Diberdayakan oleh Blogger.

Seharag Batik

Tokoh Batik

The Latest

Cara Memilih Model Baju Batik Untuk Wanita Gemuk, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Cara Memilih Model Baju Batik Untuk Wanita Gemuk

Batik Semarang - Model Baju terbaru dari zaman ke zaman selalu berubah-ubah menyesuaikan dengan trend yang sedang bekembang. Begitu pula dengan bentuk tubuh, model baju untuk orang gemuk dan juga  untuk orang langsing pun cukup berbeda karena pada intinya memakai model baju, entah itu model baju kemeja, model baju batik atau model-model lainnya hanya untuk memperbaiki penampilan, misalnya kulit hitam usahakan jangan memakai baju dengan warna yang gelap atau cerah cukup dengan model baju berwarna kalem.

Lalu bagaimana dengan Model Baju Batik untuk Orang Gemuk, untuk pemilihan model baju batikpun di sesuaikan dengan kebutuhan, untuk kerja, acara besar atau hajatan, ke kantor dan sebagainya. Beikut ini ada beberapa cara yang bisa anda ikuti untuk orang gemuk khususnya dalam pemilihan model baju batik. Poin yang ada di benak anda adalah bagaimana berpanampilan tetapi bentuk  tubuh anda tersebut bisa di tutupi dengan model baju batik yang anda pakai.

Tetapi untuk pemilihannya anda juga harus mengikuti trend yang ada, karena jika tidak anda sama saja bukannya memperbaiki panampilan anda malah sebaliknya. Jadi jika sedang ngetren dengan model B maka anda juga mengikuti B tetapi tetap di sesuaikan dengan bentuk tubuh anda. Yang paling utama berikut poin-poin yang Model Baju Batik untuk Orang Gemuk yang perlu ada pahami.

Cara Memilih Model Baju Batik untuk Orang Gemuk

Warna pada Baju Batik

Dalam sebuah pakain yang paling terlihat adalah warna, nah untuk pemilihan warna baju batik juga amat penting, karena selain membuat anda terlihat langsing juga akan memperbaiki penampilan anda. Dari sumber-sumber kecantikan kami untuk Model Baju Batik untuk Orang Gemuk bisa memakai batik dengan warna-warna yang agak gelap. Sebab warna gelap pada model baju batik akan membuat anda terkesan ramping dan penampilan anda pastinya akan semakin baik. lebih detailnya silahkan kunjungi tautan berikut ini : http://www.modelbajubaru.net/model-baju-batik-untuk-wanita-gemuk.html karena sumber informasi artikel ini kami dapatkan dari link tersebut

Pemilihan Motif Batik

Jika pemilihan warna sudah selesai selanjutnya untuk Model Baju Batik untuk Orang Gemuk ada juga perlu memperhatikan motif yang ada di batik itu sendiri. Untuk orang gemu kami sarankan memilih motif batik yang berbentuk kecil-kecil, walaupun bermotif kecil-kecil tetapi juga harus ramai. Jangan sampai salah memilih, karena jika salah penampilan anda tidak akan baik. Kenapa dengan motif batik yang kecil-kecil, alasannya cukup simpel dengan motif ini akan menimbulkan kesan yang ramping, tidak percaya silahkan mencobanya.

Ukuran Pada Baju Batik

Nah poin penting lainnya adalah pemilihan ukuran baju batik itu sendiri, karena memilih model baju batik anda juga harus menyesuaikan dengan ukuran badan anda. Untuk orang gemuk kami sarankan memilih ukuran baju batik yang pass, tidak terlalu press body dan juga terlalu besar. Jika terlalu besar maka anda pun terkesan besar sedangkan press body maka secara tidak langsung menunjukan kalau anda itu gemuk. Jadi pilihlah ukuran yang pas untuk anda.

Ukuran Leher pada Baju Batik

Setelah semua  poin di atas sepertinya masih ada satu lagi yang ada perhatikan , yaitu bentuk dan ukurn leher pada baju batik yang ingin anda pakai. Di bagian ini untuk anda yang memiliki berat badan berlebih usahakan memilih model kerah yang bisa ditegakkan atau berbentuk kerah. Hindari bentuk ekrah yang bulat, karena bisanya orang gemuk sangat terlihat di bagian ini maka usahakan anda untuk menutupinya

Dalam pemilihan Model Baju Batik untuk Orang Gemuk anda juga harus memperhatikan bentuk kerah yang anda pakai, dan biasanya membuat model baju batik yang sesuai dengan keinginan kita juga cukup susah. Karena model baju batik yang beredar di pasaran hanya memproduksi model dan ukuran secara universal penduduk indonesia. Lalu bagaimana mengatasinya, anda harus membuat model baju batik itu secara sendiri atau dalam artian anda mendatangi jasa pembuatan baju atau penjahit. Dengan cara ini anda bisa menentukan sesuka hati anda model baju batik yang ingin anda pakai. Sumber
Jangan Kalah Sama Pecinta Batik dari Jerman, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Jangan Kalah Sama Pecinta Batik dari Jerman
Batik Semarang - Masih dalam suasana Kartini. Saya paling ingat kalau hari itu selalu dijariki, dibalut kain batik dan memakai kebaya. Pakai sepatu jinjit, hak tinggi, dirias dan digelung. Suasananya begitu terasa.

Jarik, batik. Ternyata ada yang jatuh cinta setengah mati sama benda warisan budaya bangsa Indonesia. Setelah mengunjungi tiga gedung milik Rudolf G Smend ini, saya jadi merasa kalah sama orang Jerman. Orang asing yang begitu mencintai sesuatu dari tanah kelahiran saya. Ahhh, saya harus ikut melestarikan warisan leluhur.

