Diberdayakan oleh Blogger.

Seharag Batik

Tokoh Batik

The Latest

Batik Semarang - Sejak beberapa tahun terakhir, nama Jember identik dengan pagelaran busana di atas jalanan sebagai catwalk yang dikenal dengan Jember Fashion Carnival (JFC). Peragaan busana di atas jalan protokol kota sepanjang tiga kilometer itu menarik perhatian dunia internasional karena ajang ini menyerupai Rio de Janerio carnival di Brasil yang amat tersohor. Sejatinya Jember memiliki identitas lain yang belum banyak dikenal. Batik Rolla namanya.

Ya, inilah batik dengan motif daun tembakau sebagai sebagai ciri khas yang tidak ditemukan di tempat lain seperti Solo, Yogyakarta, Pekalongan hingga Madura. Sebagai daerah yang dikenal sebagai penghasil tembakau ternama di Indonesia, Batik Rolla menggabungkan dua kekuatan identitas pertanian itu dengan kreasi batik yang unik. “Tembakau merupakan identitas Jember yang sudah dipatenkan,” kata Iriane Chairini, penggagas dan pencetus Batik Rolla.

Selain motif daun tembakau, motif Batik Rolla kini berkembang ke motif lain seperti biji kopi, coklat, buah naga, hingga penyu. Motif-motif ini diambil dari tanaman dan hewan yang hidup dan berkembang di kawasan Jember. Tidak mengherankan motif Batik Rolla berbeda dibanding motif batik dari daerah lain. Tampilannya lebih segar karena motifnya diambil dari tanaman yang sudah terkenal di daerah ini.

Meski batik sudah dikenal masyarakat Jember sejak satu abad lebih, Batik Rolla belumlah lama dikembangkan di Jember. “Saya mulai mengenalkan batik motif tembakau Jember ini baru tahun 2010,” katanya. Di rumahnya di Sumber Pakem, Kecamatan Sumber Jambe, dia mengajak para perempuan terlibat dalam pengembangan Batik Rolla. Dari semula hanya 10 orang, kini telah berkembang mencapai 155 orang. Mereka dilatih keterampilan membatik dengan instruktur yang didatangkan langsung dari Pekalongan.

Iriane mengatakan motif batiknya akan terus dikembangkan tanpa meninggalkan identitas motif tembakau yang sudah dikenal orang. Inspirasi modifnya kadang datang dari pegalaran JFC yang mengangkat tema berbeda setiap tahun. Festival tahunan ini pula yang dijadikan sebagai ajang untuk mengenalkan batik buatannya secara luas. “Alhamdulillah, motif Batik Rolla bisa diterima masyarakat luas,” katanya.

Batik Rolla menawarkan aneka rupa batik sesuai proses pembuatannya mulai batik tulis, batik cap, hingga kombinasi batik tulis dan cap. “Yang kami andalkan memang batik tulis karena punya nilai estetika sendiri,” katanya. Harga batik tulis dibanderol sekitar Rp 350 ribu hingga Rp 750 ribu per lembar. Sedangkan batik kombinasi tulis dan cap antara Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. Khusus untuk batik cap lebih murah yakni Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. Cukup lumayan untuk ukuran sebuah batik.
Sumber : log.viva.co.id
Kerajinan Wayang Batik Tembus Pasar Dunia
Batik Semarang - Produk kerajinan wayang batik di Kabupaten Karanganyar yang menggunakan bahan baku kayu banyak diminati konsumen dari luar negeri, bahkan diekspor ke Jepang dan Amerika Serikat melalui pihak ketiga di Bali.

"Saya beberapa bulan lalu pernah mendapat pesanan dari eksportir Bali sebanyak 300 wayang batik, yang katanya mau di ekspor ke Amerika Serikat," kata perajin wayang batik Arif Rahwidi di rumahnya Desa Benowo RT 04/RW08 Kelurahan Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (25/5/2016).

Ia mengatakan, untuk pasar di dalam negeri sebenarnya juga banyak seperti di Bali, Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, Bandung dan lain-lain. Untuk bahan baku tidak ada masalah.

Arif mengatakan, setiap bulan mampu menghasilkan 500 buah wayang batik dengan mempekerjakan enam orang. Untuk harga tergantung ukuran besar, yakni Rp35 ribu sampai Rp50 ribu per buah.

Ia mengatakan untuk ekspor produk kerajinan wayang batik selama ini masih lewat ketiga karena keterbatasan dana. "Yang banyak minta dari para eksportir asal Bali," kata Arif sambil menambahkan untuk wayang batik ini yang banyak disenangi konsumen tokoh punakawan dan pandawa liama.

