Diberdayakan oleh Blogger.

Seharag Batik

Tokoh Batik

The Latest

Batik Semarang - Batik sudah menjadi identitas Indonesia, semenjak ditetapkan menjadi warisan budaya Indonesia, eksistensinya semakin menggeliat di berbagai daerah. Berbagai daerah kini memiliki goretan motif batiknya masing-masing.

Bagaimana dengan Batik Semarang? Mendengarnya mungkin sedikit asing, dibanding batik-batik tetangganya seperti Pekalongan, Jogja, dan Solo.

Geliat batik Semarang memang tak seeksis Pekalongan. Eko Harianto, Salah satu penggiat Batik Semarang mengatakan motif yang terkenal di Semarang hanya berkutat di beberapa hal saja, seperti motif Tugu Muda, Lawang Sewu, Asam, dan yang lainnya.

Ia mengatakan semenjak pengakuan batik dari UNESCO, berbagai kota membuat motif khasnya sendiri, tapi cenderung hanya menuangkan desain bangunan-banguanan khasnya, atau menggambar yang sudah terlihat di kotanya.

“Batik berbagai daerah seperti hanya mengikuti arus, tanpa melihat akar budaya atau sejarah batik di daerahnya masing-masing. Padahal batik sudah tercitpa jauh sebelum itu,” ujar Eko pada Tribun Jateng saat mengisi diskusi Batik Semarang di Impala Space, Minggu (20/11/2016).

Ia mengungkap ternyata Batik Semarang sendiri telah ada sejak abad ke 18, jauh sebelum Batik Pekalongan yang tercipta pada 1920. Berbagai motif cantik pun telah tercipta ratusan tahun yang lalu, saat zaman kolonial.

“Saya coba mencari sebenernya batik semarang itu kaya gimana. Ternyata arsipnya masih tersimpan di berbagai literature, sampe ke Los Angels, Amerika,” ujarnya pada Tribun Jateng.

Ia menerangkan motif asli Batik Semarang sendiri memiliki ciri khas perpaduan batik pesisir dengan budaya percampuran masyarakat tionghoa di Semarang. Semarang memang sarat dengan pencampuran kebudayaan pendatang, yaitu Tionghoa, dan Arab.

Motif khas pesisir seperti flora fauna, yaitu burung merak, kupu-kupu, bangau, cempaka, mawar, burung blekok hingga asam pun banyak menghiasi literature yang menggambarkan Batik Semarang.

Selain itu, cirikhas yang selalu ada di Batik Semarang terdahulu ialah motif lekukan di kain bagian bawah. Menurutnya biasa disebut dengan lung-lungan.

Pewarnaan pun memiliki ciri khas warnanya sendiri yang menggambarkan karakter kehidupan di kota tersebut.

“Motif warna khas China, merah, kuning, orange, dan warna alam, hijau muda, sangat melekat di masa itu. Karena merupakan karakter kehidupan di kota Semarang sejak dahulu,” ujarnya saat disambangi di rumahnya di Kampung Batik Gedong Semarang, Senin (21/11/2016).

Kini ia, isterinya dan beberapa penggiat batik lainnya di Kampung Batik Gedong, Semarang terus menggalakan motif-motif asli semarang tersebut.

Menurutnya jika mengacu ke motif aslinya, Batik Semarang malah tidak monoton. Desain pun sangat berkembang, tidak terpatok pada bangunan-bangunan landmark Semarang saja.

“Sekarang masih banyak pengrajin yang kerkotak pada motif ikon. Justru motif Batik Semarang yang lama lebih memikat pembeli, tidak bosan, dan lebih kekinian,” terang Eko.
Sumber : tribunews.com
 Batik Semarang - Kota Pekalongan, Jawa Tengah, memang dikenal dengan Kota Batik. Aneka ragam jenis kain batik di Kota Pekalongan tersedia. Dari motif yang sederhana, sampai motif yang rumit sekalipun ada.