Köln, Cologne. Kota besar Jerman yang tua dan cantik ini tak hanya mengingatkan siapa teman lama kami yang tinggal di sana, Thom. Tetapi juga sebuah galeri berbau Indonesia (kalau saya dan Thom lebih suka menyebutnya museum). Nama kerennya, Galeri Smend.

Untuk keliling kota ini, kami naik Rikscha, seperti janji Thom pada kami. Pengalaman yang tak terlupakan. Tertawa sepanjang perjalanan saat teman kami ini menggenjot kendaraan tiga roda berbensin roti, sampai bannya mbledhos. Dorrrr! Ha ha ha … Kami (saya dan dua gadis kecil) kaget kemudian ngakak. Kalau biasanya di Semarang, tukang becaknya orang Indonesia dan genjot di belakang, Thom orang Jerman, menarik pedal becak Vietnam ini dari depan. Yaaaa … kuat banget. Tadi sudah makan roti, keju dan salamiiiii. Danke, Thom.

 Salah satu tempat wisata yang ditunjukkan adalah Galeri Smend yang ada di Mainzer Straße 31. Woooow. Senang, bangga campur … malu.

Pak Smend sudah menyambut kami. Seorang tamu, yang rupanya dari Indonesia, Semarang pula (dunia kecil) sudah ada di sana. Kami memotong pembicaraan mereka. Ya, sudah, digabung saja pemanduan soal batik. Di ruang tamu ini, di belakang sofa, tumpukan buku yang rupanya tulisan beliau mengajak tangan ingin membuka dan membacanya. Berbahasa Jerman. Semua tentang batik dan Indonesia! Walahhh … saya pernah menulis buku tapi yang benar-benar isinya tentang kekayaan alam dan budaya Indonesia, beluuuuuum. Harus membuat! Vielen Dank, Herr Smend!

Langkah kami pun mengikuti pak Smend keliling ruangan. Kami ditunjukkan bahan kain dan pewarna, benang dan sebagainya. Dinding-dinding dipasangi beragam kain dari Indonesia mulai songket sampai batik.

Kami keluar dari tempat itu, menuju sebuah gedung di sebelah kanan kami. Galeri! Tempat pak Smend memasang beragam batik. Ruangan yang lengang ini kadang dijadikan tempat pesta untuk ultah atau sejenisnya oleh keluarga Smend, karena di luar masih dingin.

Setelah puas, beliau mengajak kami ke gedung sebelah kiri gedung utama. Anak tangganya berkarpet. Salah satunya lepas. Mungkin disodok anak ragil. Pak Smend dengan telaten, menatanya kembali. Perekatnya mungkin sudah aus. Di atas pintu kedua, gambar Loro Blonyo. Saya komentar soal itu, pak Smend dan Thom mengangguk-angguk. Loro Blonyo, pasangan yang dipercaya pembawa kelanggengan pengantin/keluarga. Biasa dipasang di rumah (ruang tamu, kamar) atau saat pernikahan.

 Dinding sempit di kanan-kiri dipasangi foto jaman raja-raja dahulu. Ada yang Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali … lengkap! Ruangan di sebelah kanan memuat beragam canting. Ruangan berikutnya adalah tempat kotak kaca, di mana buku tua (mulai tahun 1912) dipajang. Semuanya tentang batik. Yang menulis orang asing bukan orang Indonesia, dengan bahasa Jerman! Duh.

Di ruang canting tadi juga tempat batik tulis dan print yang sudah jadi. Harganya? Harga Eropa, kalau di Indonesia barangkali lebih murah. Sepertinya, pak Smend banyak impor dari Indonesia sejak kedatangannya tahun 1973.

„Oh, maaf, mengapa bapak orang Jerman senang batik?“ tanya saya.
„Pertanyaan yang bagus …“ Kata pak Smend. Beliau memandang tajam mata saya. Sayang, beliau tak menjelaskan dan sibuk menerangkan tentang museum. Segera Thom mendekat dan menceritakan bahwa kepergian pak Smend sejak muda ke Indonesia, karena bosan hidup di Jerman. Tadinya pengen ke Australia, mendaratnya di Yogyakarta dan jatuh cinta. Iya, sama batik. Hingga akhirnya jual beli, hingga mempelajari cara membuatnya, memboyong ke Jerman sampai hari ini. Entah sampai kapan. Sepertinya, anak-anak bapak yang baik ini tidak ada yang tertarik. Sayang sekali. Kalau dekat, pasti saya mau ikut melestarikan. Dari rumah saya, galeri ini, 4-5 jam perjalanan menggunakan mobil di jalan tol dengan kecepatan tinggi dan tanpa macet.

Selanjutnya, kami diajak ke ruang proses batik. Beliau menceritakan bagaimana caranya mengepress batik dengan cetakan besi. Atas bawah harus pas. Cetakan dari bahan Küpfer (seng?) yang jumlahnya buanyakkk itu, satunya dihargai beliau rata-rata 100€. Kata suami saya, memang harga kiloan di Jerman, sudah mahal. Apalagi bentuk yang sudah menjadi seni seperti cetakan batik ini. Cantik dan pasti repot bikinnya.

