau semiresmi, kamu bisa memilih batik bermotif fauna dan flora dalam paduan warna cerah ataupun terang. Untuk acara pesta yang resmi, batik bermotif fauna dan flora dalam paduan warna cerah ataupun terang. Selain itu, untuk acara pesta yang resmi, batik bermotif geometris berukuran sedang atau motif-motif klasik, seperti motif Jlamprang dan Truntum dalam sentuhan warna terang atau gelap yang terkesan mewah bisa menjadi pilihan yang tepat. Batik bermotif flora juga bisa dipilih untuk menciptakan busana resmi yang terkesan elegan.
Batik merupakan warisan leluhur yang sudah mendunia. Unesco (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB) telah menetapkan Batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan unrtuk Budaya Lisan dan Nonbendawi sejak 2 Oktober 2009.

Kata Batik merupakan gabungan dari 2 kata Jawa, “amba” yang bermakna menulis dan “titik” yang berarti titik, atau menulis titik. Di Pulau banyak terdapat pusat pembuatan Batik, tapi ada 8 sentra batik yang menarik untuk dikunjungi dari 6 Provinsi yang ada di Pulau Jawa.

Kampung Batik Laweyan, Solo – Jawa Tengah

Terletak 5 KM dari Pusat Kota Solo, Kampung Laweyan merupakan berkah bagi Pemerintah Kota Solo. Kampung yang ada sejak tahun 1546 M atau masa Kerajaan Pajang kini menjadi pusat perhatian turis asing maupun domestik untuk melihat proses pembuatan batik dan tentunya membeli oleh-oleh khas Batik Solo.

Kampung ini mulanya adalah sebuah pasar yang menyediakan bahan baku tenun (Lawe) sejak zaman Kerajaan Pajang. Bahan baku kapas pada saat Kerajaan Pajang dipasok dari desa Pedan, Juwiring dan Gawok.

Kampung Laweyan merupakan tempat lahirnya Mas Ngabehi Sutowijaya yakni pendiri Dinasti Mataram Islam. Selain itu tempat berdirinya Sarekat Dagang Islam tahun 1911 yang dipimpin oleh K.H. Samanhudi. Para saudagar batik di Laweyan juga merintis berdirinya “Persatoean Peroesahaan Batik Boemi Putera Soerakarta” di tahun 1935.

Saat ini ada sekitar 70 pedagang batik dari skala kecil hingga menengah yang aktif di Kampoeng Laweyan. Tahun2009 pemerintah RI memberikan penghargaan tertinggi UPAKARTI bagi Kampung Laweyan untuk kategori KAWASAN INDUSTRI KECIL.

Kampung Batik Kemplong, Kabupaten Pekalongan – Jawa Tengah

Sebagian besar masyarakt Inodnesia memang mengenal Pekalongan sebagai sentra penghasil Batik terbesar. Bahkan slogan Kota Pekalongan adalah KOTA BATIK (Bersih, Aman, Tertib Indah Komunikatif). Kota Pekalongan yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa banyak dipengaruhi oleh kedatangan bangsa luar seperti Cina dan orang Belanda yang memperkenalkan corak Batik Belanda di Pekalongan.

Pekalongan memperkaya koleksi batik Nusantara karena bercorak campuran dengan pengaruh dari Cina, Arab dan Belanda. Batik yang berasal dari Pekalongan memiliki banyak warna. Pengrajin batik yang terkenal dari Pekalongan adalah Eliza Van Zuylen Oey Soe Tjoen. Di Pekalongan banyak sekali industri rumahan kecil maupun menengah yang memproduksi Batik.

Masyarakat di Pekalongan khususnya Kecamatan Widasari membentuk komunitas pengrajin batik, oleh Menteri Perdagangan saat itu Mari Elka Pangestu meresmikan Kampung Batik Kemplong pada 30 April 2009.

Kampung Batik Girli Kliwonan, Sragen – Jawa Tengah

Kampung Batik di Sragen ini merupakan alternatif dari Batik Solo. Menariknya setiap bulan Agustus – November biasanya diselenggarakan Festival Desa Batik di Sragen.

Mengapa disebut Girli? Kata ini sangat berkaitan dengan bahasa Inggris (yang berhubungan dengan masa gadis/perempuan). Namun maksudnya sebenarnya dari Girli adalah “Pinggir Kali”. Lokasi Desa Kliwonan yang menarik tentu menjadi pemandangan tersendiri bagi para wisatawan.

Jelajah wisata yang ditawarkan sangat menarik, kita bisa memancing di pinggiran Kali Bengawan Solo yang legendaris, juga belajar membatik dan membeli batik dengan kulaitas yang sangat bersaing tentunya. Hasil dari kerjaninan batik tidak hanya kain dan baju saja, namun perca (guntingan kain) batik digunakan untuk kerajinan tas, dompet, sendal bantal hias hingga selimut.

Di kampung ini juga terkenal bai wisatawan untuk homestay di rumah penduduk. Biaya yang dikeluarkan juga cukup terjangkau saat ini sekitar Rp 50.000 per orang/hari. Untuk mencapai lokasi ini dari Kota Solo berkendaraan mobil menuju arah Jalan Raya Solo – Surabaya hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Kampung Batik Trusmi, Cirebon – Jawa Barat

Perkembangan wilayah Cirebon dan sekitarnya tidak bisa lepas dari Sunan Gunung Jati. Salah satu pengikut setianya, Ki Gede Trusmi memiliki keahlian membatik lalu ia mengajarkan kerajinan membatik kepada masyarakat di sekitar tempatnya tinggal.

