Diberdayakan oleh Blogger.

Seharag Batik

Tokoh Batik

The Latest

Batik Semarang - Demam batik yang digandrungi sebagian besar masyarakat Indonesia akhir-akhir ini ternyata tidak diikuti dengan pengetahuan tentang ihwal batik itu sendiri. Faktanya banyak orang yang ingin membeli batik, namun bukan batik yang sebenarnya mereka beli, melainkan tekstil bermotif batik. Alangkah kecewanya bila Anda mengalami hal yang sama. Untuk itu berikut cara mudah mengenali batik yang asli:
  • Dilihat, perhatikan warna batik. Batik yang asli memiliki warna yang natural, solid dan kuat. Sedangkan tekstil bermotif batik warnanya sintetik, tidak alami, buram dan tidak solid. Selain itu motif batik yang asli terlihat kurang rajin/kurang beraturan, disebabkan karena pengerjaannya dengan menggunakan tangan. Disinilah letak nilai seni batik yang tinggi, karena dikerjakan secara manual dengan tangan pengrajin. Sedangkan motif pada tekstil, terlihat terlalu sempurna, hampir tidak ada cacat. Inilah yang menghilangkan nilai seni batik.
  • Diraba, pegang dan rasakan tekstur kainnya. Batik yang asli bila dipegang, kainnya akan mudah jatuh, tidak kaku serta teskturnya lembut. Sedangkan bila tekstil, bila dipegang kainnya kaku serta memiliki tekstur yang relatif kasar. Hal ini disebabkan sifat pewarna yang hanya menempel pada lapisan luar kain, tidak meresap pada kain seperti halnya batik yang asli.
  •  Dicium, rasakan baunya pada permukaan kain. Batik yang asli memiliki bau yang khas yaitu bau lilin. Sedangkan tekstil bermotif batik mengeluarkan bau minyak yang kuat.
  • Dibalik, perhatikan sisi kain sebaliknya. Batik yang asli, sisi dalamnya memiliki motif dan warna yang hampir sama dengan sisi luarnya. Sedangkan tekstil bermotif batik, bila diperhatikan motif dan warna sisi dalam berbeda jauh dengan sisi luarnya.
  • Harga lebih mahal. Jangan terlalu senang bila menjumpai batik dengan harga murah. Walaupun harga merupakan hal yang relatif, namun perlu diperhatikan bahwa batik yang asli relatif berharga lebih mahal dari pada tekstil bermotif batik. Karena diproses secara tradisional menyebabkan biaya pengerjaan juga lebih mahal. Lain halnya dengan tekstil bermotif batik, karena proses pengerjaannya dengan mesin, harga jualnya menjadi lebih murah.
Sumber :  klik disini
Batik Semarang - Solo sebagai salah satu Kota Batik memiliki beraneka ragam motif batik yang terus diproduksi secara turun menurun. Semakin berkembangnya teknologi, beragam teknik pembuatan juga dilakukan, mulai dari teknik batik tulis, batik cap maupun batik printing. Kampung Batik Laweyan dan Kauman menjadi dua daerah yang dikenal sebagai sentra kerajinan batik di Surakarta.

Ada ratusan bahkan ribuan jenis motif batik yang ada di Solo, baik motif batik tradisional maupun motif batik dengan desain baru. Beberapa motif batik tradisional di Solo yang paling populer diantaranya adalah :
 
1. Motif Parang

Sebagaimana yang dikutip dari wikipedia.org, Batik Parang merupakan salah satu motif batik yang paling tua di Indonesia. Parang berasal dari kata Pereng yang berarti lereng. Perengan menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. Susunan motif S jalin-menjalin tidak terputus melambangkan kesinambungan. Bentuk dasar huruf S diambil dari ombak samudra yang menggambarkan semangat yang tidak pernah padam. Batik ini merupakan batik asli Indonesia yang sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo).

Makna yang terkandung dalam Batik Parang ini adalah tentang nasihat agar seseorang yang mengenakan tidak pernah menyerah, kokoh seperti batu karang yang selalu diterjang ombak lautan. Selain itu, batik parang juga memberi gambaran tentang jalinan yang tidak pernah putusdalam upaya memperbaiki diri, memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian keluarga.
 
2. Motif Kawung

Batik kawung memiliki motif yang cukup sederhana, terbentuk dari pola bulatan mirip buah Kawung, sejenis buah kelapa atau yang  disebut buah kolang-kaling. Motif hiasan yang berupa rangkaian kombinasi lingkaran ini disusun berjejer rapi secara simetris dan geometris.

Motif batik kawung banyak dimaknai sebagai gambar bunga teratai dengan empat lembar daun bunga yang merekah. Bagi orang Jawa bunga teratai sering diartikan sebagai umur yang panjang dan juga kesucian.

Pada masa lalu, motif batik kawung biasanya hanya boleh dipakai oleh kalangan kerajaan. Dengan mengenakan motif batik kawung ini, ia dapat mencerminkan kepribadian sebagai seorang pemimpin yang mampu mengendalikan hawa nafsu dan menjaga hati nurani.
 