 Dari sana, kami diajak ke sebuah ruangan gelap. Ada patung ganesha berlilin di sana. Di atasnya, burung Garuda Pancasila. Seingat saya, burung ini biasa dipasang di kantor, sekolah dan rumah. Menjadi penengah antara gambar presiden dan wapres RI. Sekarang masihkah? Barangkali sudah luntur. Tapi pak Smend, tidak. Cuma presiden dan wapresnya saja yang lupa. Barangkali karena pemimpin di Jerman ada sendiri. Dan bangsa Jerman tidak memasang gambar kanselir, PM atau lambang negaranya di rumah-rumah. Barangkali di kantor resmi kenegaraan. Belum pernah masuk. Barangkali suatu kali diundang dan bisa masuk. Mimpi dulu ….

Belum puas juga, pak Smend mengajak kami ke ruang bawah tanah. Ada kafe Penguin. Tempat nongkrong di bawah pohon besar dengan kursi-kursi taman dari besi. Disebut pinguin karena ada hiasan dari mesin cetak yang agak mirip pinguin. Daun-daun berserakan, maklum musim semi sudah didahului musim gugur. Daun pada rontokkk.

Sebelum pulang, saya amati lagi penghargaan dari UNESCO yang diberikan pada Pak Smend. Wah, beliau termasuk sosok yang melestarikan budaya sebuah bangsa. Lalu penghargaan dari dubes Indonesia di Jerman. Gambar beliau mengikuti beragam seminar batik di tanah air dan undangan dari dubes, terpasang di antara lorong dinding yang sempit. Bisa senggolan, asyik.

***

Kami pamit pulang. Pak Smend menghadiahi kami satu paket. Isinya, sapu tangan dari batik, canting, kartu nama, selembar info bagaimana mengepress batik terbitan kerajinan Batik Winotosastro Tirtodipuran, Yogyakarta dan satu kepompong. Girangnya! Sudah masuk gratis, diperlihatkan keindahan batik Indonesia dan tetek bengeknya eee … masih diberi tanda mata. Thom memandang wajah saya dan bilang, „Saya tahu kamu akan senang berada di sini. Pilihan saya tepat, bukan?“ Kawan saya ini pernah ke Indonesia tahun 2001 selama 2 bulan, saya pernah ikut menjaga dan membantunya lewat organisasi. Inilah barangkali balasannya.

Ia pun mengambil becak Vietnamnya dan pergi. Sebelumnya kami sudah janjian akan makan malam bersama di restoran Indonesia, Haus of Java.

Ah, hari yang indah. Ingin rasanya memiliki museum seperti pak Smend. Entah bagaimana caranya. Ini tak hanya soal niat, harus ada dana dan maintenance yang baik dan benar.

Pak Smeeeeend, Pak Smend. Orang Jerman yang bosan tinggal di negerinya sendiri lalu mendarat di negeri kita dan cinta batik, hingga kini memborongnya ke Jerman. Kalau sudah begini, generasi Indonesia masih ada yang tidak cinta batik? Semoga kita tidak bikin malu. Tidak mau.
Di Pekalongan, Rumah Warga Disulap Menjadi Gallery Batik, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Di Pekalongan, Rumah Warga Disulap Menjadi Gallery Batik

Batik Semarang - Jika di Paris ada Rumah Mode, maka di Pekalongan terkenal dengan Rumah Batiknya. Sejak pengukuhan kerajinan Batik oleh Unesco sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) asli Indonesia, pada 2 Oktober 2009 lalu. Otomatis lengkaplah sudah, jika budaya unik tersebut baik menyangkut keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait dengan batik adalah total hak milik Indonesia. Tinggal bagaimana memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan emas ini demi mensejahterakan  rakyat Indonesia.

Di sisi lain, ketenaran kerajinan batik pun terasa semakin luas. Bahkan beberapa rumah mode internasional, sampai penasaran untuk mencoba mengadaptasikan kreasi mutakhir mereka dengan motif batik yang sedang naik daun pada berbagai produk andalan mereka.

 Pada hakikatnya, kerajinan kreasi batik di Indonesia adalah menyebar ke seluruh wilayah nusantara, dengan motif dan latar belakang yang berbeda, sesuai dengan latar belakang kehidupan real masyarakat di daerah setempat. Sehingga tidak hanya didominasi oleh beberapa daerah tertentu saja.

Saat Tim 3 Jejak Para Riser Kompasiana melewati kota Pekalongan, tim berkesempatan melihat secara langsung pengelolaan kerajinan batik di kota itu, yang tergolong unik. Walaupun secara bisnis pemerintah daerah telah menyiapkan tempat sebagai sentra batik Pekalongan, namun hampir di setiap perumahan warga di kota pekalongan, juga ikut menjajakan hasil kerajinan batik dengan aneka corak menawan.

Agar terlihat menarik, para warga berinisiatif memperindah tampilan lingkungan dan eksterior rumah mereka. Sehingga jika pun ada calon pembeli datang ke tempat itu, dijamin mereka akan betah untuk berlama-lama di sana, sambil menikmati pemandangan yang nyentrik, serta memilah-milih koleksi batik yang beraneka ragam motif dan corak.

 Jangan ragu dan sungkan, walaupun kita tidak memborong koleksi batik di gallery warga tersebut yang terkenal murah dan trendy, namun senyum manis penjajanya tetap terukir di bibir sebagai ungkapan terimakasih atas kunjungan ke gallery mereka.

Umumnya, pemilik rumah batik mempekerjakan banyak tenaga muda di gallery mereka. Sehingga jika dilihat secara ekonomi program gallery batik rumah warga ini, juga ikut membantu program pemerintah, dalam rangka pemerataan kesempatan kerja kepada seluruh anak bangsa. Hayyyu atuh diborong…diborong…batiknya.

