Diberdayakan oleh Blogger.

Seharag Batik

Tokoh Batik

The Latest

Langkah Mudah Membuat Batik Tulis

Berikut ini adalah alat dan bahan yang harus disiapkan untuk membuat batik tulis :
  1.     Kain mori (bisa terbuat dari sutra atau katun)
  2.     Canting sebagai alat pembentuk motif,
  3.     Gawangan (tempat untuk menyampirkan kain)
  4.     Lilin (malam) yang dicairkan
  5.     Panci dan kompor kecil untuk memanaskan
  6.     Larutan pewarna
Adapun tahapan-tahapan dalam proses pembutan batik tulis ini:
  1. Langkah pertama adalah membuat desain batik yang biasa disebut molani. Dalam penentuan motif, biasanya tiap orang memiliki selera berbeda-beda. Ada yang lebih suka untuk membuat motif sendiri, namun yang lain lebih memilih untuk mengikuti motif-motif umum yang telah ada. Motif yang kerap dipakai di Indonesia sendiri adalah batik yang terbagi menjadi 2 : batik klasik, yang banyak bermain dengan simbol-simbol, dan batik pesisiran dengan ciri khas natural seperti gambar bunga dan kupu-kupu. Membuat design atau motif ini dapat menggunakan pensil.
  2. Setelah selesai melakukan molani, langkah kedua adalah melukis dengan (lilin) malam menggunakan canting (dikandangi/dicantangi) dengan mengikuti pola tersebut.
  3. Tahap selanjutnya, menutupi dengan lilin malam bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (tidak berwarna). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian berukuran besar. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena.
  4. Tahap berikutnya, proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu .
  5. Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.
  6. Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis dengan lilin malam menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama.
  7. Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua.
  8. Proses berikutnya, menghilangkan lilin malam dari kain tersebut dengan cara meletakkan kain tersebut dengan air panas diatas tungku.
  9. Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan kedua.
  10. Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.
  11. Proses selanjutnya adalah nglorot, dimana kain yang telah berubah warna direbus air panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas. Anda tidak perlu kuatir, pencelupan ini tidak akan membuat motif yang telah Anda gambar terkena warna, karena bagian atas kain tersebut masih diselimuti lapisan tipis (lilin tidak sepenuhnya luntur). Setelah selesai, maka batik tersebut telah siap untuk digunakan.
    Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian mengeringkannya dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai.
Sejarah Batik di Zaman Penyebaran Islam

Batik Semarang - Riwayat pembatikan di daerah Jawa Timur lainnya adalah di Ponorogo, yang kisahnya berkaitan dengan penyebaran ajaran Islam di daerah ini. Riwayat Batik. Disebutkan masalah seni batik didaerah Ponorogo erat hubungannya dengan perkembangan agama Islam dan kerajaan-kerajaan dahulu. Konon, di daerah Batoro Katong, ada seorang keturunan dari kerajaan Majapahit yang namanya Raden Katong adik dari Raden Patah. Batoro Katong inilah yang membawa agama Islam ke Ponorogo dan petilasan yang ada sekarang ialah sebuah mesjid didaerah Patihan Wetan.

Perkembangan selanjutanya, di Ponorogo, di daerah Tegalsari ada sebuah pesantren yang diasuh Kyai Hasan Basri atau yang dikenal dengan sebutan Kyai Agung Tegalsari. Pesantren Tegalsari ini selain mengajarkan agama Islam juga mengajarkan ilmu ketatanegaraan, ilmu perang dan kesusasteraan. Seorang murid yang terkenal dari Tegalsari dibidang sastra ialah Raden Ronggowarsito. Kyai Hasan Basri ini diambil menjadi menantu oleh raja Kraton Solo.

Waktu itu seni batik baru terbatas dalam lingkungan kraton. Oleh karena putri keraton Solo menjadi istri Kyai Hasan Basri maka dibawalah ke Tegalsari dan diikuti oleh pengiring-pengiringnya. disamping itu banyak pula keluarga kraton Solo belajar dipesantren ini. Peristiwa inilah yang membawa seni bafik keluar dari kraton menuju ke Ponorogo. Pemuda-pemudi yang dididik di Tegalsari ini kalau sudah keluar, dalam masyarakat akan menyumbangkan dharma batiknya dalam bidang-bidang kepamongan dan agama.

Daerah perbatikan lama yang bisa kita lihat sekarang ialah daerah Kauman yaitu Kepatihan Wetan sekarang dan dari sini meluas ke desa-desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono dan Ngunut. Waktu itu obat-obat yang dipakai dalam pembatikan ialah buatan dalam negeri sendiri dari kayu-kayuan antara lain; pohon tom, mengkudu, kayu tinggi. Sedangkan bahan kainputihnyajugamemakai buatan sendiri dari tenunan gendong. Kain putih import bam dikenal di Indonesia kira-kira akhir abad ke-19.

Pembuatan batik cap di Ponorogo baru dikenal setelah perang dunia pertama yang dibawa oleh seorang Cina bernama Kwee Seng dari Banyumas. Daerah Ponorogo awal abad ke-20 terkenal batiknya dalam pewarnaan nila yang tidak luntur dan itulah sebabnya pengusaha-pengusaha batik dari Banyumas dan Solo banyak memberikan pekerjaan kepada pengusaha-pengusaha batik di Ponorogo. Akibat dikenalnya batik cap maka produksi Ponorogo setelah perang dunia petama sampai pecahnya perang dunia kedua terkenal dengan batik kasarnya yaitu batik cap mori biru. Pasaran batik cap kasar Ponorogo kemudian terkenal seluruh Indonesia.