Bahkan ada juga batik yang sengaja dibuat untuk dimakan. Berbagai motif batik seperti Jlamprang khas Pekalongan, Megamendung asli Jawa Barat sepintas seperti gulungan kain batik cantik yang siap dibawa pulang untuk oleh-oleh.

Namun di tangan Adila Hukmiati, gulungan batik-batik yang disajikan dalam bungkus plastik tersebut enak dimakan. Di tangan seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Dekoro, Kota Pekalongan, bolu disulap dengan inovasinya dengan motif batik.

Sudah setahun lamanya Adila Hukmiati menggeluti bolu batik cantik yang kini sudah dijual keluar kota hingga Jakarta dan Surabaya.

Adila mengatakan, cukup mudah untuk membuat bolu kukus bermotif batik tersebut. Bahan-bahanya seperti membuat bolu kukus pada umumnya yakni tepung trigu, tepung maizona, gula pasir, emulsifier, susu cair, minyak sayur dan tentunya pewarna untuk menghiasi kue bolu dengan motif bati.

"Ada dua adonan yang harus dibuat, yakni adonan untuk membuat pola di motif batik dan adonan pelapis bolu, yang semuanya berbahan yang sama," kata Adila di rumahnya, Jumat (25/11/2016).

Setelah selesai membuat pola batik dengan campuran adonan tadi kemudian dikukus dengan klakot atau alat untuk mengukus.

Dikukus sekitar dua menit, setelah pola batik yang dikukus matang lalu diangkat dan langsung diberi pelapis untuk kemudian dikukus kembali sampai sepuluh menit.

"Kalau idenya ya banyak baca dan cari di internet. Jadi kita modifikasi saja bolu gulung yang kerap dibuat," lanjut Adila.

Adila hanya membuat kue bolu ini ketika ada pesanan karena hanya berjualan lewat media sosial. Ia menjual bolu batiknya dengan kisaran Rp 50.000 hinga Rp 75.000 per buah.

Penasaran kan dengan batik yang satu ini? Bila anda melintas di jalur pantura Pekalongan tidak ada salahnya bisa mampir ke rumah Adila Hukmita untuk mencicipi kue bolu batiknya.
Sumber : kompas.com
Batik Semarang - Siswa SMAN 1 (Smansa) kembali membuat terobosan. Berkat mata pelajaran (matpel) Prakarya dan Kewirausahaan, tujuh kelas yang diajar Kusman Dima menciptakan motif batik baru khas Bontang. Batik ini dinamakan Batik Mangrove.

Kusman bercerita, dasar menciptakan Batik Mangrove ini berasal dari potensi alam yang ada di sekitar Kota Taman. Hutan Mangrove yang tumbuh subur di pesisir Bontang jadi ide dasar menciptakan motif batik ini. "Kami ingin membuat batik ciri khas Bontang," ujar Kusman.

Selain itu, tujuan matpel Prakarya dan Kewirausahaan adalah membuat produk yang punya nilai jual. Batik, kata Kusman jadi salahsatu produk yang punya nilai jual tinggi. Terlebih, Bontang sangat minim dengan motif-motif batik khas daerah sendiri. "Siswa bisa belajar mencintai daerahnya, salahsatunya dengan Batik Mangrove ini," jelasnya.

Proses pembuatan batik ini, ungkap Kusman memakan waktu sekitar tiga minggu. Agar memunculkan ide Batik Mangrove kepada siswa, Kusman meminta mereka untuk melakukan riset terlebih dahulu. "Saya minta siswa kumpulkan foto-foto bentuk daun, akar, buah mangrove. Saya minta cermati baik-baik dan berimajinasi dari bentuk-bentuk mangrove tersebut, baru mereka dapat ide untuk motif batiknya" tutur Kusman.

Sementara salahsatu siswi kelas XI IPA 5 yang membuat desain motif Batik Mangrove, Prasasti Iclatus Amalia mengaku cukup kesulitan saat pertama mendapat tugas dari Kusman. mencari ide motif batik jadi kesulitan bagi Prasasti. Namun, setelah mendapatkan ide motif batiknya, dengan sigap dirinya mulai menggambar motif disecarik kertas kemudian dikumpulkan untuk dinilai terlebih dahulu. Kusman menambahkan, yang menilai batik tersebut dari teman-temannya di kelas lain. "Biar objektif menilai batiknya," tambah Kusman.

