Diberdayakan oleh Blogger.

Seharag Batik

Tokoh Batik

The Latest

Produksi batik Kota Pekalongan, Jawa Tengah, turun hingga mencapai 25 persen akibat hujan deras yang mengguyur daerah setempat.

Ketua Serikat Perajin Batik Pasirsari Kota Pekalongan, Sodikin  mengatakan bahwa pada kondisi normal, produksi batik mampu mencapai 200 kodi tetapi kini hanya sekitar 150 kodi per hari. "Kondisi hujan yang menimbulkan banjir sangat berpengaruh terhadap produksi kerajinan batik karena aktivitas produksi batik relatif cukup terganggu," katanya di Pekalongan, Kamis (22/9).

Ia mengatakan hujan deras yang mengguyur daerah setempat yang terjadi selama sepekan terakhir ini menyebabkan sejumlah wilayah banjir, termasuk di daerah sentra produksi batik. "Oleh karena, hujan deras ini berdampak terhadap proses pengeringan batik karena lokasi banjir dan sinar panas matahari juga tidak ada. Kami membutuhkan pengeringan batik melalui panas matahari," ujarnya.

Ia mengatakan saat ini jumlah perajin yang tergabung pada Serikat Perajin Batik Pasirsari sebanyak 110 orang tetapi kini mereka tidak bisa memproduksi batik karena banjir. "Saat ini, kami hanya menunggu banjir reda dan ada panas sinar matahari. Jika kondisi hujan terus menggutur daerah setempat maka kami terpaksa harus mengistirahatkan pekerja," katanya.
Sumber : nasional.republika.co.id
Apakah anda telah punya niat untuk mempunyai dress batik, tetapi jadi kesusahan untuk memperoleh model yang pas ? bila ya, di bawah ini saya berikanlah sebagian panduan yang bisa menolong anda waktu memilih dress batik. membaca panduan ini, anda diinginkan bisa beli model dress batik yang sangat cocok dengan wujud tubuh.

Untuk yang memiliki siluet pinggang, pinggul, serta dada yang kecil, anda dianjurkan untuk memilih dress batik yang bisa berikan sentuhan feminin pada siluet maskulin atau androgyny. pastikan dress batik model ruffle serta lipit untuk membuat tubuh anda terlihat lebih diisi.

Untuk menambah kesan feminin, anda bisa menggunakan aksesories berbentuk kalung serta ikat pinggang. ingat, anda mesti hindari penggunaan dress batik yang atasannya ketat dan kerah yang ujungnya bulat. penggunaan model dress batik seperti ini cuma dapat menegaskan wujud dada anda yang kecil, apalagi rata.


Untuk yang mempunyai wujud tubuh dengan siluet feminin, contohnya wujud tubuh curvy, anda pantas berbahagia. kenapa ? dikarenakan wujud tubuh seperti ini tidak membutuhkan model dress batik yang repot. anda cuma butuh menegaskan siluet seksi dengan dress batik bermotif simpel. contohnya, floral kecil ataupun sebatas garis vertikal.

Pastikan dress batik berpotongan dada rendah untuk mengambil perhatian. untuk pemilik tubuh curvy, maxi dress bisa jadikan pilihan lain. tetapi, janganlah lupa untuk memberikan ikat pinggang supaya lekuk tubuh anda terbentuk. pemilik tubuh curvy mesti hindari penggunaan dress batik yang terlampau ketat ataupun mini. terutama, saat anda tengah tidak menggunakan heels.

Untuk yang bertubuh kecil, anda memerlukan trick berbusana tersendiri untuk menyebabkan kesan kaki lebih panjang serta jenjang. baiknya, anda memilih dress batik yang mempunyai susunan drapery ataupun asimetris. untuk lebih menyempurnakan penampilan, gabungkan dress batik model mini dengan sepatu memiliki hak tinggi.

Wanita bertubuh petite dianjurkan untuk hindari dress batik model maxi, yang digabungkan dengan platform heels dan aksesories berukuran besar. kenapa ? dikarenakan perihal itu cuma dapat membuat tubuh anda terlihat makin mini dengan kata lain kecil atau pendek.

