Diberdayakan oleh Blogger.

Seharag Batik

Tokoh Batik

The Latest

BATIK SEMARANG – Batik merupakan warisan dunia milik Nusantara yang telah di akui keberadaannya oleh Unesco. Batik ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO.

Sejak keputusan itu, maka setiap tanggal 2 oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik”. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit,  Keberadaan Kerajaan Majapahit sebagai kerajaan yang besar, makmur, dan mengalami masa kejayaan selama beberapa abad telah membuat tradisi dan kebudayaannya mengakar kuat di wilayah Nusantara, termasuk seni batik.

Batik menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.


Nah Yuk Ketahui Batik Tertua Di Indonesia

Dalam catatan sejarah, bahwa wilayah di Indonesia yang tidak pengaruh Hindu seperti Toraja pernah berkembang batik yang dibuat dengan teknik wax-resist dyeing. Teknik tersebut adalah sebutan internasional dari teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain.

Batik khas Tanah Toraja

Cikal bakal batik dapat ditelusuri dari kain simbut dari Banten dan kain ma’a dari Toraja di Sulawesi Selatan yang memakai bubur nasi sebagai perintang warna.

Praduga tersebut dikarenan posisi geografis Toraja terisolasi di pegunungan, maka para ahli menduga kemungkinan besar batik itu asli dari sana. Juga tidak dipengaruhi India sebagaimana sejarah batik Jawa yang ditengarai dikenalkan pada jaman Raja Lembu Amiluhur (Jenggala), sehingga muncul spekulasi bahwa batik Toraja ini sebagai batik indonesia yang pertama tanpa terpengaruh budaya lain.

Dilansir dari kaskus.co.id, konon batik awalnya diperkenalkan oleh orang India, pada saat Raja Lembu Amiluhur menikahkan putranya dengan putri India, sekitar tahun 700. Dalam bagian lainnya, disebutkan kalau batik dalam bentuk yang lebih primitif justru sudah dimiliki oleh orang Toraja (Tana Toraja, Sulawesi Selatan).

Salah satu kreasi baru yang muncul adalah batik Toraja yang merupakan hasil karya Fothel Art. Menurut Arfol, motif batik Toraja ini beramacam-macam. Masing- masing motif mempunyai nama yang mengandung arti tertentu. Seperti motif Pare Allo yang berarti matahari dan bentuk bulat menyerupai matahari yang bersinar. Ada yng disebut Pa’teddong yang berarti kepala kerbau dan menjadi lambang kebesaran di daerah Toraja Kemudian ada yang dinamakan Poya Mundudan yang dalam bahasa Indonesia berarti burung belibis.

Beragam motif Batik Toraja

Batik Toraja adalah hasil dari pengembangan budaya yang awalnya hanya bisa dinikmati dalam bentuk ukiran di rumah adat, tetapi seiring dengan berkembangnya waktu dan peradaban, maka dikembangkan dalam bentuk batik.

Warna khas Batik Toraja adalah hitam, merah, putih dan kuning. Untuk warna kombinasi setelah kain dicap, kemudian di celup dengan pewarna dan selanjutnya beberapa garis motif ditutup dengan warna yang berbeda.

Batik Toraja mulai diperkenalkan secara resmi 1 tahun silam (2004) dengan ide menuangkan karya ukir dalam kain dan merupakan perpaduan antara nilai tradisional dengan post-modern.



[goodnewsfromindonesia.id]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758
BATIK SEMARANG – Berbeda dengan jenis tekstil lainnya, perawatan batik tentunya memerlukan perhatian khusus. Hal tersebut untuk mencegah agar tidak mudah pudar dan lapuk.

Tidak sedikit orang sering salah kaprah dengan pencucian batik. Seperti diantaranya menggunakan sabun khusus batik dan lerak (tumbuhan yang dikenal karena kegunaan bijinya yang dipakai sebagai detergen tradisional).