Sejarah Batik Pada Zaman Majapahit


Batik Semarang - Batik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit, pat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojoketo adalah daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal nama Majokerto ada hubungannya dengan Majapahit. Kaitannya dengan perkembangan batik asal Majapahit berkembang di Tulung Agung adalah riwayat perkembangan pembatikan didaerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan Majapahit. Pada waktu itu daerah Tulungagung yang sebagian terdiri dari rawa-rawa dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat bekembangnya Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang benama Adipati Kalang, dan tidak mau tunduk kepada kerajaan Majapahit.

Diceritakan bahwa dalam aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahati, Adipati Kalang tewas dalam pertempuran yang konon dikabarkan disekitar desa yang sekarang bernama Kalangbret. Demikianlah maka petugas-petugas tentara dan keluara kerajaan Majapahit yang menetap dan tinggal diwilayah Bonorowo atau yang sekarang bernama Tulungagung antara lain juga membawa kesenian membuat batik asli.

Daerah pembatikan sekarang di Mojokerto terdapat di Kwali, Mojosari, Betero dan Sidomulyo. Diluar daerah Kabupaten Mojokerto ialah di Jombang. Pada akhir abad ke-XIX ada beberapa orang kerajinan batik yang dikenal di Mojokerto, bahan-bahan yang dipakai waktu itu kain putih yang ditenun sendiri dan obat-obat batik dari soga jambal, mengkudu, nila tom, tinggi dan sebagainya.

Obat-obat luar negeri baru dikenal sesudah perang dunia kesatu yang dijual oleh pedagang-pedagang Cina di Mojokerto. Batik cap dikenal bersamaan dengan masuknya obat-obat batik dari luar negeri. Cap dibuat di Bangil dan pengusaha-pengusaha batik Mojokerto dapat membelinya dipasar Porong Sidoarjo, Pasar Porong ini sebelum krisis ekonomi dunia dikenal sebagai pasar yang ramai, dimana hasil-hasil produksi batik Kedungcangkring dan Jetis Sidoarjo banyak dijual. Waktu krisis ekonomi, pengusaha batik Mojoketo ikut lumpuh, karena pengusaha-pengusaha kebanyakan kecil usahanya. Sesudah krisis kegiatan pembatikan timbul kembali sampai Jepang masuk ke Indonesia, dan waktu pendudukan Jepang kegiatan pembatikan lumpuh lagi. Kegiatan pembatikan muncul lagi sesudah revolusi dimana Mojokerto sudah menjadi daerah pendudukan.

Ciri khas dari batik Kalangbret dari Mojokerto adalah hampir sama dengan batik-batik keluaran Yogyakarta, yaitu dasarnya putih dan warna coraknya coklat muda dan biru tua. Yang dikenal sejak lebih dari seabad yang lalu tempat pembatikan didesa Majan dan Simo. Desa ini juga mempunyai riwayat sebagai peninggalan dari zaman peperangan Pangeran Diponegoro tahun 1825.

Meskipun pembatikan dikenal sejak jaman Majapahait namun perkembangan batik mulai menyebar sejak pesat didaerah Jawa Tengah Surakarta dan Yogyakata, pada jaman kerajaan di daerah ini. Hal itu tampak bahwa perkembangan batik di Mojokerto dan Tulung Agung berikutnya lebih dipenagruhi corak batik Solo dan Yogyakarta.

Didalam berkecamuknya clash antara tentara kolonial Belanda dengan pasukan-pasukan pangeran Diponegoro maka sebagian dari pasukan-pasukan Kyai Mojo mengundurkan diri kearah timur dan sampai sekarang bernama Majan. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga zaman kemerdekaan ini desa Majan berstatus desa Merdikan (Daerah Istimewa), dan kepala desanya seorang kiyai yang statusnya Uirun-temurun.Pembuatan batik Majan ini merupakan naluri (peninggalan) dari seni membuat batik zaman perang Diponegoro itu.

Warna babaran batik Majan dan Simo adalah unik karena warna babarannya merah menyala (dari kulit mengkudu) dan warna lainnya dari tom. Sebagai batik setra sejak dahulu kala terkenal juga didaerah desa Sembung, yang para pengusaha batik kebanyakan berasal dari Sala yang datang di Tulungagung pada akhir abad ke-XIX. Hanya sekarang masih terdapat beberapa keluarga pembatikan dari Sala yang menetap didaerah Sembung. Selain dari tempat-tempat tesebut juga terdapat daerah pembatikan di Trenggalek dan juga ada beberapa di Kediri, tetapi sifat pembatikan sebagian kerajinan rumah tangga dan babarannya batik tulis.
Batik Semarang -  Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Motif yang ditorehkan pada selembar kain batik selalu mempunyai makna tersembunyi. Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Kali ini kami akan sajikan mengenai keunikan makna batik klasik yaitu motif Sido Luhur.

Terdapat mitos mengenai penciptaan motif batik Sido Luhur yang menuntut pencipta awalnya untuk menahan nafas berlama-lama. Motif Sido Luhur diciptakan Ki Ageng Henis, kakek dari Panembahan Senopati pendiri Mataram Jawa, serta cucu dari Ki Ageng Selo. Konon motif Sido Luhur dibuat khusus oleh Ki Ageng Henis untuk anak keturunannya. Harapannya agar si pemakai dapat berhati serta berpikir luhur sehingga dapat berguna bagi masyarakat banyak.

Menurut seorang pengamat budaya Jawa, Winarso Kalinggo, motif itu kemudian dimanifestasikan ke selembar kain (dicanting) oleh Nyi Ageng Henis. Nyi Ageng sendiri adalah seorang yang mempunyai kesaktian. Mitosnya, Nyi Ageng selalu megeng (menahan) nafas dalam mencanting sampai habisnya lilin dalam canting tersebut. Hal itu dimaksudkan agar konsentrasi terjaga dan seluruh doa dan harapan dapat tercurah secara penuh ke kain batik tersebut. Sampai sekarang pun, secara umum, proses penciptaan batik masih sama seperti jaman dulu. Laki-laki membuat motif, yang wanita mencanting.