3. Motif Sawat.

Batik motif sawat berasal dari kata sawat atau sayap, adapula yang berpendapat bahwa kata sawat berasal dari kata syahwat atau nafsu. Motif ini dahulu dianggap sangat sakral dan hanya dipakai oleh raja dan keluarganya. Motif bentuk sayap yang disusun sedemikian rupa ini sering dimaknai sebagai burung garuda kendaraan Dewa Wisnu yang melambangkan kekuasaan atau raja.

Motif Batik sawat ini hingga kini masih sering digunakan oleh pasangan pengantin dalam acara prosesi pernikahan, filosofi batik sawat diyakni bisa melindungi kehidupan pemakainya.
 
4. Motif Sidomukti.

Motif Batik Sidomukti ini merupakan salah satu motif paling mudah ditemukan karena kepopulerannya. Motif Sidomukti banyak digunakan sebagai pakaian adat pengantin jawa khususnya masyarakat Solo.

Batik Sidomukti berasal dari kata sido yang artinya jadi, berkesinambungan, terus menerus dan dari kata mukti yang berarti bercukupan, hidup makmur, atau sejahtera. (Baca juga : Motif Batik Sidomukti Surakarta)

Dengan mengenakan motif ini, kedua mempelai pengantin dimaksudkan agar dalam mengarungi kehidupannya dapat selalu bahagia dan dlilmpahkan rejeki. Motif ini memang menggambarkan sebuah harapan suatu kehidupan masa depan yang lebih baik, penuh kebahagiaan dan kesejahteraan, tanpa melupakan Tuhan yang telah memberi kehidupan.
 
5. Motif Truntum.

Jika motif batik Sidomukti sering dipakai oleh pasangan pengantin, maka motif batik truntum biasa dipakai oleh orang tua pengantin. Kata Truntum sering dimaknai sebagai penuntun, sehingga sebagai orang tua diharapkan selalu bisa dijadikan sebagai penuntun, panutan, atau contoh yang baik bagi anaknya dalam mengarungi hidup baru.

Motif Truntum yang diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III) memiliki makna cinta yang tumbuh kembali. Beliau menciptakan motif ini sebagai sombol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin terasa subur berkembang (tumaruntum). Harapannya adalah agar cinta kasih yang tumaruntum ini akan menghinggapi kedua mempelai. 

6. Motif Satrio Manah.

Motif Batik Satrio Manah sering dipakai oleh wali pengantin pria saat melakukan prosesi lamaran/meminang mempelai wanita. Makna dari motif ini adalah agar dalam lamarannya dapat diterima oleh pihak calon pengantin wanita beserta keluarganya.

Selain digunakan oleh wali pengantin pria, motif ini juga sering dipakai oleh calon pengantin pria saat melamar. Sesuai dengan arti katanya, motif ini diartikan sebagai seorang ksatria yang membidik pasangannya dengan busur dan panah, sedangkan mempelai wanitanya akan memakai batik dengan motif semen rante. 

7. Motif Batik Semen Rante.

Motif Semen Rante berasal dari kata semen/semi yang berarti tumbuh dan kata Rante berarti rantai yang melambangkan hubungan erat dan mengikat menyiratkan sebuah makna ikatan yang kokoh. Motif batik semen rantai sering dipakai oleh mempelai perempuan saat dipinang oleh lelaki pujaan hatinya yang mengenakan motif batik satrio manah.

Dengan motif Semen Rante ini,  pihak pengantin wanita mengkomunikasikan pada pasangannya bahwa ia menginginkan sebuah ikatan yang kuat dan kokoh sehingga tidak dapat dipisahkan. Jaman dahulu bila pihak calon mempelai wanita memakai motif batik semen rantai, maka bida dipastikan bahwa apapun lamarannya sudah pasti diterima.
Sumber : kesolo.com
Batik Semarang - Mengabungkan motif batik dengan segala busana kini seolah telah mewabah, hampir setiap desainer pernah mencoba berinovasi menggabungkan desain batik dengan berbagai busana salah stunya adalah dress batik. Yup busana dress diambil karena bisa dikondisikan untuk berbagai acara mulai dari yang formal hingga non formal.

Namun dalam pemakaian dress batik pun kita harus selektif agar sesuai dengan bentuk dan busana yang akan kita padankan nantinya, berikut ini tips memilih dress batik untuk berbagai keperluaan anda:

Dress Batik Untuk Aktifitas Kantor, pemilihan dress batik kantor, sebaiknya anda memakai bahan dengan warna dasar gelap atau pastel dengan motif kontemporer sehingga akan memberikan anda kesan rapi, simple, dan formal. Untuk mempercatik tampilan bisa anda tambahkan ikat pinggang berwarna hitam serta perpaduan blouse yang jatuh sampai ke pinggang.

Dress batik untuk acara Pesta, menghadiri sebuah pesta warna yang sebainya anda gunakan adalah hitam atau coklat tua yang elegan dengan bahan sutra atau satin. Gunakan juga Dress Batik modern dengan desain strapless dress sepanjang lutut bermotif klasik.