Padahal menurut Obin selaku pakar tekstil wastra nusantara sekaligus pendiri BINhouse Indonesia Creation mengatakan cara merawat batik adalah mencuci tangan sebelum menyentuhnya. Kemudian untuk pencucian bisa menggunakan sabun atau sampo bayi.

"Cara merawat batik sebenarnya simpel saja yaitu harus mencuci tangan sebelum memegangnya. Lalu kalau ingin dicuci bisa menggunakan sabun atau sampo bayi," ujar Obin kepada VIVA.co.id saat ditemui acara Alun-Alun Indonesia di kawasan Jakarta Pusat, Kamis, 6 Oktober 2016.

Obin menambahkan bahwa sabun dan sampo bayi memiliki kandungan detergen sedikit dan ringan. Sehingga aman untuk mencuci batik sekaligus menjaga warna batik itu sendiri.

Sementara lerak juga dapat digunakan untuk mencegah munculnya hewan kecil yang bisa merusak kain. Tidak disarankan mencuci batik dengan mesin cuci dan memeras terlalu terlalu kuat.

Saat penjemuran, lakukan ditempat yang teduh atau diangin-anginkan saja. Jika sudah kering sebaiknya kain batik digulung agar tidak meninggalkan bekas lipatan dan membuatnya lapuk.



[viva.co.id]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758
BATIK SEMARANG – Tren hidup ramah lingkungan menghampiri pula perajin batik. Beberapa perajin pun mulai menggunakan bahan-bahan alami sebagai pewarna batik.

Bagaimana membedakan batik dengan pewarna alami dan buatan?  Kain bermotif batik yang menggunakan pewarna alami akan terlihat berbeda dengan yang menggunakan pewarna buatan.

"Warna alam cenderung tidak terang, lebih lembut," kata  Tatang Elmy Wibowo, perajin batik asal Yogyakarta saat ditemui di acara IKEA Water Conference & Forum 2015, Sabtu (10/1) malam.

Menurut Tatang, sulit untuk membuat warna yang terang dengan bahan-bahan yang alami. "Kecuali warna biru, masih bisa dibuat dengan jelas," kata pria yang menjual batiknya di Leksa Ganesha, Yogyakarta ini.

Tatang membuat batik tulis dengan pewarna alami seperti kayu tegeran dan kayu nangka untuk warna kuning,  merah agak coklat dari kulit pohon mahoni, biru dari daun indigo, kulit buah jelawe atau mahoni untuk cokelat, dan hijau dari daun mangga.

Ia ingin memadukan unsur tradisional dengan memakai pewarna alami terhadap motif abstrak yang ia ciptakan. "Kalau dengan pewarna alami warna lebih terbatas. Tantangannya bagaimana kita bisa menciptakan kombinasi warna," kata Tatang.



[republika.co.id]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758
BATIK SEMARANG – Batik Indonesia merupakan warisan budaya yang sangat istimewa karena teknik membatik tradisional yang menggunakan malam, atau lilin yang dicairkan dan dilukis pada kain menggunakan canting. Tapi sekarang ada juga teknik melukis batik menggunakan lilin dingin, lho.

Baru-baru ini bahkan digelar Workshop Batik Lilin Dingin dan Pameran Lukisan Batik Lilin Dingin yang digelar oleh Medco Group bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Mereka menggandeng Komunitas22ibu, sejumlah gtrainer dari Insititut Teknologi Bandung (ITB) dan dihadiri oleh peserta dari berbagai golongan usia.

Uniknya, meski disebut teknik melukis batik menggunakan lilin dingin, namun sebenarnya yang digunakan adalah tamarind alias asam Jawa. Daging buah ini dicampur dengan mentega terlebih dahulu, baru digunakan sebagai bahan membatik.