Prasasti cukup beruntung, karena batik hasil karyanya diapresiasi kelas lain dan dinyatakan terbaik untuk kemudian dicetak menjadi kain batik mangrove. "Alhamdulillah senang bisa punya karya," kata Prasasti.

Tak hanya menjadi produk hasil matpel saja, batik ini pun rencananya dapat diperjual belikan ke masyarakat sebagai latihan berwirausaha para siswa. Kusman membanderol permeter kainnya senilai Rp 75 ribu. "Rencananya di pameran pendidikan juga akan dipamerkan ke masyarakat," ujar Kusman.

Untuk menghargai karya siswa, dirinya pun sudah mendaftarkan motif batik mangrove ini untuk mendapatkan hak paten. Hal ini untuk menjaga kekayaan intelektual siswa dan mencegah dari plagiatisme. "Batik mangrove ini bisa jadi ikon baru batik khas Bontang, melengkapi batik-batik motif lain yang lebih dulu ada," tambah Kusman.

Prasasti berharap, batik yang sudah diciptakannya dapat mengasah ilmu dan keterampilan dalam berwirausaha. "Semoga berguna di masa depan," ujar siswi yang gemar menggambar ini.

Senada, Kusman berharap para siswa punya keahlian baru sehingga kedepan tidak hanya menjadi karyawan, namun bisa menjadi wirausahawan. "Di masa depan mereka bisa buka industri tekstil, batik, dan lain-lain. Mereka justru mampu membuka lapangan kerja untuk orang lain,” jelasnya.
Sumber : bontang.prokal.co
Tips Memilih Aksesoris Untuk Pakaian Batik
Batik Semarang - Batik jaman sekarang sudah sangat banyak mengalami perkembangan mengikuti mode (trend masa kini), karena pakaian Batik tidak lagi di pakai hanya pada acara adat atau acara resmi, tetapi ke kantor, ke Sekolah dan kegiatan-kegiatan biasa lainnya. Warna batik yang cenderung mengikuti alam memang agak lumayan susah untuk memadu padankan aksesoris dengan batik, tetapi kalau kita pandai dalam memilih aksesoris yang akan di pakai pada baju batik hasilnya akan tampak Indah.

Berikut ini adalah tips memilih aksesoris yang cocok untuk pakaian batik
  1. Pilih aksesoris yang berwarna alam (seperti warna kulit, kayu, biji-bijian)
  2. Sesuaikan dengan warna batik yang akan anda pakai
  3. Jangan memakai aksesoris yang berlebihan
  4. Agar terlihat modis, sebaiknya batik yang anda pakai berlengan pendek
  5. Kalau anda menggunakan Jam tangan, Sebaiknya warna jam tangan sinkron dengan warna bati
Batik Semarang - Batik pun kini menjamah semua kalangan. Batik tidak mengenal kelas ekonomi, jenis kelamin dan usia. Batik bisa menjadi pilihan gaya berpakaian yang asyik untuk sekedar pergi kuliah bahkan hangout. Corak khas dari batik dinilai merupakan alasan utama mengapa batik begitu disukai.