Untuk pemilik dada serta tangan besar namun mempunyai pinggang dan kaki kecil, baiknya anda memilih dress batik berpotongan long sleeve. tak hanya model long sleeve, anda dapat menggunakan dress batik mini yang digabungkan dengan blazer cocok badan. pemilik wujud tubuh ini baiknya menutupi tubuh sisi atas serta lebih mengekpsos sisi kaki.

Ingat, pemilik wujud tubuh top-heavy mesti hindari dress batik yang mempunyai detil terlampau ramai dibagian atas. jauhi juga dress batik berkerah kotak dan ikat pinggang yang digunakan terlampau tinggi dikarenakan cuma dapat membuat tubuh anda terlihat semakin besar.

Wujud tubuh pear ditandai dengan sisi atas tubuh yang kurus namun besar dibagian bawah. oleh karena itu, anda butuh menyeimbangkan wujud tubuh ini dengan penentuan model dress batik yang ketat ataupun terbuka dibagian atas serta tertutup dibagian bawah. pemilik wujud tubuh pear amat pas kenakan dress batik berkerah v.

Bila anda mempunyai wujud tubuh pear, baiknya jauhi penggunaan dress batik yang mempunyai potongan ketat dibagian bawah serta longgar di bagian atas. dress batik berpotongan lurus atau dropwaist tidak dianjurkan untuk digunakan oleh pemilik wujud tubuh pear.

Tersebut sebagian panduan yang bisa menolong anda waktu memilih dress batik sangat pas dengan wujud tubuh. waktu memilih dress batik, anda mesti ingat pada tujuan penentuan tersebut, yakni untuk membuat penampilan makin anggun serta cantik. oleh karena itu, memilih dress batik bukan sekedar hanya ikut-ikutan trend.

Di samping sebatas ikuti trend, anda mesti memperhitungkan serta mencermati tingkat kecocokan wujud tubuh dengan dress batik yang dipilih. anda pasti tidak mau dress batik yang digunakan justru memperburuk penampilan, bukan hanya ? untuk hindari perihal memalukan tersebut, silahkan praktikkan beberapa tips yang sudah disampaikan untuk memilih dress batik.
Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, telah menganggarkan kegiatan Pekan Batik Nusantara (PBN) Rp890 juta yang akan dilaksanakan pada 4-9 Oktober 2016 di kawasan Jetayu Pekalongan.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Slamet Prihantono di Pekalongan, Rabu (21/9/2016), mengatakan bahwa kegiatan PBN bertujuan memunculkan kerajinan batik sebagai "trendsetter" batik nasional agar ke depan tren batik berkiblat ke Kota Pekalongan.

"Kami menargetkan omset gelaran PBN 2016 Rp6 miliar karena orientasinya memang untuk menjual produk UKM dan kuliner," katanya.

Ia mengatakan pada kegiatan PBN 2016 ini akan diikuti oleh 151 stan usaha kecil menengah (UKM) dan 90 kuliner.

Adapun, kata dia, omset pada kegiatan PBN tahun sebelumnya tahun mencapai Rp4 miliar sehingga pada PBN 2016 ditargetkan bisa Rp6 miliar.

Menurut dia, kegiatan yang akan dibuka mulai 4 Oktober 2016, pemkot akan telah mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi dan Wakil Presiden, Jusuf Kalla bisa bersedia membuka PBN 2016.

"Kami masih menunggu jawaban saja. Sebagai alternatif jika Presiden dan Wakil Presiden berhalangan maka kami juga sudah mengirim surat pada Menteri Koperasi dan UMKM untuk membuka PBN 2016," katanya.

Ia mengatakan bersamaan dengan pembukaan PBN akan dilakukan kegiatan membatik bersama Presiden, menteri, duta besar dan pejabat lainnya, sekaligus akan diberikan sertifikasi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kemenkop dan UMKM.

Selanjutnya, kata dia, pada malam harinya, akan digelar "welcome dinner" yang dirangkai dengan "fashion show" di Museum Batik Pekalongan.

"Kami gelar fashion show yang diperuntukkan untuk mahakarya yang dipilih dari karya-karya terbaik di Kota Pekalongan," katanya.
Sumber : www.netralnews.com
Pemberlakuan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) memberikan peluang perluasan pasar bagi produk-produk unggulan Indonesia, termasuk produk industri batik yang terus berkembang dalam beberapa tahun belakangan ini.