Dress batik untuk Susana yang Casual, untuk kegiatan yang bersifat casual dan santai, anda dapat menggabungkan model Dress Batik kontemporer bermotif flora dengan permainan warna-warna terang seperti pink, hijau, kuning, biru langit.
Batik Semarang - Batik merupakan salah satu budaya khas Indonesia yang sudah sejak jaman dahulu. Dan mereka membuatnya dengan kreativitas yang mungkin sekarang akan sulit dibayangkan. Karena dengan peralatan dan bahan yang masih tradisional, mereka sanggup membuat sebuah karya yang sangat indah.

Pada umumnya, dalam pembuatan batik. Dahulu kala nenek moyang kita masih menggunakan bahan pewarna alami untuk batik yang mereka hasilkan tanpa menggunakan bahan pewarna sintesis seperti yang banyak digunakan di masa sekarang.

Bahan pewarna alami ini juga tidak bisa disandingkan dengan pewarna sintesis. Baik itu dari sisi kualitas maupun sisi naturalnya. Karena bahan pewarna alami sangat ramah lingkungan. Dan hal inilah yang membuat motif batik Indonesia sangat terkenal di dunia Internasional.

Apa saja sih yang menjadi bahan-bahan alami tersebut. Nah, berikut ini adalah macam-macam bahan pewarna alami batik yang perlu kita ketahui diantaranya adalah :

Biji buah pinang. 

Pohon Pinang, pohon yang paling umum dan tersebar di berbagai tempat di Indonesia ini juga merupakan bahan pewarna alami untuk batik. Pohonnya cukup tinggi dengan batang yang kecil dan kurus tanpa adanya cabang atau ranting. Lebih mirip seperti pohon kelapa tetapi tidak ada gerigi di pohonnya.

Biji buah dari pohon pinang yang sudah tua dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami kain batik. Caranya adalah dengan menumbuk biji pinang sampai halus lalu dicampur dengan air untuk menjadi larutan pewarna.

Bahan pembuatan warna alami batik dari biji buah Pinang ini sudah lama diterapkan oleh masyarakat Papua pada kain batik tradisional mereka, yaitu batik Papua. Dan pada penerapannya, batik ini menghasilkan warna coklat kemerahan dan warna hitam pada kain batik.

Akar Tanaman Mengkudu

Tanaman Mengkudu, biasanya tanaman ini sangat terkenal sebagai tanaman obat tradisional yang diambil dari manfaat buah mengkudu.

Tetapi siapa yang menyangka, bahwa akar tanaman ini juga mempunyai manfaat lainnya yaitu sebagai bahan pewarna alami pada kain batik.Dari akar tanaman mengkudu ini, terciptalah bahan pewarna alami batik berwarna merah tua atau merah kecoklatan.

 Kulit Buah Manggis

Buah Manggis, merupakan salah satu buah yang paling dicari karena memiliki daging buah yang enak dan sangat segar. Kulit dari buah manggis juga bermanfaat sebagai obat tradisional. Selain itu, kulit buah manggis juga ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami kain batik.

Kulit buah Manggis dapat menghasilkan warna merah keunguan, merah, dan juga biru. Cara untuk membuatnya adalah dengan menumbuk kulit buah manggis hingga halus. Lalu rendam dengan larutan etanol (salah satu jenis alcohol). Setelah itu dikeringkan sebelum siap untuk dijadikan sebagai bahan pewarna alami kain batik.

Daun jambu biji

Jambu biji, salah satu tanaman yang paling sering berada di sekitar kita. Jambu biji biasanya sering dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan kita baik buahnya maupun daunnya. Tetapi, daun jambu biji juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami kain batik.

Daun jambu biji mempunyai kandungan senyawa yang sangat diserap oleh kain, dan biasanya digunakan untuk menghasilkan warna kuning sampai warna kecoklatan pada kain. Itulah kenapa daun jambu biji menjadi salah satu bahan alami batik.

Cara membuatnya adalah dengan menumbuk dahulu daun jambu biji sampai halus dan lembut. Lalu campurkan dengan larutan etanol. Setelah itu lakukan pemisahan senyawa untuk zat warna sehingga nantinya akan menghasilkan sebuah pasta untuk pewarna alami kain batik.

Pohon soga. 

Soga, adalah bahan pewarna alami yang sudah lama dikenali dan sering digunakan sebagai salah satu pewarna untuk kain batik. Pohon ini dapat ditemui di berbagai tempat di Indonesia dan biasanya yang digunakan adalah bagian kulit kayu dari pohon soga.

Ada tiga macam jenis pohon Soga yang biasanya digunakan yaitu diantaranya adalah :

Soga Tegeran

Tanaman Soga Tegeran, tanaman ini biasa dikenal sebagai tanaman perdu berduri, dan bisa menghasilkan warna kuning untuk bahan pewarna alami batik. Biasanya dapat kita temui di wilayah Jawa, Madura, Kalimantan, dan Sulawesi.