Batik Untuk Busana Pesta
  1. Jika Anda ingin membuat busana pesta atau resmi dari kain batik, Anda bisa menggunakan berbagai jenis motif dan paduan warna. Yang penting, pilihlah warna serta motif batik yang sesuai dengan jenis acara yang akan Anda hadiri (suasana pesta).
  2. Untuk acara pesta yang beratmosfer santai atau semiresmi, Anda bisa memilih batik bermotif fauna dan flora dalam paduan warna cerah ataupun terang.
  3. Untuk acara pesta yang resmi, batik bermotif geometris berukuran sedang atau motif-motif klasik, seperti motif Jlamprang dan Truntum dalam sentuhan warna terang atau gelap yang terkesan mewah bisa menjadi pilihan yang tepat.
  4. Batik bermotif flora juga bisa Anda pilih untuk menciptakan busana resmi yang terkesan elegan.
  5. Buatlah busana untuk pesta (resmi maupun tidak resmi) bermotif batik yang siluetnya simpel namun berdetail cantik dan unik, seperti ikatan pita atau memainkan pola-pola draperi. 6. Untuk busana pesta, Anda bisa memilih batik yang terbuat dari katun, sutra (sutra satin, raw silk, crepe silk) dan tenun ATBM.
Batik Untuk Busana Kasual
  1. Pilih batik bercorak fauna dan flora dalam paduan warna cerah, sehingga memberi kesan aktif dan ceria
  2. Jika Anda bertubuh besar, pilihlah motif batik yang ukurannya sedang. Hindari motif yang ukurannya terlalu sar ataupun terlalu kecil.
  3. Apabila Anda bertubuh mungil, pastikan Anda memilih motif batik berukuran kecil.
  4. Untuk gaya kasual, kenakan busana berpotongan simpel dengan aplikasi atau detail menarik.
  5. Agar nyaman dipakai, untuk busana kasual pilihlah batik yang terbuat dari katun.
Sumber : www.damniloveindonesia.com
Cara Sederhana Membedakan Batik Original dengan Batik Palsu
Batik Semarang - Unesco mengakui bahwa Batik Indonesia mempunyai teknik pembuatan dan simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia mulai dari lahir sampai meninggal dunia. Bayi digendong dengan batik bercorak simbol membawa keberuntungan. Dan yang meninggal ditutup dengan kain batik.

Batik yang diakui adalah batik yang pembuatannya menggunakan teknik tertentu, yaitu pembuatan coraknya menggunakan malam / lilin / wax.

Dan di Indonesia batik yang memenuhi syarat sebagai batik adalah Batik Tulis dan Batik Cap.

Tetapi batik yang saat ini mendominasi pasar ternyata batik palsu. Dan ironisnya mayoritas merupakan produk impor. Lebih disayangkan lagi Pemerintah seolah-olah tidak melakukan upaya apa pun untuk mengatasi ‘palsu-isasi’ batik.

Ada cara yang sederhana untuk membedakan antara batik original dengan batik palsu. Batik original, warna dan corak kain bagian luar dan bagian dalam sama warnanya. Warna bagian dalam sama tajamnya dengan bagian luar.

Sebaliknya, batik palsu warna bagian dalamnya samar-samar.
Cara Sederhana Membedakan Batik Original dengan Batik Palsu

Nah, dengan cara yang sederhana ini sekarang kita bisa tahu apakah batik yang kita pakai adalah batik original atau batik palsu.
Tips Memilih Tas Batik

Batik Semarang - "Berikut ini adalah beberapa tips bagi anda yang ingin memilih tas batik unik sesuai dengan postur tubuh:

♠Gemuk/ Plus size. Mereka yang memiliki badan berisi alias gemuk perlu menghindari tas berukuran mini karena malah menegaskan bentuk badan anda yang lebar. Lebih baik pilih tas dengan ukuran besar pula sehingga tubuh anda terlihat lebih proporsional saat menenteng tas batik tersebut. Anda bisa memilih batik dengan corak yang kecil sehingga me

♠Jam Pasir. Mereka yang memiliki bentuk tubuh jam pasir biasanya memiliki bagian dada dan pinggul yang besar sementara bagian perut sangat ramping mirip buah pir. Penampilan anda akan terlihat proporsional dan cantik bila mengenakan tas yang bisa jatuh tepat di bawah pinggang. Jangan gunakan tas dengan ukuran besar maupun kecil. Ambil tas dengan ukuran yang medium sehingga terlihat singkron dengan bentuk tubuh. Wanita dengan bentuk tubuh semacam ini sangat disarankan untuk memilih tas batik selempang.