Salam Batik.

Batik Khas Daerah Indonesia, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Batik Khas Daerah Indonesia

Batik Semarang
- Batik adalah sebuah cara pembuatan bahan kain dengan mengggunakan lilin, malam dan teknik perintang warna. Indonesia adalah negara yang kaya akan ragam batiknya. Setiap daerah di Indonesia memilki kekhasan batik sendiri-sendiri. Kekhasan ini menjadikan semakin kayanya corak pada batik Indonesia. Ada beberapa daerah yang terkenal dengan kekhasan batiknya. Berikut beberapa batik khas daerah Indonesia.

· Batik Jogjakarta

Batik khas dari Daerah Istimewa Jogjakarta memiliki warna dasar putih dan hitam, dengan motif batik putih, biru tua, dan coklat soga. Batik Jogja mulai dikenal pada masa kerajaan Mataram I. Pada waktu itu, batik hanya digunakan oleh kalangan keraton saja. Corak pada batik Jogja dipengaruhi oleh budaya Hindu-Jawa. Contoh keragaman batik yang terkenal antara lain, parang, sido asih, kawung, sekar jagad dan truntum.

· Batik Cirebon

Batik khas daerah Indonesia lainnya adalah batik Cirebon. Batik Cirebon memiliki warna cerah khas batik pesisir dan sebagian dasar kain biasanya dibiarkan kosong. Biasanya corak yang terdapat pada batik ini bercorak flora dan fauna. Warna cerah yang terdapat pada batik ini merupakan percampuran dari pedagang Cina, Arab dan Belanda. Corak batik yang terkenal dari daerah ini seperti naga liman, putri cina, dan mega mendung. Desa pembuat batik di Cirebon bernama Desa Trusmi.

· Batik Lasem

Batik lasem adalah salah satu batik khas daerah Indonesia. Batik ini mempunyai ciri khas berwarna merah. Batik lasem ini berasal dari daerah Lasem yang menjadi perbatasan antara jawa timur dan jawa tengah. Batik Lasem ini banyak dipengaruhi oleh budaya cina. Para pembatik yang mengerjakan model ini biasanya membuat batik langsung dikerjakan di atas kain tanpa membuat pola terlebih dahulu. corak batik yang terkanal antara lain batik tiga negri, krecak, sekar jagad serta latohan.

· Batik Madura

Batik Madura memiliki motif yang besar dan sederhana. Batik Madura memiliki warna yang terang menyala dan berani, khas batik pesisir. Madura memang terkenal paling berani dalam mengkombinaksikan warna-warna yang terang. Raden Ismail adalah orang yang berjasa memperkenalkan batik di Madura. Daerah yang terkenal dengan batiknya adalah daerah di Tanjung Bumi, Sumenep dan Pamekasan. Corak batik yang terkenal adalah carcena sisik dan amparan.

· Batik Kalimantan

Batik khas daerah Indonesia lainnya adalah Batik Kalimantan. Batik Kalimantan memiliki tampilan yang variatif dengan warna-warna yang ramai. Kalimantan Selatan memiliki corak batik yang terkenal yaitu sasirangan. Kalimantan tengah memiliki corak tersendiri yang bernama benang bintik. Sementara corak umum yang dapat ditemukan adalah motif batang garing, Mandau, burung enggang serta balanga
Menengok Museum Batik di Jerman ,Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Menengok Museum Batik di Jerman
Batik Semarang - Koln, Jerman â?? Batik merupakan sebuah warisan asli Indonesia. Keberadaannya kini tidak hanya untuk orang tua saja, namun para pemuda pun juga menjadi pengagum batik. Ternyata, tak hanya penduduk asli Indonesia saja yang mengagumi karya batik ini. Sebut saja Rudolf G. Smend, pria asal Jerman ini menjadi pengagum batik sampai-sampai membuat museum dan galeri batik di Jerman.

Setelah batik disahkan menjadi warisan budaya asli Indonesia pada (2/10) di Perancis tahun 2009, nama batik semakin menggaung ke seluruh penjuru dunia. Penikmat dan pengagumnya pun terus bertambah. Tapi, kisah Smend mengenai museum dan galeri batiknya sudah dimulai sejak tahun 1973. Kisah Smend dan batik bermula ketika ia berkunjung ke Indonesia, tepatnya di kota Yogyakarta.

Sudah sekitar 40 tahun museum dan galeri batiknya berdiri. Banyak kisah unik yang mengiringi perjalanan mereka untuk mencintai warisan budaya asal Indonesia ini. Kini, di usianya yang ke 71 galeri miliknya semakin banyak terisi oleh batik-batik tulis Indonesia. Selain batik, Smend juga mengoleksi beberapa peralatan membatik dan pernak-pernik lainnya.

Terletak di kawasan Mainzerstra"e, galeri batik yang merupakan kantor pusat Smend, juga terdapat rak-rak buku semacam perpustakaan yang tentunya berisi buku-buku mengenai batik-batik Indonesia. Di ruangan yang tak begitu besar itu, ada beberapa etalase yang tak lain berisi aneka ragam batik. Ada pojok etalase yang khusus untuk kain batik klasik, pernak-pernik membuat batik seperti canting, wajan, wax pan dan bahan warna. Di dinding galeri pun terpajang dengan apik puluhan koleksi stamp atau alat untuk mencetak pola batik. Eiiitsâ?¦ tidak hanya itu saja, koleksi canting pria berumur (71th) ini berasal dari berbagai penjuru dunia, lho.



