Diberdayakan oleh Blogger.

Seharag Batik

Tokoh Batik

The Latest

Kenali Perbedaan Batik Tulis dan Batik Cap, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Kenali Perbedaan Batik Tulis dan Batik Cap
Batik Semarang - Perkembangan batik pada masa sekarang cukup menggembirakan, hal ini berdampak positif bagi produsen batik-batik di berbagai daerah. Permintaan batik tulis maupun batik cap sangat tinggi sekali, walaupun kebutuhan pasar batik tersebut sebagian sudah dipenuhi dengan tekstil bermotif batik yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tekstil yang bermodal besar.

Beberapa pengrajin batik menghendaki untuk pembayaran di muka agar produksinya bisa lancar dan pembeli akan segera menerima pesanan yang diminta, hal ini mengingatkan pada masa tahun 70-an dimana pada waktu itu batik juga mengalami permintaan yang cukup lumayan jumlahnya.

Perbedaan batik tulis dan batik cap bisa dilihat dari beberapa hal sbb:

Batik Tulis
Dikerjakan dengan menggunakan canting yaitu alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk bisa menampung malam (lilin batik) dengan memiliki ujung berupa saluran/pipa kecil untuk keluarnya malam dalam membentuk gambar awal pada permukaan kain.
  1. Bentuk gambar/desain pada batik tulis tidak ada pengulangan yang jelas, sehingga gambar nampak bisa lebih luwes dengan ukuran garis motif yang relatif bisa lebih kecil dibandingkan dengan batik cap.
  2. Gambar batik tulis bisa dilihat pada kedua sisi kain nampak lebih rata (tembus bolak-balik) khusus bagi batik tulis yang halus.
  3. Warna dasar kain biasanya lebih muda dibandingkan dengan warna pada goresan motif (batik tulis putihan/tembokan).
  4. Setiap potongan gambar (ragam hias) yang diulang pada lembar kain biasanya tidak akan pernah sama bentuk dan ukurannya. Berbeda dengan batik cap yang kemungkinannya bisa sama persis antara gambar yang satu dengan gambar lainnya.
  5. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan batik tulis relatif lebih lama (2 atau 3 kali lebih lama) dibandingkan dengan pembuatan batik cap. Pengerjaan batik tulis yang halus bisa memakan waktu 3 hingga 6 bulan lamanya.
  6. Alat kerja berupa canting harganya relatif lebih murah berkisar Rp. 10.000,- hingga Rp. 20.000,-/pcs.
  7. Harga jual batik tulis relatif lebih mahal, dikarenakan dari sisi kualitas biasanya lebih bagus, mewah dan unik.
Batik Cap
  1. Dikerjakan dengan menggunakan cap (alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk sesuai dengan gambar atau motif yang dikehendaki). Untuk pembuatan satu gagang cap batik dengan dimensi panjang dan lebar : 20 cm X 20 cm dibutuhkan waktu rata-rata 2 minggu.
  2. Bentuk gambar/desain pada batik cap selalu ada pengulangan yang jelas, sehingga gambar nampak berulang dengan bentuk yang sama, dengan ukuran garis motif relatif lebih besar dibandingkan dengan batik tulis.
  3. Gambar batik cap biasanya tidak tembus pada kedua sisi kain.
  4. Warna dasar kain biasanya lebih tua dibandingkan dengan warna pada goresan motifnya. Hal ini disebabkan batik cap tidak melakukan penutupan pada bagian dasar motif yang lebih rumit seperti halnya yang biasa dilakukan pada proses batik tulis. Korelasinya yaitu dengan mengejar harga jual yang lebih murah dan waktu produksi yang lebih cepat. Waktu yang dibutuhkan untuk sehelai kain batik cap berkisar 1 hingga 3 minggu.
  5. Untuk membuat batik cap yang beragam motif, maka diperlukan banyak cap. Sementara harga cap batik relatif lebih mahal dari canting. Untuk harga cap batik pada kondisi sekarang dengan ukuran 20 cm X 20 cm berkisar Rp. 350.000,- hingga Rp. 700.000,-/motif. Sehingga dari sisi modal awal batik cap relatif lebih mahal.
  6. Jangka waktu pemakaian cap batik dalam kondisi yang baik bisa mencapai 5 tahun hingga 10 tahun, dengan catatan tidak rusak. Pengulangan cap batik tembaga untuk pemakainnya hampir tidak terbatas.
  7. Harga jual batik cap relatif lebih murah dibandingkan dengan batik tulis, dikarenakan biasanya jumlahnya banyak dan miliki kesamaan satu dan lainnya tidak unik, tidak istimewa dan kurang eksklusif.
Disamping adanya perbedaan dari sisi visual antara batik tulis dan batik cap, namun dari sisi produksi ada beberapa kesamaan yang harus dilalui dalam pengerjaan keduanya. Diantaranya adalah sbb:
  1. Keduanya sama-sama bisa dikatakan kain batik, dikarenakan dikerjakan dengan menggunakan bahan lilin sebagai media perintang warna.
  2. Dikerjakan hampir oleh tangan manusia untuk membuat gambar dan proses pengerjaan buka tutup warnanya.
  3. Bahan yang digunakannya juga sama berupa bahan dasar kain yang berwarna putih, dan tidak harus dibedakan jenis bahan dasar benangnya (katun atau sutra) atau bentuk tenunannya.
  4. Penggunaan bahan-bahan pewarna serta memproses warnanya sama, tidak ada perbedaan anatara batik tulis dan batik cap.
  5. Cara menentukan lay-out atau patron dan juga bentuk-bentuk motif boleh sama diantara keduanya. Sehingga ketika keduanya dijahit untuk dibuat busana tidak ada perbedaan bagi perancang busana atau penjahitnya. Yang membedakan hanya kualitas gambarnya saja.
  6. Cara merawat kain batik (menyimpan, menyuci dan menggunakannya) sama sekali tidak ada perbedaan.
  7. Untuk membuat keduanya diperlukan gambar awal atau sket dasar untuk memudahkan dan mengetahui bentuk motif yang akan terjadi.
Kebijakan Jokowi Dinilai Rugikan Perajin Batik
Batik Semarang - Pemerintah telah mengeluarkan aturan pegawai negeri sipil menggunakan seragam hitam putih setiap hari Kamis. Kebijakan itu diprotes para perajin batik tulis Celaket Kota Malang.