"Saya tidak mengerti secara pasti para konsumen senang tokoh punakawan dan pandawa lima. "Ya mungkin tokoh-tokoh wayang tersebut mempunyai filosofi yang baik barang kali".
Sumber : okezone.com
Desainer Jepang Produksi Batik Indonesia Menjadi Komoditi Kelas Tinggi
Batik Semarang - Batik ternyata dapat dikonsumsi kalangan elit, tidak hanya kelas bawahan. Batik jadi bernilai tambah di Jepang.

Perancang Jepang ini mendesain dan memproduksi dengan apik sehingga menjadikan batik sebagai komoditi kelas tinggi.

"Ini desain saya sendiri dan dikawinkan dengan emas asli sehingga tampak cantik. Inilah batik Prada," kata Rumiko Koga khusus kepada Tribunnews.com, Kamis (26/5/2016) saat membuka pamerannya di Tokyu honten Shibuya lantai 6, sebelah Bunkamura sampai dengan tanggal 1 Juni mendatang.

Kunjungan Koga ke Indonesia memang sudah puluhan kali dan bahkan sampai ke sentra batik terkecil sekalipun di berbagai daerah di Indonesia untuk survei dan mempelajari berbagai sejarah dan karakter batik yang ada di Indonesia.

"Saya membuat batik ini sebenarnya bukan untuk dijual tetapi untuk memperlihatkan kepada warga Jepang bahwa batik Indonesia pun bisa cantik dan anggun apabila dikreasikan dengan ide-ide yang baik dan cantik serta dicampur dengan kreativitas lain seperti perpaduan emas asli di sini," jelasnya.

Jika dijual batik Indonesia berhiaskan emas asli itu untuk dijadikan Obi, pengikat bagian pinggang saat pakai kimono, bisa berharga sekitar 600.000 yen.

Koga menamakan batik dengan desain emas itu sebagai Batik Prada.

Berbagai produk batik karyanya memang cantik dengan sasaran tentu saja kalangan menengah ke atas.

Tak heran sejak pagi kehadiran ibu-ibu Jepang dari kalangan atas telah antre untuk melihat pameran eksklusif tersebut bersama rekannya dari Okinawa, Hiroji Kinjo.

"Saya membuat batik Obi desain sendiri sejak usia 21 tahun dan telah 25 tahun menekuni hal ini," kata Kinjo yang berpameran bersama Koga di tempat yang sama.

Karya-karya Kinjo memang gaya modern dan tampak cerah.

Salah satunya desain baik kontemporer dengan gambar kapal kuno yang berlabuh di pantai di Indonesia dan dikelilingi oleh harta karun yang menarik.

Perpaduan desain dengan warna-warni cantik membuat kain baik untuk Obi tersebut juga tampak keren.

Perpaduan Warna biru ungu merah yang berimbang dengan desain ala Okinawa juga, maklum Kinjo orang Okinawa, membuat batik ini punya karakter tersendiri.

"Saya buat dalam waktu sekitar tiga minggu. Yang penting ya idenya. Kalau sudah ada ide mau membuat gambar apa, semua jadi mudah pembuatannya," ungkap dia.

Satu kain baik untuk Obi buatannya tersebut dijual dengan harga sekitar 320.000 yen.

Memang para desainer batik Jepang ini sangat fokus kepada batik, desain dan kreativitas yang keren sehingga bisa mengangkat citra batik Indonesia di negeri Sakura.

Bersyukur kita memiliki ahli batik Indonesia warga Jepang yang ternyata sangat cinta Indonesia.
Sumber : www.tribunnews.com
Batik Semarang - Acara tahunan Night of Museums berlangsung untuk ke -12 kalinya, dengan museum dan galeri terbuka gratis untuk umum pada hari tersebut di beberapa kota di Bulgaria dimulai sejak pukul enam sore hingga lewat tengah malam.

Beberapa kedutaan asing seperti Jepang, Korea, dan India juga menampilkan pertunjukan budaya dalam acara Night of the Museums, demikian Sekretaris Satu Pensosbud KBRI Sofia, Nurul Sofia kepada Antara London, Senin, 23 Mei 2016.