Letak Kampung Trusmi sekitar 4 KM dari Cirebon ke arah Bandung. Apabila anda datang dari Jakarta, keluar tol Plumbon ke arah Kota Cirebon atau menggunakan jalur Palimanan. Setelah melewati pusat pertokoan di Jalan Raya Plumbon anda akan menemukan perempatan Pasar Plered. Belok ke arah kiri, tidak terlalu jauh langsung akan menemukan jajaran pengrajin batik. Di sana ada sekitar 400-an pengrajin batik yang berjejer di sepanjang jalan Trusmi bahkan sampai masuk ke gang-gang. Tenaga kerja yang mampu diserap hingga berjumlah 3.700 orang.

Corak dari Batik Cirebon adalah warnanya yang cerah dengan corak Mega Mendung. Umumnya batik Cirebon memiliki motif wadasan atau batu di beberapa bagiannya dengan garis tunggal yang umumnya digaris secara tipis.

Kampung Batik Ngasem, Yogyakarta

Bagi pencinta batik, tentunya mengenal Kampung Batik Ngasem, sebab koleksi motifnya yang cukup lengkap mulai dari Batik Betawi, Batik Madura, Batik Pekalongan, dan lain-lain. Harga yang ditawarkan cukup bervariasi dari yang termurah sekitar belasan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Letaknya di sebelah barat Keraton Jogja dan masih dalam wilayah kecamatan Keraton Jogja. Menjadikannya sebuah kampung wisata di tengah kota. Menyusuri toko-toko batik di Kampung Ngasem memiliki kenikmatan tersendiri karena tidak berdesak-desakan seperti di Pasar Beringharjo, sekaligus dapat menikmati wisata di Keraton Hadiningrat.

Di lokasi ini juga terdapat pabrik batik tulis suapaya wisatawan bisa langsung berinteraksi dengan para pengrajin batik.

Kampung Batik Jetis, Sidoarjo - Jawa Timur.

Menurut sejarah batik yang berasal dari Sidoarjo ini sudah ada sejak tahun 1675 M. Mula-mula batik ini dibangun oleh Mbah Mulyadi keturunan Raja Kediri yang pindah ke Sidoarjo. Ia memasarkan batiknya di Pasar Jetis.

Kemudian Mbah Mulyadi ini mengajarkan proses pembuatan batik kepada masyarakat di sekitarnya. Namun pamor batik Jetis ini memudar dan hilang karena tidak ada yang mau menjadi pengrajin batik lagi saat itu. Baru di tahun 1950-an ada seorang warga Jetis yang ingin menghidupkan kembali pamor batik Jetis.

Bud Wida (Widiarsih) membuka kembali usaha batik tulis, banyak diantara pekerjanya adalah warga dari Kampung Jetis. Dari para karyawan Bu Wida inilah usaha batik tulis di Kampung Jetis bersemangat tumbuh kembali sejak tahun 1970-an.

Motif Batik Jetis dikenal karena warnanya yang berani seperti menggunakan warna merah, hijau, kuning dan biru. Sebagian besar masyarakat Jetis memang berprofesi sebagai pengrajin batik atau bekerja di industri bati. Karena itu kaum muda Sidoarjo membentuk sebuah paguyuban pada tanggal 16 April 2008 meresmikan Paguyuban Batik Sidoarjo. Akhirnya pada tanggal 3 Mei 2008 Bupati sidoarjo meresmikan Pasar Jetis sebagai daerah industri batik dan diberi nama “Kampoeng Batik Jetis”.

Kampung Batik Banten

Banten propinsi yang berada paling barat Pulau Jawa ternyata juga memiliki sentra produksi batik. Sentra batik ini mulai dibangun tahun 2002 dan tidak terlalu besar, namun memiliki omzet penjualan yang cukup besar.

Kampung Batik Banten terletak di Jalan Bhayangkara, Kampung Kubil, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Cipocok Jaya, Serang. Motif batik Banten yang terkenal dengan nama motif Sebakingking yang merupakan gelar Sultan Maulana Hasanuddin. Mengenai pewarnaan, kita bisa memesannya kepada pengrajin batik di Banten.

Kampung Batik Palbatu, Tebet – Jakarta Selatan

Sebagai ibukota Republik Indonesia, Jakarta termasuk lambat dalam membangun Kampung Batik. Walaupun UNESCO sudah memberikan apresiasi dengan menjadikan batik sebagai warisan dunia sejak 2009, Kampung Batik Jakarta baru dibangun pada Mei 2011 di Palbatu, Tebet, Jakarta Selatan.

Ide pendirian Kampung Batik ini dari Bapak Ismoyo Bimo yang kemudian direspon beberapa temannya dengan mengadajan Jakarta Batik Carnival di Palbatu, Tebet. Uniknya Palbatu hanya menyediakan pusat pencantingan dengan mendirikan sanggar-sanggar batik. Rumah-rumah warga di sana banyak yang dicat dengan batik. Namun proses pencelupan dan pewarnaan dilakukan di Marunda Jakarta Utara.

Sebenarnya Palbatu dahulunya adalah pusat produksi Batik Betawi. Jadi pemilihan lokasi tersebut juga didasarkan kepada misi untuk menyelamatkan budaya Betawi dari perkembangan ibukota Jakarta.

Dalam Acara Jakarta Batik Carnival Palbatu sempat menciptakan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) dengan menciptakan jalan bermotif batik terpanjang di Indonesia sepanjang 133,9 meter. Bagi para warga Jakarta yang penasaran dengan Kampung Batik, Palbatu bisa menjadi pilihan utama untuk mengetahui warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang sudah diakui dunia.

Delapan sentra produksi batik ini diharapkan bisa menjadi benteng pelestarian budaya bangsa, dan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain untuk mengembangkan potensi wisata lokalnya dengan ragam seni dan budayanya.
Batik, adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia Internasional. Batik yang merupakan budaya warisan budaya bangsa ini kini kembali trend beberapa akhir tahun ini, tak hanya para orang tua anak muda dan anak kecil pun bangga mengenakannya.