Protes itu diwujudkan dengan sindiran membatik Jokowi. Dimana kewajiban menggunakan seragam putih hitam otomatis merubah seragam batik yang biasa PNS gunakan pada hari Kamis. Kebijakan itu dinilai tidak pro terhadap perajin batik.

"Ini sebagai rasa gregetan saya kepada Presiden Jokowi dan sebagai rasa protes saya kepada kebijakan yang tidak bijak bagi para perajin batik," ujar Hanan Djalil pemilik Sentra Batik Tulis Celakat (BTC) Malang, Rabu (3/2/2016).

Hanan mengatakan sejak kebijakan itu diperlakukan dua bulan yang lalu, berdampak pada penjualan batik di tempat usahanya. Jika biasanya ia mampu menjual 100 lembar kain batik kini ia hanya mampu menjual 50 lembar kain dalam sebulan. Omzetnya pun menurun berkisar 30-50% perbulannya.

"Kesederhanaan yang di usung Jokowi tidak haruslah seperti itu. Baju putih hitam sederhana, menggunakan batik juga sederhana. Kenapa Jokowi menghilangkan batik yang justru menjadi identitas bangsa," tegasnya.

Ia menambahkan hal serupa juga dirasakan para perajin batik di seluruh Indonesia. Hanan menjelaskan jika mayoritas pembeli dan pengguna batik miliknya adalah PNS. "Selama ini banyak yang membeli batik memang PNS mereka beli untuk seragam," imbuhnya.

Selain itu ia berharap kepada Presiden Jokowi agar merevisi kebijakan terkait penggunaan seragam putih hitam di hari Kamis. "Semoga Jokowi merubah kebijakannya. Siapa lagi yang memperhatikan kalau bukan pemerintah, apalagi ini sekarang MEA kita tidak butuh modal tapi butuh kebijakan yg berpihak," tukasnya. Sumber : inilah.com
Batik Tulis Khas Melayu Mulai Dilestarikan
Berbekal pelatihan selama enam bulan, sebanyak 20 orang remaja putri dan ibu-ibu di Pangkalpinang membuat batik tulis khas Melayu.

Kelompok usaha bersama (KUB) Batik Tulis Pinang Sirih saat ini sudah membuat beragam motif batik, yang dikerjakan kisaran waktu satu sampai dua bulan. Untuk motif yang rumit membutuhkan waktu lebih lama lagi.

"Instruktur berasal dari Solo, yang difasilitasi Disperindag Babel. Kami belajar di Opas, Pangkalpinang dan selama enam bulan banyak pengetahuan diperoleh. Sayang sekali jika tidak mulai untuk melestarikan batik tulis khas Melayu Bangka," kata Ketua KUB Batik Tulis Pinang Sirih, Yundarti ditemui di workshop Kelurahan Selindungbaru, Pangkalpinang, Sabtu (30/1).

