Diberdayakan oleh Blogger.

Seharag Batik

Tokoh Batik

The Latest

5 Tips Memilih Kain Batik Berkualitas Baik, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
5 Tips Memilih Kain Batik Berkualitas Baik

Batik Semarang - Kualitas kain batik akan sangat memengaruhi kenyamanan Anda ketika memakainya. Semakin bagus kualitas kain batik, maka harganya juga akan semakin mahal. Namun demikian, yang sangat menentukan tinggi rendahnya harga sehelai kain batik adalah tingkat kesulitan proses pembuatannya.

Bagi Anda yang sangat memerhatikan kualitas untuk barang-barang yang digunakan, memilih kain batik berkualitas bagus pasti menjadi suatu hal penting. Berikut beberapa tips yang bisa Anda gunakan saat memilih kain batik.

1. Perhatikan jenis kain batik

Sebelum membeli, ada baiknya Anda menentukan jenis kain batik yang akan dibeli, batik cetak atau tulis. Biasanya, kain batik tulis memiliki kualitas yang lebih baik dibanding batik cetak atau cap.Di samping itu, harganya pun juga jauh lebih mahal. Hal ini karena dibutuhkan keterampilan tingkat tinggi saat proses pembuatannya yang menggunakan alat khusus berupa canting. Pencantingan sendiri adalah cara pertama pembuatan kain batik, sehingga dianggap lebih tradisional dan memiliki nilai historis tersendiri yang turut mendongkrak banderol harganya.

2. Lihat jenis bahan

Saat membeli kain batik, jangan lupa untuk memilih jenis kainnya.Jika akan digunakan untuk kegiatan sehari-hari, pilihlah kain batik berbahan katun. Katun yang menyerap keringat akan memberikan kenyamanan lebih bagi Anda karena anti-gerah. Jika Anda membeli batik untuk acara spesial seperti pesta misalnya, bahan sutra bisa menjadi pilihan sempurna. Kedua bahan tersebut adalah bahan terbaik untuk dua jenis kegiatan yang kerap Anda lakukan.

3. Raba cetakan warnanya

Rabalah warna cat yang terdapat pada kain batik. Pastikan warna yang ada di sana tidak menempel pada tangan Anda. Bila warna cat meninggalkan bekas di tangan berarti pewarna kain yang digunakan memiliki kualitas rendah. Hal ini bisa menyebabkan luntur sehingga lambat laun kain batik Anda menjadi pudar.

4. Membalik bahan

Cobalah untuk membalik bahan kain batik yang akan Anda beli. Kain batik dengan kualitas bagus biasanya memiliki cetakan luar dan dalam yang sama. Jadi, ketika Anda membalik kain batik, motif dan warna yang ada di bagian dalam sama dengan bagian luar. Ini menunjukkan kain tersebut telah melalui proses pembuatan yang detail dan lebih awet ketimbang kain batik yang bagian luar dan dalamnya berbeda.

5. Tempelkan pada kulit

Cobalah untuk menempelkan kain batik yang ingin Anda beli ke kulit, dari situ Anda bisa merasakan bahwa kain akan terasa dingin jika dikenakan. Ini artinya bahan batik tersebut merupakan kain dengan kualitas bagus.Biasanya kain batik jenis ini juga tidak akan mudah kusam meskipun Anda telah mencucinya berkali-kali. Dan juga jangan takut ketika Anda menemukan kain batik yang tampak kaku, karena hal ini memang sering terjadi dan akan melunak sendiri setelah dicuci.sumber
4 Tips Belanja Kain Batik, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
4 Tips Belanja Kain Batik

Batik Semarang - Batik menjadi salah satu oleh-oleh wajib, saat kita traveling ke Yogyakarta atau Solo. Tapi tahukah Anda bagaimana memilih kain batik yang baik? Ikuti tipsnya berikut ini.

Dihimpun detiktravel, Jumat (20/1/2012), ada 4 cara memilih batik dengan kualitas terbaik, yaitu:

1. Perhatikan jenis batik

Sebelum membeli, ada baiknya Anda menentukan jenis batik yang akan dibeli, batik cetak atau tulis. Biasanya, batik tulis memiliki kualitas yang lebih baik dibanding batik cetak. Harganya pun jauh lebih mahal batik tulis ketimbang batik cetak. Ini karena keterampilan khusus yang dibutuhkan saat pembuatan dan menggunakan alat khusus berupa canting. Selain itu, pencantingan adalah cara pertama pembuatan batik, jadi dianggap lebih tradisional dan bernilai historis tersendiri.

