Diberdayakan oleh Blogger.

Seharag Batik

Tokoh Batik

The Latest

Batik sebagai suatu budaya dalam negeri tentunya perlu terus dilestarikan. Namun, dalam pengembangan dan pemasarannya, diperlukan strategi tertentu.

Demikian menurut Syaiful CH, pemilik kios Batik Madura di Trade Mall (TM) Thamrin City, yang berjualan di Lantai Dasar pusat batik terkenal di Jakarta tersebut.

“Awalnya saya berusaha Batik Madura dari nol, tetapi melalui berbagai pembinaan dan pembekalan, sekarang saya tahu pentingnya berkreasi untuk mengembangkan batik Madura sesuai tren pasar” ujar Saiful, dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (15/2/2017).

Syaiful bahkan tidak segan untuk mempelajari berbagai referensi batik pesisir ini bahkan sampai ke Jepang untuk mengelaborasi potensi batik Madura yang ditekuninya.

(Baca juga: 5 Jenis Batik yang Belum Banyak Diketahui)

“Saya kaget ketika menemukan referensi buku model batik Madura di Jepang yang sangat lengkap. Ini kesempatan untuk menampilkan ribuan corak Batik Madura hingga dikenal masyarakat luas,” kata Saiful.

Pedagang dan pengrajin batik asal Tanjungbumi Bangkalan, Madura tersebut pun mulai mengembangkan usaha dari daerahnya tersebut hingga memiliki 5 kios Batik Madura. 

Saiful menambahkan, saat ini ia juga melayani bisnis eceran maupun penjualan grosir berjumlah hingga ratusan kodi label Batik Madura ke berbagai kota di Indonesia.

Tak hanya di dalam negeri, juga mencapai ke luar negeri, contohnya seperti Medan, Banjarmasin, Makassar, Singapura, dan Kuala Lumpur. Ia mengaku, kebanyakan pesanan adalah jenis batik tulis.

(El Anexo Arte Contemporáneo. Dok. Shein.com)

“Bagi saya dan keluarga besar yang mengembangkan Batik Madura di sini, usaha ini sangat menguntungkan tidak hanya dari sisi omzet tetapi juga dapat ikut melestarikan budaya batik nusantara,” katanya.
Sumber : rona.metrotvnews.com
Perajin batik tulis di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengeluhkan minim dan sulitnya pengurusan hak cipta sehingga motif batik hasil karya mereka mudah dijiplak oleh kompetitor sesama perajin batik.

"Memang tidak mudah mengurus hak cipta. Jatah sertifikasinya tidak banyak," kata pengusaha batik dengan merek dagang "Satrio Manah", Sriyanah di Tulungagung, Selasa (22/3).

Sebagai salah satu pengusaha batik berskala besar di Tulungagung, Sriyanah mengaku mendapat beberapa kuota sertifikasi hak cipta untuk mematenkan kreasi motif batiknya.

Namun ia mengaku yang beberapa diberikan oleh lembaga kementerian itu tak banyak dimanfaatkan, karena praktik penjiplakan tetap bisa dilakukan dengan hanya mengubah sedikit bentuk, ukuran ataupun variasi dari motif yang asli.

"Beberapa motif batik yang kami buat sudah diurus sertifikasi hak ciptanya, tapi nyatanya tetap saja dijiplak oleh orang lain," katanya.

Srianah dan suaminya yang sama-sama desainer batik, mengaku hafal dan bisa mengidentifikasi motif batik hasil karyanya yang dijiplak, karena mereka memiliki corak khusus dan tahu belum ada produk batik lain dengan motif tersebut.

"Setiap tahun tren motif batik selalu berubah, dan selama ini kami sudah buat ribuan motif berbeda disesuaikan trenseter terbaru. Dan sebagian besarnya juga tidak dipatenkan karena alasan yang sama," ujar Suami Sriyanah.

Dikonfirmasi, Kasi Tertib Niaga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Budianta mengakui banyak motif yang belum memiliki hak cipta sebagai identitas kepemilikan motif, sehingga berisiko dijiplak ataupun lainnya. "Memang batik Tulungagung perkembangannya cukup pesat. Namun sayang, banyak motif yang belum memiliki hak cipta," katanya.

Budianta mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat perajin batik masih enggan melindungi motif batik karya mereka, di antaranya karena biaya (mahal), lamanya pembuatan hak cipta, serta penyusunan narasi dari karya yang dibuat.