Rudolf G. Smend dan Koleksinya

Selain berkunjung ke galeri Smend untuk melihat koleksi batik, pengunjung juga bisa belajar membatik. Smend telah menyiapkan peralatan untuk belajar batik di galerinya. Jadi, pengunjung bisa langsung belajar dengan menggunakan peralatan itu. Alat-alat membatik tersebut juga Smend gunakan untuk memberi workshop seputar batik di Jerman.

Tak hanya di Jerman saja, Smend juga rajin memperkenalkan batik koleksinya tersebut ketika ia sedang menghadiri forum internasional, seperti di pameran tekstil Tribal & Textile Arts Show di San Francisco, AS. Kecintaannya terhadap batik ini tak dipungkiri berkat perjumpaannya dengan Gianto di Yogyakarta pada tahun 1972.

Pertemuannya dengan Gianto

Berawal dari keinginannya untuk pindah ke Australia, Smend dan kekasihnya melakukan perjalanan dengan menggunakan mobil. Beberapa negara ia lewati, seperti Turki, Afganistan, India, Gowa dan Malaysia. Lalu ia memutuskan untuk meninggalkan mobilnya. Dari Malaysia Smend menggunakan boat menuju Medan dengan dilanjutkan ke Pulau Samosir, Danau Toba, dan Bukittinggi. Dari Medan, ia bertolak ke Jakarta dan Bandung lalu ia lanjutkan untuk mengunjungi Taman Sari, Yogyakarta.

Dari sinilah cerita Smend dan batik dimulai. Ia berkunjung ke studio batik lukis, banyak sekali galeri batik berderet. Ia terkesima dengan aneka batik yang dibuat dengan cara tradisional dipamerkan. Di pameran seni itulah ia berkenalan dengan Gianto orang yang mengajari Smend dan Paula membatik selama seminggu. Dalam waktu seminggu, Smend dijari cara membatik dengan menggunakan canting, lilin, tinta, dan mewarnai dengan menggunakan pewarna bubuk. Karena Gianto tak mau dibayar jasanya untuk mengajari membatik, akhirnya Smend membeli beberapa lukisan batik dari Gianto.

Perjalanan Smend pun berlanjut ke Bali. Ia sengaja memajang lukisan batik yang ia beli dari Gianto di dinding kamar hotel. Teman-teman asal Eropa dan Australia Smend yang kebetulan berwisata ke Bali pun melihat galeri mini miliknya. Mereka semua terkesima akan indahnya lukisan batik tersebut. Dari sinilah keinginan Smend untuk membuka galeri batik muncul karena ternyata orang-orang Eropa dan Australia banyak yang terpana ketika melihat galeri mini miliknya.

Akhirnya, Smend tidak jadi untuk pindah ke Australia, ia dan Paula kembali ke Jerman dan kemudian mulai mendirikan galeri dan museum batik. Walau koleksinya masih terbatas, Smend terus menambahnya dengan membeli langsung batik dari Indonesia. Kini, koleksi batik di galeri dan museum Smend sudah semakin banyak. Mungkin ini adalah museum batik terbesar di Jerman.
 
Lukas Podolski Kesengsem Batik Arsenal, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Lukas Podolski Kesengsem Batik Arsenal

Batik Semarang - Salah satu bintang Arsenal Lukas Podolski sangat menyukai batik bernuansa Arsenal yang khusus dibuat dari Indonesia menjelang tur Asia.

Arsenal akan menjalani tur pramusim di Asia, dan Jakarta menjadi tempat persinggahan pertama. Skuat The Gunners hari ini bertolak ke Jakarta, dan bakal melakoni duel melawan Indonesia Dream Team di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (14/7) malam WIB.

Sebelum bertolak ke Jakarta, enam pemain Arsenal, yakni Tomas Rosicky, Olivier Giroud, Mikel Arteta, Lukas Podolski, Per Mertesacker, dan Wojciech Szczesny bergaya dengan memakai baju batik.

Batik ini dipesan khusus dari Indonesia. Batik merupakan salah satu pakaian tradisional di Indonesia dan menjadi identitas bangsa. Para pemain Arsenal memakainya dalam sebuah sesi pemotretan.

Manajemen Arsenal akan menjadikan enam batik yang dipakai pemain itu sebagai hadiah bagi para fans mereka yang mengikuti kuis di akun Twitter. Namun dari enam pemain tersebut, hanya Podolski yang ingin menyimpan batik tersebut.

â??Lukas sangat menyukai batik yang dipakainya, dan minta untuk dijadikan miliknya. Tapi kami akan memberikan batik pemain-pemain lain melalui akun Twitter kami,â?? demikian pernyataan Arsenal di laman resmi mereka.

Fans Arsenal bisa mendapatkan pakaian nasional itu melalui akun @Arsenal untuk mendapatkan batik yang dipakai Szczesny. Sedangkan di akun @OfficialAFC_ID, fans bisa memperoleh batik yang dipakai Rosicky, Giroud, Arteta, dan Mertesacker. Sumber
 
4 Negara yang Juga Memproduksi Batik, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
4 Negara yang Juga Memproduksi Batik

Batik Semarang - Batik memang karya seni dan kebudayaan khas Indonesia. Meski diakui oleh UNESCO, tapi pada kenyatanya, nggak cuma ibu pertiwi loh yang memproduksi batik, ada beberapa negara yang juga menyaingi Indonesia dalam memproduksi batik. Dikutip dari Merdeka, berikut adalah 4 negara yang juga ikut-ikutan memproduksi batik:

1. China
Negara ini memang selalu ikut-ikutan dalam segala hal. Setelah ikut memproduksi mobil dan segala hal dalam bidang teknologi, kini China juga ikut memproduksi batik. Namun tak seperti batik anak negeri yang terstruktur, batik buatan China lebih rumit dengan menyajikan pola beraneka ragam satwa mitologi Tionghoa, (Naga & Phoenix), serta dewa-dewi.