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan pemerintah mendukung perkembangan industri batik Indonesia agar mampu bersaing secara global. Apalagi industri batik yang tersebar di berbagai daerah ini mampu menyerap ratusan ribu pekerja dari hulu sampai hilir.

“Pemberlakukan MEA yang memperlancar  arus barang, jasa, modal serta investasi di kawasan ASEAN menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri batik Indonesia dalam memasarkan produk-produknya,” katanya lewat keterangan tertulis, Selasa (20/9/2016), usai menerima Walikota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid.

Hanif mengatakan salah satu cara yang bisa dilakukan agar Indonesia benar-benar meraih kemenangan menghadapi MEA adalah dengan meningkatkan daya saing di berbagai bidang, termasuk bidang kerajinan yang mempunyai seni tinggi seperti batik.

“Dibutuhkan kreativitas, inovasi dan efisiensi produksi agar batik Indonesia tetap memiliki  daya saing dan tetap bisa memikat hati dari pecinta batik sebagai kerajinan khas Indonesia di mata internasional,” ujarnya.

Batik sudah mendapatkan pengakuan dunia pada tanggal 2 Oktober 2009 oleh UNESCO yang mengukuhkan batik sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity asal Indonesia. Oleh karena itu, kata Hanif pemerintah mengajak para pelaku indutri batik  terus mempertahankan dan mengembangkan usahanya.

Apalagi industri batik menyerap puluhan bahkan ratusan ribu tenaga kerja, mulai dari hulu sampai ke hilir.

“Dari pengusahanya, UMKM, para pengrajinnya, sampai pada karyawan dan penjualnya, itu menyerap tenaga kerja yang jumlahnya sangat besar. Namun agar mampu bersaing di pasar dalam negeri dan pasar internasional, industri batik harus mampu memikat masyarakat dan konsumennya dengan produksi yang berkualitas dari tenaga kerja yang terampil dan kompeten,” kata Hanif.

Sementara itu, Walikota Pekalongan, Achmad Alf Arslan Djunaid menyampaikan apresiasi dan meminta dukungan dan perhatian dari pemerintah pusat terhadap perkembangan batik terutama batik Pekalongan yang menjadi salah satu basis batik nusantara.

Selama ini pertumbuhan industri  batik juga ditopang antusiasme masyarakat untuk menggunakan batik, baik dari pegawai pemerintahan, BUMN ataupun swasta serta masyarakat secara luas sehingga meningkatkan permintaan produk batik yang mendorong tumbuhnya industri batik nasional.

Batik asal Pekalongan menjadikan pasar di wilayah Jakarta dan sekitarnya sebagai target utama. Namun dalam menghadapi MEA, diharapkan dukungan pemerintah dalam  pengembangan Batik Pekalongan yang diharapkan bisa memikat pasar negara-negara ASEAN.

Yang perlu diwaspadai adalah persaingan dengan produk produk Malaysia, Cina dan Singapura yang juga telah memproduksi batik cetak secara masal. Selain memperkuat produksi dan mengembangkan dari sisi industri.
Sumber : industri.bisnis.com
Kota Kreatif Asal Jerman Pesan Batik
Kehadiran Walikota Pekalongan, HA Alf Arslan Djunaid bersama rombongan dalam rapat Tahunan ke X jejaring Kota Kreatif UNESCO atau UNESCO creative Cities Network (UCCN) di Kota Ostersund, Wilayah Jamtland Harjedalen, Swedia beberapa hari yang lalu memberikan dampak positif. Salah satu kota kreatif dari Jerman, Heidelberg, menggandeng Kota Pekalongan untuk bekerjasama.

“Kami mendapatkan tawaran kerjasama dari banyak kota kreatif lain. Salah satunya Heidelberg yang memesan beberapa motif batik dari Kota Pekalongan untuk nantinya dipadukan dengan puisi-puisi dari sana,” ungkap Walikota dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Kresna, Senin (19/9).

Selain Heidelberg, kota lainnya yang juga menjajaki kerjasama yakni Ausburg (Jerman), Incheon (Korea Selatan) hingga Reikjavic (Islandia) Duneden (Selandia Baru). “Mereka sangat tertarik  dengan batik yang dari Pekalongan,” kata Alex yang didampingi Penjabat (Pj) Sekda Slamet Prihantono, Kepala Bappeda Ruminingsih dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sri Budi Santoso.