2. Lihat jenis bahannya

Saat membeli batik, jangan lupa untuk memilih jenis bahan. Jika batik yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari, pilihlah batik berbahan katun. Ini bisa membebaskan Anda dari rasa gerah. Jika batik yang dibeli untuk acara pesta tertentu, pilihlah batik berbahan sutra. Kedua bahan tersebut adalah bahan terbaik untuk dua kegiatan tersebut.

3. Raba cetakkan warnanya

Rabalah warna cat yang terdapat pada batik. Pastikan warna yang ada di kain tidak menempel pada tangan Anda. Bila warna cat meninggalkan bekas di tangan, berarti zat warna yang digunakan untuk pewarnaan berkualitas kurang baik. Ini bisa menyebabkan kelunturan yang lambat laun membuat warna kain batik Anda pudar.

4. Membalik bahan

Cobalah untuk membalik bahan kain batik yang akan Anda beli. Batik dengan kualitas bagus biasanya memiliki cetakan luar dan dalam yang sama. Jadi, ketika Anda membalik kain batik, motif dan warna yang ada di bagian dalam sama dengan bagian luar. Ini menunjukkan batik tersebut melalui proses pembuatan yang detail dan lebih awet ketimbang batik yang bagian luar dalamnya berbeda.sumber
Ini Dia Cara Memilih Warna Batik, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Ini Dia Cara Memilih Warna Batik

Batik Semarang - Indonesia kaya dengan motif, warna, dan komposisi motif  batik, sehingga variasinya sangat banyak. Bagaimana memilih warna  motif yang  sesuai dengan warna kulit  dan bentuk tubuh Anda agar tampil cantik dan serasi?

Reni Kusumawardhani, penulis buku kecantikan rambut, make-up dan fashion itu  memberikan tips memilih warna kain batik dan warna kulit dalam buku yang baru diluncurkan  How to wear batik.

abu-abu, putih  porselen atau rose beige.

Sebagian orang membeli  batik  berdasarkan kesukaan  bentuk motif dan warna dan kadang kala tidak mempertimbangkan dengan warna kulitnya.

Bagaimana cara menentukan warna kulit? Berdiri di depan kaca dan sampirkan kain warna  orange untuk mewakili warna hangat. Perhatikan efek wajah saat disampirkan bahan warna  tersebut. Apakah wajah tampak lebih hidup, bercahaya atau tampak kusam atau pucat. Apabila wajah tambah lebih cemerlang, berarti Anda termasuk pada kelompok warna hangat. Artinya Anda  akan tampak lebih cerah jika memilih warna batik yang didominasi warna-warna hangat.

Coba pula sampirkan warna pink atau biru untuk mewakili warna dingin. Perhatikan efeknya di wajah. Apabila dengan warna  dingin kulit tampak lebih cerah, berarti termasuk dalam kelompok warna dingin.

Selain warna, juga perlu memperhatikan  keserasian bentuk tubuh   dan ukuran motif, karena tidak semua orang mempunyai bentuk tubuh yang sama. Lihat di kaca bagian tubuh mana yang ditonjolkan dan bagian tubuh yang mana yang perlu ditutupi.  Secara umum sifat warna gelap memberi kesan mengecilkan atau melangsingkan , untuk menutupi bagian  tubuh yang berlebihan, sedangkan warna terang memberi kesan memperbesar.sumber
Kunjungan Puteri Pariwisata Indonesia 2014 ke Batik Jayakarta, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Kunjungan Puteri Pariwisata Indonesia 2014 ke Batik Jayakarta


Batik Semarang - Pada hari Sabtu (13/12) finalis Putri Pariwisata Indonesia 2014 melakukan kunjungan ke Batik Jayakarta dikawasan Semarang. Tepat jam 9 mereka sudah tiba, rombongan disambut hangat pihak Batik Jayakarta.

Para finalis PPI 2014 diajak melihat-lihat Showroom Batik Jayakarta, dan melihat berbagai koleksi busana dan aksesoris batik dari Batik Jayakarta.