Soga Tingi

Tanaman ini hampir sama dengan Soga Tegeran, namun untuk membedakannya adalah tanaman ini memiliki jenis daun majemuk yang bergerombol di ujung cabang. Dan juga tanaman ini dapat menghasilkan warna merah gelap atau kecoklatan untuk bahan pewarna alami kain batik.

Soga Jambal

Soga Jambal atau biasa dikenal sebagai Yellow Flamboyant. Tak jauh beda dengan saudara yang sebelumnya, tanaman soga Jambal juga dapat dimanfaatkan sebagai penghasil alami pewarna batik. Perbedaannya adalah tanaman ini dapat tumbuh lebih tinggi mencapai 25 meter daripada tanaman yang sebelumnya.

Dan juga pada musim bunga tiba, tanaman ini akan terlihat indah dengan tandan bunga warna kuning yang bermekaran. Dari tanaman ini dapat menghasilkan warna coklat kemerahan dari batang kayunya.

Dari ketiga tanaman Soga diatas. Untuk mendapatkan pewarna alami kain batik, tanaman Soga ini harus diekstrasi terlebih dahulu lalu dicampurkan dengan bahan-bahan fiksasi sebagai bahan penguat warna untuk mendapatkan bahan pewarna alami yang diinginkan.

Daun Pohon Nila. 

Pohon Indigo, biasanya kita mengenal pohon ini dengan nama Pohon Tarum atau Nila. Dari tanaman ini dapat memanfaatkan daunnya sebagai bahan pewarna alami batik untuk menghasilkan warna biru. Zat yang dihasilkan dari daun ini adalah sangat kuat dan juga tidak mudah pudar daripada jenis pewarna alami lainnya.
READ  45++ Makna Motif Desain Batik Tradisional Indonesia beserta Penjelasan Lengkap

Ini disebabkan zat pewarna yang dihasilkan mempunyai keunggulan dimana jika terkena atau berbaur dengan oksigen. Zat ini akan mengikat dengan sangat kuat pada kain batik.

Sebagai bukti adalah adanya salah satu kain batik yang warnanya menggunakan bahan ini. Yang tersimpan di salah satu museum di Inggris yang sudah berusia 100 tahun lamanya. Dan sampai sekarang warna dari kain batik tersebut tidak pudar. Menakjubkan bukan.

Kunyit

Bahan pewarna alami kain batik selanjutnya adalah kunyit. Salah satu jenis rempah-rempah Indonesia yang paling sering kita temui di dapur kita. Kunyit juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk kain batik.

Untuk menghasilkannya ada dua cara yang dapat digunakan dengan menghasilkan warna berbeda. Yaitu jika kunyit dicampur dengan buah jarak dan jeruk, akan dihasilkan pewarna alami berwarna hijau tua. Dan jika dicampurkan dengan tarum atau indigo, kunyit akan menghasilkan warna hijau muda.

Biji kesumba. 

Bahan alami terakhir untuk kain batik adalah biji Kesumba. Biji Kesumba biasanya dimanfaatkan sebagai bahan pewarna makanan seperti margarine, keju, minyak salad, dan ikan. Tetapi akhir-akhir ini biji kesumba sudah bisa dimanfaatkan juga sebagai bahan pewarna alami untuk kain dan tekstil. Dari biji kesumba ini dapat dihasilkan warna merah oranye untuk pewarna alami kain batik.

Nah, itulah beberapa bahan pewarna alami batik yang biasa digunakan dari jaman dahulu sampai sekarang untuk mendapatkan kualitas warna yang indah pada kain batik. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan informasi yang menarik untuk pembaca.
Sumber : obatrindu.com
Batik Semarang - Mencintai batik sebagai bagian dari budaya nenek moyang tak hanya cukup dengan membelinya saja. Cinta akan batik, juga diwujudkan melalui perawatan yang baik dan benar juga.
 
Sekalipun demikian, Anda bisa memulainya dari hal terdekat yang sangat mungkin dilakukan, yaitu memelihara dan menjaga Batik milik Anda. Tak hanya Batik Solo, jenis Batik apa pun sebaiknya dipelihara secara benar. Secara praktis Edward Hutabarat berbagi tips untuk merawat Batik lawas warisan ibu, atau nenek pada kita dengan menggunakan Attack Batik Cleaner agar bersih sempurna, dan tak pudar warnanya.