♠Pendek Berisi. Wanita dengan tubuh pendek berisi perlu menghindari memilih tas batik unik dengan model oversized. Lebih baik anda membeli tas batik dengan ukuran kecil sehingga tubuh terlihat lebih ramping dan jenjang. Anda bisa memilih tas selempang berukuran kecil ataupun handbag.

♠Tinggi Kurus. Wanita yang memiliki postur tubuh tinggi kurus dirasa sebagai wanita yang sangat beruntung karena terlihat cantik menenteng tas batik unik model apapun. Namun tas yang paling cocok adalah tas dengan model oversized karena mampu membuat tinggi badan anda terlihat seimbang. Tas yang terlalu mini malah membuat tampilan lebih fokus pada tinggi badan. Anda bisa memilih tas batik dengan corak flora maupun fauna yang besar dan berwarna terang untuk tampilan kasual. Bila ingin tampil formal pilih tas dengan warna gelap dan corak yang tak terlalu ramai."
nampilkan kesan lebih ramping meskipun ukuran tas cukup besar. Ambil saja tas batik unik dengan model tote ataupun selempang.
Batik Semarang - Nah, akhirnya saya memiliki kesempatan lagi untuk mengulas ide - ide yang saya miliki mengenai cara merawat batik yang baik dan benar supaya batik kesayangan anda dapat bertahan lama dan tidak mudah luntur loh..

Yap. Tips cara merawat batik yang benar ini dapat anda jadikan referensi agar batik kesayangan anda menjadi terlihat selalu baru. Kami pun telah meringkas ide kami menjadi 7 tips unik menarik.

Nah, berikut ini merupakan tips cara merawat batik yang benar yang perlu anda ketahui, yaknu :
1. Hindari penggunaan sabun deterjen, karena sifatnya terlalu keras dalam mengikis warna yang menempel pada kain.
2. Mencuci dengan cairan khusus yang banyak dijual di pasaran (lerak) atau shampoo. Larutkan air sampo sehingga tidak ada bagian yang mengental, sehingga tidak merusak warna kain .

3. Mencuci kain batik cukup dengan dikucek lembut, terutama pada bagianyang kotor saja. Tidak perlu diperas, cukup ditarik bagian ujung-ujungnya saja agar kain batik lurus kembali.

4. Hindari menjemur kain/baju batik di tempat yang langsung terkena sinar matahari, cukup dijemur ditempat teduh atau diangin-anginkan saja.

5. Hindari menyetrika langsung kain/baju batik  (setrika bagian dalamnya saja) atau lapisi dengan kain lain pada saat disetrika.

6. Hindari menyemprot langsung kain/baju batik dengan parfum atau pengharum badan yang lainnya, karena akan merusak warna pada corak batik.

7. Pada saat menyimpan kain/baju batik di lemari, hindari menggunakan kapur barus dan sejenisnya, karena akan merusak kain. Untuk mengusir ngengat gunakan lada yang dibungkus dengan tissue, letakkan di sudut lemari pakaian.

Nah, sekarang bagaimana? Dengan pemberian tips cara merawat batik yang benar ini dapat membantu esulitan anda dalam menjaga kualitas baju batik kesayangan anda agar selalu tetap bertahan lama,ya.
Sumber :  serba-serbi-dunia-fashion.weebly.com
Batik Semarang - Puluhan karya batik siswa SMA/SMK di Kota Pahlawan yang mengikuti pelatihan di SMA Muhammadiyah 2 dipamerkan di Gedung Taman Budaya Cak Durasim Genteng Kali Surabaya, Selasa (22/11/2016).

"Pameran hasil karya siswa SMA yang mengikuti pelatihan ini sengaja kami pamerkan selama tiga hari sebagai bentuk apresiasi," kata Astajab, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Surabaya.

Astajab mengungkapkan pelatihan yang ditujukan untuk semua SMA dan SMK ini untuk memberikan dasar membuat batik pada siswa.

Menurutnya pelatihan batik ini juga bentuk pengenalan pada siswa akan batik. Sehingga bisa membuat batik khas Kota Surabaya, karena secara umum batik memang berasal dari Jawa.