Yuyun, biasa ibu dua orang anak ini disapa mengatakan, beberapa motif yang mereka kerjakan di antaranya ruang kosong, gi nganggung, udang belacan, pinang beleh 4, kulat tiung, mentilen, kera duduk dan pakis.

Dalam setiap motif memiliki makna tersendiri, yang menggambarkan keadaan di Pulau Bangka. Yuyun menambahkan bantuan dana dari donatur dipakai untuk membeli alat-alat seperti canting, gawangan, kain, kompor, pewarnaan dan water glass.

"Semua barang itu dibeli di Solo. Kami ada 20 orang anggota dan sejauh ini sudah menghasilkan 20 lembar kain selama dua bulan. Itu dikerjakan siang dan malam. Kami ingin menjadi bagian pelaku pariwisata sekaligus usaha kecil menengah di Babel. Harga mulai dari Rp 400 ribu," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Babel Rustam Effendi, Sabtu (30/1) malam lalu berkesempatan hadir meresmikan KUB Batik Tulis Pinang Sirih di Kelurahan Selindungbaru, Pangkalpinang.

Rustam memberikan apresiasi kepada anggota KUB, yang bersedia meluangkan waktu untuk melanjutkan warisan batik khas Bangka.
Sumber : tribunnews.com
Batik Semarang - Penggunaan batik dan lurik bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) setiap Selasa hingga Jumat, perlu dilestarikan, karena dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.Demikian ditegaskan Ganjar Pranowo.

"Selama ini, PNS di Pemprov Jateng mengenakan lurik setiap Selasa dan batik pada hari Rabu hingga Jumat. Aturan itu membuat perekonomian para pengrajin batik dan lurik meningkat, saya akan pertahankan itu," tegas gubernur di Semarang, Senin.

Menurut Gubernur Jawa Tengah ini, dirinya sudah menyurati Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo agar mendapat pengecualian terkait dengan penerapan Peraturan Mendagri Nomor 68 Tahun 2015, tentang Pakaian Dinas Harian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan pemerintah provinsi setempat.

"Saya kirim surat, sudah dibalas, tetapi tetap harus mengikuti dan saya mau nulis lagi, saya tetap mau pakai batik dan lurik karena saya punya argumentasi kuat dan boleh diuji," tegas Ganjar Pranowo seraya memperjelas jika, kondisi perekonomian dan perindustrian yang ada di tengah masyarakat sekarang sedang dalam kondisi sulit, sehingga perlu dipacu.

Dikatakan,dalam permendagri itu disebutkan bahwa PNS Jateng pada hari Senin memakai seragam Linmas, Selasa--Rabu berbusana PDH warna khaki, Kamis baju putih, Jumat pakai tenun, lurik, atau pakaian khas daerah masing-masing.

Ganjar berpendapat bahwa permendagri tentang adanya tambahan jenis pakaian dinas harian oleh PNS Kementerian Dalam Negeri dan PNS pemerintah daerah itu perlu disikapi dengan baik."Saya sudah menjelaskan kepada Mendagri, ini industri (batik) sudah muncul sehingga kalau ada peraturan baru tentang itu (pemakaian PDH), akan menyebabkan industri menjadi lesu," tandasnya.
Sumber : krjogja.com
Yuk, Simak Sekolah Batik Gratis di Jember
Batik Semarang - Berawal melihat banyak anak di kampungnya yang putus sekolah, dan terharu menatapi warga yang tidak memiliki pekerjaan, Wulan membuka sekolah batik gratis di Jember, Jawa Timur.

Bak gayung bersambut, puluhan warga desa kemudian mendaftarkan anak mereka ke sekolah batik tanpa harus dipungut biaya. Wulan, ibu dari dua putra, yang merupakan warga Desa Tegal Waru, Kecamatan Mayang, Jember, ini dengan sukarela membuka pintu sekolah batik di rumahnya untuk membantu anak-anak di desanya bisa menatap masa depan.

Terlebih lagi ibu dari anak-anak tersebut yang menganggur juga diajak belajar membantik.

“Saya terharu melihat banyak warga di sini yang menganggur, menyebabkan anak-anak mereka tidak sekolah. Akhirnya, saya mendirikan sekolah ini secara gratis agar mereka belajar membatik,” ujar Wulan yang memiliki keahlian membantik dari ibunya.

Dengan mengajak anak-anak dan warga membantik, diharapkan mereka bisa memiliki keahlian sehingga mendapat penghasilan. Dari mengikuti pelatihan di sekolah batik ini, anak-anak dan orangtua mulai lihai membantik. Kini banyak dari mereka direkrut untuk mengembangkan usaha di sejumlah desa.

“Beberapa siswa juga akan membuka usaha sendiri selepas belajar dari sekolah batik ini,” ujar Wulan.