2. Malaysia
Inilah saingan Indonesia dalam segala hal. Sempat mengklaim batik merupakan kebudayaan asli Malaysia, mereka juga tentu memproduksi batik. Perbedaan masih tampak dari corak. Malaysia menampilkan corak yang ada pada dunia, seperti awan, bunga, tumbuhan, dan sebagainya, sedangkan batik Indonesia lebih abstrak seperti ukiran keraton. Tak hanya itu, Malaysia juga lebih berani dalam hal pemilihan warna dasar yang beragam, berbeda dengan Indonesia yang identik dan didominasi dengan warna cokelat. Oia, hari batik nasional di Malaysia sama seperti di Indonesia loh, yakni tanggal 2 Oktober.

3. Thailand
Thailand lebih bangga lagi akan batiknya. Bagaimana tidak, beberapa tempat wisata di Thailand bahkan menyajikan khursus membatik agar banyak wisatawan yang mengenal batik Thailand. Hanya saja, Thailand lebih memfokuskan batik dalam kain sarung yang kerap digunakan oleh penduduk pulau Koh Samui untuk bersantai. Motifnya sendiri, Thailand sama seperti Malaysia ayng mengadopsi unsur hewan dan tumbuhan. Kombinasi warna nya pun lebih warna-warni.

4. Azerbaijan
Batik negara Azerbaijan dibuat diatas syal berbahan sutra yang biasa digunakan oleh wanita di negara ini. Meski berbeda nama, yakni kalagai, namun syal ini bermotif sama, yakni batik. Dengan metode stamping menggunakan lilin panas, pen-desain-an motif kalagai hanya boleh dilakukan oleh kaum pria, tapi proses kepompongnya harus wanita yang melakukannya. Sumber
Keagungan Seni Batik, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,

Batik Semarang
- Tidak ada yang tahu secara persis kapan batik lahir karena terlahir turun temurun. Batik pula menjalani balik lintas jalur sutra dan dapat menyatukan ideologi dan lintas dimensi, tempat dan waktu. Usia batik lebih dari temuan dari coretan daun lontar pada abad kke-17. Corak batik berawal dari tumbuh-tumbuhan, terus corak candi, awan, dan juga wayang. Hingga modern saat ini.

Batik bukan lagi sekedar simbolis kebesaran raja Jawa lagi tetapi juga pengikat bangsa. Tiap daerah dari sabang-merauke punya ciri khas batik dengan corak tersendiri yg menunjukkan karakteristik warganya. Perbedaan yang jelas antara batik kuno dengan sekarang adalah batik kuno dulu proses selang berminggu-minggu, sekrang dalam hitungan jam pun bisa. Ada 2 jenis dasar batik yaitu b. tulis dan b.cetak

Filososfi melukis batik dulu adalah prosesi pencapaian tertinggi berseni budaya. Persembahan juru lukis batik Kerajaan matraman pada raja-raja mereka. Hal ini tertulis di uraian dalam daun lontar yang ditemukan abad ke-17..

Batik menjalani takdirnya melawan jalur sutra. Ketenaran batik menyebar lewat jalur sutra. Dalam catatan pedagang gujarat India abad 16 dan 17, mereka telah membawa kain batik selain tembikar, porselin, dan kain sutra cina.

Corak batik tulis memenuhi pra syarat pola bangun sempurna.begini, Sebuah unsur alam misal daun punya Pola bangun struktur mengikuti poa deret tertentu yaitu deret fibonanci (1,1,2,3,5,8,13,21,dst). Tiap deret bilangan yg membentuk struktur bangun sempurna material bangunan maupun makhluk hidup. Sementara Pola yg dhsilkan dari corak rangkai deret tadi dan pola batik memenuhi ketentuan himpunan mandelbrot. Benoit Mandelbrot adalah fisikawan dan matematikawan si salah satu universitas di USA, penemu fraktal geometri artifisial alam. Fraktal Mandelbrot salah satu penyusun alam semesta beserta isinya, mekanika kuantum, kosmologi, hingga pembuluh darah paru-paru. Hal inilah yg ditangkap Hoki Sitongkir, ilmuwan muda Indonesia alumni ITB, sebagi konsep fisika batik. Uji hipotesis Hoki adalah konsistensi karakterisktik geometris fraktal batik kontemporer hingga batik tulis. Dengan kata lain, pencapaian tertinggi berseni budaya, interaksi dealektika antar manusia dan alam seisinya sebagaimana nenek moyang terdahulu, baru diketahui di zaman sekarang melalui fraktal mandelbrot. SO,,, kita harus bangga dengan batik,,,

Batik Kini Pengaruhi Fashion Dunia, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Batik Kini Pengaruhi Fashion Dunia

Batik Semarang
- Batik, sejak diakui dunia sebagai warisan dunia sejak 4 tahun lalu, terus berkembang. Dunia fashion, kini malah sering menggunakan motif batik dalam koleksi terbaru mereka.

Selain itu beberapa selebriti duniajuga menjadikan batik sebagai salah satu style fashion mereka. Seperti yang dilakukan oleh salah satu pewaris Hilton grup, Paris Hilton yang awal bulan lalu terlihatlalu lalang di jalanan New York, dengan menggunakan gaun terusan bermotif batik keluaran rumah mode Gucci.