"Pada saat pelatihan siswa diminta membuat pola berupa lukisan yang kemudian dilukis pada kain dengan canting," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah Pertama (PMP) dan Pendidikan Menangah Atas (PMA) Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Bambang Sudarto mengungkapkan, pameran lukisan yang digelar sekolah saat ini masih jarang. Padahal menurutnya masyarakat umum juga perlu melihat karya siswa di Surabaya.

"Ini titik bagus sebagai bibit di festival seni yang biasa diadakan hingga istana negara. Lukis batik pasti akan dipamerkan jika bagus, sekolah juga harus mulai punya ciri khas batik yang berbeda dengan sekolah lain," tuturnya.

Erwin Siswanto, salah seorang guru seni budaya dari SMA Muhammadiyah 9 Wiyung Surabaya mengaku sangat senang bisa dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan Smamda sebagai sekolah yang sudah lebih dulu maju.

Diakui Erwin Smamda selalu menularkan ilmu-ilmu yang bermanfaat dan sangat berguna bagi sekolah-sekolah yang masih belum memiliki fasilitas dan kegiatan yang sebagus Smamda.

"Ini patut diapresiasi. Saya mengikuti mulai dari 'workshop' hingga pameran ini. Ke depan, melukis dengan teknik membatik ini akan menjadi ekstrakurikuler atau pembelajaran seni budaya di SMA Muhammadiyah 9 Wiyung," ujarnya.

Sementara itu, Siswa SMA Kertajaya, Shella Andriani Putri (16) yang mengikuti pelatihan tersebut juga turut memamerkan karya batiknya. Dia memamerkan batiknya yang bercorak jembatan suramadu dengan warna merah dan kuning.

"Saya ingin buat karya yang sederhana, tapi menonjolkan khas Surabaya," ungkapnya.

Melukis untuk menjadi batik menjadi tantangan tersendiri bagi Shella, apalagi dirinya baru pertama kali menggunakan canting untuk membuat lukisan.

Hal yang sama juga dirasakan Heny Lutfiany (16), siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 2 Surabaya mengungkapkan melukis dengan canting membuatnya sulit mengatur lilin yang digoreskan pada kain.

"Susah pakai canting, pelajaran seni rupa juga baru kelas 2 ini. Jadi butuh kesabaran 'soale' netes-netes," ucapnya Dalam pameran batik tersebut, karya-karya dari siswa itu dipajang dengan frame rapi. Batik-batik yang dipamerkan memiliki corak dan motif layaknya lukisan, yaitu khas berbagai bangunan di Surabaya.
Sumber : /www.netralnews.com

 
Batik Semarang - Puluhan karya batik siswa dipamerkan di Galeri Prabangka Taman Budaya Surabaya.

Batik-batik karya pelatihan di SMA Muhammadiyah 2 itu dipajang dengan frame rapi, tak seperti batik dengan corak detail di pasaran.

Batik-batik ini memiliki motif layaknya lukisan, yaitu khas berbagai bangunan di Surabaya.

Siswa SMA Kertajaya, Shella Andriani Putri (16) yang mengikuti pelatihan tersebut juga turut memamerkan karya batiknya.

Ia memamerkan batiknya yang bercorak Jembatan Suramadu dengan warna merah dan kuning.

“Saya ingin buat karya yang sederhana tapi menonjolkan khas Surabaya,”ungkapnya dalam pameran yang diikuti siswa dari 15 sekolah tersebut, Selasa (22/11/2016).

Melukis untuk menjadi batik menjadi tantangan tersendiri bagi Shella, apalagi dia baru pertama kali menggunakan canting untuk membuat lukisan.

Hal ini juga dirasakan, Heny Lutfiany (16) siswa kelas XI SMAM 2 Surabaya yang mengaku melukis dengan canting membuatnya sulit mengatur lilin yang digoreskan pada kain.