Faika, salah satu siswa membantik, menyatakan senang ikut bergabung sekolah batik yang didirikan Wulan. Dari sekolah tersebut, ia banyak mengenal cara membantik yang benar.

“Banyak motif dalam membantik yang membutuhkan konsentrasi. Ini yang akan menjadi keinginan saya untuk belajar lebih jauh,” ujar Faika.

Lain halnya dengan Ratna. Gadis manis ini mengungkapkan, setelah selesai belajar membantik di sekolah batik gratis. Ia akan membuka usaha batik sendiri tentunya dengan mencari modal untuk membeli bahan-bahan yang diperluhkan untuk memperluas usaha batiknya.

“Sekolah batik gratis ini memberikan banyak inspirasi bagi saya untuk membangun usaha sendiri,” ujarnya.
Sumber : .okezone.com
RAPP Latih Ibu-ibu Pangkalan Kerinci Belajar Membatik
Batik Andalan sebagai salah satu batik karya masyarakat Pelalawan, terus dikembangkan keberadaannya. Salah satu upaya dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat oleh PT RAPP.

Riauterkini-PANGKALAN KERINCI – Batik Andalan sebagai salah satu batik karya masyarakat yang mengusung kearifan lokal Kabupaten Pelalawan terus dikembangkan keberadaannya. Salah satu upaya dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat agar menjadi pembatik handal dan berkualitas.

Pelatihan yang digelar oleh Departemen Community Development (CD) PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), diikuti sebanyak 17 Ibu rumah tangga dan remaja dari Kelurahan Kerinci Barat dan Kelurahan Kerinci Timur, selama dua hari, Selasa (2/2) dan Rabu (3/2) di Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) , Town Site 2, Pangkalan Kerinci.

CD Manager, Sundari Berlian menyatakan keahlian mambatik tidak mungkin dikuasai dalam waktu singkat, sebab harus didukung oleh niat dan kemauan yang kuat dari para peserta. Ia berharap para peserta mampu menyerap ilmu yang diberikan sehingga maka dapat bergabung dalam keluarga pembatik Andalan. “Membatik ini perlu proses, tidak bisa dikuasai hanya dalam tempo satu dua hari, butuh waktu hingga berbulan-bulan lamanya, dan kami akan melihat kemauan dan usaha belajar para Ibu-ibu dalam membuat batik, karena bagi yang memiliki semangat tinggi, akan dipertimbangkan untuk bergabung di Rumah Batik Andalan,” ujar wanita yang akrab disapa Neneng ini.

Neneng berharap seluruh peserta pelatihan, nantinya dapat bergabung menjadi keluarga pembatik Andalan yang dikelola langsung oleh unit Usaha Kecil Menengah (Small Medium Entreprises/ SMEs.red), program CD RAPP.

Mewakili Manajemen, General Manager SHR dan CD RAPP, Wan Mohd. Jakh Anza menyatakan pelatihan ini sangat penting karena RAPP akan membuka sebuah gerai yang akan menjual hasil karya Batik Andalan, sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang banyak untuk produksi. Wan Jakh juga menilai kegiatan membatik merupakan kegiatan yang positif dan produktif terutama bagi para ibu rumah tangga dan remaja di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Semoga selama dua hari melakukan pelatihan, Ibu-ibu dan adik-adik remaja bisa mendapatkan ilmu dan keterampilan yang bermanfaat sekaligus dapat bergabung dalam Batik Andalan,” harap Wan Jakh. Salah seorang peserta pelatihan membatik, Yusrita, menyatakan sangat berminat untuk bergabung dengan pembatik Andalan. Meski terkesan baru dan belum berpengalaman, namun ia optimis dapat menjadi seorang pembatik andalan.

"Saya pernah melihat Batik Andalan lewat internet dan saya sangat tertarik belajar membatik, meskipun belum pernah mencoba tapi saya berharap bisa bergabung sebagai pembatik Andalan," ujar ibu rumah tangga asal kelurahan Pangkalan Kerinci Kota ini antusias. ***(rls)

Keterangan foto: Para peserta pelatihan batik berfoto bersama General Manager SHR dan CD, Wan Mohd. Jakh Anza, CD Manager, Sundari Berlian, dan CD Officer di Aula BPPUT dalam pembukaan pelatihan membatik , Selasa (2/2). Diharapkan dari pelatihan ini, peserta dapat bergabung menjadi pembatik di Rumah Batik Andalan.
Sumber : www.riauterkini.com
Batik Semarang - Beberapa waktu belakangan, Kulonprogo kerap dikenal dengan batik motif geblek renteng yang diklaim sebagai motif khas Bumi Menoreh ini. Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa batik motif kontemporer kini juga sedang berkembang di Dusun, Sembungan, Desa Gulurejo, Kecamatan Lendah, Kulonprogo.