Kota Pekalongan juga diundang untuk menghadiri pertemuan khusus kota kreatif bidang kerajinan dan kesenian rakyat di Kota Padua, dan Santa Fe (Amerika Serikat) pada akhir Bulan September ini.

Undangan tersebut merupakan salah satu hasil dari keikut sertaan Kota Pekalongan pada Rapat tahunan ke X UCCN.

Ditambahkan Walikota, pada acara rapat Tahunan ke X jejaring Kota Kreatif UNESCO itu dirinya mendapat kehormatan untuk tiga  kali berbicara di hadapan para peserta.

“Diantaranya saya memaparkan pencapaian Kota Pekalongan dalam memajukan program jejaring kota kreatif yang mendapat sambutan baik dari peserta, bahkan dimasukkan dalam notulen rapat,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Walikota juga, bila maksud kehadiran dirinya bersama rombongan adalah selain untuk mendengarkan dan mengumpulkan informasi terkini tentang perkembangan UCCN dari nara sumber UNESCO dan dari sesama walikota UUCN.

“Selain itu kami juga ingin membangun jejaring, tukar informasi dan menjajagi peluang kerjasama antara Kota Pekalongan dengan Kota-Kota UUCN lainya yang menguntungkan Pekalongan,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya  Walikota Pekalongan HA Alf Arslan Djunaid menghadiri Rapat tahunan ke X jearing Kota Kreatif UNESCO atau UNESCO creative Cities Network (UCCN) di Kota Ostersund, Wilayah Jamtland Harjedalen, Swedia, 14 sampai dengan 16 September 2016.

Alex hadir ke acara tersebut didampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekalongan Ratna Sofia, Kepala Bappeda Sri Ruminingsih dan KRT Gaura Mancacaritadipura, pendamping Tim Kreatif Kota Pekalongan.
Sumber : www.radarpekalongan.com
Keindahan batik tampaknya tak akan lekang di makan waktu. Namun jika tidak dirawat dengan baik, tentu keindahan itu pun bisa berkurang. Entah karena warna yang pudar, atau noda dan jamur yang sulit dihilangkan. Julia Brennan, seorang konservator tekstil ternama asal Amerika pun memberi sedikit tips bagi Anda yang memiliki koleksi batik puluhan tahun. Seperti apa?

1. Jangan Disimpan di Tempat Lembab
Ahli tekstil yang berbasis di Washington DC ini mengingatkan untuk menyimpan batik denga baik, yaitu di tempat kering. Udara yang lembab akan membuat kain batik berjamur. "Jangan disimpan di ruangan dekat kamar mandi," ujarnya saat berbincang dengan Wolipop di Museum Tekstil, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2015).

2. Jangan Dilipat
Untuk menghemat tempat, tak jarang yang menyimpan koleksi kain batik dengan cara dilipat di lemari. Namun menurut Julia, melipat justru dapat meninggalkan bekas garis permanen. Ia menyarankan untuk menyimpan koleksi kain di sebuah pipa PVC karena tidak mengandung asam yang dapat meninggalkan noda pada kain.

Baca Juga: 50 Momen Menghebohkan dari Pekan Mode Dunia

3. Tidak Diletakkan di Atas Kayu
Kayu mengandung asam yang dapat merusak warna dan meninggalkan noda pada koleksi batik Anda. Untuk mengatasinya, Anda bisa melapisinya terlebih dulu dengan kertas koran.

4. Jangan Pakai Deterjen
Bersihkan koleksi kain batik dengan sangat hati-hati. Julia menyarankan untuk menggunakan bahan tradisional seperti lerak. Hindari penggunaan deterjen karena kandungannua terlalu kuat dan dapat memudarkan warna asli batik.

5. Bangga Memakai Batik
Terakhir Julia mengingatkan agar masyarakat Indonesia bangga memakai batiknya sendiri. Karya batik yang sangat indah dengan segala proses yang rumit.