Motif batik Sido Luhur merupakan jenis batik keraton yang berasal dari Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta. Di Keraton Surakarta, biasanya motif Sido Luhur dikenakan oleh temanten putri pada malam pengantin. Batik motif Sido Luhur memiliki filosofi keluhuran. Bagi orang Jawa, hidup memang untuk mencari keluhuran materi dan non materi. Keluhuran materi artinya bisa tercukupi segala kebutuhan ragawi dengan bekerja keras sesuai dengan jabatan, pangkat, derajat, maupun profesinya. Sementara keluhuran budi, ucapan, dan tindakan adalah bentuk keluhuran non materi. Orang Jawa sangat berharap hidupnya kelak dapat mencapai hidup yang penuh dengan nilai keluhuran.

Motif Sido Luhur juga bermakna harapan untuk mencapai kedudukan yang tinggi, dan dapat menjadi panutan masyarakat.

Adapula jenis batik motif Bledak Sidoluhur Latar Putih yang memiliki kegunaan untuk upacara mitoni (upacara masa 7 bulan bagi pengantin putri saat hamil pertama kali). Batik ini memiliki filosofi agar yang menggunakan selalu dalam keadaan gembira.

Batik motif Sido Mukti Luhur yang berasal dari Keraton Yogyakarta memiliki kegunaan yaitu dikenakan pada saat mitoni dan menggendong bayi. Batik ini memiliki filosofi, Sido Mukti, berarti gembira, kebahagiaan untuk mengendong bayi sehingga bayi merasakan ketenangan, kegembiraan.

Batik motif Sido Luhur juga ada yang yang dikenakan pada saat acara mitoni yaitu memiliki makna agar bayi yang akan lahir akan memiliki sifat berbudi pekerti luhur dan sopan santun.

Filosofi makna di balik motif batik Sido Luhur juga berarti berhasil mengembangkan, menyempurnakan diri menjadi manusia yang berbudi luhur yang senantiasa berdoa, mengingat dan bersyukur kepadaNya. Motif ini adalah motif yang dikenakan oleh pengantin saat pernikahan. Motif ini berasal dari Keraton Yogyakarta.

Cara Membuat Batik Pelangi


Batik Semarang - Barangkali anda tidak pernah mendengar mengenai batik pelangi. Ketika seseorang mengatakan batik, pikiran anda tentu lagsung tertuju kepada sepotong kain berwarna cokelat dengan beraneka ragam motif. Padahal batik tidak hanya itu saja, masih banyak model batik yang lahir seiring perkembangan jaman, sedangkan motif batik yang lama masih terjaga dengan baik. Batik atau kain pelangi ini dibuat dengan teknik celup ikat, sehingga hasil yang didapatkan kain berwarna-warni, tidak hanya satu dua saja warnanya.

Konon kain pelangi telah dipakai oleh masyarakat Melayu, namun karena meletusnya Perang Dunia II, batik ini lenyap. Anda masih dapat menemukan batik ini di daerah Palembang. Jika dilacak asal muasalnya, diperkirakan kesenian ini berasal dari Gujarat, karena di sana juga terdapat kain yang sama, yang diberinama Budhi. Cara membuat batik ini yaitu menggunakan biji salak maupun kacang hijau yang diikat kuat. Kemudian kain tersebut dicelupkan ke dalam pewarna, setelah kering lepaskan. Anda akan mendapatkan kain dengan motif lingkaran putih.

Langkah selanjutnya, anda tinggal mewarnai warna putih tersebut dengan warna yang anda inginkan, dan anda akan mendapatkan batik pelangi. Dalam pewarnaannya anda juga perlu berhati-hati, agar warnanya tidak menyebar ke bagian putihnya. Maka dari itu, mewarnai batik ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran, agar hasil yanng didapatkan maksimal tanpa noda.
Perhatikan Cara Duduk Anda Ketika Membuat Batik Tulis

Batik Semarang - Kebanyakan pemula yang belajar membatik tulis kurang memperhatikan cara duduk yang benar saat mencanting.

Mengapa perlu duduk secara benar saat membatik?
Pertama, agar pergerakan tangan kanan yang memegang canting, mulai menciduk cairan malam di wajan, membawanya mendekat ke kain hingga menorehkannya di kain, tidak terganggu.

Kedua, agar bisa membatik dengan nyaman, tidak mudah pegal terutama di pinggang.

Ketiga, agar kaki aman dari terciprati atau terkena tetesan malam cair panas.

Langkah dan Cara Duduk Saat Membatik:

Tips ini untuk pembatik yang membatik dengan duduk di bangku kecil atau dingklik.
  1. Selalu menyiapkan dan menggunakan taplak (bekas) atau selembar kain untuk penutup paha selama membatik. Kain ini juga berfungsi untuk mengelap lelehan cairan malam di bagian bawah canting, juga menghilangkan tetesan cairan malam di ujung cucuk (saluran di ujung canting). Usahakan kain ini cukup lebar sehingga bisa menutupi bagian paha, lutut dan kaki kanan.
  2. Letakkan kompor di sisi kanan (jika Anda bukan kidal), pada posisi jam 2 (14.00) dari tubuh Anda. Jaraknya sejauh rentangan lurus tangan kanan Anda. Jangan menempatkan kompor di hadapan Anda.
  3. Duduklah hampir sejajar dengan kain yang akan dibatik. Jangan duduk tegak lurus menghadap kain karena akan mengganggu gerak saat mencanting, dan berisiko kain terkena tetesan malam.
  4. Jika anda menggunakan tempat duduk, gunakan dingklik atau bangku kecil (sebaiknya jangan berbahan plastik karena licin) yang tingginya seimbang dengan tinggi kompor.
  5. Setelah anda duduk dalam posisi menyerong terhadap kain, julurkan tangan kanan Anda untuk menjangkau letak wajan. Jika tangan Anda membengkok berarti letak wajan terlalu dekat. Jangkaulah wajan hingga posisi tangan lurus. Saat memeriksa ini, Anda sambil memegang canting.
  6. Posisikan kedua lutut bertemu pada saat mencanting.
  7. Kaki kanan jangan sampai membuka ke arah kompor. Masukkan betis kanan ke bawah betis kiri. Ini untuk menghindarkan betis kanan, kaki dan jari kaki kanan terkena tetesan malam cair saat Anda membawa canting berisi cairan malam dari wajan ke kain.
  8. Agar tidak cepat pegal atau lelah duduklah dengan posisi tegak.
Batik Semarang - Canting Pada Batik