Berbagai macam corak unik dan warna menjadikan batik Indonesia ini sangat spesial sesuai dengan khas daerahnya masing-masing. Oleh karena itu, kadang hal ini yang membuat kita bingung menentukan pilihan batik mana yang cocok bagi kita.

Fitting/Ukuran
Tips memilih batik yang baik adalah perhatikan ukuran. Ukuran menjadi hal yang utama dalam memilih batik, karena hal ini akan menunjang penampilanmu. Jangan pilih batik yang kebesaran atau kekecilan, karena hal ini bakalan tidak enak dipandang. Perlu diketahui memakai batik bagi pria pada umumnya caranya adalah dikeluarkan, tidak dimasukkan dalam celana. Makanya, kamu perlu memperhatikan agar tidak terlalu panjang atau terlalu pendek.

So, kamu harus respect dengan ukuran baju batik pilihanmu agar pas dengan badanmu, karena nggak peduli semahal batik yang kamu pakai kalo nggak pas, kelihatan murahan dan nggak cocok. Kamu harus jeli memilih batik, karena kebanyakan batik yang dijual adalah batik yang siap pakai yang kadang-kadang ukurannya buruk, ada yang terlalu lebih ke samping, kadang ada lengan yang terlalu lebar/panjang dan masih banyak lagi.


Bahan
Memilih bahan yang bagus dan sesuai dengan bentuk dan warna kulit adalah tips memilih baju  batik yang selanjutnya. Karena yang membedakan kualitas dari suatu batik adalah bahan untuk membuat batik, yang terdiri dari bahan kain dan cara membatik.

Bahan dengan kelas high end sampai batik biasa berbahan katun. Selain bahan kain untuk batik, cara membatikpun bisa menjadi harga batik lebih tinggi.Tapi ingat tidak selamanya batik tulis berbahan sutra cocok dengan kamu, tergantung warna kulitmu dan keperibadianmu.


Warna
Tips memilih baju  batik yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah warna dominan dasar batik atau background batik. Warna dasar inilah yang bisa menjadi patokan bagi kamu ketika memilih batik untuk dipadupadankan dengan pakaian lainnya atau warna kulitmu.

Warna gelap bisa kamu kenakan saat menghadiri acara kasual seperti merah, kuning atau ungu. Sedangkan untuk menghadiri acara formal kamu bisa memilih warna lebih gelap atau monokrom.


Motif
Motif batik memang beraneka ragam dan karena motif juga berpengaruh, tips memilih batik berikutnya adalah pilihlah motif-motif yang unik dan khas, dan tentunya yang cocok dengan penampilanmu. Pastikan bahwa perpaduan antara warna motif batik dengan warna dasar batik sesuai dan serasi.


Tentukan Event-nya
Sebelum kamu memutuskan membeli baju bati, tips memilih batik anak muda adalah tentukan event mana yang hendak kamu datangi dengan baju batikmu. Tidak ada patokan khusus dalam mengenakan batik. Namun sebaiknya saat kamu datang ke acara casual mengenakan motif flora atau fauna ataupun lainnya dan mempunyai warna dasar dominan terang dengan kemeja lengan pendek.

Sedangkan untuk batik formal lebih baik kamu memilih kemeja bisa lengan panjang atau pendek yang tidak terlalu banyak memiliki variasi model, hanya sekedar simple dan minimalis dan mempunyai satu corak motif batik dengan warna-warna yang lebih soft dan elegan.

Desain
Tips memilih batik anak muda terakhir ini adalah, khusus bagi para cewek. Karena model baju batik yang beraneka ragam, pilihlah desain baju yang sesuai dengan karaktermu, kalo bisa pilihlah desain yang tak banyak di pasaran, agar tampilanmu lebih beda.
PARANG RUSAK
FILOSOFI BATIK DILIHAT DARI SEJARAHNYA

Selain proses pembuatannya yang rumit dan selalu disertai dengan serangkaian ritual khusus, batik juga mengandung filosofi tinggi yang terungkap dari motifnya. Hal ini terkait dengan sejarah penciptaan motif batik sendiri yang biasanya diciptakan oleh sinuwun, permaisuri atau putri-putri kraton yang semuanya mengandung falsafah hidup tersendiri bagi pemakainya.

Sebagai raja Jawa yang tentu saja menguasai seni, maka keadaan tempat tersebut mengilhaminya menciptakan pola batik lereng atau parang, yang merupakan ciri ageman Mataram yang berbeda dengan pola batik sebelumnya. Karena penciptanya adalah raja pendiri kerajaan Mataram, maka oleh keturunannya, pola-pola parang tersebut hanya boleh dikenakan oleh raja dan keturunannya di lingkungan istana.Motif Parang Rusak misalnya. Motif ini diciptakan oleh Panembahan Senopati, pendiri Keraton Mataram. Setelah memindahkan pusat kerajaan dari Demak ke Mataram, Senopati sering bertapa di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa yang dipenuhi oleh jajaran pegunungan seribu yang tampak seperti pereng (tebing) berbaris. Akhirnya, ia menamai tempat bertapanya dengan pereng yang kemudian berubah menjadi parang. Di salah satu tempat tersebut ada bagian yang terdiri dari tebing-tebing atau pereng yang rusak karena deburan ombak laut selatan sehingga lahirlah ilham untuk menciptakan motif batik yang kemudian diberi nama Parang Rusak.

Motif larangan tersebut dicanangkan oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1785. Pola batik yang termasuk larangan antara lain: Parang Rusak Barong, Parang Rusak Gendreh, Parang Klithik, Semen Gedhe Sawat Gurdha, Semen Gedhe Sawat Lar, Udan Liris, Rujak Senthe, serta motif parang-parangan yang ukurannya sama dengan parang rusak.