Indonesia menampilkan pameran Batik dan kerajinan seni. Batik tulis yang ditampilkan bervariasi, mulai jenis batik lawas dari tahun 1900-an dari Jawa dan Sumatera hingga batik produksi perancang Indonesia seperti Iwan Tirta, Obin, dan Go Tik Swan.
Keindahan batik dan kerajinan Indonesia serta gemulainya penari dan merdunya alunan angklung menarik ribuan pengunjung acara "Night of Museums and Galleries 2016," di National Gallery for Foreign Art, Sofia, ibukota Bulgaria.
Batik-batik tersebut merupakan koleksi pribadi Dubes RI untuk Sofia, Sri Astari Rasjid, seniman kontemporer Indonesia yang memamerkan karyanya di belahan dunia. Selain batik, juga ditampilkan seni kerajinan dari propinsi Bali koleksi KBRI Sofia, meliputi lukisan, ukiran kayu dan beberapa alat musik Bali.

Antusiasme masyarakat Bulgaria tampak tidak hanya dari kerumunan pengunjung yang memadati video pemutaran pembuatan batik, namun juga banyaknya pengunjung yang berfoto selfie dan mengamati batik serta kerajinan Indonesia. Petugas sibuk mengimbau agar pengunjung tidak memegang ataupun menarik kain-kain batik.

Selain pameran batik dan seni, KBRI Sofia juga menampilkan tarian dan angklung. Grup tari binaan KBRI Sofia yang beranggotakan WN Bulgaria menarikan tari jawa dan dilanjutkan dengan tari Bali Jauk.

Penampilan lain adalah grup angklung yang mayoritas terdiri dari pelajar Bulgaria dan Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Kota Sofia.

Kostum penari dan baju nasional yang dipakai pemain angklung membuat pengunjung berlomba untuk berfoto bersama. Banyak dari mereka juga ingin tahu cara bermain angklung, yang menurut salah satu pengunjung terdengar seperti kicau burung.

Batik dan kerajinan Indonesia dapat dinikmati pengunjung dari tanggal 21 Mei hingga 5 Juni mendatang di National Gallery, Sofia-Bulgaria. Hal ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka 60 tahun hubungan diplomatik RI-Bulgaria.
Sumber :tempo.com
Batik Semarang - Untuk menunjukkan rasa cintanya kepada Indonesia, WISH merilis produk barunya bertema “Batik Sentinel”, yang merupakan koleksi jam tangan batik pertama di Indonesia pada 23 Februari 2016.

Wijaya Kusuma, Managing Director PT Elite International, pemegang merek WISH, ingin agar lewat koleksi jam tangan WISH, masyarakat dunia bisa mengenal Indonesia dengan cara yang berbeda sekaligus menjaga kelestarian batik. “Selama ini batik dikenal sebagai kain, pakaian, dan peralatan rumah tangga. Kini, batik juga bisa tampil lebih modern lewat jam tangan trendi,” katanya.

Jam tangan Batik Sentinel ini menunjukkan diri dengan gaya urban dan minimalis. Untuk koleksi pertama Batik Sentinel ini, WISH lebih menekankan pada penggunaan corak batik klasik sebagai bentuk penghormatan akan batik itu sendiri. “Motif tersebut sudah diciptakan sejak awal mula ada pembuatan batik dan menjadi akar dari batik lain yang berkembang sekarang ini,” tutur Wijaya.

Wijaya memastikan, WISH akan lebih banyak merangkul pengrajin batik di daerah. “Kami sudah berencana membuat seri batik khusus dengan merangkul pengrajin seri Cirebon, seri Solo, atau seri Betawi,” ujarnya.

Ia berharap Batik Sentinel dari WISH ini bisa menjadi ikon Indonesia dan dibawa pulang sebagai suvenir oleh turis mancanegara. “Oleh-oleh jam tangan mungkin sudah biasa, tapi ini jam tangan yang Indonesia banget,” kata Wijaya.

Ia berharap batik bisa lebih mendunia sebagai identitas Indonesia. Bayangkan, kendati belum resmi diluncurkan pun, kehadiran Batik Sentinel dari WISH ini sudah mengundang minat pasar mancanegara. “Pasar Malaysia, Singapura, Australia, dan Eropa sudah tertarik,” katanya.
Sumber : www.tempo.co
Model Gamis Batik Kombinasi Untuk Orang Gemuk
Batik Semarang - Gamis merupakan pakaian yang sering digunakan dalam berbagai acara karena nyaman dan cocok untuk semua wanita. Gamis memiliki ukuran yang fleksibel dan bisa digunakan oleh siapa saja baik wanita dewasa maupun anak-anak. Terlepas tubuh Anda langsing ataupun gemuk, gamis sangat cocok untuk Anda. Bahkan tubuh yang gemuk dapat terlihat indah dan menawan dengan memilih model gamis yang tepat. Salah satu model gamis yang sedang populer adalah gamis batik kombinasi. Nah, bila Anda sedang mencari model gamis batik kombinasi untuk orang gemuk, berikut adalah tips yang harus Anda pahami.