Setiap pengerajin batik tulis selalu menggunakan canting, tidak terkecuali pada proses pembuatan batik madura. Pengertian Canting (dari bahasa Jawa, canthing, IPA:t?an?i?) adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan yang khas digunakan untuk membuat batik tulis, kerajinan khas Indonesia. Canting tradisional untuk membatik adalah alat kecil yang terbuat dari tembaga dan bambu sebagai pegangannya.

Kegunaan Canting

Canting digunakan untuk menuliskan pola batik dengan cairan malam. Canting pada umumnya terbuat dari bahan tembaga dengan gagang bambu, namun saat ini canting untuk membatik mulai digantikan dengan teflon.

Komponen Canting:

Adapun komponen canting terdiri dari:

    - Nyamplung: tempat tampungan cairan malam, terbuat dari tembaga.
    - Cucuk: tergabung dengan nyamplung, adalah tempat keluarnya cairan malam panas saat menulis batik
    - Gagang: pegangan canting, umumnya terbuat dari bambu atau kayu.


Ukurang Canting:

Mengenai Ukuran canting dapat bermacam-macam sesuai kebutuhan besar kecilnya lukisan batik yang akan dibuat. Saat digunakan, pengrajin memegang canting seperti menggunakan pena, mengisi nyamplung dengan malam cair dari wajan tempat memanaskan malam tersebut. Pengrajin kemudian meniup cairan malam panas dalam nyamplung untuk menurunkan suhunya sedikit, kemudian melukiskan malam yang keluar dari cucuk tersebut di atas gambar motif batik yang sebelumnya telah dilukis dengan pensil

Teknik Membatik Jumputan

Batik Semarang -Tentunya batik sudah menjadi tren di kalangan masyarakat kita, dan sudah banyak yang menggunakannya. Bahkan telah diakui dunia bahwa batik adalah kain khas dari Indonesia. Dan dapat menjadi kebanggaan bangsa kita.

Banyak ragam dan corak motif batik. Begitu juga dengan teknik membatiknya sendiri juga memiliki beraneka macam cara. Seperti batik tulis dan batik cap, pastinya teknik tersebut tidak asing di telinga kita. Tetapi apakah anda tahu juga, bahwa tidak hanya teknik tersebut yang ada. Disini akan coba kita pelajari bersama teknik batik yang lain, yaitu Teknik Membatik Jumputan.


Batik jumputan adalah Batik yang di kerjakan dengan cara ikat celup. Ikat celup bermaksud dikat dengan tali kemudian kain batik dicelup deangan warna. Adapun bahan dan alat yang digunakan adalah :
  1.     Kain polos atau Kain Mori
  2.     Tali rafia atau benang nilon
  3.     Kelereng atau biji jagung kering
  4.     Dua belah kayu Kompor
  5.     Panci
  6.     Air
  7.     Garam
  8.     Kompor
  9.     Pewarna batik ( wantex )
  10.     Karet gelang secukupnya

Adapun Teknik Membatik Jumputan adalah sebagai berikut :
  1. Ikat bagian - bagian yang akan di buat motif batik jumputan. Dengan cara kain polos di isi dengan kelereng atau biji jagung kering kemudian di ikat dengan karet gelang.
  2. Nyalakanlah kompor. Untuk memasak 2 liter air, tunggu hingga mendidih.
  3. Masukan pewarna batik ( wantex ) ditambah 2 sendok teh garam ke air yang sudah mendidih tadi.
  4. Celup air yang sudah di ikat ke dalam air dingin terlebih dahulu lalu peras. Kemudian anda dapat memasukan kain tersebut ke larutan pewarna.
  5. Gunakan dua bilah kayu untuk memutar kain dalam larutan. Ini diharapkan kain batik dapat melalui pewarnaan dengan baik dan rata.
  6. Biarkan kain berada dalam rendaman kira - kira satu jam. Kemudian angkat dan dinginkan.
  7. Setelah kain batik dingin. Anda dapat mencucinya dengan air bersih. Bilas kain hingga benar - benar bersih.
  8. Jemur kain batik anda di ruang terbuka dan jauhan dari paparan sinar matahari langsung. Setelah kering anda dapat melipat dan merapikannya.
Semoga Teknik Membatik Jumputan ini dapat menambah pengetahuan anda dan dapat dipraktekan dirumah. Selamat Mencoba dan berkreasi.
Motif Batik Beserta Maknanya

Batik Semarang - Batik memiliki berbagai macam motif batik. Motif - motif batik yang menggambarkan berbagai karakter pemilik dari pemakai busana batik tersebut inilah yang akan kami jelaskan ke dalam artikel kami berjudul " Motif Batik beserta maknanya ".

Lantas apa saja yang menjadi motif batik beserta maknanya ?

nah, berikut ini penjelasan kami mengenai motif batik beserta maknanya, yaitu :
Batik Cuwiri

Batik Cuwiri merupakan motif batik yang menggunakan zat pewarna soga alam. Biasanya batik ini digunakan untuk semekan dan kemben, juga digunakan pada saat upacara mitoni. Motif batik ini kebanyakan menggunakan unsur meru dan gurda. Cuwiri sendiri memiliki arti kecil-kecil dan diharapkan untuk pemakainya pantas dan dihormati.