Mencuci
  1. Siapkan air rendaman bersuhu di atas hangat, setengah ember/baskom berukuran sedang
  2. Masukkan 1-2 sendok makan Attack Batik Cleaner ke dalam air rendaman tersebut
  3. Rendam kain Batik lawas kira-kira 30 menit, diamkan
  4. Siapkan 3 ember yang masing-masing berisi air bersih bersuhu dingin untuk membilas
  5. Setelah waktu rendam selesai, angkat kain Batik dari air rendaman, dan celupkan berulang-ulang, hingga 5-6 kali, kemudian bilas hingga bersih tanpa diperas, dari satu ember bilasan ke ember bilasan lain, hingga air bersih tidak berbusa
Mengeringkan dan menyetrika
  1. Rentangkan handuk bersih, letakkan batik tua di atas handuk, kemudian gulung handuk sehingga kain Batik tergulung rapat di dalam handuk. Cara ini dilakukan agar handuk menyerap air dari Batik
  2. Setelah kain Batik berubah dari basah menjadi lembap, gantungkan kain pada pipa paralon yang telah terlebih dulu dialasi handuk agar tidak ada serat kain yang tertarik, hindari paparan sinar matahari langsung, diamkan semalam. Setelah kering, angkat
  3. Seterika kain yang bagian atasnya telah dilapisi lebih dulu dengan kain foal, dengan suhu sedang hingga panas
Menyimpan
  1. Jangan melipat kain Batik tua, dan jangan memasukkannya ke dalam plastik. Cara yang tepat untuk menyimpan adalah menggunakan hanger yang dilengkapi penjepit
  2.  Lipat kain memanjang hingga selebar hanger, alasi bagian kain Batik yang akan dijepit dengan sponge/busa tipis, sebelum menjepitnya
  3. Agar kain terbebas dari serangan ngengat, ambil beberapa butir lada putih, hancurkan kasar, taburkan di area menggantungkan kain
Sumber : KapanLagi.com
Merawat Batik Agar Awet
Batik Semarang - Agar warna batik berbahan sutra dan serat tidak cepat pudar, awet dan tetap tampak indah. Mencuci kain batik dengan menggunakan shampo rambut. Sebelumnya, larutkan dulu shampo hingga tak ada lagi bagian yang mengental. Setelah itu baru kain batik dicelupkan.

Anda juga bisa menggunakan sabun pencuci khusus untuk kain batik yang dijual di pasaran. Pada saat mencuci batik jangan digosok. Jangan pakai deterjen. Kalau batik tidak kotor cukup dicuci dengan air hangat. Sedangkan, kalau kotor, misalnya terkena noda makanan, bisa dihilangkan dengan sabun mandi atau bila kotor sekali, seperti terkena buangan knalpot, noda bisa dihilangkan dengan kulit jeruk dengan mengusapkan sabun atau kulit jeruk pada bagian yang kotor.
Sebaiknya Anda juga tidak menjemur kain batik di bawah sinar matahari langsung (tempat teduh). Kain batik jangan dicuci dengan menggunakan mesin cuci. Tak perlu memeras kain batik sebelum menjemurnya. Namun, pada saat menjemur, bagian tepi kain agak ditarik pelan-pelan supaya serat yang terlipat kembali seperti semula.

Sebaiknya hindari penyeterikaan. Kalaupun terlalu kusut, semprotkan air di atas kain kemudian letakkan sebuah alas kain di bagian atas batik itu baru diseterika. Jadi, yang diseterika adalah kain lain yang ditaruh di atas kain batik.

Disarankan untuk menyimpan batik dalam plastik agar tidak dimakan ngengat. Jangan diberi kapur barus, karena zat padat ini terlalu keras sehingga bisa merusak batik. Sebaiknya, almari tempat menyimpan batik diberi merica yang dibungkus dengan tisu untuk mengusir ngengat. Alternatif lain menggunakan akar wangi yang sebelumnya dicelup dulu ke dalam air panas, kemudian dijemur, lalu dicelup sekali lagi ke dalam air panas dan dijemur. Setelah akar wangi kering, baru digunakan

Anda sebaiknya juga tidak menyemprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain atau pakaian berbahan batik sutera berpewarna alami.

Bila Anda ingin memberi pewangi dan pelembut kain pada batik tulis, jangan disemprotkan langsung pada kainnya. Sebelumnya, tutupi dulu kain dengan koran, baru semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain.
Sumber : tipsmerawatbatik.wordpress.com
Agar Busana Batik Anda Awet dan Tidak Pudar Warnanya
Batik Semarang - Merawat kualitas kain batik atau busana batik yang dibuat dengan batik tulis atau batik cap memang susah-susah gampang. Anda tidak bisa mengabaikan teknik perawatan kain batik seperti busana pada umumnya. Sebab, salah sedikit saja, koleksi kain batik Anda bisa rusak dan pudar warnanya.

Lalu, bagaimana agar kain batik atau busana batik kesayangan Anda tetap awet dan bisa menjadi warisan untuk anak-cucu Anda nantinya? Yuk, ikuti tips berikut ini:

Mencuci batik dengan kain lerak
Kain batik tulis memiliki cara perawatan yang khas. Untuk menjaga warna kain batik tidak belel atau pudar, cucilah dengan menggunakan lerak. Lerak merupakan buah yang saat ini banyak yang sudah diproses menjadi sabun, sangat pas untuk digunakan mencuci kain batik. Lerak dapat ditemukan di toko-toko batik. Alternatif yang dapat digunakan untuk mencuci batik selain lerak yaitu detergen khusus batik atau sampo bayi.