"Ini merupakan program yang sangat bagus, di mana para perupa memperkenalkan teknik membatik baru yang berbeda dari teknik batik pada umumnya. Teknik batik dan melukis lilin dingin atau tamarind ini menggunakan biji asam yang dicampur dengan sedikit mentega sebagai pengganti lilin yang kemudian dituangkan di atas kain sutra dan menghasilkan sebuah karya," kata Triana Wulandari, Direktur Sejarah Kemendikbud RI dalam rilis yang diterima VIVA, Selasa, 19 Desember 2017.

Dalam pameran yang digelar sebagai rangkaian perayaan Hari Ibu Nasional yang jatuh pada 21 Desember itu juga diperlihatkan lukisan 12 tokoh dari 173 tokoh pahlawan wanita yang ditetapkan pemerintah. Tentunya, semua lukisan tadi dibuat di atas kain menggunakan teknik membatik dengan lilin dingin.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Saya support ibu-ibu untuk selalu kreatif juga produktif dan insya Allah bermanfaat. Dan saya harap ibu-ibu mentransformasikan teknik melukis batik lilin dingin ini ke semua perempuan agar lebih bermanfaat,” ujar Yani Panigoro, Direktur Medco Group.

Karya-karya unik tadi juga ternyata sudah dipamerkan di India. "Karya-karya batik dan lukisan lilin dingin ini sudah kami tampilkan di India dan mereka sangat terkesan, bahkan ikut mempelajari teknik ini. Melalui kegiatan ini, kami berharap bisa lebih banyak wanita khususnya, ikut bergabung dan turut memperkenalkan teknik tamarind ini," kata Nuning Damayanti, Ketua Komunitas22ibu.

Nantinya, acara puncak dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Ibu tanggal 21 Desember 2017 mendatang akan digelar kegiatan bertajuk ‘Malam Budaya Pahlawan Perempuan Indonesia dalam Bingkai Kebhinekaan’ di Soehana Hall, The Energy Building SCBD Lot 11 A, Sudirman, Jakarta Selatan.



[viva.co.id]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758
BATIK SEMARANG – Pameran Batik yang diselenggarakan Yayasan Batik Indonesia, selain memamerkan ratusan batik khas Nusantara. Selain itu, juga membawa pembatiknya langsung dari Solo.

Dua wanita berkonde ini diajak untuk mendemokan cara membatik kepada pengunjung. Kedua wanita ini adalah Yustina dan Marni, tampak lihai dan teliti membuat sebuah batik dasar dengan malam. Marni membuat batik buket, batik yang kerap dipakai para pejabat.

"Kalau batik buatan Danaranti seperti Buket ini kebanyakan kalangan pejabat yang suka. Seperti bapak presiden, bapak gubernur, bapak menteri banyak yang pesen batik tulis," ujar Marni di Jakarta, Rabu(5/10).
   
Marni dan Yustina merupakan pembatik yang sudah puluhan tahun mengerjakan profesi ini. Bahkan Marni mengaku sudah suka membatik sejak masih kecil.

Selama bekerja, Marni mengaku banyak kesalahan masyarakat dalam merawat batik. Seperti mencucinya dengan detergen. “Kalau mencuci batik itu cukup pakai shampoo saja. Tidak perlu pakai detergen caranya cukup direndam saja, baju kotornya paling karena keringat saja setelah direndam cukup dijemur dengan di angin anginkan saja. Jangan sampai kena matahari," ujarnya.

Lera yang dimaksud oleh Marni adalah buah berbentuk kelengkeng dan pahit rasanya, bagian yang digunakan adalah getahnya yang berwarna coklat dan agak lengket. Marni juga berpesan untuk menjaga warna pada batik tidak boleh sering digosok, karena akan membuat warna batik menjadi kusam. Selain itu batik yang sudah direndam dan kering baiknya digantung saja.



[republika.co.id]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758
BATIK SEMARANG – Universitas Negeri Semarang (Unnes) mendorong pengembangan batik dengan pewarna alami dengan mendampingi kelompok perajin batik baru yang mulai bertumbuh di Kampung Malon, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah.