Batik Kraton
Batik Kraton merupakana cikal bakal  dari semua jenis batik yang berkembang di Indonesia. Motifnya mengandung makna filosofi hidup. Batik-batik ini dibuat oleh para putri kraton dan juga pembatik-

pembatik ahli yang hidup di lingkungan kraton. Pada dasarnya motifnya terlarang untuk digunakan oleh orang “biasa” seperti motif Batik Parang Barong, Batik Parang Rusak termasuk Batik Udan Liris, dan


Batik Sekar Jagad
Motif Sekar Jagad adalah salah satu motif batik khas Indonesia. Motif ini mengandung makna kecantikan dan keindahan sehingga orang lain yang melihat akan terpesona. Ada pula yang beranggapan bahwa motif Sekar Jagad sebenarnya berasal dari kata “kar jagad” yang diambil dari bahasa Jawa (Kar=peta; Jagad=dunia), sehingga motif ini juga melambangkan keragaman di seluruh dunia.

Batik Pringgondani
Pringgondani sendiri merupakan  nama kesatriyan tempat tinggal Gatotkaca putera Werkudara. Motif ini biasanya ditampilkan dalam warna-warna gelap seperti biru indigo (biru nila) dan soga-coklat, serta penuh sulur-suluran kecil yang diselingi dengan naga.pringgondani 300x179 Mengenal Berbagai Macam Jenis Batik


Batik Kawung
Yang menjadi ciri khas dari  motif Kawung adalah berpola bulatan mirip buah Kawung (sejenis kelapa atau kadang juga dianggap sebagai buah kolang-kaling) yang ditata rapi secara geometris. Kadang, motif ini juga diinterpretasikan sebagai gambar bunga lotus (teratai) dengan empat lembar daun bunga yang merekah. Lotus adalah bunga yang melambangkan umur panjang dan kesucian. Biasanya motif-motif Kawung diberi nama berdasarkan besar-kecilnya bentuk bulat-lonjong yang terdapat dalam suatu motif tertentu.Kawung Mengenal Berbagai Macam Jenis Batik


Batik Sida Luhur
Motif-motif berawalan sida (dibaca sido) merupakan golongan motif yang banyak dibuat para pembatik. Kata “sida” sendiri berarti jadi/menjadi/terlaksana. Dengan demikian, motif-motif berawalan “sida”

mengandung harapan agar apa yang diinginkan bisa tercapai. Motif Sida Luhur (dibaca Sido Luhur) bermakna harapan untuk mencapai kedudukan yang tinggi, dan dapat menjadi panutan masyarakat.

Batik Sida Asih
Motif-motif berawalan sida (dibaca sido) merupakan golongan motif yang banyak dibuat para pembatik. Kata “sida” sendiri berarti jadi/menjadi/terlaksana. Dengan demikian, motif-motif berawalan “sida” mengandung harapan agar apa yang diinginkan bias tercapai. Makna dari motif Sida Asih (dibaca Sido Asih) adalah harapan agar manusia mengembangkan rasa saling menyayangi dan mengasihi antar sesama.

Batik Semen Rama
Penjelasan :  dimaknai sebagai penggambaran dari “kehidupan yang semi” (kehidupan yang berkembang atau makmur). Terdapat beberapa jenis ornamen pokok pada motif-motif semen. Yang pertama adalah ornamen yang berhubungan dengan daratan, seperti tumbuh-tumbuhan atau binatang berkaki empat. Kedua adalah ornament yang berhubungan dengan udara, seperti garuda, burung dan megamendung. Sedangkan yang ketiga adalah ornament yang berhubungan dengan laut atau air, seperti ular, ikan dan katak. Jenis ornament tersebut kemungkinan besar ada hubungannya dengan paham Triloka atau Tribawana. Paham tersebut adalah ajaran tentang adanya tiga dunia; dunia tengah tempat manusia hidup, dunia atas tempat para dewa dan para suci, serta dunia bawah tempat orang yang jalan hidupnya tidak benar/dipenuhi angkara murka.


Batik Sida Mukti
Sida Mukti meruapakan motif batik yang biasanya terbuat dari zat pewarna soga alam. Biasanya digunakan sebagai kain dalam upacara perkawinan. Unsur motif yang tekandung didalamnya adalah gurda.

Motif-motif berawalan sida (dibaca sido) merupakan golongan motif yang banyak dibuat para pembatik. Kata “sida” sendiri berarti jadi/menjadi/terlaksana. Dengan demikian, motif-motif berawalan “sida” mengandung harapan agar apa yang diinginkan bias tercapai. Salah satunya adalah sida mukti, yang mengandung harapan untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin.
Sido Mukti Mengenal Berbagai Macam Jenis Batik

Batik Tambal
Tambal memiliki arti tambal bermakna menambal atau memperbaiki hal-hal yang rusak. Dalam perjalanan hidupnya, manusia harus memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik, lahir maupun batin.