"Di Amerika, banyak dari mereka tak tahu tentang budaya tekstilnya dan lama-lama itu menghilang. Aku harap itu tak akan terjadi di Indonesia. Jadi kalian pakailah, selamatkan dan bangga akan itu. Itulah kenapa aku di sini," tutupnya.
Sumber : wolipop.detik.com
Berbagai daerah di Indonesia berlomba-lomba mengembangkan motif batik khas mereka dengan desain-desain yang sesuai dengan kebudayaan daerah masing-masing. Tak terkecuali Kuantan Singingi (Kuansing) yang tengah mengembangkan motif batik Jalur. Kekayaan budaya tersebut didukung oleh Ikatan Pemuda dan Mahasiswa Kuantan Singingi (IPMAKUSI).

Ketua IPMAKUSI, Wiriyanto Aswir dalam kunjungan mereka ke PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Kamis (15/9) mengaku siap mengembangkan dan melestarikan motif batik Jalur kepada masyarakat dalam negeri maupun di luar negeri.

“Kami juga meminta dukungan dari RAPP sebagai perusahaan yang beroperasi di Kuansing untuk mengembangkannya. Terbukti, perusahaan ini melestarikan budaya Riau, seperti mengembangkan batik dengan berbagai motif yang telah dibuat oleh Ibu-ibu di Rumah Batik Andalan ini. Kami apresiasi,” ucap Riyan, sapaan akrabnya ketika mengunjungi Rumah batik Andalan di komplek Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT), PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Town Site 2, Pangkalan Kerinci.

Dalam kunjungannya tersebut, mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Riau ini mengaku para anggota IPMAKUSI takjub dengan adanya Gerai Bono Andalan yang dikelola oleh Community Development (CD) RAPP. Mereka dapat menemui makanan dan oleh-oleh khas Riau khususnya Pelalawan, termasuk madu Foresbi, yakni madu Sialang yang diperoleh dari pohon sialang di kawasan konservasi RAPP.

“Ada kue bangkit, berbagai kripik, ada kerajinan tangan karya UMKM dan ibu-ibu rumah tangga di Pelalawan. Kami berharap produk UMKM di Kuansing juga dapat dijual disini sehingga bisa membantu meningkatkan perekonomian,” ucapnya.

Setelah berkunjung, pihaknya menilai RAPP merupakan perusahaan yang terbuka dengan masyarakat dan dalam pengelolaannya sudah memperhatikan masyarakat (community), negara (country), iklim (climate) dan perusahaan beserta karyawan (company).

Manajer Stakeholder Relation (SHR) RAPP wilayah Kampar dan Kuansing, Edy Yusuf yang diwakili oleh Eka Haris mengatakan kunjungan IPMAKUSI tersebut yang pertama pada kepengurusan 2016-2018.

“Kami menyambut baik dan sangat senang dengan kunjungan dari IPMAKUSI. Apalagi yang berkunjung mereka yang ingin belajar banyak seperti pemuda dan mahasiswa. Mereka sangat antusias ketika berada di RGR Technology Center, Rumah Batik Andalan dan Gerai Bono Andalan,” ucap Eka.

Sementara itu, saat ini Rumah Batik Andalan telah banyak mengembangkan beberapa motif batik, diantaranya Bono, Timun Suri, Buah Lakum dan Akasia. 
Sumber : pekanbaru.tribunnews.com

Cara Merawat Kain Batik Sutra yang Benar, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Cara Merawat Kain Batik Sutra yang Benar
Batik Semarang - Menyimpan batik dengan benar sama pentingnya dengan mencuci dan menyetrika batik secara benar. Jangan sampai batik yang sudah bersih justru rusak karena penyimpanannya tidak tepat, khususnya untuk kain batik tulis sutera agar keindahan kain batik sutra yang kita miliki dapat terjaga, tetap lembut dan nyaman dikenakan maka sutra juga perlu perawatan yang cermat.

Kain batik tulis sutra memerlukan perawatan lebih hati-hati dibanding dengan kain wol ataupun katun. Dengan tekstur bahan yang sangat halus, sutra mudah rusak jika diperlakukan agak kasar atau pencucian dengan bahan kimia berlebihan. Perlakuan hati-hati pada bahan sutera ini telah dimulai sejak proses pembatikan karena sifatnya yang lebih sensitif itu. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan untuk merawat dan menyimpat kain batik sutra kebanggaan anda.