Hindari mencuci kain batik, apalagi batik tulis yang kuno, dengan mesin. Bahkan jika tidak terlalu kotor, cukup diangin-anginkan saja. Mencuci kain batik dengan mesin cuci akan membuat serat pada kain menjadi kusut dan rusak.

Menjemur batik di tempat sejuk
Setelah mencuci kain batik, hindari menjemur di tempat yang terkena sengatan matahari langsung karena akan menyebabkan serat-serat pada kain batik menjadi terbuka. Batik pun tidak perlu diperas terlalu keras karena akan merusak seratnya. Saat dijemur, tarik ujung kainnya agar serat-serat pada batik berada di tempatnya.

Jika sudah dijemur, hindari menyetrika batik secara langsung. Jika batik tampak sangat kusut, semprotkan sedikit air di atas kain batik, lalu letakkan sehelai alas kain di atasnya, baru disetrika.

Menyimpan batik dengan cara menggulungnya
Jangan melipat kain batik selama penyimpanan di lemari. Kain batik dipercaya akan awet apabila disimpan secara gulungan atau digantung. Menggulung kain batik bisa menggunakan paralon bekas atau kertas roti.

Tujuan digulungnya kain batik, selain untuk menjaga agar tidak adanya lipatan pada kain, juga bisa mematikan kutu dan ngengat yang kemungkinan berada dalam kain batik tersebut. Namun, jika harus dilipat, gunakan plastik atau kain lain sebagai alas.
Sumber : tabloidnova.com
Batik Semarang - Anak perempuan sangat identik sekali dengan gaun atau dress. Apalagi mereka yang sangat feminim, mereka akan senang sekali memakainya. Nah, Dress batik bisa anda berikan pada mereka. Selain untuk membuat mereka senang karena memakai dress, secara tidak langsung anda mulai mengenalkan mereka dengan batik itu sendiri.

Dress batik ini memiliki beragam motif serta model yang berbeda. Untuk ukuran anda hanya tinggal memilih yang pas dengan si anak. Motif-motif dress batik anak ini jika dilihat sekilas hampir sama dengan motif batik untuk kaum dewasa lainnya, hanya saja warna dari batik ini dipilih yang cerah seperti biru, merah, dan hijau yang mana akan memberikan kesan cerah nan ceria layaknya anak-anak. Sedangkan model, dress batik ini hadir dengan model panjang sampai mata kaki dan ada pula yang selutut. Aksen hiasan pita dan bunga juga ada, biasanya terletak pada bagian pinggang, dada, dan bagian bawah roknya. Namun, ada juga model baju dress batik yang polos saja. Anda hanya tinggal memilih yang mana yang tepat untuk putri kecil anda.

Saat anda memutuskan untuk membeli baju dress batik anak ini, pilihlah yang bahannya dingin seperti katun. Jika anak anda tidak memakai jilbab, maka anda bisa memilihkan mereka baju yang panjangnya selutut, dan bagi anak anda yang berjilbab, memberikan mereka dress batik panjang seperti batik muslim anak juga bisa menjadi ide yang menarik. Jika anda tertarik dengan dress batik anak ini, anda bisa mendapatkannya di toko-toko fashion atau bagi anda yang tidak memiliki waktu luang untuk belanja, maka mengunjungi beberapa situs online shop juga bisa anda lakukan.

Kualitas Bahan

Hal pertama yang perlu anda perhatikan saat memilih dress batik anak ini adalah kualitas produk batik itu sendiri. Seperti yang kita tahu bahwa batik telah ditawarkan dengan harga yang bervariatif mulai dari yang murah sampai yang mahal. Kualitas batik bisa anda ketahui dengan mudah apabila anda melihat dan menyentuh langsung produk. Namun, bagi anda yang memilih untuk membeli dress batik anak dengan cara online, maka anda perlu detail menanyakan kualitas bahan.

Model Dress

Setelah kualitas bahan anda perhatikan, maka sekarang adalah memperhatikan model, warna dan ukuran yang pas dengan putri kecil anda. Pilihlah model dress batik yang sesuai dengan umur si anak sehingga akan terlihat pas. Untuk warna dress batik, pilihlah yang sesuai dengan warna kulit anak, ini dilakukan untuk membuat dress batik ini cocok dan enak dilihat saat dikenakan. Sedangkan saat menentukan ukuran, bawalah anak anda ikut serta belanja bersama anda. Minta ia mencoba model dress batik tersebut, sehingga anda bisa melihat langsung ukuran yang tepat untuk si dia. Cara inipun sangat efektif untuk menanyakan langsung pada anak apakah mereka suka atau tidak?