Selain itu, kata dia, perajin khawatir kurang bersaing lantaran motif batik itu tak laku lagi karena perkembangan batik saat ini yang semakin cepat. "Saat ini, minat untuk mengurus tersebut cukup minim karena dua tahun motif batik sudah ganti," katanya.

Padahal menurut Budianta, dengan adanya hak cipta, maka tidak mudah ditiru pembatik lain dan sudah mendapatkan perlindungan hukum.

Di samping itu, kata dia, hak cipta sudah ada ketentuan yang ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2012 tentang Hak Cipta. Budianta mencontohkan dalam mendapatkan hak cipta, para pembuat batik terlebih dulu memiliki motif, narasi atau makna motif batik, surat penyataan murni ciptaannya.

Dari data Disperindag Tulungagung, hingga 2017 baru ada 12 motif batik yang sudah mengantongi hak cipta.
Sumber : republika.com
Tiap manusia mempunyai tubuh yang berbeda-beda sebagai anugerah dari Tuhan. Tidak disarankan kalau mengubah bentuk tubuh dengan cara-cara yang bisa membahayakan kesehatan atau bahkan keselamatan. Manusia hanya bias berusaha menyesuaikan model pakaiannya agar bisa selaras dengan bentuk tubuhnya. Khususnya untuk kaum hawa agar kekurangan fisik tubuhnya bisa ditutupi dengan pakaian. Pakaian batik, selain merupakan warisan budaya leluhur yang mesti dilestarikan, pakaian batik khususnya dress batik, ternyata juga bisa menutupi kekurangan bentuk fisik tubuh, bahkan membuat kaum hawa terlihat lebih serasi dan cantik dalam berpakaian. Bagaimana tips memilih dress batik sesuai bentuk tubuh? Karena itu agar pakaian batik yang batik lover kenakan bisa membalut kekurangan fisik maka perlu batik lover mempelajari tips memilih dress batik sesuai bentuk tubuh ini.

Sebelumnya kita perlu mengetahui terlebih dahulu model-model dress batik yang ada, baru kita sesuaikan model-model tersebut dengan bentuk tubuh kita. Model-model dress batik yang ada perlu kita perhatikan baik panjang-pendeknya atau struktur bentuknya. Ada empat model rok yang sering dipakai kaum kaum hawa, yaitu : rok model A-line, rok pensil, rok balon dan rok mini. Masing-masing model rok ini memiliki karakteristik tersendiri, yang bila dipadukan dengan bentuk tubuh kita akan terlihat serasi dan bahkan bisa menutupi kekurangan bentuk tubuh kaum hawa.

Model-model rok ini juga dikenal dalam busana batik biasa disebut dengan dress batik. Ada produk juga yang disebut dengan Sackdress Batik (baju kurung/dress terusan). Artikel ini memang ditekankan pada dress batik yang jenis sackdress, karena untuk jenis longdress perlu ada penjelasan lain yang lebih spesifik agar lebih tepat diterapkan dalam berbusana. Meskipun namanya berbeda, namun model bagian bawah (pinggang ke bawah) sackdress sama dengan karakter rok. Trik memilih rok sesuai bentuk tubuh tersebut juga bisa diterapkan untuk pemilihan dress batik, agar penampilan kita bisa terlihat lebih proporsional dan menarik.

Untuk bisa memadukan dengan tepat model dress batik dan bentuk tubuh kaum hawa, maka perlu kita ketahui model-model dress batik yang biasa dikelompokkan dalam 4 bagian sebagai berikut :

1. Dress batik model A-Line

Model ini membentuk siluet seperti huruf “A” yang melebar ke bawah (contoh sackdress batik yang bawahnya model A-Line adalah : Dress batik model A-line cocok untuk kaum hawa yang berpinggul lebar namun berpantat tipis. Karena rok model ini bisa menyamarkan bentuk pinggul yang lebar dan memberikan kesan lebih besar pada pantat. Untuk menyamarkan bagian perut dan membuat tubuh lebih terlihat ramping, pilih potongan bentuk “A” yang dimulai dari atas pinggang, serta warna yang cenderung gelap.