"Di Kampung Malon ada beberapa kelompok perajin batik," kata Kepala Pusat Kependudukan dan Lingkungan Hidup Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Unnes Dr Nana Kariada di Semarang.

Pendampingan dan pembinaan terhadap empat kelompok perajin batik di Kampung Malon itu dilakukan Unnes bersama PT Indonesia Power, didukung Pemerintah Kota Semarang yang menjadikannya sebagai desa binaan.

"Selama ini masyarakat kan sudah mengenal Kampung Batik di daerah Bubakan. Namun, di situ lebih ke penjualan. Kalau di Kampung Malon, kami inginnya, ya bikinnya di situ, jualnya juga di situ," katanya.

Artinya, dikemukakan Nana, produk batik, khususnya dengan pewarna alami bisa menjadi produk khas Kampung Malon yang diandalkan untuk menggaet wisatawan, apalagi selama ini sudah mulai banyak wisatawan yang berkunjung.

Berbagai bagian tanaman, diakuinya, bisa dijadikan sebagai bahan pewarna alami batik, seperti tanaman bakau (mangrove), tanaman jenis indigofera, kemudian buah jelawe (terminalia jewelica sp.).

"Diberikan pula bantuan berbagai alat untuk membatik, seperti meja batik, ender, kompor, dan cap batik. Ini juga bagian dari program CSR PT Indonesia Power," katanya.

Dari PT Indonesia Power, menurut dia, mendanai kegiatan dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sedangkan pelaksanaan pelatihan dan pendampingan kelompok dilakukan oleh LP2M Unnes sehingga perajin batik Kampung Malon bisa mandiri dan semakin berkembang.



[goodnewsfromindonesia.id]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758
BATIK SEMARANG – Batik sebagai salah satu karya mode, memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia sejak lama. Tradisi membatik juga merupakan tradisi turun temurun, membuat motif batik tertentu dapat dikenali dari asal usul keluarganya.

Beberapa motif batik bahkan menunjukkan status seseorang. Karena motif batik tradisional tertentu hanya dipakai oleh kalangan yang terbatas.

Kini busana batik makin banyak digunakan untuk berbagai acara. Bahkan beberapa instansi pun kini mewajibkan pegawainya untuk berbatik. Tak hanya kalangan berumur saja, anak muda pun kini tak malu lagi memakainya.

Tidak ingin terkesan tua dan kuno berbusana batik, simak tips dari pecinta batik sekaligus penulis buku Padu Padan Batik, Wieke Dwiharti.

Menurutnya, dalam berpakaian hal yang paling penting adalah rasa nyaman dan percaya diri dengan apa yang Anda kenakan. Walaupun begitu, jangan sampai salah kostum, di mana busana yang dikenakan tak sesuai dengan cara yang didatangi. Karena itu, Wieke menyarankan mulailah dengan mencocokkan dengan acara yang akan Anda datangi.

Setelah itu kita bisa mengombinasikan pola secara bertahap. Misalnya, memilih bawahan batik berupa kain lilit, rok, celana. Lalu kombinasikan dengan atasan polos dengan warna senada.

Atau bisa juga sebaliknya, Anda dapat memilih warna atasan dan mengkombinasikannya dengan warna yang terdapat pada bawahan motif batik itu. Warna yang dipilih bisa senada, bisa juga mengambil satu tingkat warna yang lebih kuat atau lebih muda.

"Bahan yang dipilih katun, linen, sutra, viscose tergantung acara yang akan dihadiri. Waktu juga menentukan, acara pagi, siang, atau malam juga akan menentukan,” jelas Wieke dalam acara Ulang Tahun Batik Chic kelima di Galeri Batik Chic, Kemang, Jakarta Selatan.