    Cuci secara dry cleaning

Jika anda akan mencucinya sendiri di rumah, maka gunakanlah deterjen yang lembut dan air hangat sekitar 30° C. Yang perlu diperhatikan adalah, kain sutra yang dicuci tersebut jangan diremas dan diperas. Jadi, setelah pencucian selesai biarkan kering sendiri oleh angin dan bukan dikeringkan dibwah sinar matahari langsung. Jika anda tidak yakin dapat mencuci bahan kain sutra, ada baiknya serahkanlah kepada pencuci profesional agar dicuci dengan cara dry cleaning.

    Jangan menyemprotkan parfum

Batik sutra atau bahan pakaian dari sutra akan memudar warnanya bila anda terlalu sering menyemprotkan parfum secara langsung pada permukaan kain sutra. Perawatan ini harus diperhatikan khususnya pada batik sutra atau kain sutra yang menggunakan pewarna alami.

    Gunakan Kain Pelapis Untuk Menyetrika

Untuk menyetrika kain sutra, jangan menyeterika langsung permukaan sutra. Gunakan kain atau pakaian untuk melapisi kain sutra Anda sebelum memulai menyetrika. Setelah kain pelapis terpasang, maka setrikalah seperti biasa.

     Cara Penyimpanan Kain Sutra

Simpanlah kain atau pakaian sutra anda di tempat yang kering dan tidak lembab. Untuk pakaian gunakan hanger (gantungan pakaian) yang dilapisi busa atau bahan lembut lainnya. Gunakanlah pengharum lemari pakaian atau akar wangi yang sudah dua kali melalu proses pencelupan dalam air panas dan dijemur hingga kering kemudian ditempatkan di lemari penyimpanan kain sutra anda. Hal tersebut bertujuan untuk mengusir ngengat dari tempat penyimpanan pakaian atau kain dari sutra anda. Selain itu, hindari menyimpan pakaian atau kain sutra di tempat yang terlalu terang seperti halnya sinar matahari untuk menjaga kilauan warnanya. Saat menyimpoan dalam lemari jangan diberi kapur barus, karena zat padat ini sangat keras dan bisa merusak kain batik sutera.

Itulah beberapa tips merawat kain batik yang terbuat dari bahan sutera agar tetap awet dan warnanya tetap bagus walaupun sudah bertahun-tahun. Jika Anda bener merawarnya, kain batik sutera bisa dijadikan salah satu investasi yang menguntungkan.
Langenastran Yogyakarta Gelar Batik and Batok Night
Setelah dideklarasikan sebagai Kampung Wisata Budaya, Kampung Langenastran, Yogyakarta akan digelar malam wisata budaya dengan mengangkat tema 'Batik dan batok Night'.

Perhelatan itu akan diselenggarakan pada Sabtu (17/10/2016) mendatang.

Selain berbagai macam koleksi busana batik klasik yang dipamerkan, perlehatan itu juga akan dilengkapi dengan suguhan jajanan pasar tradisional khas Yogyakarta.

Hal tersebut diungkapkan Humas Kampung Wisata Budaya Langenastran, Yogyakarta, DR. Y. Sri Susilo SE, M.Si dalam rilis yang diterima Tribun, Kamis (15/9/2016).

Susilo, panggilan akrabnya juga mengatakan berbagai koleksi batik klasik yang pernah dibuat para pengusaha batik, dan pernah dan masih eksis di Kampung Langenastran, akan digelar.

Selain koleksi busana batik, para wisatawan juga dapat membeli koleksi kekayaan batik Yogyakarta lainnya dan sekaligus dapat memilikinya.

Namun demikian, menurut Susilo yang dosen Universtas Atmajaya Yogyakarta itu, kegiatan wisata budaya itu tidak sebatas pada parade koleksi batik tetapi wisatawan yang hadir juga disuguhi berbagai macam jajanan pasar tradisional yang merupakan panganan khas Yogyakarta seperti tiwul, gatot, bubur sungsum, klepon, lupis, geplak, lupis dan lainnya.



“Kegiatan ini merupakan yang pertama diadakan menyusul pendeklarasian Langenastran sebagai Kampung Wisata Budaya Yogyakarta itu pada awal September lalu. Kami mengangkat tema Batik dan Batok Night, yakni busana dan kuliner. Kegiatan ini juga akan diselenggarakan setiap bulan di wilayah Kampung Langenastran yang tempatnya meliputi Langenastran Lor, Langenastran Kidul, Langenarjan Lor, Langenarjan Kidul dan Langen Suryo,” ujar Susilo.