Tips pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih model gamis batik sesuai dengan ukuran tubuh Anda. Meski gamis sesuai untuk bentuk tubuh Anda baik gemuk maupun langsing, tentu Anda harus bisa memilih ukuran yang sesuai dengan bentuk tubuh Anda. Bila Anda merupakan wanita yang berbadan gemuk, sebaiknya pilih model gamis batik kombinasi dengan ukuran yang pas. Pilihlah gamis batik yang memiliki ukuran sesuai dengan bentuk tubuh Anda, tetapi jangan terlalu besar. Model gamis batik kombinasi untuk orang gemuk haruslah pas sesuai dengan ukuran, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Bila terlalu kecil, maka gamis akan terlihat ketat di tubuh Anda. Dan bila terlalu besar, gamis justru akan membuat tubuh Anda menjadi lebih lebar.


Tips kedua yang harus Anda lakukan adalah memilih model gamis batik dengan motif yang indah. Model gamis batik tentu memiliki motif batik yang indah pada bagian gamis. Yang harus Anda pahami, model gamis batik terbagi menjadi dua tipe yaitu atasan dan bawahan. Gamis batik atasan memiliki motif batik pada bagian atasnya, sedangkan gamis batik bawahan memiliki motif batik pada bagian bawahnya. Perhatikan juga pemilihan warna pada gamis batik sehingga penampilan Anda terlihat lebih mempesona. Jadi, tadi adalah dua tips memilih model gamis batik kombinasi untuk orang gemuk yang harus Anda pahami sehingga Anda bisa memilih gamis dengan nyaman dan sesuai.
Sumber : aeglos.blogspot.co.id
Batik Semarang - Pembatik Indonesia memang sudah hebat. Namun perhatian akan batik Indonesia oleh orang Jepang ternyata bukan main tingginya.

Bahkan spesialis batik orang Jepang ini, Rumiko Koga, membuat berbagai perbaduan batik dengan teknik-teknik yang diciptakan dan dimilikinya dari Jepang, menjadikan produk batik sangat menarik.

"Saya sudah lama berkecimpung di batik, sekitar 30 tahun lalu," papar Rumiko.

Rumiko memiliki batik Indonesia berusia lebih dari 250 tahun dari Jambi dan diakuinya merawat dengan sangat hati-hati karena sangat sensitif mudah rusak, sejalan dengan usianya ratusan tahun tersebut.

Sudah sering berpameran dan kini Rumiko akan muncul lagi, berpameran batik di depato (toserba) Tokyu di Shibuya Tokyo mulai 26 Mei hingga 1 Juni mendatang, dari jam 10 pagi hingga jam 7 malam, di lantai 6 toserba tersebut.

"Saya sangat senang batik Indonesia dan kali ini berusaha menampilkan teknik batik series ke-6 pengembangan saya sendiri dengan nama Binrow," ujarnya lagi kepada Tribunnews.com Rabu ini (18/5/2016).

Batik Binrow ini perpaduan batik dengan teknik seri ke-6 merupakan mirip dengan Bingata dengan latar belakang yang lembut namun warna yang indah.

"Dengan teknik baru saya ini diperkirakan nantinya batik akan menjadi berharga mahal, menjadi langka setelah 100 tahun dan semakin banyak yang menyenanginya," ujarnya.

Bingata sendiri merupakan batik dengan kain celup tradisional Okinawa, dibuat dengan menggunakan stensil dan metode lainnya. Biasanya menggambarkan subyek alami seperti ikan, air, dan bunga.

Bingata dikenakan selama pertunjukan seni Ryukyu tradisional dan menampilkan kembali sejarah.

Batik Bingata dari Kerajaan Ryukyu pada periode abad ke-14 ketika pulau Okinawa dibuka bagi orang asing, masuknya barang asing dan teknik manufaktur. Hal ini diyakini telah dikembangkan sebagai sintesis dari India dan China.

Mungkin akan lebih menarik kalau kita, khususnya warga Indonesia yang kebetulan sedang berkunjung ke Tokyo, melihat sendiri pameran ini, gratis masuk, sehingga bisa mengetahui tekbik Binrow yang dibuat dan dikembangkan oleh Rumiko tersebut.