Setelah itu semua finalis PPI 2014 berkumpul di lantai 2, biasanya ruangan ini di pakai untuk sharing dan showroom untuk koleksi kain batik dari berbagai daerah di Indonesia. Semua Finalis PPI 2014 sangat bangga dengan batik yang menjadi Identitas Indonesia ini.

Jangan Mencuci Batik dengan Mesin Cuci , Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,

Batik Semarang - Batik tulis asli pasti harganya cukup mahal. Makanya, jangan sampai koleksi batik tulis Anda rusak akibat cara mencuci yang salah.

"Banyak orang yang serba salah saat harus mencuci batik. Mau dicuci takut rusak, kalau tak dicuci jadi kotor," ungkap Iwet Ramadhan, saat peluncuran buku Cerita Batik di Kuningan City, Jakarta, Jumat (31/5/2013) lalu.

Sebagai pecinta batik, Iwet mengungkapkan bahwa kain batik khususnya batik tulis harus dirawat dengan cara khusus. Antara lain dengan mencucinya memakai buah lerak, dan menyimpannya di lemari yang kering.

"Jangan lupa selipkan akar wangi dalam lemari untuk menghindarkan rayap dan binatang lain yang bisa merusak kain. Akar wangi ini juga akan membuat kain batik jadi lebih wangi," jelasnya.

Selain itu, bagaimana sih cara merawat batik yang tepat?

1. Pisahkan batik dari jenis pakaian yang lain. Hal ini untuk menghindarkan kain dan pakaian lain agar tak kelunturan oleh batik. Campuran malam dan pewarna dari batik tulis ini sangat mudah luntur.
2. Cuci batik dengan menggunakan buah lerak atau deterjen khusus pencuci batik. Sebaiknya jangan menggunakan deterjen pakaian biasa, karena bisa membuat batik rusak dan sedikit memudar warnanya. Untuk hasil maksimal, sebaiknya cuci dengan air hangat.
3. Ketika mencucinya, jangan menggunakan mesin cuci. Akan lebih baik jika Anda mencucinya dengan menggunakan tangan.
4. Setelah merendam batik sebentar, kucek perlahan agar kotoran terangkat semua. Ingat, jangan sesekali menyikat batik, karena akan merusak kain, warna, dan motif batik. Sikatan yang terlalu keras akan berpotensi merobek kain.
5. Saat akan menjemur, jangan memeras batik, karena akan membuat kain jadi kusut.
6. Gantung dengan gantungan yang tebal agar tidak meninggalkan bekas lipatan di kain setelah kering. "Anda bisa juga menjemurnya di sebilah bambu yang diameternya besar. Selain agar tidak meninggalkan bekas liputan, penjemuran menggunakan jemuran berdiameter besar ini agar antar helaian tidak menempel dan luntur," katanya.
7. Sebaiknya jangan menjemurnya langsung di bawah terik matahari. Sebaliknya, angin-anginkan saja kain ini di bawah tempat teduh.
8. Setelah kering, setrika dengan menggunakan panas yang rendah. Alasi dengan menggunakan kain yang tipis, agar setrika tak langsung menempel pada kain batik.sumber
Batik, Setia Bersama Masa , Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,

Batik Semarang - Solo adalah Kota Batik. Pemberian nama ini bukan tanpa alasan, karena batik, yang merupakan salah satu ikon identitas bangsa Indonesia, adalah bagian dari keseharian masyarakat Solo yang turut menjadi tulang punggung kehidupan. Batik ada di mana-mana. Setia bersama masa dan meraja melebihi raja. Batik bukan hanya tentang kain dengan berbagai macam motif yang tergambar di atasnya, karena berbagai filosofi pun tertanam di dalam karya seni itu. Batik Solo memiliki keunikan dari daerah-daerah yang lain dan membuatnya mengandung nilai historis di luar kekuatan estetika yang jelas-jelas tersaji. Berdasarkan beberapa sumber, batik dan teknik pembuatannya memang tidak sepenuhnya ditemukan oleh bangsa Indonesia, namun di sinilah ia berkembang dan menemukan tempatnya di dalam perjalanan panjang kebudayaan bangsa.

Batik, Riwayatmu Dulu...
Batik telah dikenal sejak jaman Kerajaan Majapahit, bahkan teknik membatik itu sendiri konon diperkenalkan saat kebudayaan India dan Cina masuk ke Nusantara, karena teknik mewarnai dengan menggunakan malam telah dipergunakan di Negeri Tirai Bambu sejak zaman Dinasti Tang.