Semenjak perjanjian Giyanti tahun 1755 yang melahirkan Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, segala macam tata adibusana termasuk di dalamnya adalah batik, diserahkan sepenuhnya oleh Keraton Surakarta kepada Keraton Yogyakarta. Hal inilah yang kemudian menjadikan Keraton Yogyakarta menjadi kiblat perkembangan budaya, termasuk pula khazanah batik.

Kalaupun batik di Keraton Surakarta mengalami beragam inovasi, namun sebenarnya motif pakemnya tetap bersumber pada motif batik Keraton Yogyakarta. Ketika tahun 1813, muncul Kadipaten Pakualaman di Yogyakarta akibat persengketaan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Letnan Gubernur Inggris Thomas Stamford Raffles, perpecahan itu ternyata tidak melahirkan perbedaan mencolok pada perkembangan motif batik tlatah tersebut.

Menurut KRAy SM Anglingkusumo, menantu KGPAA Paku Alam VIII, motif-motif larangan tersebut diizinkan memasuki tlatah Keraton Puro Pakualaman, Kasultanan Surakarta maupun Mangkunegaran. Para raja dan kerabat ketiga kraton tersebut berhak mengenakan batik parang rusak barong sebab sama-sama masih keturunan Panembahan Senopati.

Batik tradisional di lingkungan Kasultanan Yogyakarta mempunyai ciri khas dalam tampilan warna dasar putih yang mencolok bersih. Pola geometri Keraton Kasultanan Yogyakarta sangat khas, besar-besar, dan sebagian diantaranya diperkaya dengan parang dan nitik. Sementara itu, batik di Puro Pakualaman merupakan perpaduan antara pola batik Keraton KasultananYogyakarta dan warna batik Keraton Surakarta.

Jika warna putih menjadi ciri khas batik Kasultanan Yogyakarta, maka warna putih kecoklatan atau krem menjadi ciri khas batik Keraton Surakarta. Perpaduan ini dimulai sejak adanya hubungan keluarga yang erat antara Puro Pakualaman dengan Keraton Surakarta ketika Sri Paku Alam VII mempersunting putri Sri Susuhunan Pakubuwono X. Putri Keraton Surakarta inilah yang memberi warna dan nuansa Surakarta pada batik Pakualaman, hingga akhirnya terjadi perpaduan keduanya.

Dua pola batik yang terkenal dari Puro Pakulaman, yakni Pola Candi Baruna yang tekenal sejak sebelum tahun 1920 dan Peksi Manyuro yang merupakan ciptaan RM Notoadisuryo. Sedangkan pola batik Kasultanan yang terkenal, antara lain: Ceplok Blah Kedaton, Kawung, Tambal Nitik, Parang Barong Bintang Leider, dan sebagainya.

Begitulah. Batik painting pada awal kelahirannya di lingkungan kraton dibuat dengan penuh perhitungan makna filosofi yang dalam. Kini, batik telah meruyak ke luar wilayah benteng istana menjadi produk industri busana yang dibuat secara massal melalui teknik printing atau melalui proses lainnya. Bahkan diperebutkan sejumlah negara sebagai produk budaya miliknya.

Pola Parang Rusak Barong, diciptakan Sultan Agung Hanyakrakusum a yang ingin mengekspresikan pengalaman jiwanya sebagai raja dengan segala tugas kewajibannya, dan kesadaran sebagai seorang manusia yang kecil di hadapan Sang Maha Pencipta. Kata barong berarti sesuatu yang besar dan hal ini tercermin pada besarnya ukuran motif tersebut pada kain. Merupakan induk dari semua pola parang, pola barong dulu hanya boleh dikenakan oleh seorang raja. Mempunyai makna agar seorang raja selalu hati-hati dan dapat mengendalikan diri.

Motif parang sendiri mengalami perkembangan dan memunculkan motif-motif lain seperti Parang Rusak Barong, Parang Kusuma, Parang Pamo, Parang Klithik, dan Lereng Sobrah. Karena penciptanya pendiri Keraton Mataram, maka oleh kerajaan, motif-motif parang tersebut hanya diperkenankan dipakai oleh raja dan keturunannya dan tidak boleh dipakai oleh rakyat biasa. Jenis batik itu kemudian dimasukkan sebagai kelompok “batik larangan”.

Bila dilihat secara mendalam, garis-garis lengkung pada motif parang sering diartikan sebagai ombak lautan yang menjadi pusat tenaga alam, dalam hal ini yang dimaksudkan adalah raja. Komposisi miring pada parang juga melambangkan kekuasaan, kewibawaan, kebesaran, dan gerak cepat sehingga pemakainya diharapkan dapat bergerak cepat.

Menurut penuturan Mari S Condronegoro, pada zaman Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, motif parang menjadi pedoman utama untuk menentukan derajat kebangsawanan seseorang dan menjadi ketentuan yang termuat dalam Pranatan Dalem Jenenge Panganggo Keprabon Ing Karaton Nagari Ngajogjakarta tahun 1927. “Selain motif Parang Rusak Barong, motif Batik Larangan pada zaman itu adalah, motif Semen, Udan Liris, Sawat dan Cemungkiran,” jelasnya.

Motif batik Semen yang mengutamakan bentuk tumbuhan dengan akar sulurnya ini bermakna semi atau tumbuh sebagai lambang kesuburan, kemakmuran, dan alam semesta. Sedangkan motif Udan Liris termasuk dalam pola geometris yang tergolong motif lereng disusun secara garis miring diartikan sebagai hujan gerimis yang menyuburkan tumbuhan dan ternak.

Secara keseluruhan, motif yang juga tersusun dari motif Lidah Api, Setengah Kawung, Banji, Sawut, Mlinjon, Tritis, ada-ada dan Untu Walang yang diatur diagonal memanjang ini bermakna pengharapan agar pemakainya dapat selamat sejahtera, tabah dan berprakarsa dalam menunaikan kewajiban bagi kepentingan nusa dan bangsa.