Teknik barunya ini tampaknya berhasil memadukan batik Indonesia dengan kreativitas warga Jepang ini menjadi batik yang sangat menarik dan cocok bagi nuansa orang Jepang sendiri.

Satu pengembangan yang patut diacungi jempol.
Sumber : www.tribunnews.com
Batik Semarang - Sepanjang 2015 lalu, nilai ekspor batik yang dilakukan Indonesia mencapai US$ 3,1 miliar atau sekitar Rp 41 triliun, naik 6,3% dari tahun sebelumnya. Batik makin memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Menteri Perindustrian, Saleh Husin, mengatakan, pasar utama ekspor batik Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

"Batik adalah produk budaya Indonesia yang bernilai seni sekaligus ekonomi tinggi. Bagaimana caranya berkontribusi industri batik? Cara yang mudah dan konkret, dengan kita memakai dan membeli batik Indonesia sama juga turut menghidupkan para pembatik skala kecil, menengah hingga besar," kata Saleh dalam keterangan saat peresmian Pesona Batik Pesisir Utara Jawa Barat yang digelar oleh Yayasan Batik Jawa Barat di Jakarta, Kamis (19/5/2016).

Saleh mengaku sangat mengapresiasi pelaku usaha dari pembatik hingga desainer yang terus berkarya memproduksi batik sehingga menjadi bagian ekonomi kreatif. Motif-motif tradisional pun giat diangkat dan yang kontemporer juga diciptakan.

"Saya perhatikan, setiap daerah memiliki batik khas masing-masing dan makin ke sini motif dan potongan bajunya semakin menarik. Ini yang membuat anak-anak muda semakin bangga memakai batik," ujarnya.

Batik Indonesia mendapatkan pengakuan dunia. Pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO mengukuhkan batik sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity asal Indonesia.

"Saat ini yang perlu kita waspadai adalah persaingan dengan Malaysia, China, dan Singapura yang juga telah memproduksi batik. Selain memperkuat produksi dan mengembangkan dari sisi industri, pilihan kita membeli batik Indonesia merupakan langkah konkret dan riil turut memenangi persaingan dengan batik luar negeri," kata Menperin.
Sumber : detik.com
Batik Semarang - Masyarakat Jawa sejak zaman dahulu telah memiliki sebuah tradisi yang saat ini telah mendapatkan pengakuan dari dunia internasional. Seni dan budaya tersebut adalah batik. Tradisi membuat batik ini telah diwariskan secara turun temurun dalam keluarga masyarakat jawa.

Saat ini batik telah menjadi sebuah tradisi yang sangat terkenal dan telah berkembang menjadi busana yang modern dan dipakai oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan.

Pembuatan batik yang kita kenal saat ini dapat dibagi menjadi tiga kategori besar yaitu batik tulis, batik cap dan juga batik printing.

Ketiga jenis batik tersebut memiliki perbedaan dalam teknik pembuatan nya dan juga perbedaan dalam hasil akhir dari batik itu sendiri. Batik yang memiliki kualitas paling baik adalah seni batik tulis.

Teknik ini merupakan teknik batik yang asli dan hingga saat ini tidak memiliki perubahan dalam proses dan tahapan pembuatan nya.

Batik dengan kualitas yang berada di bawah batik tulis adalah batik cap. Jenis batik ini proses pembuatan nya mirip dengan batik tulis, namun menggunakan alat bantu yang berfungsi untuk men cap kain batik dengan pola yang diinginkan.

Proses pembuatan batik cap ini jauh lebih cepat daripada pembuatan batik tulis namun kualitas dari batik cap di bawah batik tulis. Batik yang paling rendah kualitas nya adalah batik printing. Batik ini sering juga disebut sebagai batik sablon, atau ada juga yang menyebutnya dengan kain motif batik. Hal ini disebabkan karena kain ini tidak diproses dengan cara pembuatan batik yang sebenarnya.

pembuatan batik printing (batikfilosofia.com)
Proses pembuatan batik printing ini dilakukan dengan menggunakan mesin sehingga membuat proses nya jauh lebih cepat dan dibuat dalam jumlah yang sangat banyak.

Harga dari ketiga jenis batik tersebut memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Batik yang paling tinggi harganya adalah batik tulis. Sementara batik yang paling rendah harganya adalah batik jenis printing.

Sebagian besar kain dan juga baju batik yang kita temui di pasaran adalah batik printing. Mungkin masih banyak orang yang bingung mengapa batik tulis itu harga nya sangat mahal.

Berikut ini beberapa penjelasan tentang mengapa batik tulis memiliki harga jual yang tinggi.