Batik abstrak kontemporer ini tak memiliki motif baku bahkan cenderung tanpa  motif tertentu. Motif yang dihasilkan pun benar-benar ditentukan oleh si pengrajinnya saat proses produksi. Jenis batik ini merupakan kreasi seorang seniman lokal bernama Gito, pria mantan pekerja percetakan batik yang kemudian memutuskan berusaha sendiri.

Kelahiran batik kontemporer ini berawal pada tahun 2010 ketika Gito mendirikan rumah pembuatan batik di kampungnya. Berbekal pengalaman bekerja di percetakan batik, ia kemudian membeli kain mori, pewarna, dan peralatan batik lengkap untuk memulai usahanya. “Saya pernah kerja di percetakaan batik dlu,” ujar pria yang sudah berhias uban di kepalanya ini pada Jumat(29/1).

Pada proses awal inilah kemudian pria berusia 52 tahun ini memiliki ide untuk membuat batik abstrak. Disebut dengan abstrak karena dalam prosesnya menggunakan cara batik tulis namun tanpa motif. Jenis batik yang berbeda karena umumnya batik yang ada diproduksi dengan cara dicetak ataupun batik tulis yang didasarkan pada motif tertentu, baik motif tradisioanal maupun modern.

Daya tariknya tak hanya pada motifnya yang pasti berbeda satu sama lainnya. Batik abstrak juga sangat menarik perhatian karena warna-warninya yang begitu semarak. Gito tak punya pakem tertentu mengenai warna yang akan dipadukannya dalam satu buah kain. “Asal menarik perpaduan warnanya ya saya bikin,”ujar Gito sembari menjemur salah satu kreasinya di halaman rumahnya.

Meski sudah berjalan selama 5 tahun, sampai saat ini Gito masih membuat karyanya berdua bersama sang istri di halaman rumahnya. Semua prosesnya dilakukan secara manual tanpa bantuan alat modern apapun. Bahu-membahu pasangan suami istri membuat kain batik kontemporer ini.

Untuk memproduksi sebuah kain batik berukuran 1,5×2 meter ini, Gito biasanya membutuhkan waktu satu hari. Terkadang ia harus berupaya lebih keras supaya bisa memproduksi lebih banyak. Pasalnya, Gito kini sudah bisa mendapatkan pesanan batik hingga 50 lembar per bulannya.

Batik abstrak ini juga tak pernah dipasarkan ke toko-toko. Selama ini penjualannya bergantung pada promosi secara daring dan cara tradisioanl ala mulut ke mulut. Meski demikian, batik kontemporer ini sudah dipasarkan hingga ke Jepang dan Malaysia. Untuk daerah sekitar, Gito mengisahkan bahwa batiknya sudah pernah dikirim ke Semarang, Bandung, dan Jakarta. Tiap lembarnya ia jual dengan harga yang bervariasi dengan kisaran Rp150.000-Rp300.000. Harga tersebut tergantung kepada motif dan kesulitan produksinya.

Meski masih terbatas, Gito berharap batik anstrak buatannya bisa lebih dikenal lagi di masyarakat luas. Apalagi menurutnya ini bisa menjadi pilihan bagi anak muda yang ingin mengenakan batik tapi kurang berselera pada pilihan warna-warna dan motifnya yang cnderung tradisional.
Sumber : www.harianjogja.com
Batik Semarang - Tiap manusia mempunyai tubuh yang berbeda-beda sebagai anugerah dari Tuhan. Tidak disarankan kalau mengubah bentuk tubuh dengan cara-cara yang bisa membahayakan kesehatan atau bahkan keselamatan. Manusia hanya bias berusaha menyesuaikan model pakaiannya agar bisa selaras dengan bentuk tubuhnya. Khususnya untuk kaum hawa agar kekurangan fisik tubuhnya bisa ditutupi dengan pakaian. Pakaian batik, selain merupakan warisan budaya leluhur yang mesti dilestarikan, pakaian batik khususnya dress batik, ternyata juga bisa menutupi kekurangan bentuk fisik tubuh, bahkan membuat kaum hawa terlihat lebih serasi dan cantik dalam berpakaian. Bagaimana tips memilih dress batik sesuai bentuk tubuh? Karena itu agar pakaian batik yang batik lover kenakan bisa membalut kekurangan fisik maka perlu batik lover mempelajari tips memilih dress batik sesuai bentuk tubuh ini.