Kata batik konon berasal dari kata ambatik, yang artinya kain dengan titik-titik kecil. Tik sendiri artinya titik dan batik merupakan kain yang diberi motif dengan menitikkan malam di atasnya. Dahulu batik hanya dipergunakan oleh kalangan kerajaan, karena teknik pembuatan dan motif yang terkandung di dalamnya. Sebuah catatan sejarah bahkan mengatakan bahwa Sultan Agung, sebagai raja Mataram yang sangat terkenal, mempergunakan batik sebagai pakaian kebesaran.

Canting vs Cap
Pembatikan biasanya dilakukan di atas 2 macam bahan, yakni katun dan sutera. Kedua bahan itu memiliki tingkat penyerapan malam terbaik yang akan sangat membantu dalam proses pewarnaan. Bahan tersebut harus melalui pencucian hingga beberapa kali untuk menghilangkan semua kotoran yang menempel sebelum mulai diproses. Setelah itu outline motif diletakkan dengan menggunakan arang atau pensil, sebelum ditimpa dengan malam.

Terdapat 3 teknik pembuatan batik, yakni tubs, cap dan printing. Namun hanya tulis dan cap yang dipergunakan di dalam batik Solo. Batik tulis merupakan proses yang lebih rumit dibandingkan dengan cap. Pembuat barus memiliki keterampilan dalam menggunakan canting, yakni semacam pena untuk menggambar motif dengan malam atau lilin. Canting sendiri konon merupakan ciptaan asli suku Jawa. Teknik pewarnaan menggunakan malam boleh berasal dari budaya asing, namun alat mungil ini merupakan hasil karya anak bangsa yang pantas dibanggakan.

Seiring waktu, batik tidak lagi hanya digunakan oleh keluarga dan penghuni kerajaan, namun menjadi milik publik dan dipergunakan oleh segala kalangan. Memenuhi permintaan yang semakin meningkat, teknik pembuatan batik pun mengalami perkembangan, yakni dengan menggunakan cap yang terbuat dari tembaga. Berbagai motif dengan mudah diaplikasikan kepada bahan dengan mencapnya. Kuncinya, cap itu harus dibuat dengan sangat teliti dan hati-hati karena antara satu dan lainnya harus benar-benar sama.

Batik yang dibuat menggunakan teknik cap, tulis atau penggabungan keduanya dengan mudah dapat Anda temukan di berbagai toko busana dan pasar tradisional yang ada di Solo. Harga dapat bervariasi, tergantung teknik pembuatan dan bahan yang dipergunakan. Batik yang dibuat dengan teknik tulis, dengan warna yang beragam memiliki harga yang lebih mahal karena pertimbangan waktu, usaha dan nilai estetika yang terkandung di dalamnya. (and)

Tradisi Di Dalam Motif Batik
Walaupun banyak perancang kini seringkali melahirkan motif-motif free style, alias lepas pakem tradisional, namun beberapa motif berikut masih dan tetap akan menjadi identitas utama batik.

Kawung
Motif kawung adalah salah satu motif tertua yang dikenal di dalam pembuatan batik, paling tidak sejak abad ke-13. Motif ini berupa lingkaran-lingkaran yang saling menempel. Beberapa ornamen dekorasi lainnya, seperti garis-garis yang bersilangan atau titik-titik, kadang diletakkan di dalam lingkaran itu. Motif ini dahulu hanya dipergunakan oleh keluarga kerajaan Jogjakarta.

Ceplok
Motif ceplok adalah perpaduan dari banyak bentuk, seperti kotak, bintang atau lingkaran. Walau pada dasarnya sangat geometris, namun motif ceplok juga bisa terlihat sangat abstrak dan mengakomodasi gambar-gambar yang lebih alami seperti bunga atau binatang.

Parang
Seperti motif kawung, dahulu motif parang hanya boleh digunakan oleh keluarga kerajaan di Jawa Tengah. Motif ini terlihat seperti pisau atau parang yang dipergunakan untuk berperang. Konon orang yang menikah tidak boleh mempergunakan motif ini karena nanti pernikahannya akan penuh pertengkaran.