Dahulu, kain batik bermotif tambal dipercaya bisa membantu kesembuhan orang yang sakit. Caranya adalah dengan menyelimuti orang sakit tersebut dengan kain motif tambal. Kepercayaan ini muncul karena orang yang sakit dianggap ada sesuatu “yang kurang”, sehingga untuk mengobatinya perlu “ditambal”.Tambal Mengenal Berbagai Macam Jenis Batik


Batik Petani
merupakan batik yang dibuat sebagai selingan kegiatan ibu rumah tangga di rumah di kala tidak pergi ke sawah atau saat waktu senggang. Biasanya batik ini kasar dan kagok serta tidak halus. Motifnya turun temurun sesuai daerah masing-masing dan batik ini dikerjakan secara tidak profesional karena hanya sebagai sambilan. Untuk pewarnaan pun diikutkan ke saudagar.
Petani Mengenal Berbagai Macam Jenis Batik

Batik Sudagaran
Merupakan motif larangan dari kalangan keraton yang membuat seniman dari kaum saudagar untuk menciptakan motif baru yang sesuai selera masyarakat saudagar. Mereka juga mengubah motif larangan sehingga motif tersebut dapat dipakai masyarakat umum. Desain batik Sudagaran umumnya terkesan “berani” dalam pemilihan bentuk, stilisasi atas benda-benda alam atau satwa, maupun kombinasi warna yang didominasi warna soga dan biru tua. Batik Sudagaran menyajikan kualitas dalam proses pengerjaan serta kerumitan dalam menyajikan ragam hias yang baru. Pencipta batik Sudagaran mengubah batik keraton dengan isen-isen yang rumit dan mengisinya dengan cecek (bintik) sehingga tercipta batik yang amat indah.Saudagaran 225x300 Mengenal Berbagai Macam Jenis Batik


Truntum
Kain ini dipakai oleh orang tua pengantin dalam upacara pernikahan. Truntum berarti menuntun, diharapkan sipemakai/orang tua mempelai mampu memberikan petunjuk dan contoh kepada putra-putrinya untuk memasuki kehidupan baru berumah tangga yang penuh liku-liku.Begini bentuk Modern Batik dengan Motif Truntum.Truntum Mengenal Berbagai Macam Jenis Batik


Ciptoning
Diharapkan pemakainya menjadi orang yang bijak, mampu memberikan petunjuk tentang keluhuran budi dari jalan yang benar sesuai dengan Yang Maha KuasaCiptoning Mengenal Berbagai Macam Jenis Batik


Sido Mulyo
Bermakna dharma, kemakmuran dan melindungi buminya. Begini bentuk Modern Batik dengan Motif Sido Mulyo.Sido Mulyo Mengenal Berbagai Macam Jenis Batik


Sido Mulyo Semen
Sido berarti terus-menerus, sedangkan mulyo berarti kecukupan dan kemakmuran. Diharapkan yang memakai batik ini diberikan kecukupan dan kemakmuranSido Mulyo Semen Mengenal Berbagai Macam Jenis Batik


Wahyu Temurun
Diharapkan pemakainya selalu mendapatkan petunjuk dalam menghadapi kehidupan oleh Yang Maha Kuasa.Wahyu Temurun Mengenal Berbagai Macam Jenis Batik

Udan Liris
Udan liris berarti hujan gerimis, merupakan simbol kesuburan. Begini bentuk Modern Batik dengan Motif Udan Liris.Udan Liris Mengenal Berbagai Macam Jenis Batik


Nitik
Diharapkan pemakai kain motif ini menjadi orang yang bijaksana.Nitik Mengenal Berbagai Macam Jenis Batik


Parang
Parang berarti senjata, menggambarkan kekuasaan. Bahkan Jessica Alba memakai batik dengan Motif Parang .Parang Mengenal Berbagai Macam Jenis Batik

Batik Gringsing
Kata Gringsing adri motif ini berasal dari kat Gring yang artinya sakit dan sing yang artinya tidak. Oleh karena itu, arti dari motif ini adalah menolah segala penyakit.


Grompol
Grompol dalam bahasa Jawa berarti berkumpul atau bersatu. Melambangkan harapan orang tua agar semua hal yang baik akan berkumpul, yaitu rejeki, kebahagiaan, kerukunan hidup, ketentraman untuk kedua keluarga pengantin. Selain itu, juga bermakna harapan supaya pasangan keluarga baru itu dapat berkumpul atau mengingat keluarga besarnya ke mana pun mereka pergi. Harapan yang lain agar semua sanak saudara dan para tamu akan berkumpul sehingga pesta pernikahan berjalan meriah.

Abimanyu
Abimanyu merupakan putra Arjuna (Pandawa). Ia akan mempunyai keturunan (Parikesit) yg akan menurunkan ksatria yg menjadi raja-raja Jawa. Motif ini menyiratkan harapan agar pemakainya dapat memiliki sifat sifat ksatria seperti sang Abimanyu.

Demikianlah motif batik beserta maknanya yang ada di bumi nusantara ini, saya kumpulkan dari berbagai sumber, dan cukup melelahkan mencarinya. Pada kenyataannya memang masih ada beberapa motif lagi yang belum saya muat di sini. Mudah mudahan lain kali saya bisa memuat lebih banyak lagi motif batik sehingga bisa membantu anda untuk lebih mengenal motif batik dan filosofi batik lainnya,ya..
Membatik dengan Teknik Ikat Celup

Batik Semarang - Kali ini mamang mau menulis tentang  Cara Membuat Batik Dengan Teknik Ikat Celup batik yang pembuatannya dilakukan dengan cara mengikat kencang di beberapa bagian kain kemudian dicelupkan pada pewarna.

Kegiatan ini menjadi media bagi siswa untuk berekspresi dan berkreasi pada mata pelajaran seni rupa sekaligus  untuk mengasah ketrampilan dibidang tekstil.

Adapun persiapan dan tahapan mereka dalam mempraktekkan pembuatan Batik ikat celup adalah sebagai berikut .....