Sebelumnya kita perlu mengetahui terlebih dahulu model-model dress batik yang ada, baru kita sesuaikan model-model tersebut dengan bentuk tubuh kita. Model-model dress batik yang ada perlu kita perhatikan baik panjang-pendeknya atau struktur bentuknya. Ada empat model rok yang sering dipakai kaum kaum hawa, yaitu : rok model A-line, rok pensil, rok balon dan rok mini. Masing-masing model rok ini memiliki karakteristik tersendiri, yang bila dipadukan dengan bentuk tubuh kita akan terlihat serasi dan bahkan bisa menutupi kekurangan bentuk tubuh kaum hawa.

Model-model rok ini juga dikenal dalam busana batik biasa disebut dengan dress batik. Ada produk juga yang disebut dengan Sackdress Batik (baju kurung/dress terusan). Artikel ini memang ditekankan pada dress batik yang jenis sackdress, karena untuk jenis longdress perlu ada penjelasan lain yang lebih spesifik agar lebih tepat diterapkan dalam berbusana. Meskipun namanya berbeda, namun model bagian bawah (pinggang ke bawah) sackdress sama dengan karakter rok. Trik memilih rok sesuai bentuk tubuh tersebut juga bisa diterapkan untuk pemilihan dress batik, agar penampilan kita bisa terlihat lebih proporsional dan menarik.

Untuk bisa memadukan dengan tepat model dress batik dan bentuk tubuh kaum hawa, maka perlu kita ketahui model-model dress batik yang biasa dikelompokkan dalam 4 bagian sebagai berikut :

1. Dress batik model A-Line

Model ini membentuk siluet seperti huruf “A” yang melebar ke bawah (contoh sackdress batik yang bawahnya model A-Line adalah : Dress batik model A-line cocok untuk kaum hawa yang berpinggul lebar namun berpantat tipis. Karena rok model ini bisa menyamarkan bentuk pinggul yang lebar dan memberikan kesan lebih besar pada pantat. Untuk menyamarkan bagian perut dan membuat tubuh lebih terlihat ramping, pilih potongan bentuk “A” yang dimulai dari atas pinggang, serta warna yang cenderung gelap.

2. Dress batik model pensil

Rok atau sackdress jenis ini memiliki model mengecil di bagian bawah sehingga menimbulkan efek ketat yang membentuk tubuh. Umumnya rok atau sackdress ini panjangnya adalah se-lutut. Rok atau sackdress batik ini cocok untuk pemilik tubuh dengan pinggang yang ramping. Tapi sebisa mungkin hindari garis pinggang yang terlalu tinggi sehingga bisa membuat tubuh bagian atas terlihat lebih pendek. Rok atau sackdress pensil bisa digunakan juga oleh pemilik tubuh dengan bagian bawah yang besar. Tapi rok jangan terlalu ketat dan lekukan bagian bawah jangan terlalu sempit. Pilih rok atau sackdress batik dengan lekukan sedikit mengecil di bawah namun tidak terlalu sempit sehingga tidak menarik perhatian ke bagian bawah tubuh Anda. Pilih warna gelap dengan bahannya yang ringan. Padukan dengan jaket atau cardigan sepinggul untuk menyempurnakan penampilan.

3. Dress batik model balon

Model ini bagian bawahnya didesain bertumpuk atau mengembang. Sehingga cocok untuk yang memiliki tubuh langsing. Tekstur bagian bawah yang tebal dan mengembang bisa membuat tubuh terlihat lebih berisi. Dress batik jenis ini juga cocok untuk pemilik tubuh lurus (garis dada sampai pinggul terlihat lurus dan tidak terlalu membentuk pinggang). Dress jenis ini akan membentuk tubuh Anda terlihat lebih berlekuk. Untuk Anda yang tidak terlalu tinggi, pilih dress batik balon yang panjangnya sedikit di atas lutut.

4. Dress batik model mini

Dress model ini bisa digunakan oleh berbagai bentuk tubuh. Untuk yang berbadan tinggi dan langsing, jangan memilih dress batik yang terlalu pendek karena akan terlihat semakin pendek ketika dikenakan oleh si pemilik tubuh semampai. Pilih dress batik dengan panjang sedikit saja di atas lutut. Untuk si langsing, pilih dress batik dengan bahan agak tebal atau motif yang ramai untuk memberi kesan berisi pada bagian bawah. Jika tubuh besar di bagian bawah, pilih dress batik mini berwarna gelap dan panjang sedikit di atas lutut dan padukan dengan atasan pendek sepinggang. Sedangkan jika tubuh seperti jam pasir, jangan memilih mini dress yang terlalu ketat atau sedikit mengecil di bagian bawah. Hindari motif yang penuh atau bahan yang tebal yang bisa membuat bagian bawah tubuh semakin berisi. Gunakan ikat pinggang untuk menarik perhatian pada siluet bagian tengah tubuh Anda. Kenakan asesoris stocking atau legging jika menggunakan dress batik super mini agar penampilan terlihat lebih bergaya sekaligus memberi keleluasaan saat beraktivitas dengan mini dress.
Sumber : www.indokabana.com
Batik Semarang - Produksi batik biasanya mengandalkan motif unik untuk dijadikan ciri khas dan daya tarik. Namun di Kulonprogo, ada produsen batik yang justru enggan menyematkan motif pada batik produksinya. Batik unik ini kemudian dikenal dengan sebutan batik abstrak kontemporer.