[republika.co.id]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758
BATIK SEMARANG – Ada yang menarik di sepanjang jalanan Duomo, Italia. Ya, pusat bisnis dan wisata kota Milan yang selalu ramai ini semakin meriah dengan warna – warni batik khas Indonesia yang menghiasi Veloleo, kendaraan wisata khas negeri Menara Pisa ini. Armada becak ala Italia itu rutin berkeliling di kawasan strategis Duomo yang sering dikunjungi para pebisnis maupun wisatawan dari berbagai tempat. Rupanya keramaian inilah yang ditangkap oleh Kantor Pusat Promosi Dagang Indonesia (ITPC) untuk melakukan promosi produk – produk Indonesia. Salah satunya adalah melalui Veloleo.

Pemilihan Veloleo sebagai sarana promosi produk bukanlah tanpa alasan. Masyarakat di Milan ternyata lebih rutin menggunakan becak ini sebagai transportasi yang “anti macet” dan ramah lingkungan.  Penduduk kota Milan cenderung memanfaatkan moda transportasi umum sebagai alat untuk mobilisasi publik dengan angka pengguna lebih dari 3,5 juta per tahun.

“Di sini becaknya bernama Veloleo, kendaraan ramah lingkungan. Ini upaya mengekspos produk Indonesia secara lebih agresif, sebab moda transportasi ini berlokasi di Duomo, yang merupakan pusat bisnis dan wisata kota Milan,” ungkap Agung Pramudya FR, kepala ITPC seperti dilansir Vivanews. Selain itu, Agung juga menambahkan bahwa penggunaan becak wisata sebagai sarana promosi juga memberikan sentuhan personal kepada pengguna jasa transportasi Veloleo.

Selain melakukan promosi via transportasi publik, ITPC juga kerap mengikuti beberapa kegiatan. Salah satunya adalah mengikuti pameran. “Dalam beberapa pameran yang telah diikuti oleh ITPC Milan menunjukkan hasil yang positif antara lain, pameran kosmetik Cosmoprof, produk makanan Cibus, produk life style HOMI, produk kopi Triestespresso dan produk kerajinan tangan L’artigiano dengan total potensi dagang sebesar 1,52 juta euro,” kata Agung.

Juga, pendekatan ITPC Milan dalam upaya untuk meningkatkan relasi dengan kaum pengusaha dan professional di Milan juga dilakukan dengan mengadakan seminar yang dilaksanakan pada Juli 2016 lalu. Seminar tersebut berhasil memprospek permintaan crude oil dari pengusaha Italia sebanyak 30.000 hingga 90.000 metric ton per tahun.

Pada program selanjutnya, ITPC akan melakukan berbagai pameran baik itu kosmetik, produk makanan, alas kaki dan hospitality yang akan berlangsung sepanjang tahun 2017. Selain itu, IPTC pun akan melanjutkan promosi produk melalui media trem pada jalur nomor 27 dan ditambah pada jalur trem nomor 16 yang melintasi pusat bisnis Milan menuju stadion sepak bola kebanggan Italia, San Siro, yang berkapasitas penonton 80.000 orang.



[goodnewsfromindonesia.id]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758
BATIK SEMARANG – Kain bermotif batik yang menggunakan pewarna alami akan terlihat berbeda dengan yang menggunakan pewarna buatan. Faktor bahan-bahan buatan alam yang digunakan sebagai pewarna batik akan membuat batik ini cenderung lebih lembut warnanya.

Untuk merawat kain batik yang menggunakan pewarna alami, pemilik batik ini disarankan menyarankan untuk menggunakan lerak ketika mencucinya. Bila tidak ada lerak, dapat juga menggunakan sampo.

"Deterjen lebih keras, lebih aman pakai sampo," jelas Tatang Elmy Wibowo, perajin batik asal Yogyakarta saat ditemui di acara IKEA Water Conference & Forum 2015, Sabtu (10/1) malam.

Menurut dia, mengucek kain batik tidak akan merusak warna namun tetap harus memperhatikan material kain tersebut.



[republika.co.id]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758
BATIK SEMARANG – Sebuah paket mencurigakan ditemukan di rumah dinas Duta Besar Myanmar, Ei Ei Khin Aye, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/1).