Motif lain Sawat bermakna ketabahan hati. Sedangkan motif Cemungkiran yang berbentuk seperti lidah api dan sinar merupakan unsur kehidupan yang melambangkan keberanian, kesaktian, ambisi, kehebatan, dan keagungan yang diibaratkan seperti Dewa Syiwa yang dalam masyaraka Jawa dipercaya menjelma dalam diri seorang raja sehingga hanya berhak dipakai oleh raja dan putra mahkota.

Seiring dengan perkembangan zaman, Batik Larangan sudah tidak sekuat dulu lagi dalam penerapannya. Bahkan, motif-motif tersebut sekarang sudah banyak dikenakan masyarakat di luar tembok keraton. Kendati begitu, Mari S Condronegoro dan GBRAy Hj Murdhokusumo menghimbau masyarakat umum yang bukan kerabat keraton untuk tidak mengenakan motif tersebut, terutama Parang Rusak Barong saat berada di dalam tembok keraton, untuk menjaga wibawa Sultan.

Lebih lanjut, Gusti Murdhokusumo mengatakan bahwa batik akan selalu menandai setiap peristiwa penting dalam kehidupan manusia Jawa sejak lahir hingga ajal tiba. Menurutnya, ada beberapa motif batik yang sebaiknya dikenakan pada peristiwa-peristiwa penting yang dialami masyarakat Jawa. Peristiwa kelahiran misalnya, sebaiknya jabang bayi dialasi dengan kain batik tua milik neneknya atau kopohan yang berarti basah. Ini mengandung harapan agar si bayi berumur panjang seperti sang nenek.

Untuk pernikahan, disarankan mempelai mengenakan kain batik dengan motif yang berawalan dengan “sida”, seperti Sidamulya, Sidaluhur, Sida Asih, dan Sidomukti. Atau kalau tidak, bisa mengenakan motif Truntum, Wahyu Tumurun, Semen Gurdha, Semen Rama dan Semen Jlekithet. Masing-masing mengandung maksud agar kedua mempelai mendapat kebahagiaan, kemakmuran dan menjadi orang terpandang.

“Yang pasti, pengantin jangan mengenakan motif Parang Rusak agar rumah tangganya terhindar dari kerusakan dan malapetaka,” ungkapnya. Sebaliknya, ketika akan melayat ke tempat keluarga yang sedang kesripahan (meninggal dunia) maka sebaiknya mengenakan kain batik yang berwarna dasar hitam dan menghindari batik dengan warna dominan putih seperti motif parang. Jenis batik yang cocok untuk melayat, misalnya motif Semen Gurda atau motif lain yang warna dasar senada.

FILOSOFI BATIK DARI MOTIFNYA

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Batik  berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing. Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional klasik hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Pada jaman dahulu, motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.

Batik memang bukan sekadar lukisan yang ditorehkan pada kain dengan mengunakan canting (alat untuk membatik yang berisi malam atau lilin). Banyak jejak bisa digali dari sehelai kain batik. Sebab motif yang ditorehkan pada selembar kain batik selalu mempunyai makna tersembunyi. Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Berikut terdapat beberapa motif batik beserta filosofisnya yang terkenal di daratan Jawa:
Batik. Seolah tidak habisnya untuk membahas kain tradisional yang menjadi salah satu warisan budaya Indonesia ini. Batik bukanlah sekadar kain bermotif yang biasa dipakai untuk menghadiri acara formal atau menjadi busana wajib di hari Jumat. Lebih dari itu, batik mempunyai nyawa dan mengandung makna filosofis di dalamnya.

Dari sekian banyak motif batik yang ada, kali ini kami akan menggali lebih jauh tentang batik kawung setelah batik parang yang kami bahas sebelumnya. Mungkin, motif batik kawung ini bisa kamu temui pada koleksi pakaian batikmu. Tidak ada salahnya jika kamu mengetahui seluk-beluk motif batik yang masuk dalam kategori batik tertua di Indonesia ini.

Pada motif batik kawung, polanya berbentuk irisan buah kawung atau kolang-kaling. Buah yang didapat dari pohon aren ini bermakna bahwa dalam masyarakat Jawa sebaiknya kebaikan hati tidak perlu diketahui orang lain. Selain itu, bunga teratai juga menjadi intrepretasi lain dalam menggambarkan motif batik ini. Empat lembar kelopak bunga teratai ini mengisyaratkan kesucian dan umur yang panjang.

Awalnya, motif batik yang sudah dikenal sejak abad 13 ini diciptakan oleh Sultan Mataram dan hanya dipakai pada lingkungan kerajaan oleh para pejabat. Dengan memakai batik ini, diharapkan pejabat kerajaan dapat menjadi pemimpin yang dapat menjaga keseimbangan antara hawa nafsu dan hati nuraninya.

Namun, setelah kerajaan Mataram dibagi menjadi dua, yakni Surakarta dan Yogyakarta, batik kawung jadi dipakai oleh dua golongan yang berbeda. Di Surakarta, batik kawung hanya boleh dipakai oleh punakawan dan abdi dalem jajar priyantaka. Sementara di Yogyakarta, sentana dalem adalah golongan yang wajib memakai motif batik ini.

Batik kawung sendiri dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan besar-kecilnya motif. Jenis motif batik kawung tersebut antara lain kawung picis, kawung bribil, dan kawung sen. Diambil dari nama uang pecahan 10 sen, kawung picis memiliki pola bulatan kecil. Sedangkan kawung bribil mempunyai pola bulatan yang lebih besar seperti uang pecahan 25 sen. Kawung sen mengambil uang pecahan 1 sen dengan motif bulat dan lonjong yang lebih besar dari motif bribil.