Bahan-bahan yang harus disiapkan :
  1.     Kain  atau karung terigu juga boleh ehehe ( untuk bahan yang mau dibuat batik celup )
  2.     Dua sendok Garam dan Cuka secukupnya
  3.     Dua liter Air untuk satu kemasan warna;
  4.     Pewarna dan penguatnya dalam satu kemasan (Wenter ataupun Wantex).
Alat-alat yang digunakan:
  1.     Karet gelang;
  2.     Kelereng, Uang koin, Batu
  3.     Kompor atau tungku pakai kayu bakar heheheh
  4.     Bejana (Panci) dapet kriditan juga ngga apa – apa hehehe
  5.     Sendok kayu sebagai alat pengaduk ( Centong Pangarihan )
  6.     Ember.
 Cara Membuat Batik Teknik  Ikat Celup
  1. Pastikan kain dalam kondisi bersih bila perlu di cuci terlebih dahulu
  2. Membuat bentuk/desain motif dengan mengikat Kelereng, Uang koin, atau Batu pada beberapa bagian kain menggunakan karet secara kencang dan bervariatif, karet bisa diganti dengan tali, yang penting ikatannya harus kencang
  3. Rebus air menggunakan Bejana (Panci) hingga mendidih, setelah mendidih, campurkan pewarna dan penguat yang berada  dalam satu kemasan Wenter ataupun Wantex, Gunakan satu wadah panci untuk satu warna saja
  4. Tambahkan garam dua sendok makan dan cuka secukupnya disertai dengan mengaduk larutan hingga merata, garam dan cuka digunakan sebagai tambahan penguat agar warna tidak mudah luntur
  5. Basahi kain yang telah diikati dan dibuat motif dengan air bersih
  6. Celupkan kain tersebut pada cairan warna. Bila menginginkan satu warna, celupkan seluruh bagian kain dalam larutan pewarna yang mendidih.
  7.  Aduk dalam waktu 10-30 menit agar warna merata dan merekat kuat;
  8.  Bila menginginkan warna lain, langkah pada no. 7 hanya mencelupkan sebagian pada cairan pewarna pertama dan mencelupkan kain yang belum terkena warna pada cairan pewarna lainnya.
  9. Celupkan berkali-kali sesuai jumlah warna yang dikehendaki;
  10.  Apabila proses pencelupan warna selesai, kain diangkat dan dibilas menggunakan air dingin yang bersih;
  11. Kemudian sumua ikatan dilepas, kain ditiris dan dikeringkan;
  12. Setelah kering, rapikan dengan menyetrika kain tersebut

Untuk Cara Membuat Batik Dengan Teknik Ikat Celup ini dapat dibuat dengan kreasi sendiri dengan beberapa ikatan, tidak terpaku pada satu ikatan saja, serta bisa di praktekan pencelupan pada baju atau kaus yang sudah jadi tetapi masih warna polos.
Langkah Sederhana Membuat Batik

Proses design
Batik Semarang - Langkah awal dalam membuat batik adalah design motif dan pola-pola batik yang diinginkan diatas kain dengan menggunakan pensil. Penggunaan pensil ini dimaksudkan agar dapat dengan mudah dihapus bila terjadi kesalahan, untuk motif-motif tertentu dan agar terjadi keseragaman biasanya digunakan pula kertas karton yang dibentuk sesuai pola-pola yang diinginkan kemudian dipergunakan untuk membuat pola dalam kain.

Batik Tulis
Setelah motif atau pola-pola batik selesai dikerjakan pada kain, kemudian pola-pola tadi di timpa dengan malam (lilin), lilin harus dipanaskan terlebih darhulu agar mencair dengan mempergunakan wajan. Setelah mencair lilin tersebut dimasukan kedalam canting dan dipergunakan untuk menggambar. Kegunaan lilin ini adalah untuk menutupi agar pada saat pewarnaan bagian yang tertutup dengan lilin tidak terkena warna yang tidak diinginkan. Proses ini harus hati-hati sekali, karena lilin tidak boleh mblobor (melebar ke kain), bila hal ini terjadi maka harus dibersihan dengan mengunakan besi/tembaga yang dipanaskan atau menggunakan kain/spon yang telah di celup kedalam air yang mendidih.

Batik Cap
Proses yang lebih mudah dari Batik tulis adalah dengan menggunakan cap. sama juga halnya dengan batik tulis lilin harus di cairkan dahulu, kemudian baru di cap ke kain. Proses penggunaan cap ini harus hati-hati agar pola atau garis yang satu dengan yang lain saling berhubungan

Pewarnaan
Setalah proses membatik baik dengan tulis maupun cap, kemudian dilakukan proses pewarnaan. Proses ini dengan cara mencelupkan kain yang telah dilapisi dengan lilin tersebut diatas kedalam bak yang berisi pewarna. Agar kualitas warna baik dan awet, proses pewarnaan harus dilakukan dengan air hangat sehingga warna dapat menyerap ke dalam pori-pori batik Proses ini baru membentuk warna dasar batik. Untuk memberikan warna pada pola-pola yang diinginkan, maka proses selanjunya adalah melepas lilin yang menempel pada kain yang telah diberi warna dasar. Proses pelepasan lilin dan pewarnaan ini biasanya disebut dengan proses nglorot. Proses pelepasan lilin dilakukan dengan air mendidih (biasanya pembakarannnya dengan menggunakan kayu), kemudian kain batik dicelup-celupkan ke dalam air mendidih tadi sampai seluruh lilin mengelupas. Setelah lilin mengelupas, maka pola-pola batik yang terbentuk dapat di isi warna.

Pengeringan
Proses pengeringan batik dilakukan dengan cara di angin-anginkan (hindari pengeringan langsung dari cahaya matahari (Batik tulis), karena hal ini akan mengakibatkan warna menjadi pudar. Setelah kering kain Batik di haluskan dengan cara di “kemplong” yaitu kain Batik di pukul-pukul dengan menggunakan kayu yang bentuknya lonjong (bulat telur namun kearah persegi).
Batik Yang Cocok Untuk Pengantin

Batik Semarang - Bagi mempelai yang memilih pernikahan ala tradisional Jawa, hampir dapat dipastikan memilih kain batik untuk melengkapi busana pengantinnya. Seperti juga berbagai tata cara dalam rangkaian upacara tradisional Jawa yang sarat makna, corak kain pengantin tradisional juga memiliki makna, nilai, serta filosofi yang berbeda satu dengan lainnya.