Fakta Menarik Tentang Batik
  1. Batik tulis yang berkualitas baik bersifat reversible, atau terlihat sama persis dari depan atau belakang.
  2. Kalau maiam jatuh di luar motif yang diinginkan, harus dibersihkan dengan air panas dan harus dicungkil menggunakan besi panas.
  3. Batik cap yang jelek biasanya terlihat dari motif yang saling meniban dan garis yang warnanya tidak solid.
sumber


Batik Semarang -  Demam batik yang digandrungi sebagian besar masyarakat Indonesia akhir-akhir ini ternyata tidak diikuti dengan pengetahuan tentang ihwal batik itu sendiri. Faktanya banyak orang yang ingin membeli batik, namun bukan batik yang sebenarnya mereka beli, melainkan tekstil bermotif batik. Alangkah kecewanya bila Anda mengalami hal yang sama. Untuk itu berikut cara mudah mengenali batik yang asli:
  1. Dilihat, perhatikan warna batik. Batik yang asli memiliki warna yang natural, solid dan kuat. Sedangkan tekstil bermotif batik warnanya sintetik, tidak alami, buram dan tidak solid. Selain itu motif batik yang asli terlihat kurang rajin/kurang beraturan, disebabkan karena pengerjaannya dengan menggunakan tangan. Disinilah letak nilai seni batik yang tinggi, karena dikerjakan secara manual dengan tangan pengrajin. Sedangkan motif pada tekstil, terlihat terlalu sempurna, hampir tidak ada cacat. Inilah yang menghilangkan nilai seni batik.
  2. Diraba, pegang dan rasakan tekstur kainnya. Batik yang asli bila dipegang, kainnya akan mudah jatuh, tidak kaku serta teskturnya lembut. Sedangkan bila tekstil, bila dipegang kainnya kaku serta memiliki tekstur yang relatif kasar. Hal ini disebabkan sifat pewarna yang hanya menempel pada lapisan luar kain, tidak meresap pada kain seperti halnya batik yang asli.
  3. Dicium, rasakan baunya pada permukaan kain. Batik yang asli memiliki bau yang khas yaitu bau lilin. Sedangkan tekstil bermotif batik mengeluarkan bau minyak yang kuat.
  4. Dibalik, perhatikan sisi kain sebaliknya. Batik yang asli, sisi dalamnya memiliki motif dan warna yang hampir sama dengan sisi luarnya. Sedangkan tekstil bermotif batik, bila diperhatikan motif dan warna sisi dalam berbeda jauh dengan sisi luarnya.
  5. Harga lebih mahal. Jangan terlalu senang bila menjumpai batik dengan harga murah. Walaupun harga merupakan hal yang relatif, namun perlu diperhatikan bahwa batik yang asli relatif berharga lebih mahal dari pada tekstil bermotif batik. Karena diproses secara tradisional menyebabkan biaya pengerjaan juga lebih mahal. Lain halnya dengan tekstil bermotif batik, karena proses pengerjaannya dengan mesin, harga jualnya menjadi lebih murah.

Dengan mengetahui 5 tips mendasar seperti disebutkan diatas, semoga Anda dapat lebih mengenal batik dengan teliti. Karena pilihan Anda atas batik, berpengaruh terhadap perkembangan pengrajin batik tradisional.
Agar Warna Batik Tak Cepat Pudar, Tips Merawat Batik, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Agar Warna Batik Tak Cepat Pudar

Batik Semarang - Keindahan kain atau busana yang terbuat dari kain batik memang memerlukan perawatan khusus. Terlebih lagi jika kain batik tersebut menggunakan bahan pewarna alami, seperti dari ranting pohon, kulit, hingga daun-daunan. Adakah cara khusus untuk merawatnya?

Agar busana atau kain batik tetap terlihat cantik dan menawan, ada beberapa cara khusus yang harus Anda perhatikan. Pasalnya, menurut desainer Musa Widyatmojo, batik yang dibuat dari pewarna alami warnanya tidak akan awet dan cepat pudar. Untuk menjaga agar warna batik tetap terlihat indah, Musa punya cara tertentu.

Jika Anda mempunyai Ecobatik (batik yang berasal dari bahan pewarna alami), jangan pernah mencucinya menggunakan sabun detergen. Sebaiknya, gunakan lerak (bahan khusus untuk mencuci kain batik). Kemudian, ketika akan menjemurnya, jangan arahkan batik langsung ke arah sinar matahari (atau di bawah sinar matahari langsung), karena akan mempercepat proses pemudaran warnanya. Jemurlah batik di tempat teduh, atau angin-anginkan saja.