Beli Online

Lalu, bagaimana dengan memilih dress batik anak secara online? Seperti yang anda tahu, banyak orang yang merasa puas saat membeli baju online dan ada pula yang merasa kecewa karena barang tak sesuai dengan gambar yang mereka lihat. Untuk itu, taka pa anda dianggap cerewet dalam membeli barang. Tanyakan sedetail mungkin dress batik anak yang mereka jual seperti bahan, motif batik, ukuran, model, dan juga warna pilihan yang ada. Ini untuk menghindari kesalahan saat anda belanja online. Biasanya harga juga sangat berpengaruh pada kualitas produk yang ada, apalagi belanja online. Produk dengan harga yang mahal, biasanya memang membawa kualitas produk yang baik yang sama bagusnya dengan yang kita lihat pada gambarnya.
Sumber : halokawan.com
Batik Semarang - Tampil modis tak hanya untuk orang dewasa atau remaja saja. Bayi pun juga bisa tampil modis dan cantik dengan baju batik. Saat ini banyak desaindan model baju untuk bayi berbahan batik. Ada yang merupakan baju khusus bayi atau baju seragam keluarga. Meski banyak toko baik online maupun offline yang Jual Baju Batik Bayi ada beberapa hal yang harus diketahui dalam memilih baju yang berbahan batik untuk buah hati. Hal ini agar buah hati bisa mengenakan bajunya dengan nyaman dan mengurangi resiko buah hati rewel akibat pakaian yang dikenakan terasa mengganggu atau tidak nyaman. Bayi sangat sensitif terutama kulit terhadap pakaian. Rasa tak nyaman sedikit bisa menjadi rewel.

Batik baik untuk dewasa maupun anak – anak terutama bayi terbuat dari bermacam ragam dan jenis bahan dan ini akan mempengaruhi kualitas baju derta harga. Bahan batik dari katun direkomendasikan untuk anak terutama bayi karena sifatnya yang menyerap keringat dan dingin. Ini akan membuat buah hati tetap nyaman mengenakan baju batiknya sepanjang hari karena tidak mengalami rasa gatal dan iritasi akibat keringat. Batik untuk anak di desain sesuai jenis kelamin dan biasanya batik untuk anak lelaki akan lebih mudah dipilih karena desainnya yang terbatas. Sedangkan untuk batik bayi perempuan, ada ragam pilihan warna, model dan desain. Model dan warna juga harus diperhatikan dalam memilih baju batik untuk bayi.

 Baju Batik Bayi

Bayi masih cenderung belum terarah gerakannya dan hal ini bisa menjadi masalah ketika memilih model batik. Untuk bayi sebaiknya hindari model baju yang penuh detail sehingga tidak ditarik – tarik atau apabila berkancing sebaiknya periksa yang jahitannya kuat agar tidak mudah terlepas dan tertelan. Fungsi baju adalah untuk melindungi tubuh si kecil karena sesuaikan fungsinya dengan kondisi sekitar. Apabila kondisi cuaca yang panas dan bayi mudah terkena biang keringat, sebaiknya pilih baju yang tidak berserat ketat seperti katun dan tidak terbuat dari bahan sintetis yang cenderung gatal sehingga membuat bayi iritasi. Begitu pula dalam memilih baju batik di daerah yang bersuhu dingin, supaya tubuh si kecil tetap hangat.

Selain melihat dari bahan, warna dan motif, sebaiknya cek juga kualitas dari cap batiknya. Motif batik sekarang ini biasanya didesain dengan cetakan terutama untuk baju bayi. Sebaiknya cat tekstil untuk batik ini ada yang berkualitas tinggi ada yang tidak. Cat berkualitas tinggi tidak mudah luntur saat dicuci atau hanya luntur saat pencucian pertama, selain itu bau cat tidak menyengat yang bisa mengganggu pernafasan buah hati. Untuk cat batik kualitas rendah, akan tetap luntur setelah beberapa kali dicuci dan warnanya cepat memudar. Baunya juga cukup menyengat dan untuk bayi yang sensititf dapat berbahaya bagi pernafasan.
Sumber : www.mall-baby.com
Batik Semarang - Anda diberi warisan kain batik tulis dari ibu atau mertua? Jangan pernah menolak batik tulis tersebut karena alasan perawatannya yang sulit.

Merawat batik tulis memang sedikit berbeda dan tidak semudah merawat batik cap ataupun batik printing. Tetapi bukan berarti Anda tidak bisa merawatnya. Jangan jadikan alasan ini membuat Anda tidak ingin membeli atau memiliki batik tulis.

Batik tulis bukanlah kain sembarangan untuk disandang tetapi memiliki nilai seni dan filosofi tersendiri didalamnya. Nah, untuk menjaga warna batik tulis agar tidak pudar dibutuhkan perawatan khusus.

William Kwan HL, seorang peneliti batik dari Perkumpulan Nurani Budaya Indonesia, memberikan tips bagaimana merawat batik tulis dengan benar.

Tips ini diberikan dalam acara diskusi Batik Indonesia yang diselenggarakan pada Selasa, 6 Oktober 2009 oleh Standard Chartered Bank, sebagai dukungan pada pengukuhan batik Indonesia sebagai Intangible Cultural Heritage oleh UNESCO. Ikuti langkah-langkah berikut agar tekstur dan warna batik tulis Anda tidak pudar dan tahan lama.

- Simpanlah batik tulis, baik yang berupa kain atau pakaian di tempat yang tidak lembab dan terhindar dari cahaya matahari secara langsung.