Bisa dilihat bahwa batik kawung terdiri dari simbol-simbol tertentu sehingga motif ini tidak hanya dikenakan oleh para abdi dalem keraton, tapi juga memiliki aspek spiritual. Dengan mengetahui makna yang terkandung pada motif batik tersebut, diharapkan kita bisa lebih menghargai batik dan bangga dengan segala kerajinan yang terbuat dari batik.
Jessica Marie Alba
Kini Batik biasa digunakan dalam berbagai kesempatan, baik itu dalam acara formal ataupun kegiatan sehari-hari. Selain dikenal sebagai identitas bangsa yang harus terus dilestarikan, Batik berhasil mendunia karena keunikan dan keberagaman motifnya. Berikut adalah sembilan selebriti dunia yang bangga memakai Batik.
 
Wanita bernama lengkap Jessica Marie Alba ini tampak bangga mengenakan gaun yang bermotif Batik Yogyakarta. Jessica bahkan terlihat sangat percaya diri saat melakukan sesi pemotretan di depan para wartawan yang sudah menunggunya. Nama Jessica mulai meroket ketika dirinya didapuk sebagai aktris utama dalam serial televisi Dark Angel (2000-2002). Ia kemudian juga tampil dalam berbagai film, termasuk Honey (2003), Sin City (2005), Fantastic Four (2005), Into the Blue (2005), Fantastic Four: Rise of Silver Surfer dan Good Luck Chuck pada 2007.

Rachel Bilson tampak mengenakan gaun mini dengan motif batik yang menarik dan sangat cocok saat dipadukan dengan jaket hitam. Wanita bernama lengkap Rachel Sarah Bilson ini adalah seorang aktris Amerika yang membuat debut televisinya pada tahun 2003. Dia kemudian dikenal lewat drama seri perdananya The O.C. Bilson dan membuat debut filmnya dalam film The Last Kiss pada 2006 dan pada 2008 membintangi film aksi/fiksi ilmiah Jumper.

Dalam film Eat Pray Love yang dirilis tahun 2010, Julia Roberts tampak mengenakan gaun Batik berwarna biru. Wanita bernama lengkap Julia Fiona Roberts itu pun terlihat cantik saat memakainya. Aktris Amerika yang lahir pada 28 Oktober 1967 ini sempat menerima penghargaan Golden Globe dan nominasi Academy Award untuk Steel Magnolia (1989) dan Pretty Woman, ia memenangkan Academy Award sebagai Aktris Terbaik untuk penampilannya dalam film Erin Brockovich (2000).
Sumber : suaramerdeka.com

Batik Indonesia Resmi Diakui UNESCO Batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO dengan dimasukkannya ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) dalam Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Tak-benda di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Dalam siaran pers dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, UNESCO mengakui batik Indonesia bersama dengan 111 nominasi mata budaya dari 35 negara, dan memasukkannya dalam Daftar Representatif 76 mata budaya.

UNESCO mengakui bahwa Batik Indonesia mempunyai teknik dan simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia mulai dari lahir sampai meninggal. hal itu terlihat dari bayi yang digendong dengan kain batik bercorak simbol yang membawa keberuntungan, dan yang meninggal ditutup dengan kain batik. Selain itu, pakaian dengan corak sehari-hari juga dipakai secara rutin dalam kegiatan bisnis dan akademis. Sementara berbagai corak lainnya dipakai dalam upacara pernikahan, kehamilan, juga dalam wayang, kebutuhan non-sandang dan berbagai penampilan kesenian. Kain batik bahkan memainkan peran utama dalam ritual tertentu.

Berbagai corak Batik Indonesia menandakan adanya berbagai pengaruh dari luar mulai dari kaligrafi Arab, burung phoenix dari Cina, bunga ceri dari Jepang, sampai burung merak dari India atau Persia. Tradisi membatik Indonesia juga diturunkan dari generasi ke generasi. Ini memperlihatkan batik terkait dengan identitas budaya rakyat indonesia. Berbagai arti simbolik dari warna dan corak mengekspresikan kreativitas dan spiritual rakyat Indonesia.

UNESCO memasukkan Batik Indonesia ke dalam Daftar Representatif karena telah memenuhi kriteria, antara lain kaya dengan simbol-simbol dan filosofi kehidupan rakyat Indonesia, serta memberi kontribusi bagi terpeliharanya warisan budaya tak-benda pada saat ini dan di masa mendatang. Dalam menyiapkan nominasi, para pihak terkait telah melakukan berbagai aktivitas, termasuk melakukan penelitian di lapangan, pengkajian, seminar, dan sebagainya untuk mendiskusikan isi dokumen dan memperkaya informasi secara bebas dan terbuka.

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata menyatakan masuknya Batik Indonesia dalam UNESCO Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity merupakan pengakuan internasional terhadap salah satu mata budaya Indonesia, sehingga diharapkan dapat memotivasi dan mengangkat harkat para pengrajin batik dan mendukung usaha meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Departemen Kebudayaan dan Pariwisatamenyatakan bahwa perjuangan supaya Batik Indonesia diakui UNESCO ini melibatkan banyak pihak, baik pemerintah, para pengrajin, pakar, asosiasi pengusaha dan yayasan atau lembaga batik, serta masyarakat luas. Perwakilan RI di negara anggota Tim Juri yaitu di Persatuan Emirat Arab, Turki, Estonia, Meksiko, Kenya dan Korea Selatan serta UNESCO-Paris turut memegang peranan penting dalam memperkenalkan batik secara lebih luas kepada para anggota Tim Juri, sehingga mereka lebih seksama mempelajari dokumen nominasi Batik Indonesia.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah memasukkan Batik Indonesia ke dalam Daftar Inventaris Mata Budaya Indonesia. Pada 2003 dan 2005 UNESCO telah mengakui Wayang dan Keris sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Tak-benda Warisan Manusia (Masterpieces of the Oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity).
Indonesia tidak hanya terkenal karena pesona alamnya yang menakjubkan. Selain keindahan alam yang memukau, negeri ini juga memiliki banyak budaya dan adat istiadat yang unik dan menarik. Bahkan, setiap suku yang ada di masing-masing daerah di Nusantara, memiliki keunikan budaya yang berbeda-beda. Sehingga, ragam budaya dan adat istiadat tersebut membuat Indonesia semakin terkenal di mata dunia, dan memberikan kebanggaan tersendiri.