2. Dress batik model pensil

Rok atau sackdress jenis ini memiliki model mengecil di bagian bawah sehingga menimbulkan efek ketat yang membentuk tubuh. Umumnya rok atau sackdress ini panjangnya adalah se-lutut. Rok atau sackdress batik ini cocok untuk pemilik tubuh dengan pinggang yang ramping. Tapi sebisa mungkin hindari garis pinggang yang terlalu tinggi sehingga bisa membuat tubuh bagian atas terlihat lebih pendek. Rok atau sackdress pensil bisa digunakan juga oleh pemilik tubuh dengan bagian bawah yang besar. Tapi rok jangan terlalu ketat dan lekukan bagian bawah jangan terlalu sempit. Pilih rok atau sackdress batik dengan lekukan sedikit mengecil di bawah namun tidak terlalu sempit sehingga tidak menarik perhatian ke bagian bawah tubuh Anda. Pilih warna gelap dengan bahannya yang ringan. Padukan dengan jaket atau cardigan sepinggul untuk menyempurnakan penampilan.

3. Dress batik model balon

Model ini bagian bawahnya didesain bertumpuk atau mengembang. Sehingga cocok untuk yang memiliki tubuh langsing. Tekstur bagian bawah yang tebal dan mengembang bisa membuat tubuh terlihat lebih berisi. Dress batik jenis ini juga cocok untuk pemilik tubuh lurus (garis dada sampai pinggul terlihat lurus dan tidak terlalu membentuk pinggang). Dress jenis ini akan membentuk tubuh Anda terlihat lebih berlekuk. Untuk Anda yang tidak terlalu tinggi, pilih dress batik balon yang panjangnya sedikit di atas lutut.

4. Dress batik model mini

Dress model ini bisa digunakan oleh berbagai bentuk tubuh. Untuk yang berbadan tinggi dan langsing, jangan memilih dress batik yang terlalu pendek karena akan terlihat semakin pendek ketika dikenakan oleh si pemilik tubuh semampai. Pilih dress batik dengan panjang sedikit saja di atas lutut. Untuk si langsing, pilih dress batik dengan bahan agak tebal atau motif yang ramai untuk memberi kesan berisi pada bagian bawah. Jika tubuh besar di bagian bawah, pilih dress batik mini berwarna gelap dan panjang sedikit di atas lutut dan padukan dengan atasan pendek sepinggang. Sedangkan jika tubuh seperti jam pasir, jangan memilih mini dress yang terlalu ketat atau sedikit mengecil di bagian bawah. Hindari motif yang penuh atau bahan yang tebal yang bisa membuat bagian bawah tubuh semakin berisi. Gunakan ikat pinggang untuk menarik perhatian pada siluet bagian tengah tubuh Anda. Kenakan asesoris stocking atau legging jika menggunakan dress batik super mini agar penampilan terlihat lebih bergaya sekaligus memberi keleluasaan saat beraktivitas dengan mini dress.
Sumber : www.indokabana.com
Ada yang berbeda di Bandara Changi, Singapura. Selama tiga minggu, bakal ada pementasan tarian Indonesia, angklung dan kegiatan membatik. Seru!

Dalam rilis Kementerian Pariwisata yang diterima detikTravel, Senin (20/3/2017) Kementerian Pariwisata bekerjasama mutualisme dengan Changi International Airport Singapore. Persisnya, 10 Maret hingga 2 April 2017, terdapat semacam paviliun Indonesia tampil dalam tema 'Wonderful Indonesia pada Discover Indonesia: an Indonesian-Themed Exhibition in Changi Airport' di Terminal 3 bandaranya.

Kerjasama tersebut dinilai oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya menguntungkan kedua pihak. Bandara Changi punya suatu pamentasan menarik untuk para pengunjung, sedangkan nama Indonesia makin berkibar dan dikenali di kancah internasional.

"Tiga Minggu, Wonderful Indonesia menjaring 'ikan' di kolam tetangga. Bagi kita, juga untung. Bisa ikut promosi buat 15 juta wismannya Singapore setahun, dan para penumpang transit yang melewati Changi untuk beberapa jam saja" kata Arief.
Kegiatan membatik di paviiun Indonesia dalam Bandara Changi (Dok Kemenpar)Kegiatan membatik di paviiun Indonesia dalam Bandara Changi (Dok Kemenpar)

Menurut Asdep Pengembangan Pemasaran Mancanegara Wilayah ASEAN, Rizki Handayani, kegiatan yang digelar Kemenpar bekerjasama dengan KBRI Singapura dan Changi Airport Group (CAG) ini sudah berlangsung sejak 2014 lalu. Hasilnya semakin bagus, dan sekarang diperkuat dengan Visit ASEAN@50, keputusan bersama dalam ministrial meeting di Singapore 2017, untuk bersama-sama memasarkan pariwisata kawasan ASEAN. Program di Changi ini menjual 2 country 1 destination, bukan hanya berjualan Changi atau Indonesia saja.