Ia juga mengatakan Langenastran sebagai kampung wisata budaya terbuka atas kehadiran dan keterlibatan masyarakat dari kampung lain, yang ada di dalam wilayah Jeron Beteng (dalam wilayah kraton Yogyakarta) dan maupun yang berasal dari luar Jeron Beteng.

“Gambaran kami adalah, Langenastran milik masyarakat Yogyakarta karena Kampung Langenastran ini merupakan nadi utama menuju ke Alun-alun Selatan, yang sudah terkenal dengan wisata kayuhnya atau odong-odong dan wisata misteri Beringin Kembar. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat dari kampung lain sangat disambut hangat oleh panitia. Langenastran adalah milik Yogyakarta,” ujar Susilo.

Dengan demikian, ditegaskan oleh Susilo, para wisatawan pada tanggal 15 Oktober nanti, tidak hanya menikmati wisata kayuh serta misteri beringin kembar seperti biasanya, tetapi juga akan menikmati kuliner serta busana batik yang digelar di sepanjang Jalan Langenastran.

Langenastran yang terletak di Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton Yogyakarta dideklarasikan sebagai Kampung Wisata Budaya oleh sesepuh dan warga setempat pada 3 September 2016 bertepatan dengan peresmian Omah Media (Media Corner) “Avocado” yang terletak di Jalan Langenastran Lor. Selain karena terkait erat dengan kehidupan wisata Alun-alun Selatan, pendeklarasian sebagai Kampung Wisata Budaya juga terkait denga romantisme sejarah di mana Langenastran dahulunya merupakan daerah kediaman para pasukan khusus pengawal pilihan Sri Sultan Hamengkubuwono Kedua (baca red – paspampres).

Pendeklarasian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh mantan Wakasad Letjen TNI (Pur) Kiki Syahnakri.

Diharapkan deklarasi tersebut akan memiliki multiplier effect (multi efek) bagi seluruh kampung yang berada di dalam beteng Kraton Yogyakarta untuk memelihara warisan budaya para leluhur yang di kelak kemudian hari, kampung-kampung yang berada di wilayah dalam Kraton Yogyakarta akan menjadi destinasi utama wisata.
Sumber : tribunnews.com
Perbedaan Batik Tradisional dan Batik Modern
Batik memang merupakan sebuah hasil seni budaya Indonesia yang sangat mengagumkan baik itu batik tradisional maupun batik modern. Batik telah digunakan lebih banyak orang saat ini dengan berbagai macam varian motif yang telah dikerjakan dengan berbagai macam cara. berikut perbedaan batik tradisional dan batik modern :

Batik modern cenderung lebih mudah ditemui di pasaran dibandingkan keberadaan batik tradisional. batik modern memiliki cara pengerjaan yang tidak terikat oleh aturan tertentu baik dalam hal pembuatan susunan motif maupun warna yang digunakan. Sehingga  batik modern lebih mudah dalam teknik pengerjaannya dan lebih menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Batik modern lebih menonjolkan sisi keindahan dan menyesuaikannya dengan model baju yang lebih modern agar tidak terlihat terlalu kuno. Dan harganya pun tidak terlalu mahal.

Sedangkan Batik tradisional adalah sebuah seni membuat garis dan titik yang akan membentuk suatu motif yang susunan motifnya terikat dengan suatu aturan dan dengan isen-isen tertentu. Memang banyak aturan-aturan tertentu yang harus dipatuhi dalam pembuatan susunan motif tradisional tertentu. Selain itu pengerjaannya memang lebih rumit dan memakan waktu yang lebih banyak.  Oleh karena itu batik tradisional cenderung memiliki sisi eksklusif yang lebih tinggi dan cenderung memiliki harga yang lebih mahal.

demikian pengertian batik tradisioonal dan batik modern. semoga bisa menambah pengetahuan dan kecintaan kita terhadap batik.
Beragam Motif Batik yang Dianggap Nyeleneh
JLA Brandes, seorang filolog yang juga arkeolog berkebangsaan Belanda meyakini, jauh sebelum kata ‘Indonesia’ terbentuk, Nusantara telah mengenal 10 unsur kebudayaan, yang salah satunya adalah membatik. Membatik, bagi masyarakat Nusantara bukan hanya menjadi pekerjaan, tetapi juga menanamkan makna filosofi lewat goresan canting.