Ide pembuatan batik abstrak kontemporer dicetuskan seniman dari Pedukuhan Sembungan Desa Gulurejo Kecamatan Lendah, Gito (52). Berbeda dengan lainnya, motif batik karya seniman Gito terlihat tidak beraturan namun mengandung nilai seni yang sangat tinggi. "Mudah-mudahan, batik ini bisa menjadi ikon Kulonprogo," kata Gito saat disambangi wartawan di rumah produksinya, Selasa (26/01/2015).

Rumah produksi batik di Pedukuhan Sembungan, didirikan Gito pada tahun 2010 dengan berbekal pengalamannya bekerja di percetakan batik. Menggunakan modal seadanya, pria paruh baya ini membeli alat pembuatan batik sekaligus bahan pembuatannya seperti kain dan pewarna.

"Lantaran saat ini keberadaan perajin batik terus menjamur, saya mencoba memproduksi batik yang berbeda. Tujuannya, agar bisa merebut konsumen di pasaran," jelasnya.

Batik abstrak kontemporer merupakan batik tulis tanpa motif dengan cap atau dicetak, tapi dengan karya tangan dan kreatifitas tinggi agar menghasilkan corak dan warna batik yang menarik. Produksi batik abstrak kontemporer dilakukan Gito di kediamannya, dengan dibantu istri.

"Penjualannya meliputi pasaran DIY, Semarang, Bandung dan Jakarta, bahkan menembus pasar mancanegara seperti Jepang dan Malaysia. Tiap lembar berukuran 2x1,5 meter saya jual dengan harga Rp 150.000 hingga Rp 300.000," sebutnya.

Gito berharap Pemkab Kulonprogo bisa menjadikan batik abstrak kontemporer sebagai ikon batik dari Kulonprogo. Terlebih batik hasil karyanya ini masih menjadi satu-satunya di Indonesia.
Sumber : krjogja.com
Batik Semarang - Batik adalah warisan budaya nasional yang harus dilestarikan. Salah satu batik warisan budaya Nusantara adalah jenis batik jumputan.

Sejak beberapa tahun lalu, batik Jumputan ini menjadi salah satu muatan lokal di SMP/MTS di Kabupaten Semarang.

Guna mengukur tingkat kemampuan siswa menciptakan batik Jumputan ini, tim Muyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Tata Busana Kabupaten Semarang menggelar lomba membuat batik Jumputan yang diikuti 52 tim dari SMP/MTs negeri dan swasta se-Kabupaten Semarang, Rabu (27/1/2016).

"Muatan lokal batik tulis dan jumputan memang sudah dikenalkan kepada siswa kelas VIII sejak beberapa tahun yang lalu. Tujuannya agar generasi muda ikut "nguri-uri" warisan budaya Nusantara," kata ketua panitia pelaksana, Sri Winarsih, di sela lomba yang digelar di SMPN 1 Bawen.

Penilaian dalam lomba ini, lanjutnya, diberikan berdasarkan motif serta kreasi yang dihasilkan peserta.

Apabila diperhatikan sepintas, membuat batik jumputan memang terlihat sederhana. Namun dalam pembuatanya ternyata membutuhkan ketelitian dan konsentrasi tinggi agar motif tidak berubah.

"Kalau tidak hati-hati, warna bisa bocor keluar dari pola," papar Sri.

Batik Jumputan adalah batik yang dikerjakan dengan teknik ikat celup. Tidak ditulis dengan malam seperti kain batik pada umumnya.

Kain akan diikat lalu dicelupkan ke dalam warna untuk menciptakan gradasi warna yang menarik.

Ada beberapa teknik dalam pembuatan batik Jumputan ini, di antaranya adalah teknik celup rintang, yakni menggunakan tali untuk menghalangi bagian tertentu pada kain agar tidak menyerap warna sehingga terbentuklah sebuah motif.

Kemudian teknik jahit, untuk menciptakan motif yang lebih beragam pada kain batik. Kain akan diberi gambar pola terlebih dahulu, kemudian pola tersebut dijahit hingga bagian tersebut mengerut.