Para pengunjung akan melihat cultural performances diantaranya tarian nusantara, demo batik, carnival, fashion show, dan musik sasando. Selain itu Kemenpar juga mengadakan promosi suvenir dan kuliner, coffee corner, lukis batik, pengisian visitors feedback, games dan memainkan musik angklung.

Sejak hari pertama acara hingga tanggal 19 Maret 2017 kemarin, para penumpang transit yang singgah di lokasi festival semuanya antusias dengan apa yang disajikan Kemenpar (Kementerian Pariwisata). Para wisatawan yang hadir di bandara tersebut ramai-ramai melihat dan mencoba semua persembahan Kemenpar salah satunya saat bermain alat musik angklung dan Lukis batik.

Pada pelaksanaan di minggu pertama, aktivitas yang dilakukan antara lain pertunjukan tarian, promosi suvenir dan kuliner, coffee corner, lukis batik, permainan angklung dan pertunjukan musik sasando. Di paviliun Indonesia juga dilakukan aktivitas pengisian visitor's feedback dan games dengan pertanyaan seputar Wonderful Indonesia.

Selama 3 (tiga) hari pelaksanaan di akhir pekan pertama, diperkirakan 4000 pengunjung merasakan kehangatan paviliun Indonesia. Paviliun Indonesia dibuka bagi pengunjung Terminal 3 Departure selama 3 minggu penuh sampai dengan tanggal 2 April 2017.

"Menurut hemat kami, Changi Airport International merupakan tempat yang sangat strategis untuk berpromosi, bukan hanya ditujukan untuk calon wisman asal Singapura akan tetapi wisman yang transit dari berbagai belahan dunia kerena posisinya sebagai hub. Tahun ini, keikutsertaan Kemenpar yang bersifat pendukungan dinilai sangat efektif dan efesien karena mendapatkan eksposur yang sangat besar dengan waktu yang cukup lama tetapi anggaran yang dikeluarkan tidak besar," pungkas Rizki Handayani.
Sumber : travel.detik.com
 Sebanyak 14 batik asli Puro Pakualaman dipamerkan di Gedung Danawara Ndalem Puro Pakualaman mulai 9-11 Maret 2017 kemarin. Semua batik yang dipamerkan merupakan karya GKBRAA Paku Alam X yang diambil dari serat kuno milik PA II hingga PA X.

R Bayu Hendarto Koordinator Pameran mengatakan, pameran ini digelar dalam rangka Hadeging Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta ke 211 tahun (Jawa). Menurutnya tidak semua batik khas Pakualaman dipajang dalam pameran ini. Hanya 14 motif khas Pakualaman yang dipamerkan dari serat serat kuno milik Pakualaman.

"Dari serat itu dibuat ilustrasi jadi bagian ide dibuat karya istri Paku Alam X. Diambil dari serat kuno PA II lalu dibuat ilsutrasi lalu jadi bagian ide karyanya sama gusti kanjeng. Serat seratnya ada serat Sestradi, Astrobroto,Condro Kinasih, Wukir Kusumo, Punjonggowati, Winoyo Kusumo," ujarnya, Jumat (10/3/2017).

Bayu mengatakan pembuatan batik tulis tersebut memakan waktu hingga berbulan-bulan. Batik tulis juga dianggap memiliki harga yang tak ternilai, sebab batik ini merupakan hasil peninggalan leluhur sejak zaman Majapahit di abad ke-12, yang menyimpan nilai-nilai filsafah.

"Batik Sestradi itu gambaran kehidupan manusia divmana kebaikan menjadi jalan utama manusia. Jadi Sestradi itu manusia harus punya ketetapan hati harus mencintai lingkungan dan lain-lain," ujar Bayu menambahkan.

Sementara itu, Huniati salah seorang pengunjung mengaku senang bisa berkunjung ke acara pameran tersebut. Sebab ia bisa belajar dan mengetahui langsung batik khas Pakualaman yang diambil dari serat kuno. Pameran batik ini juga dimanfaatkan generasi muda untuk belajar tentang budayanya sendiri.