Setelah itu, saat menyetrika batik, jangan tempelkan bagian setrika yang panas langsung di atas kain. Hal ini hanya akan menyebabkan warna batik cepat pudar. Selain itu jangan gunakan suhu yang terlalu panas saat menyetrika batik.

Langkah tepat saat menyetrika batik adalah dengan membalik kain tersebut, dan setrika dalam kondisi suhu sedang. Selamat mencoba!sumber
 
Batik Asli, Ciri Batik Asli, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Tips Membedakan Batik Asli atau Kain Bermotif Batik ?

Batik Semarang - Produk batik bisa ditemui di pasar grosir hingga mal termewah di Jakarta. Harganya bervariasi, mulai "seratus ribu tiga" hingga jutaan rupiah. Namun, di jaman ketika batik digembar-gemborkan sebagai warisan budaya dunia, ada baiknya Anda tak sekadar memilih baju batik berdasarkan kecantikan motifnya. Coba teliti juga apakah batik yang Anda pilih merupakan batik asli atau tekstil bermotif batik.

Yang dimaksud batik asli adalah batik yang dikerjakan secara manual menggunakan lilin malam. Ada sembilan jenis batik asli, seperti dijelaskan Wakil Walikota Pekalongan, Alma Facher, yakni batik tulis, cap, kombinasi tulis dan cap, sablon malam tulis, sablon malam cap, sablon malam cap tulis, printing tulis (manual bukan pabrikan), printing cap, dan kombinasi printing cap tulis.

Ciri yang paling mudah dikenali saat memilih batik asli adalah corak dan desainnya tidak sama. Gambar bunga, misalnya, tak selamanya sama dalam satu bahan sekalipun. Selain itu, batik asli biasanya limited edition, atau tidak diproduksi dalam jumlah banyak.

Sedangkan jenis batik yang tidak mendukung konsep batik, sebenarnya hanyalah tekstil bermotif batik. Atau, kain yang diberi motif batik. Karena lebih murah, batik seperti ini seringkali dibuat massal.

Mungkin agak membingungkan bagi orang awam, namun filosofi ini mesti dikenali masyarakat awam jika tak ingin mempermalukan bangsa, kata Alma.

"Boleh saja bilang pakai batik, namun jika ternyata yang dipakai hanya tekstil bermotif batik akan mempermalukan negara, bukan? Padahal batik yang diakui sebagai heritage oleh UNESCO adalah batik yang proses pembuatannya secara manual," papar Alma, seusai peresmian Pusat Batik Nusantara di Thamrin City, Kamis (4/2/2010).

Sayangnya, 50 persen batik yang beredar di pasaran adalah tekstil bermotif batik, bahkan pada batik dengan brand ternama yang sering Anda lihat di mal sekalipun. Jika sekadar ingin mengoleksi dan mencari yang murah, sah juga membeli batik. Tetapi setidaknya, pilihlah batik cap atau kombinasi yang harganya pun lebih terjangkau.

Jadi jika ingin mendukung batik untuk melestarikan budaya, teliti sebelum membeli. Pastikan batik tersebut asli, meski kadang harganya lebih mahal. Namun sebaiknya Anda juga memahami, mahalnya harga batik asli disebabkan keahlian sang perajin, dan lamanya waktu yang digunakan untuk memproses batik tersebut.sumber
Sejarah Batik di Indonesia, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,

Batik Semarang - Batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama.

Batik berasal dari bahasa Jawa 'amba' yang berarti menulis dan 'titik'. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan 'malam' (wax) yang diaplikasikan ke atas kain. Memang titik merupakan desain dominan pada batik.

Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian sehingga di pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan.

Batik juga diidentikan dengan kecantikan wanita mengingat dalam masa kerajaan di Jawa kecantikan wanita juga di ukur dengan kepandaian dalam membuat batik dengan menggunakan canting.

Canting merupakan salah satu alat untuk menulis pada kain batik dengan menggunakan lilin. Hingga ditemukannya 'batik cap' yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Sebenarnya batik di Indonesia telah dikanal semenjak zaman Kerajaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya.