Tak ketinggalan juga Jesica Alba, Drew Barrymore, Rachel Bilson, Adele, Reese Witherspoon, Lenka, Bono, Adele, Bill Gates, Nelson Mandela dan Nicole Richie kini menjadi penggemar batik Nusantara, serta perancang duniadari rumah-rumah mode juag menjadikan motif batik kita sebagai salah satu koleksi andalanmereka.

"Batik kita telah mendunia, beberapa brand ternama dunia seperti Gucci malah sudah menjadikan motif batik sebagai salah satu motif untuk koleksi terbaru mereka," terang salah satu pengamat fashion Indonesia Petty S Fatimah, di acara Batik Our Love Story yang digelar oleh pusatKebudayaan Amerika Serikat (AS), Pacific Place Jakarta akhir pekan lalu.
"Untuk itu harusnya kita juga menghargai batik bukan hanya sekedar untuk gaya, tapi juga memahami bahwa batik itu penuh nilai filosifi hidup," tambah sutradara kawakan Indonesia yang juga mencintai batik Nia Dinata.

Batik Our Love Story ini sendiri digelar, untuk menunjukkan bahwa batik Indonesia bukanlah kain atau motif murahan, karena keindahanan dan keunikan batik sudah diakui sebagai warisan Indonesia untuk dunia. Dan publikAS, kini menjadikan batik sebagai bagian fashion yang wajib mereka miliki.Sumber
12 Fakta Seputar Batik, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
12 Fakta Seputar Batik
Batik Semarang - Perjuangan Indonesia untuk mendapatkan pengakuan dunia atas batik sebagai warisan budaya asli Indonesia tidak sia-sia. United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) telah mengukuhkan tradisi batik sebagai salah satu budaya warisan dunia ASLI INDONESIA pada 2 Oktober 2009 yang lalu di Perancis. Sebelumnya, wayang dan keris juga telah mendapat pengakuan yang sama dari UNESCO.

Dan untuk untuk menghormati dipatenkannya batik sebagai warisan budaya oleh Dunia, Presiden Bambang Yudhoyono mengharapkan masyarakat pada tanggal 2 Oktober 2009 untuk memakai Batik sebagai bentuk penghormatan.

Mengingat Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama, tidak ada salahnya jikia kita simak Fakta-fakta seputar Batik yang perlu diketahui berikut :

Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa yaitu: “amba” yang berarti menulis dan “nitik”.

Teknik pembuatan corak Batik – menggunakan canting atau cap – dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak “malam” (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna. Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing. Jadi kain batik adalah kain yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang warna.

Teknik Batik hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan (polyester). Kain yang pembuatan corak dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik ini dikenal dengan kain bercorak batik – biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak (print) – adalah bukan kain batik.

Pekerjaan membatik lazimnya dilakukan oleh perempuan sehingga motif atau corak batik cenderung feminin. Terkecuali beberapa daerah pesisir, batik memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak “Mega Mendung” pekerjaan membatik lazim dilakukan oleh kaum pria.

Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.

Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.

Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia dan dipopulerkan oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

Perlu waktu 3 (tiga) tahun bagi Indonesia untuk mendapatkan pengakuan terhadap budaya batik sebagai budaya MILIK INDONESIA setelah 6 (enam) negara perwakilan Unesco melakukan pengkajian dan verifikasi.

Perusahaan swasta produsen film dokumenter asal Malaysia, yakni KRU Sdn. Bhd. telah membuat film berjudul “Batik”. Di situ dijelaskan bahwa batik Malaysia BERASAL DARI BATIK JAWA yang telah didesain menurut kultur Melayu di Malaysia. Begitu pula sejarah datangnya batik Jawa ke negara Malaysia.

Ada satu hal lagi yang lebih penting: MALAYSIA TIDAK PERNAH MEMATENKAN BATIK, karena BATIK MILIK INDONESIA. Yang dipatenkan oleh Malaysia HANYA MOTIF DAN CORAK, BUKAN BATIKNYA……

Nah! Mari kita dukung Gerakan Memakai Batik Pada Tangal 2 Oktober 2009. Mari sama-sama kita ‘Batik-kan’ Indonesia. Sumber
Batik Indonesia Resmi Diakui UNESCO
Batik Indonesia Resmi Diakui UNESCO

Batik Semarang - Batik Indonesia Resmi Diakui UNESCO Batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO dengan dimasukkannya ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) dalam Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Tak-benda di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Seperti dilansir ANTARA, dalam siaran pers dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, UNESCO mengakui batik Indonesia bersama dengan 111 nominasi mata budaya dari 35 negara, dan memasukkannya dalam Daftar Representatif 76 mata budaya.

UNESCO mengakui bahwa Batik Indonesia mempunyai teknik dan simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia mulai dari lahir sampai meninggal. hal itu terlihat dari bayi yang digendong dengan kain batik bercorak simbol yang membawa keberuntungan, dan yang meninggal ditutup dengan kain batik. Selain itu, pakaian dengan corak sehari-hari juga dipakai secara rutin dalam kegiatan bisnis dan akademis. Sementara berbagai corak lainnya dipakai dalam upacara pernikahan, kehamilan, juga dalam wayang, kebutuhan non-sandang dan berbagai penampilan kesenian. Kain batik bahkan memainkan peran utama dalam ritual tertentu.