Sejak diakui sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-bendawi dari Indonesia oleh UNESCO, dan dicanangkannya tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional, pamor kain batik makin melesat. Tak hanya pakaian, batik di industri kreatif tanah air ternyata juga diaplikasikan ke dalam berbagai media lain, seperti sepatu, tas, bahkan kendaraan.

Seiring perkembangan zaman, kini banyak bermunculan motif batik yang keluar dari pakem dan dianggap tidak biasa. Meski demikian, motif batik ini mempunyai penggemarnya sendiri. Berikut berbagai motif batik yang dianggap tidak mainstream, seperti yang disusun tim Liputan6.com, Kamis (1/9/2015):

Batik Ganja

Batik flora umumnya dibuat dengan motif daun talas atau daun pada tanaman rambat yang lain, namun batik ini justru dibuat menggunakan motif daun ganja. Tampilan daun ganja yang berjari-jari membuat motif batik ini nampak eksotis dengan sentuhan dua atau tiga warna.

Batik Mickey Mouse

Batik selama ini lekat hubungannya dengan suatu yang sakral dan adiluhung, namun kehadiran batik Mickey Mouse membuktikan bahwa batik bisa diaplikasikan ke dalam hal-hal yang bersifat profan. Batik Mickey Mouse menjadi batik yang dianggap tidak maintream karena membenturkan dua hal yang berlainan.

Batik Anime

Selain anti-mainstream, Batik Anime juga merupakan suatu ide yang konyol dan tidak terpikirkan sebelumnya. Meski demikian, menyematkan tokoh anime dalam sebuah kain batik dianggap menghadirkan sisi estetika lain dari Batik. Tak heran jika Batik Anime dianggap indah bagi sebagian orang yang mempercayainya.

Batik Klub Sepakbola

Sepakbola sebagai olahraga terpopuler di Indonesia secara tidak langsung turut menciptakan motif batik yang tidak biasa. Tingkat popularitas berbagai klub sepakbola di Indonesia, mendorong inovator untuk menciptakan batik yang tidak biasa dengan menyematkan logo klub sepakbola ke dalam motif batik.
Sumber : lifestyle.liputan6.com
UNS Kenalkan Batik pada Mahasiswa Asing
Sebagai negara yang kaya akan budaya, sudah semestinya kita bisa memperkenalkan apa yang kita miliki kepada masyarakat asing. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam memperkenalkan batik kepada mahasiswa internasional mereka.

Dalam program International Batik Short Course Periode ke-2 ini, mahasiswa asing dari berbagai negara ini mengikuti pelatihan. Mereka di antaranya Nor asal Malaysia, Irene asal Madagaskar, Katrina asal Australia, Laura asal Inggris, Ibrahim asal Sierra Leone, dan Olive asal Rwanda.

Kaprodi Kriya Tekstil, Tiwi Bina Affanti menuturkan bahwa Fakultas Seni Rupa dan Desain yang ada di bawah naungan UNS ini terus mendukung mengenai program internasionalisasi.

"Salah satunya melalui pengenalan batik Indonesia lebih jauh pada masyarakat mancanegara, khususnya mahasiswa asing, agar batik Indonesia lebih dikenal tidak saja pada visual pola hiasnya namun juga pada keindahan maknawinya,” ungkapnya seperti dinukil dari laman UNS, Jumat (9/9/2016).

Kegiatan ini sendiri merupakan sebuah kursus singkat yang dikemas dalam rangkaian teori serta praktik mengenai batik yang ada di Indonesia. Selain itu, mahasiswa juga bisa menambah wawasan mereka terkait batik dengan mengunjungi Batik Dalem Hardjonegoro, Batik Abstrak Pandono dan membatik di sana.

Salah satu mahasiswa asal Madagaskar, Irene mengaku tertarik dengan kebudayaan Indonensia salah satunya adalah batik. "Saya sudah bisa berbahasa Indonesia sejak tahun 2014 dan saya ingin mengetahui proses pembuatan batik serta mengetahui lebih banyak informasi tentang batik,” ujarnya.
Sumber : okezone.com