Pada awal perkembangannya,kira-kira sekitar abad ke-XVIII atau awal abad ke-XX masih berupa batik tulis, sedangkan batik cap sendiri baru diperkenalkan setelah perang dunia pertama atau tahun 1920. Awalnya,batik dikerjakan hanya terbatas dalam keraton dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya.

Bahkan, motif batik bisa menunjukkan status seseorang. Seperti kalangan keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta yang masing-masing hanya mengenakan motif batik tertentu hingga kini. Semakin meluasnya batik dipengaruhi oleh pengikut raja yang tinggal di luar keraton sehingga turut mempopulerkan batik di luar keraton.

Lama kelamaan kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Batik yang tadinya hanya pakaian keluarga keraton kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari baik pria maupun wanita. Pada masa itu, bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu merupakan hasil tenun sendiri.

Sedangkan bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri di antaranya pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya terbuat dari soda abu serta garamnya dari tanah lumpur. Setiap motif yang dituangkan dalam kain memiliki filosofi tentang makna kehidupan, kejadian, sampai pada pengalaman-pengalaman hidup dari tokoh-tokoh atau tradisi keluarga.

Pembatik tidak boleh sembarangan dan lancang untuk mengartikannya dan menuangkan inspirasinya begitu saja di atas kain. Sebelum menerjemahkannya dalam bentuk tulisan tangan pembuat terlebih dahulu melakukan ritual-ritual kecil seperti berpuasa dan membaca mantera.Hingga batik (baju batik) usai dibuat, pembuat juga harus melaksanakan ritual penutup.

Padahal batik sebenarnya mengandung nilai sejarah yang sangat tinggi. Motif batik Parang Rusak misalnya, sebenarnya termasuk motif batik sakral yang hanya dipergunakan di lingkungan keraton. Demikian juga warna batik pada motif parang bisa menentukan asal keraton pemakainya, apakah dari Keraton Solo atau dari Keraton Jogja. sumber
Info Batik, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,

Batik Semarang - Keindahan batik Nusantara dengan aneka warna dan motif memang sarat makna. Tak heran, batik memiliki daya pikat luar biasa untuk masyarakat Indonesia, maupun turis asing.

Di balik keindahan batik, ternyata banyak orang tak mengetahui bahwa hanya terdapat 2.500-an motif batik Nusantara yang baru terdaftar. Padahal, tentu masih banyak pola dan ragam batik tradisional dan modern lainnya yang belum terdaftar.

Menanggapi fenomena tersebut, Dewan Pembina Yayasan Batik Indonesia Doddy Soepardi dalam jumpa pers mengenai rencana pengumuman pengukuhan batik Indonesia dalam daftar representatif budaya tak benda warisan manusia mengungkapkan, motif batik semakin berkembang dengan adanya hasil karya desainer yang terus bertambah jumlahnya.

"Hingga kini terdapat 2.500-an motif batik, dan itu yang baru terdaftar. Dengan berkembangnya produk desainer, motif, atau ragam batik juga akan berkembang terus," papar Doddy saat ditemui dalam jumpa pers Rencana Pengumuman Pengukuhan Batik Indonesia Dalam Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia Oleh UNESCO yang berlangsung di Gedung Departemen Kominfo, Rabu (30/9/2009).

Untuk mengukuhkan batik Nusantara sebagai warisan budaya bangsa, maka pemerintah pun ikut mengupayakan agar batik mudah mendapatkan hak paten atau lisensi. Dengan menunjuk Departemen Kebudayaan dan Pariwisata memperjuangkan batik untuk mendapat pengakuan internasional, khususnya dari UNESCO.

"Pemerintah akan mengembangkan pengakuan, membantu untuk memperkuat promosi. Dari sentra-sentra batik kita perkenalkan sehingga di setiap daerah memacu memunculkan keunikan-keunikan dalam kreasi batik. Selain itu, pemerintah akan membantu supaya batik mudah mendapat lisensi atau hak paten," ungkap Menteri Ad-Interim Kebudayaan dan Pariwisata Mohammad Nuh.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Surya Dharma juga ikut memaparkan, pengukuhan batik mengacu pada nilai sejarah budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.

"Batik Indonesia masuk dalam representatif budaya tak benda warisan manusia UNESCO karena melihat pada nilai-nilai historis, filosofis, aspek-aspek religius yang melatarbelakangi pembuatan batik. Penilaian tidak sekedar motif batik Indonesia saja yang memang diakui dunia. Jadi bukan dipatenkan melainkan pengakuan representatif budaya tak benda warisan manusia UNESCO," tandasnya.