- Untuk kain batik, bungkus dengan kertas pembungkus kimono atau jenis kertas lain yang tidak bersifat asam. Beri bebauan yang dapat mengusir ngengat perusak kain, misalnya akar-akaran alami atau biji merica. Hindari penggunaan zat kimia seperti kapur barus karena berisiko merusak warna.

- Secara periodik, sekitar dua minggu sekali, buka kain batik untuk diangin-anginkan. Jemurlah selama 10 hingga 15 menit saat pagi hari agar kain tidak lembab.

- Untuk mencuci batik tulis, jangan menggunakan mesin. Cucilah secara manual dengan tangan dan jangan gunakan sabun cuci yang keras. Untuk membersihkannya Anda bisa menggunakan lerak, sampo, sabun bayi atau dry clean di laundry.

- Untuk mengeringkannya, jangan langsung terkena paparan sinar matahari. Cukup diangin-anginkan saja hingga kering.

- Sebisa mungkin jangan menyetrika batik tulis Anda. Tapi, jika kain harus disetrika, lalu tempatkan kain lain sebagai pelapis di atas kain batik tulis tersebut. Atau gunakan setrika uap dengan mengatur uap yang tidak terlalu panas.
Sumber : life.viva.co.id
Batik Semarang - Sesuai  namanya, batik lawasan merupakan kain batik yang telah lawas dan dimakan usia. Semakin tua usianya makan kondisinya juga semakin rapuh. Berikut beberapa tips merawat kain atau busana dari batik lawasan agar lebih awet:

Cuci dengan Tangan
Busana Batik Tulis terutama lawasan sebaiknya dicuci dengan tangan, bukan dengan mesin cuci.

Sabun Ringan/Lerak
Gunakan sabun yang ringan (mild detergent), lebih baik lagi jika menggunakan lerak. Aroma buah lerak mampu mencegah munculnya serangga yang bisa merusak kain batik.

Jangan Direndam
Jangan sekali kali merendam kain batik lawasan.

Jangan Disikat
Saat mencuci kain batik lawasan jangan disikat, cukup dikucek sebentar dan bilas.

Gunakan Kulit Jeruk
Apabila ada noda membandel yang sulit dihilangkan dengan lerak, sabun, dan sampo, Anda bisa menggunakan kulit jeruk . Bersihkan di bagian yang ternoda saja, bukan di seluruh permukaan kain.

Jangan Diperas
Jangan memeras saat hendak menjemur kain batik lawasan.

Diangin-anginkan
Jangan menjemur kain batik lawasan di terik panas matahari langsung, tujuannya agar warna batik tidak mudah luntur. Cukup diangin anginkan saja. Bentangkan atau digantung sesuai model busana di tempat yang teduh.

Disimpan Tergantung
Simpan busana batik lawasan  secara tergantung, jangan dilipat. Khusus untuk kain atau sarung, disimpan dengan cara digulung. Selain untuk menjaga kerapaian batik, cara ini mampu menghindarkan terjadinya kerusakan permanen pada bagian lipatan kain, seperti robek atau lapuk.

Kapur Barus
Gunakan kapur barus untuk menangkal serangan ngengat dan mempertahankan kondisi kain. Masukan kapur barus ke dalam kantung kain katun atau flannel agar tidak menodai busana.
Sumber : tribunnews.com
Batik Semarang - Berikut ini adalah tips seputar warna pakaian khususnya batik yang sesuai dengan warna kulit kamu.

1. Warna kulit putih cerah

Beruntung orang yang memiliki warna kulit putih cerah karena cocok menggunakan pakaian dengan warna apapun. Namun lebih menarik lagi jika menggunakan pakaian berwarna pastel atau lembut seperti coklat muda, biru muda maupun pink muda, karena akan tampak elegant. Untuk kaum wanita sebaiknya pilihCardigan Pink Tambal koleksi Medogh untuk menunjang penampilanmu.

2. Warna kulit kuning langsat

Jika kamu memiliki kulit kuning langsat, sebaiknya pilih pakaian dengan warna-warna tropis seperti jingga, hijau, merah, kuning dan biru. Jaket Batik Cont Army Green pas buatmu Youngster.

3. Warna kulit sawo matang

Orang yang memiliki warna kulit sawo matang seperti kecenderungan orang Indonesia sangat cocok menggunakan warna ungu, maroon, merah hati atau tosca. Perpaduan antara warna gelap dan terang akan  mempunyai kesan mewah untuk kulitmu. Warna lain yang cocok adalah pink, cream (beige), dan biru tua (navy). Sebaiknya hindari menggunakan warna pucat seperti olive (hijau abu-abu), warna terang seperti merah, dan coklat tua. Jaket Batik JA-1204 sepertinya cocok untukmu Youngster.

4. Warna kulit gelap

Untuk kamu yang memiliki warna kulit gelap sebaiknya gunakan pakaian warna tanah yang lembut, seperti perpaduan antara warna hitam, abu-abu, coklat, krem, sampai kuning. 
Sumber : www.medogh.com