“Susah pakai canting, pelajaran seni rupa juga baru kelas 2 ini. Jadi butuh kesabaran soalnya sering menetes,”ungkap gadis yang membuat lukisan Tugu Pahlawan dengan tambahan mandala pada bagian atasnya tersebut.

Kepala SMAM 2, Astajab mengungkapkan pelatihan membuat batik memang ditujukan untuk semua SMA dan SMK.

Pelatihan ini memberikan dasar membuat batik pada siswa, kemudian siswa diminta membuat pola berupa lukisan yang kemudian dilukis pada kain dengan canting.

“Hasil karya mereka kami pamerkan tiga hari sebagai bentuk apresiasi,”lanjutnya.

Menurutnya pelatihan batik ini juga bentuk pengenalan pada siswa akan batik.

Sehingga bisa membuat batik khas kota Surabaya, karena secara umum batik memang berasal dari Jawa.
Sumber : tribunnews.com
Batik Semarang - Memang benar bahwa batik merupakan peninggalan para leluhur yang harus dijaga oleh anak bangsa Indonesia. Namun, batik pada zaman dahulu tentu berbeda dengan batik yang digunakan oleh para generasi muda saat ini.

Batik zaman dahulu yang disebut-sebut batik tradisional ini memiliki sebuah pakem, filosofi, dan sejarah tertentu sehingga tidak dapat digunakan secara bebas.

Namun, saat ini batik sudah berkembang lebih pesat.

Karya-karya batik para perancang busana Indonesia tidak lagi hanya berupa kain sarung, tetapi juga bisa dibuat menjadi koleksi busana yang cantik atau pun aksesori rumah tangga.

“Kalau kita bicara batik dengan pakem, filosofi, dan sejarahnya sampai kapan pun akan begitu saja, tetapi batik juga harus berkembang sesuai zaman,” ujar Carmanita usai acara Kenal Lebih Dekat dengan Carmanita di Alun-alun Indonesia di Jakarta, Senin (14/11/2016).

Dia menekankan, batik sendiri tidak bisa mengikuti tren yang sedang berlangsung. Sebab, tren ada pada siluet busana.

Sementara itu, batik adalah proses pembuatan tekstil dengan menggunakan malam, canting, atau cap.

Untuk itu, walaupun batik sendiri tidak bisa mengikuti tren, tetapi warna pada kain dan busana batik ini bisa mengikuti tren yang ada. Begitu pula dengan motif yang ada pada batik.

“Batik mengikuti warna tren, atau motif, misalnya lagi tren bunga yang besar-besar, itu bisa,” ujarnya.
Sumber : kompas.com
Batik Semarang - Di era kini, beredar kain yang disebut-sebut batik tetapi dengan harga yang cukup terjangkau. Kain ini dibuat dengan teknologi print atau cetak sehingga dapat menghemat biaya pewarna dan tenaga kerja.

Namun, seorang perancang Indonesia, Carmanita, menekankan bahwa batik sebenarnya adalah proses membuat tekstil dengan menggunakan canting dan malam.

“Batik itu adalah proses pembuatan tekstil,” ujar Carmanita usai acara Kenal Lebih Dekat dengan Carmanita di Alun-alun Indonesia di Jakarta, Senin (14/11/2016).

Dia menjelaskan, batik merupkan proses tekstil menggunakan canting dan malam sebagai acuan membuat batik, bukan motif maupun warna, sehingga pada dasarnya, kain yang disebut batik adalah kain yang diprosesnya menggunakan malam, canting atau cap.

Sebaliknya, jika prosesnya tidak menggunakan malam dan canting maka tidak dapat disebut sebagai batik.

(Baca juga: Apakah Batik Cetak Masih Bisa Disebut Batik?)

Oleh karena itu, selama pembuatannya masih menggunakan malam dan canting, perancang dan pengrajin bisa berkreasi melalui motif dan warna seperti yang sedang dilakukan oleh Carmanita.

“Kalau kita mencontoh batik lama terus dan yang ribet, enggak akan ada yang mau mengerjakan,” tambahnya.
Sumber : kompas.com