1.  Kain batik tulis dibuat dengan tangan manusia dalam seluruh prosesnya, baik itu menggambar motif hingga proses pewarnaan. Kain batik tulis ini dibuat motif dan juga pola nya melalui tangan tangan terampil para pengrajin batik sehingga terciptalah berbagai macam motif batik yang indah.

Proses pembuatan batik tulis yang dilakukan secara manual ini membuat batik tulis memiliki perbedaan antara satu sama lain. Hampir tidak ada batik tulis yang memiliki pola yang sama persis besarnya dan juga pola motif nya. Hal ini disebabkan oleh tangan manusia yang memberikan sentuhan berbeda pada batik tulis.
Proses pembuatan batik tulis ini tidak yang sama persis sehingga setiap kain batik tulis merupakan maha karya seni tersendiri.

2.  Proses pembuatan batik tulis ini menggunakan alat khusus yang bernama canting. Alat ini memiliki bentuk lancip di ujung nya dan memiliki tempat untuk menyimpan malam pada bagian atasnya. Alat unik ini dipakai oleh para seniman batik untuk membuat motif batik dengan cara menuliskan malam pada permukaan kain. Proses pemberian lilin malam ini dikenal juga dengan sebutan mencanting.

Dalam membuat motif batik diperlukan tingkat kesabaran, keuletan, dan juga ketelitian yang tinggi untuk dapat menghasilkan motif batik yang bagus dan indah. Proses yang unik ini tidak dapat dilakukan oleh semua orang, dan banyak yang tidak sabar atau kurang tekun dalam mengerjakannya. Hal ini lah yang membuat kain batik tulis menjadi sebuah karya seni yang bernilai tinggi.

Semakin indah dan rumit motif batik nya maka akan semakin mahal harga kain batik tersebut.

3.  Membuat batik tulis bukan lah sebuah proses yang dapat selesai dalam waktu satu hari saja. Proses yang dibutuhkan untuk membuat selembar kain batik tulis pada umumnya memerlukan waktu 1 hingga 6 bulan tergantung dari kerumitan motif batik nya dan juga proses pewarnaannya.

Pada umumnya semakin lama proses pembuatan batik tulis tersebut maka akan semakin indah hasilnya. Salah satu contohnya adalah batik gentongan dari Madura. Proses merendam kain batik dalam gentong dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Gentong yang telah diberi air dan juga pewarna ini akan diletakkan di dalam ruangan tertutup.

Ruangan yang dipakai untuk menyimpan gentong tersebut harus benar-benar gelap. Para pengrajin batik akan mencelupkan kain di dalam air rendaman tersebut selama satu hari penuh dan proses ini akan dilakukan secara berulang kali selama 6 bulan.

Hasil dari warna kain batik gentongan ini memang berbeda dan membuat warna dari kain batik gentongan ini dapat bertahan dalam waktu yang sangat lama bahkan hingga puluhan tahun. Harga dari kain batik gentongan ini dijual dengan harga 2,5 juta hingga 5 juta rupiah untuk satu lembar kainnya.

4.  Para seniman batik yang membuat dan mengerjakan batik ini adalah orang-orang yang memiliki jiwa seni yang baik dan memiliki rasa cinta terhadap batik tulis. Proses pembuatan kain batik tulis yang rumit dan juga membutuhkan kesabaran yang tinggi ini memang harus dilakukan oleh orang yang sangat cinta terhadap seni batik dan memiliki jiwa seni yang juga tinggi.

Pada umumnya para seniman batik tulis ini mempelajari teknik pembuatan batik ini ada yang secara otodidak dan ada juga yang diwariskan secara turun temurun dalam keluarga mereka. Perlu proses yang cukup lama sehingga seorang pengrajin batik tulis dapat menjadi mahir dalam pekerjaan mereka.

Demikian lah beberapa hal yang menyebabkan batik tulis harga nya relatif sangat mahal. Batik tulis merupakan karya seni sehingga memang wajar jika dijual dengan harga yang tinggi. Kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga dengan seni batik khas Indonesia ini dan harus berusaha melestarikan seni batik tulis yang asli ini.
Sumber : viva.co.id
Pergelaran Solo Batik Carnival (SBC) 2016 selama 3 hari pada Jumat-Minggu (22-24/7/2016) di sepanjang Jl. Slamet Riyadi-Benteng Vastenburg Solo digadang bakal meriah dengan kehadiran 4 mustika Jawa, yakni gamelan, keris, candi, dan lampu.