Cukup tingginya kepedulian pemerintah dalam memperjuangkan batik Indonesia ini tidak terlepas dari esensi kultural dan historis batik Indonesia. Nilai budaya tak benda dari batik antara lain terkait dengan ritul pembuatan, ekspresi seni, simbolisme ragam hias, dan identitas budaya daerah.

Di beberapa daerah tertentu, pembuatan batik bahkan diawali dengan ritual khusus untuk kesempurnaannya. Batik dihasilkan dengan tangan melalui proses pemberian garis dan titik-titik dengan malam panas pada kain menggunakan canting tulis atau canting cap. Pola dan ragam batik tradisional dan modern memiliki simbolisme yang mendalam, di antaranya terkait dengan ststus sosial, komunitas daerah, alam dan juga perkembangan sejarah.

Pembuatan kain batik merupakan kerajinan tradisional di Jawa dan beberapa daerah lain secara turun temurun sejak beberapa abad lalu, dan terus menyebar ke berbagai daerah sebagai busana adat dan kelengkapan pokok tradisi.sumber
Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Harga Batik Mahal karena Produk Seni

Batik Semarang - Batik tak dapat kompetitif dengan produk tekstil lainnya karena proses pembuatan lebih lama, bahan dasar lebih mahal juga nilai seni sehingga harga jual lebih mahal dan mempunyai kelas tersendiri bagi pemakainya.

Keterangan dihimpun Media Indonesia di sentra batik Pekalongan, Minggu (17/1), menyebutkan mahalnya batik dibanding dengan produk tekstil lainnya karena menyangkut seni dan kualitas bahan, sehingga tak dapat dikompetisikan dengan produk sejenis lainnya.

Pemantauan harga batik tulis kualitas baik untuk satu potong kain ukuran panjang dua meter dan lebar 1,2 meter harga Rp150.000 - Rp750.000 perpotong, kualitas sedang Rp60.000 - Rp100.000, batik cap dengan ukuran sama Rp22.000 - 45.000 perpotong.

"Kalau ini batik printing seperti yang masuk dari China, harganya untuk satu potong ukuran yang sama Rp17.000 - 30.000 perpotong," kata Fatimah, pedagang batik di pasar grosir batik Sentono, Pekalongan.

Seorang pengrajin batik di kampung batik Kauman, Kota Pekalongan Sartinah,47, mengungkapkan untuk membuat batik, para pengrajin tidak akan sembarangan memilih bahan, terutama untuk batik tulis karena rugi waktu mengingat proses yang cukup lama.

"Untuk membuat satu lembar kain panjang dua meter dan 1,2 lebar meter, saya membutuhkan waktu sampai tiga hari melukisnya, belum lagi poses lain hingga total waktu satu pekan, "kata Sartinah.

Pengusaha batik Pekalongan Nova,43, mengatakan mahalnya batik dibanding barang tekstil lainnya lebih karena seni, kualitas bahan dan juga proses pembuatan yang memakan waktu lebih lama. "Ini menjadikan batik tak dapat dikompetisikan dengan produk sejenis lainnya," katanya.

Pemilik PT Tobal Batik Pekalongan Umar Achmad yang juga Ketua Apindo Pekalongan mengungkapkan batik sulit berkompetitif dengan produk tekstil lain dikarenakan kelas yang berbeda, sehingga penilaiannya adalah lebih pada seni.

Selain dari segi bahan, demikian Umar, batik lebih baik, seperti untuk bahan dasar (mori) kain tekstil lainnya seharga Rp6.500 permeter, untuk batik tulis akan memilih bahan lebih baik kualitasnya dengan harga Rp12.000 permeter atau paling muah Rp8.000 permeter.

"Khusus bahan sutra untuk batik tulis pasti yang terbaik, karena tingkat kesulitan lebih tinggi ketika melukis juga nilai seni dan jualnya juga lebih tinggi," tambah Umar.

Disamping itu, untuk membuat satu lembar batik diperlukan waktu 3 - 5 hari karena dikerjakan secara manual dengan tangan manusia, sedangkan produk tekstil lainnya dalam kurun waktu tersebut dapat membuat ratusan bahkan ribuan meter, karena menggunakan mesin. sumber