Polisi pun datang guna menyelidiki dan mengamankan paket mencurigakan tersebut. Tim Gegana Polda Metro Jaya pun diturunkan untuk melakukan pengecekan terhadap paket mencurigakan tersebut.

"Isinya [ternyata] kain batik. Tadi [Rabu] malam sampai barangnya," ujar Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Budi Setiadi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (4/1).

Budi mengatakan, kain batik tersebut diduga merupakan hadiah perayaan ulang tahun kepada pihak Kedubes Myanmar. Rencananya perayaan tersebut akan dilakukan di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat.

"Hari ini memang ada perayaan ulang tahun awalnya acara akan dilakukan di Kempinski tapi paket tersebut justru diantar ke rumahnya," kata Budi.



[cnnindonesia.com]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758
BATIK SEMARANG – Ketika Anda pergi ke pesta pernikahan atau acara resmi lainnya Anda mungkin sudah biasa menggunakan batik. Namun, dalam memakai pakaian tradisional ini Anda tidak boleh sama dengan batik yang dipakai keluarga Keraton.

Pakar batik Indra Tjahjani mengatakan, jika Anda pergi ke acara kraton di Yogyakarta, maka secara adat Anda tidak boleh memakai batik dengan motif yang sama dengan keluarga kerajaan. 

"Kalau kondangan ke keraton jangan pakai yang sama dengan keluarganya, saya pernah ditegur juga dulu karena terkesan menyamai raja," kata wanita asal Yogyakarta tersebut kepada republika.co.id di Jakarta, Rabu (30/9).

Menurutnya, motif batik yang dipakai keluarga Keraton bahkan tidak boleh sama dengan yang dipakai oleh keluarga yang dipakai keluarga kadipaten Pakualaman. Saat dalam suata acara perayaan dua kerajaan tersebut dikatakan pasti akan memakai motif yang berbeda.

Namun, saat ini menurutnya tradisi ini sepertinya sudah mulai hilang. Sekarang sudah bebas memakai motif batik apapun. Asalkan, kata dia masyarakat masih tahu diri saja saat memakainya.


[republika.co.id]




Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758
BATIK SEMARANG – Memiliki batik dengan motif dan warna yang khas membuatnya selalu ingin dikenakan dalam setiap acara. Hanya saja, batik cenderung menjadi bahan yang perlu memiliki perhatian lebih setelah dikenakan.

Meski batik telihat seperti menggunakan bahan dasar kain biasa laiknya kain-kain busana lain, tapi warna dan motif batik yang membedakan. Perlu ada penanganan khusus agar warna batik kesayangan Anda tidak cepat pudar dan lusuh.

Pengrajin batik asal Pekalongan Mustar Sidiq menjelaskan, sangat wajar jika ketika mencuci batik pertama kali mengalami kelunturan. Ini proses yang sangat wajar untuk semua jenis batik, termasuk batik tulis sehingga sangat dianjurkan ketika mencuci pertama kali, batik dipisahkan dari pakaian lainnya.

Selain itu, hindari merendam batik terlalu lama. Cukup dua menit saja jenis busana ini bisa direndam, itu pun menghindari dengan menggunakan deterjen yang banyak. Cukup pakai deterjen sedikit saja jika warna yang disukai ingin bertahan lama.

"Setelah dicuci, batik jangan dikeringkan di bawah sinar matahari langsung, cukup kena angin-angin saja," ujar Sidiq.

Sinar matahari langsung hanya akan membuat warna batik semakin pudar. Sebaiknya peras kain batik dengan tangan bukan pengering mesin cuci, kemudian jemur tidak terkena sinar matahari langsung.

[republika.co.id]





Cari inspirasi batik di Batik Jayakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Ada koleksi batik dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Batik Jayakarta akan mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik yang modern.


Facebook | Instagram | Twitter | Path : @batikjayakarta
Telepon 024-7474758