Oleh karena itu, seorang mempelai sebaiknya memahami terlebih dahulu corak atau motif apa saja yang umum digunakan dalam pernikahannya dan tidak hanya memilih kain batik pengantin hanya berdasarkan keindahan coraknya saja. Dalam acara pernikahan, dianjurkan agar mempelai menggunakan kain batik bermotif yang diawali dengan kata ‘sida/sido’ yang berarti ‘jadi’, seperti:

Sido Mulyo
Kain batik pengaruh Kraton yang berasal dari daerah Banyumas ini pantas dikenakan oleh mempelai pria maupun wanita dan memiliki makna hidup dalam kemuliaan, kebahagiaan serta limpahan rejeki.

Sido Luhur
Batik dari daerah Kraton Surakarta ini memiliki makna keluhuran atau budi luhur yang dijunjung tinggi dalam hidup. Keluhuran yang dimaksud adalah keluhuran secara lengkap, baik materi maupun non materi. Keluhuran materi mengandung makna hidup berkecukupan, mencukupi segala kebutuhan ragawi dengan bekerja keras sesuai pekerjaan, jabatan, pangkat / derajat maupun profesinya.

Sedangkan keluhuran non materi antara lain terdiri dari keluhuran budi, tindakan serta ucapan. Corak batik Sidoluhur ini sangat cocok digunakan oleh mempelai wanita di malam pengantin.

Sido Asih
Corak Sidoasih berasal dari daerah Kraton Surakarta dengan makna harapan agar hidup rumah tangga kedua mempelai selalu dipenuhi kasih sayang. Kain batik dengan motif ini juga cocok digunakan mempelai wanita di malam pengantin.

Sido Mukti
Jenis batik petani dari daerah Surakarta ini biasanya dikenakan mempelai pria dan wanita saat resepsi berlangsung. Corak kain batik ini memiliki makna tercapainya mukti atau kemakmuran dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.

Kain batik yang bernama lain Sawitan (sepasang) ini juga melambangkan doa dan harapan terciptanya masa depan yang penuh kebaikan.

Sido Wirasat
Dalam corak kain batik Sidowirasat biasanya disertai dengan paduan motif truntum. Motif ini menjadi simbol nasehat yang selalu diberikan orang tua untuk menuntun kedua mempelai dalam memasuki mahligai hidup berumahtangga.

Truntum
Motif Truntum diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III). Bermakna cinta yang tumbuh kembali. Beliau menciptakan motif ini sebagai symbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin terasa subur berkembang (tumaruntum).

Karena maknanya, kain bermotif truntum biasa dipakai oleh orang tua pengantin pada hari penikahan. Harapannya adalah agar cinta kasih yang tumaruntum ini akan menghinggapi kedua mempelai. Kadang dimaknai pula bahwa orang tua berkewajiban untuk “menuntun” kedua mempelai untuk memasuki kehidupan baru.

Ratu Ratih - Semen rama
Ratu ratih dari kata ratu patih, ada pula yang menterjemahkan tunjung putih (ratu yang dijunjung atau diembani patih karena usianya masih muda). Di dalam batik ini dikaitkan dengan suatu kemuliaan, keagungan pribadi yang bisa menyesuaikan dengan alam lingkungan.

Beberapa ornamen utama yang ada dalam motif ini adalah ornamen yang berhubungan dengan daratan, lautan, udara, serta ornamen yang berhubungan dengan paham Triloka atau Tribawana (3 dunia: dunia tengah tempat hidup manusia, dunia atas tempat para dewa dan para suci, dunia bawah tempat yang dipenuhi angkara murka).

Dilihat dari namanya batik ini muncul pada masa pemerintahan Pakoe Boewono VI, dimana pada saat diangkat menjadi raja, beliau masih muda dan didampingi oleh patihnya pada tahun 1824 masehi.

Motif Semen Rama dimaknai sebagai penggambaran dari “kehidupan yang semi” (kehidupan yang berkembang atau makmur). Terdapat beberapa jenis ornamen pokok pada motif-motif semen. Yang pertama adalah ornamen yang berhubungan dengan daratan, seperti tumbuh-tumbuhan atau binatang berkaki empat.

Kedua adalah ornamen yang berhubungan dengan udara, seperti garuda, burung, dan megamendung. Sedangkan yang ketiga adalah ornamen yang berhubungan dengan laut atau air, seperti ular, ikan dan katak. Jenis ornament tersebut kemungkinan besar ada hubungannya dengan paham Triloka atau Tribawana.

Paham tersebut adalah ajaran tentang adanya tiga dunia; dunia tengah tempat manusia hidup, dunia atas tempat para dewa dan para suci, serta dunia bawah tempat orang yang jalan hidupnya tidak benar/dipenuhi angkara murka. Motif Semen sendiri biasanya merupakan penggambaran dari kehidupan yang bersemi, berkembang atau makmur.

Dua motif batik kembar sepasang (sawitan) ini umumnya dikenakan pasangan mempelai sebagai lambang kesetiaan istri terhadap suaminya..

Wahyu Tumurun
Batik motif wahyu tumurun merupakan salah satu motif yang banyak disukai karena keindahan pola dan filosofinya yang mendalam.

Motif utamanya yaitu pola mahkota terbang tampak lebih menonjol dengan tambahan motif sepasang ayam atau burung yang berhadap-hadapan.

Pola dalam motif batik wahyu tumurun memiliki makna dan harapan agar orang yang mengenakannya memperoleh anugerah kebahagiaan dari Sang Pencipta di masa mendatang. Batik ini biasa dikenakan oleh mempelai pengantin saat upacara penikahan adat Jawa.