Saat dicelupkan ke dalam pewarna, bagian kain yang dijahit tidak akan terkena warna.

Pendamping siswa SMP Negeri 5 Ungaran, Painem menambahkan, selain ,menjadikan batik Jumputan melalui muatan lokal, pihaknya juga akan membuat pewarna batik alam untuk memperkaya warna batik.

"Dan tentunya pewarna alam ini ramah lingkungan," ujarnya.
Sumber : regional.kompas.com
Gerakan Cinta Batik Diluncurkan
Batik Semarang - Tidak hanya sebagai simbol, batik juga menjadi media untuk mengkomunikasikan atau mewariskan nilai-nilai budaya (moral dan filosofi). Melalui Gerakan Cinta Batik sebagai Mahakarya Indonesia (GCBMI) yang diluncurkan di Aula Lantai II Kantor Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, Rabu (27/01/2016), para pegiat batik ingin agar masyarakat luas mencintai batik sebagai warisan budaya.

"Ini adalah sebuah gerakan seni budaya untuk merevitalisasi kemahakaryaan batik Indonesia. Sebab, batik sendiri diciptakan melalui proses perenungan intelektual dan spiritual yang mendalam. Bahkan karya ini sebagai representasi kepribadian luhur pencipta dan pemakainya," ungkap Livy Laurens MACE MA Pemimpin GCBMI.
Bersamaan itu, juga diluncurkan gerakan Antiterorisme dengan Batik sekaligus peluncuran buku berjudul 'Batik Antiterorisme sebagai Media Komunikasi Upaya Deradikalisasi Lewat Pendidikan dan Kebudayaan'.

Acara yang diisi dengan fashion show batik dan tutorial mengenakan batik tanpa menjahit ini dihadiri Dirut PT BP Kedaulatan Rakyat dr Gun Nugroho Samawi, Komisaris Utama PT BP KR Drs HM Romli dan jajaran direksi KR juga tamu undangan seperti istri Walikota Yogyakarta Tri Kirana Muslidatun, Larasati Suliantoro Sulaiman (pecinta batik), Chang Wendryanto (DPRD DIY) dan pegiat batik.

Pada kesempatan itu juga diluncurkan gerakan batik tokoh untuk memotivasi para tokoh atau pemimpin untuk mengenakan batik dengan motif yang sesuai jati diri dan kepribadiannya.
Sumber :  krjogja.com
Pakai Batik, Rossi Sapa Fans di Bali
Batik Semarang - Sepekan sebelum menjalani tes pramusim pertama di Sepang, Valentino Rossi mengunjungi pendukung setianya di Indonesia. Muncul memakai batik, The Doctor menyapa fans yang beruntung di Bali.

Bertempat di The Mulia, Nusa Dua, Bali, Selasa (26/1/2016), sebanyak 35 orang yang beruntung merasakan pengalaman bertemu langsung dengan Rossi. Mereka adalah pelanggan Yamaha, anggota komunitas dan anggota Valentino Rossi Fans Club dari Jawa dan Bali.

Selain melakukan meet and greet dengan fans, kedatangan Rossi juga untuk menghadiri pertemuan main dealer dan dealer yang diadakan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing dengan Yamaha Motor Company.

Dengan senyum lebarnya yang khas, Rossi bergantian menyambut fans yang antusias berfoto bersamanya. The Doctor juga memberikan tanda tangan pada beragam atribut berwarna kuning yang dibawa.

Meski cuma dapat kesempatan singkat bertemu bintang idolanya, mereka yang datang ke meet and greet mengaku puas dan sangat senang. Keriuhan berulang terjadi di sesi foto bersama karena nyaris semuanya memilih berada di samping Rossi.

Rossi sendiri tampil beda dalam kesempatan tersebut dengan kemeja batik yang dia pakai. Meski bercorak batik, kemeja yang dia pakai masih 'sangat Rossi'.

Batik yang dia pakai bercorak kuning di satu sisi, sementara di sisi yang lain berwarna biru khas motor Yamaha. Melengkapi gaya pakaiannya hari ini adalah jeans berwarna hitam, sepatu kets dan topi dari salah satu sponsor utamanya.

"Gue baru dikabarin kemarin kalau menang undian meet and greet bareng Rossi. Senang lah bisa ketemu dan foto bareng, " ucap Ryan, salah satu customer yang tinggal di Lenteng Agung, Jakarta.

Janti, anggota Valentino Rossi Fans Club dari Bali, terlihat kegirangan saat tiba gilirannya untuk berfoto bersama. "Sayang nggak boleh selfie ya," selorohnya.
Sumber : detik.com