Ira Oktarini, wakil Yayasan Solo Batik Carnival selaku petugas humas SBC 2016 mengatakan SBC 2016 merupakan kolaborasi unik bentuk art, fashion, dan musik. Estetika gamelan, keris, candi, dan lampu akan diaplikasikan dalam bentuk kostum bermotif dasar batik Nusantara.

Mengangkat tema Mustika Jawa Dwipa, keempat mustika tersebut akan menjadi sub tema yang diaplikasikan dalam kostum SBC 2016.

“Itu kreasi mereka [para peserta] sendiri. Kreasi tahun ini unik karena motif batik dalam kostum diaplikasikan dengan bentuk-bentuk gamelan, keris, candi, dan lampu [tradisional]. Mustika itu kan artinya perhiasan, sesuatu yang bernilai tinggi yang dimiliki Pulau Jawa. Dalam konteks ini adalah keempat benda tersebut,” ujar dia saat berbincang dengan solopos.com, Selasa (17/5/2016).

Tak hanya itu, koreografi dan musik pun dibuat berbeda, disesuaikan dengan karakter masing-masing sub tema. Dia memaparkan desain kostum akan dihadirkan sesuai dengan pakemnya masing-masing. Sebagai gambaran, Ira mencontohkan kostum gamelan yang sudah pasti dikreasi dengan motif dan warna batik yang sesuai dengan karakter gamelan.

Rencananya, opening ceremony pada Jumat (22/7/2016) akan diselenggarakan di luar gedung stadion Sriwedari. Selanjutnya pada Grand Carnival yang jatuh pada Minggu (24/7/2016), ratusan peserta karnaval akan berparade melalui rute jalan Bhayangkara-Jl. Slamet Riyadi-Gladag-Benteng Vastenburg. Venue benteng Vasteburg pun selama 3 hari direncanakan akan menjadi spot bazaar dan pameran aneka kerajinan kreatif.

“Kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, baik dengan dinas Pariwisata Kota Solo maupun dengan Dinas Perhubungan Kota Solo. Intinya di tahun ini kami memperhatikan juga manajemen penonton dengan menyediakan beberapa panggung penonton di sejumlah spot, area parkir kendaraan, dan pendukung teknis lainnya,” imbuh

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Seni dan Budaya Dinas Kebudayan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo, Vero Ekowati mengatakan di tahun penyelenggaraannya yang ke-9 ini, sudah ada 250 orang peserta baru yang mendaftar.

Mereka menjalani workshop di 5 kecamatan di Kota Solo. Menurutnya, jumlah tersebut belum termasuk peserta lama yang sebelumnya pernah mengikuti SBC di tahun-tahun sebelumnya. Vero memperkirakan akan ada sekitar 400 peserta dengan 400 kostum di SBC 2016.
Lebih lanjut Vero menjelaskan SBC 2016 tahun ini memiliki beberapa pertimbangan untuk diselenggarakan pada bulan Juli.

“Kalau tahun sebelumnya diselenggarakan pada bulan Juni, nah tahun ini memang dari hasil keputusan rapat kami dari awal merencanakan bulan Juli. Selain bisa mempersiapkan lebih matang, kebetulan Juni juga bebarengan dengan Ramadhan,” ujar dia, Selasa (17/5/2016).
Sumber : www.harianjogja.com
Batik Semarang - Salah satu kegiatan yang sangat menyenangkan adalah berbelanja, termasuk dalam berbelanja batik. Batik adalah salah satu busana tradisional yang berasal dari Jawa.

Kini, batik menjadi sebuah busana yang memiliki tampilan yang menarik dan modern. Dalam menggunakan batik, kamu harus mengetahui beberapa tipsnya, seperti kain, motif dan warnanya.

Berikut ini adalah beberapa tips dalam memilih busana batik agar sesuai dengan kebutuhan kamu.

Untuk busana kasual, sebaiknya kamu memilih batik yang bercorak fauna dan flora. Selain, itu usahakan batik berada dalam paduan warna yang cerah sehingga memberi kesan aktif dan ceria.

Jika kamu memiliki tubuh yang besar, pilihlah motif batik yang ukurannya sedang. Hindari motif yang ukurannya terlalu besar ataupun terlalu kecil. Sedangkan, jika kamu memiliki tubuh yang mungil, pastikan kamu memilih motif batik berukuran kecil.

Untuk gaya kasual, kenakan busana berpotongan simpel dengan aplikasi atau detail menarik. Dan agar nyaman dipakai, untuk busana kasual pilihlah batik yang terbuat dari katun.