Berbagai corak Batik Indonesia menandakan adanya berbagai pengaruh dari luar mulai dari kaligrafi Arab, burung phoenix dari Cina, bunga ceri dari Jepang, sampai burung merak dari India atau Persia. Tradisi membatik Indonesia juga diturunkan dari generasi ke generasi. Ini memperlihatkan batik terkait dengan identitas budaya rakyat indonesia. Berbagai arti simbolik dari warna dan corak mengekspresikan kreativitas dan spiritual rakyat Indonesia.

UNESCO memasukkan Batik Indonesia ke dalam Daftar Representatif karena telah memenuhi kriteria, antara lain kaya dengan simbol-simbol dan filosofi kehidupan rakyat Indonesia, serta memberi kontribusi bagi terpeliharanya warisan budaya tak-benda pada saat ini dan di masa mendatang. Dalam menyiapkan nominasi, para pihak terkait telah melakukan berbagai aktivitas, termasuk melakukan penelitian di lapangan, pengkajian, seminar, dan sebagainya untuk mendiskusikan isi dokumen dan memperkaya informasi secara bebas dan terbuka.

Depbudpar menyatakan masuknya Batik Indonesia dalam UNESCO Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity merupakan pengakuan internasional terhadap salah satu mata budaya Indonesia, sehingga diharapkan dapat memotivasi dan mengangkat harkat para pengrajin batik dan mendukung usaha meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Depbudpar menyatakan bahwa perjuangan supaya Batik Indonesia diakui UNESCO ini melibatkan banyak pihak, baik pemerintah, para pengrajin, pakar, asosiasi pengusaha dan yayasan atau lembaga batik, serta masyarakat luas. Perwakilan RI di negara anggota Tim Juri yaitu di Persatuan Emirat Arab, Turki, Estonia, Meksiko, Kenya dan Korea Selatan serta UNESCO-Paris turut memegang peranan penting dalam memperkenalkan batik secara lebih luas kepada para anggota Tim Juri, sehingga mereka lebih seksama mempelajari dokumen nominasi Batik Indonesia.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah memasukkan Batik Indonesia ke dalam Daftar Inventaris Mata Budaya Indonesia. Pada 2003 dan 2005 UNESCO telah mengakui Wayang dan Keris sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Tak-benda Warisan Manusia (Masterpieces of the Oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity). |orang luar ajah mau pke batik masa kita enggak WOW nya dong :) Sumber
Batik Warisan Indonesia Ini Semakin Mendunia, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,

Batik Semarang - Isteri Duta Besar Indonesia untuk Amerika, Rosa Rai Djalal, membuka pameran batik bertajuk Indonesian Batik: World Heritage di KBRI Washington awal pekan ini. Acara ini dihadiri puluhan tamu undangan, termasuk warga Amerika yang ingin mengenal batik lebih jauh.

Pameran menampilkan sekitar 60 kain batik dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Solo, Cirebon, Pontianak, dan lain-lain. Sebagian koleksinya didatangkan oleh Wastaprema atau Himpunan Pencinta Kain Adat Indonesia, demikian menurut Ketua Himpunan tersebut, Adiati Arifin Siregar. “Ada yang dari tahun 1920-an dan 1930-an milik salah satu teman kami, tapi dalam kondisi baik. Batik memerlukan perawatan yang baik namun alami, jadi jangan terlalu banyak menggunakan bahan kimia, karena yang alami lebih awet,” ujar Adiati.

Nanies Hakim, salah seorang anggota perkumpulan tersebut, membawa beberapa koleksinya, termasuk kain batik tulis bermotif merak asal Pekalongan, yang berusia lebih dari 80 tahun. “Suatu kehormatan bagi saya untuk bisa ikut di sini memamerkan batik Indonesia. Batik kita sudah diakui oleh dunia, jadi kita bangga punya warisan sebegitu bagusnya,” kata Nanies.

Dalam pameran ini, Himpunan Wastaprema berkolaborasi dengan Museum Tekstil Jakarta. Kedua lembaga tersebut menyajikan seni warisan budaya tersebut dalam bentuk pameran kain, peragaan busana, demontrasi membatik dengan canting, sampai tarian yang menceritakan proses pembuatan batik.

Kepala Museum Tekstil Jakarta, Indra Riawan, mengatakan ia ingin menunjukkan bahwa batik bukan sekedar kain dengan keindahannya.

Menurut Indra, “Sebetulnya batik yang mendapatkan pengakuan dari UNESCO adalah batik Indonesia mempunyai filosofi; bermakna dan mempunyai berbagai simbol yang bermanfaat bagi masyarakat untuk menjadi pedoman kehidupan.”

Claire Wolfowitz, isteri mantan Dubes Amerika untuk Indonesia, Paul Wolfowitz, turut menghadiri acara peluncuran pameran itu. Ia menyebut batik sebagai seni yang indah, apalagi proses pembuatannya juga tidak mudah, sehingga harus lebih dihargai. “Kita harus lebih memberikan apresiasi. Apalagi begitu banyak waktu yang keahlian khusus yang dibutuhkan untuk membuatnya. Batik adalah karya seni, bukan hanya tekstil,” ujar Claire.

Pameran Indonesian Batik: World Heritage di KBRI Washington, DC, ini akan berlangsung sampai 16 Juli 2011. Sejak mendapat pengakuan dari Situs Warisan Dunia UNESCO, batik semakin bergaung di dalam dan luar negeri. Berbagai upaya untuk lebih menduniakan batik juga terus dilakukan. April lalu, KBRI Washington meluncurkan kompetisi desain batik bagi masyarakat Amerika. Pemenangnya akan diumumkan November mendatang di San Fransisco.