Bahkan, tidak jarang pula wisatawan mancanegara yang datang berlibur ke Tanah Air untuk menikmati budaya Indonesia yang unik dan menarik tersebut. Selain itu, ada juga yang menyaksikan kebudayaan tradisional di negeri ini dalam rangka melakukan penelitian terkait budaya dan adat istiadat tersebut, terutama oleh para akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di luar negeri. Berikut ini lima di antaranya yang sudah terkenal di dunia.
 
Batik
Batik Indonesia, termasuk juga budaya, teknik, serta pengembangan motif dan teknologinya, telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009. Sejak itu, setiap tanggal 2 Oktober, Indonesia selalu memperingati Hari Batik Nasional. 
                                                                                                                                                                                                                                     Batik sendiri sebenarnya tidak hanya identik sebagai kain atau pakaian dengan menggunakan motif-motif yang dibuat melalui teknik pewarnaan tradisional. Tetapi, batik dalam budaya tradisional Jawa, lebih bermakna sebagai teknik pembuatan motif tersebut, dengan menggunakan warna alami “malam” dan alat “canting” pada kain berserat alami. Hingga saat ini, batik terus mengalami perkembangan, baik pada motifnya, maupun cara membuatnya.
   
 Wayang
Seni pertunjukan asli dari Indonesia yang berkembang di Pulau Jawa dan Bali ini sudah dikenal sejak beratus-ratu tahun yang lalu. Prasasti Balitung yang ada sejak abad ke-4 membuktikan tentang keberadaan wayang pada saat itu, dengan catatan “galigi mawayang”. Dalam perkembangannya, terdapat beberapa jenis wayang, seperti wayang kulit, wayang golek, hingga wayang orang, dengan cerita yang semakin berkembang pula.       
                                                                                                                                                                                                                                                             Pada tanggal 7 November 2003, UNESCO juga sudah mengakui wayang sebagai salah satu seni bertutur budaya Indonesia dalam daftar “Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity”. Hingga saat ini, pertunjukan wayang masih bisa kita saksikan. Bahkan, beberapa program di stasiun televisi swasta juga sering menayangkan pertunjukan wayang orang, yang diselingi dengan humor, sehingga lebih menarik dan tidak terkesan kuno.
   
 Reog
Kesenian ini masih kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu gaib. Dalam pertunjukan tradisional yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur ini, biasanya menampilkan sosok “warok” dan “gemblak”. Kisah asal-usul reog yang paling populer adalah ketika salah seorang abdi Kerajaan Majapahit pada abad ke-15, bernama Ki Ageng Kutu mengumpulkan dukungan masyarakat untuk melakukan pemberontakan dengan cara menggunakan reog.
   
 Angklung
Dulunya, angklung dimainkan untuk memanggil Dewi Sri (dewi padi) untuk turun ke bumi, agar tanaman masyarakat tumbuh subur. Hingga sekarang, alat musik tradisional dari Jawa Barat tersebut, masih sering dimainkan dengan cara digoyangkan, dalam berbagai upacara adat dan kegiatan nasional. Bahkan, angklung juga sudah terdaftar di UNESCO sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia, sejak bulan November 2010.
   
 Tari Pendet 
Tari bernuansa sakral ini sekarang sudah berkembang sebagai tarian “ucapan selamat datang”, yang dikreasikan oleh salah seorang seniman Bali bernama I Wayan Rindi. Jika pada zaman dahulu tari yang berasal dari Pulau Dewata ini dilakukan dalam acara pemujaan di rumah ibadah umat Hindu, pura, maka sekarang Tari Pendet sudah bisa ditarikan sebagai sebuah persembahan bagi para tamu-tamu dalam acara-cara budaya Indonesia.
Sumber : pusakapusaka.com
Batik  Solo
Banyak motif batik nusantara yang cukup populer di masyarakat, karena motif batik pernah diajarkan di sekolah-sekolah khususnya di pelajaran seni rupa. Saya masih ingat dulu ada istilah parang rusak, benji, kawung, lidah api dan banyak lagi yang lainnya. Pada saat itu menggambar ragam hias batik ini menjadi favorit saya karena dirasa lebih mudah.

Dalam perkembangan lebih jauh, jika kita mempelajari sejarah batik yang didominasi oleh daerah-daerah di Pulau Jawa, kita mengenal Batik Keraton dan Batik Pesisir. Batik Keraton ini berkembang dengan baik di wilayah-wilayah yang kuat dipengaruhi oleh kerajaan seperti Yogyakarta (kemudian kita kenal dengan batik Yogya), Surakarta Hadiningrat (Batik Solo), dan Kasepuhan Cirebon (batik Cirebon). Di luar itu dikenal dengan Batik Pesisir.

Motif dan warna Batik Keraton memiliki kekakuan karena banyaknya aturan-aturan atau pakem yang dikeluarkan oleh Keraton pada masa itu sehingga cenderung statis. Warna cokelat, putih, krem, hitam dan biru menjadi warna yang khas untuk batik keraton.