Adapun untuk busana kerja, sebaiknya kamu memilih batik dalam kombinasi warna gelap atau pastel, serta bercorak geometris agar penampilan kamu menjadi tetap terlihat rapi, simpel, dan formal.

Jika kamu memiliki tubuh yang besar, pilihlah motif geometris yang berukuran sedang, atau kombinasi motif geometris yang besar dengan yang ukurannya kecil agar sesuai dengan proporsi tubuh kamu.

Sedangkan bila kamu memiliki tubuh yang mungil, jangan ragu untuk memilih batik bermotif geometris berukuran sedang agar bentuk tubuh tampak lebih proporsional.

Untuk aktivitas kerja, pastikan kamu memilih desain busana yang simpel namun tegas, sehingga tetap berkesan profesional. Hanya jika diperlukan bisa ditambah detail atraktif yang terkesan minimalis, seperti opnaisel, ploi, saku, atau tali pinggang.

Terakhir, pilihlah batik yang terbuat dari katun dan tambahkan superlining sebagai pelapis dalam (furing) agar jatuhnya busana terlihat lebih tegas dan rapi.

Yang terakhir adalah tips dalam memilih batik untuk busana pesta. Apabila kamu ingin membuat busana pesta atau resmi dari kain batik, kamu bisa menggunakan berbagai jenis motif dan paduan warna.

Yang penting, pilihlah warna serta motif batik yang sesuai dengan jenis acara yang akan kamu hadiri (suasana pesta). Untuk acara pesta yang beratmosfer santai atau semiresmi, kamu bisa memilih batik bermotif fauna dan flora dalam paduan warna cerah ataupun terang. Untuk acara pesta yang resmi, batik bermotif fauna dan flora dalam paduan warna cerah ataupun terang. Selain itu, untuk acara pesta yang resmi, batik bermotif geometris berukuran sedang atau motif-motif klasik, seperti motif Jlamprang dan Truntum dalam sentuhan warna terang atau gelap yang terkesan mewah bisa menjadi pilihan yang tepat. Batik bermotif flora juga bisa dipilih untuk menciptakan busana resmi yang terkesan elegan.
Sumber : www.kayanabatik.co.id
Batik Semarang - Memiliki rasa prihatin mengenai masuknya budaya asing yang semakin meluas, menjadi alasan Komunitas Cinta Berkain (KCB) terbentuk. Komunitas yang digawangi oleh Ketua sekaligus Founder Sita H. Agustanzil ini terbentuk sejak 9 Maret 2014.

Sejak berdiri, KCB memiliki tujuan menyosialisasikan masyarakat untuk mengenakan kain batik sehari-hari. Mereka pun kerap mengenakan kain batik ke tempat umum.

"Ini sebagai bentuk ajakan atau kampanye kepada masyarakat Indonesia untuk berkain," ujar Ketua KCB Sita H. Agustanzil saat ditemui di Museum Nasional Jakarta, Sabtu (14/5).

Berkain dalam keseharian, sekaligus bentuk KCB dalam melestarikan budaya Indonesia.‎ "Mungkin, kami tidak bisa mengerem budaya asing masuk Indonesia. Namun, bisa melawan dan menahannya dengan melestarikan budaya bangsa‎," sambungnya.

Keseriusan KCB mengajak atau menyosialisasikan mayarakat Indonesia untuk berkain rupanya ‎membuahkan hasil. Buktinya, anggota komunitas yang diisi oleh ibu-ibu ini telah memiliki 1.900 anggota di Indonesia maupun luar negeri.

‎"Tapi, paling banyak anggotanya berada di Jakarta sekitar 1.400. Sisanya tersebar di Surabaya, Bogor,‎ Malang, Bali, Bandung, Perth (Australia), dan San Fransisco," sebut Sita.

Dalam waktu dekat, komunitas ibu-ibu berkain ini juga akan membuka cabangnya di Washington DC, USA. Lantaran terdapat anggota KCB dan banyak orang Indonesia yang tinggal di negara tersebut.

"Tapi, tak menutup kemungkinan‎ kalau ada orang luar negeri yang mau ikut silahkan saja," lanjutnya.

‎Semakin meluasnya KCB di Indonesia maupun luar negeri, Sita mengharapkan, mampu menularkan generasi muda untuk melakukan hal serupa. Yakni, berkain dalam keseharian.

"Kami ingin generasi mudah juga berkain saat ini. Kalau bukan kita, siapa lagi yang bisa melestarikan budaya Indonesia. Khususnya, kain batik," pungkasnya.
Sumber : www.jawapos.com