Batik Keraton memiliki motif yang mengandung makna filosofis. Berikut adalah beberapa motif yang cukup populer di masyarakat luas :

Motif Parang Kusumo, Truntum, Sidomukti, Sidoluhur dan Sekarjagat sangat populer dan merupakan ciri khas batik Solo. Warna cokelat sangat dominan menghiasi bentuk-bentuk ragam hias pada motif sehingga dengan menggunakan kain bermotif khas Solo menjadi terlihat elegan. Dulu ada aturan tertentu untuk peruntukan kain batik bermotif tertentu. Namun kini, banyak terlihat motif-motif khas keraton ini tersebar dengan luas di beberapa pasar batik termasuk Toko Online Batik Ganitri.

Demikian pula dengan Yogyakarta masih ada kemiripan dengan Solo dalam hal motif batik. Seperti Parang Rusak, Kawung, Parang Barong, Truntum dan yang lainnya. Hal ini karena selain secara geografis berdekatan, Keraton Solo dan Yogya adalam penerus dalam Dinasti Mataram. Namun begitu perbedaan yang cukup mencolok antara Batik Solo dan Yogya adalah di sekitar warna dimana batik Yogya terlihat dominan di warna putih dan hitam untuk latarnya, sedangkan batik Solo terkenal dengan sogan atau warna coklat.

Motif batik Cirebon yang sangat terkenal adalah Motif Mega Mendung yang dominan dengan warna biru. Motif lain yang merupakan batik keraton adalah Motif Taman Arum Sunyaragi, Wadas Singa, Sunyaragian, Patran Kangkung dan banyak lagi.

Batik Kraton lain yang tidak kalah populer adalah batik di Pulau Madura dengan Keraton Sumenep yang didominasi oleh motif flora dan fauna.
 
Salah satuk batik Pekalongan (Batik Pesisir) dengan motif flora.

Di luar Batik Kraton adalah Batik Pesisir yang berkembang di pesisir utara Pulau Jawa seperti Cirebon, Pekalongan, Lasem dan Sidoarjo. Batik ini sejak dahulu sudah memberikan nuansa modern dalam corak, motif dan warnanya. Batik ini tidak mengikuti pakem yang dikeluarkan keraton dan beberapa pembatik menyampaikan bahwa Batik Pesisir lebih dinamis karena proses akulturasi dari ragam budaya pendatang jaman dahulu yang mempengaruhi ragam hias kain batik. Motif Flora dan Fauna cukup mendominasi terutama burung, kupu-kupu dan capung. Namun begitu perpaduan motif keraton dan pesisir juga kerap kita temukan di beberapa kain batik.

Di daerah lain di luar Pantai Utara Pulau Jawa kita mengenal Batik Tasik, Ciamis dan Garutan untuk Jawa Barat. Demikian pula di daerah-daerah di Indonesia ini beberapa di antaranya memiliki batik khas daerah mereka.

Kita bersyukur memiliki warisan yang luar biasa berupa kain batik nusantara dengan motif yang menarik dan khas serta teknik pembuatannya yang lain dari pada yang lain yang menjadi kekayaan negeri.
Sumber : ganitribatik.com
Batik Papua
Selama ini batik merupakan kain warisan budaya yang selalu melekat dengan wilayah-wilayah keraton Jawa dan sekitarnya. Padahal kepopuleran kain batik ini sudah  menyebar ke seluruh pelosok tanah air, tak hanya terkungkung di isatana keraton atau tanah Jawa saja.

Yap, sejumlah daerah di Indonesia ternyata memiliki corak batik yang sangat bervariasi dan menarik untuk dijadikan koleksi. Bahkan, sentuhan corak batik di berbagai wilayah luar Jawa ini akan memunculkan kesan unik saat dikenakan.

 
Aneka Motif Unik Batik Luar Jawa

1. Papua

Pulau yang terletak di kawasan Indonesia paling Timur ini ternyata menyimpan pesona kain batik yang begitu menawan. Batik Papua hadir dengan motif-motif khas yang banyak diminati oleh warga lokal maupun turis mancanegara. Bila dibandingkan dengan kain batik Jawa, warna kain batik Papua ini tergolong lebih berani dan tajam.

2. Sulawesi

Sulawesi juga tak kalah memiliki motif kain batik yang mampu menawan hati para wisatawan, lho. Di Sulawesi ini Anda bisa menikmati motif-motif batik unik seperti Toraja, Bugis, dan Makassar. Secara umum, motif batik Sulawesi menggambarkan burung maleo, bunga merayap, bunga cengkeh, dll.

3. Nusa Tenggara

Selain terkenal dengan kain tenunnya, Nusa Tenggara ternyata juga memiliki motif batik khas yang unik. Sebagai contoh, bila Anda bertandang ke Sasambo (Sasak Samawa Mbojo) Anda akan menemukan kain batik motif sasambo, made sahe (mata sapi), kakando, serta uma lengge (rumah trasisional dengan kubuh yang mirip kerucut). Kain batik Nusa Tenggara ini memiliki tekstur halus dan sangat artistik.

4. Kalimantan

Di pulau yang dilalui oleh garis khatulistiwa ini Anda juga bisa menikmati keindahan motif batik Kalimantan yang tak kalah unik dan menarik. Setiap daerah di Kalimantan memiliki tekstur dan corak batik yang berbeda-beda. Anda bisa memilih kain batik Kalimantan  yang memiliki motif Batang Garing (simbol kehidupan masyarakat Dayak), Mandau (sejenis senjata khas Dayak), dll.

Selain keempat daerah tersebut, pulau-pulau lainnya di luar Jawa seperti Madura dan Sumatra juga menyimpan pesona kain batik variatif yang elok nan memikat hati. Bila Anda ingin memiliki koleksi kain batik nusantara, sempatkan diri untuk selalu membeli batik saat Anda sedang traveling ke berbagai wilayah di pelosok tanah air, ya!
Sumber : www.gayahidupku.com