"Melestarikan budaya di Jogja terutama di lingkungan keraton. Ini unik sekali, bahannya katun nomor satu dan batik tulis. Ini langka dipasaran. Kalau ini dilestarikan bisa meningkatkan budaya. Harganya pasti mahal pasti di atas satu juta karena proses pembuatannya sangat lama dan bentuknya juga rapi. Motifnya jenis-jenisnya itu juga sulit, harganya pasti mahal," kata Huniati.
Sumber :  lifestyle.liputan6.com
Batik tulis Tegalan kini tak lagi terpancang pada pakem motif batik klasik. Beragam corak dan motif baru diikuti untuk menyesuaikan dengan selera konsumennya. hal itu dilakukan agar para perajin tetap mendapatkan penghasilan.

Motif yang dikembangkan tersebut merupakan motif-motif khusus yang dibuat sesuai dengan pesanan. Seperti halnya motif yang khas ibukota Jakarta yakni gedung-gedung pencakar langit, Tugu Monas, gereja, Tugu Pancoran, penari jaipong dan juga ondel-ondel.

Salah satu perajin, Yanti asal Kelurahan Keturen Kota Tegal mengatakan motif batik Jakarta itu adalah pesanan dari sebuah galeri batik di Jakarta. Karena hanya menggunakan dua warna, harga satu lembar kain batik tulis Tegalan tersebut sekitar Rp250 ribu. Sedangkan untuk motif batik klasik dijual dengan harga Rp350 ribu per lembar.

"Jenis kain yang digunakan untuk membatik adalah kain primis seharga Rp 40.000 kemudian digambar dengan pensil sesuai permintaan pemesan, kemudian dibatik menggunakan lilin yang dicairkan, setelah itu dicelupkan ke pewarna kain dan direbus dengan air panas, fungsi merebus itu untuk menghilangkan lilin yang menempel pada kain, dikeringkan kemudian dibatik lagi. Sehingga semakin banyak warna pada kain batik maka harganya semakin mahal," tutur Yanti kemarin.

Setidaknya butuh wakru 15 hari hingga satu bulan untuk proses pembuatan satu kain batik tulis Tegalan ukuran 2 meter x 20 centimeter. Ia mengatakan telah menekuni usaha ini secara turun temurun. "Saya belajar membatik dari ibu dan Dinas Perindustrian jika ada program pelatihan sering mengajak para perajin batik untuk mengikuti pelatihan-pelatihan di luar kota agar para perajin batik bertambah mahir dalam membatik dan juga bisa mengikuti mode untuk motif-motifnya," jelasnya.

Menurut Yanti, di Kota Tegal hanya tinggal lima kelompok batik tulis Tegalan yang masih eksis, seperti kelompok Keturen, Bandung, Kalinyamat Wetan, Kalinyamat Kidul dan Debong. Di tempatnya ada sekitar dua puluh perajin batik tulis Tegalan. Selain membuat batik pesanan ia pun terus melestarikan batik tulis Tegalan bercorak klasik.
Ia mengatakan kendala yang dihadapi saat ini yakni terkait dengan pemasaran. "Batik tulis Tegalan bercorak klasik seperti corak fajar, kuku macan, kawung, kembang pacar ke khasan batik tulis Tegalan adalah pada warna-warna yang cerah dan biasanya dalam satu kain batik ada empat sampai lima warna makanya harganya mahal, dan kami berharap bisa dibantu tentang pemasaran," katanya.

Para perajin ungkapnya mengaku berharap Pemerintah bisa mendukung keberadaan batik tulis Tegalan dan membangunkan tempat penjualan batik seperti galeri. "Jadi kami bisa memamerkan hasil kerajinan batik kepada masyarakat dan pangsa pasar juga bisa semakin luas," tandasnya. 
Sumber :  merdeka.com
Pemain legendaris Deportivo La Coruna, Manuel Pablo, menerima batik Indonesia yang diberikan peserta #LaLigaSantanderExperience, Valentinus Fun, di megastore Stadion Riazor, La Coruna, Minggu (12/3/2017).

Manuel Pablo hadir sebagai duta Deportivo La Coruna. Pemain yang baru gantung sepatu pada akhir musim lalu itu dengan ramah memenuhi permintaan foto dan tanda tangan dari para peserta #LaLigaSantanderExperience, termasuk kru beIN Sports Asia.

"Saya senang bisa bertemu dengan Manuel Pablo secara langsung. Saya tahu dia merupakan satu di antara pemain yang pernah membela Deportivo La Coruna pada masa keemasan," kata Valentinus kepada Bola.com.

Kesempatan bertemu dengan Manuel Pablo merupakan satu di antara serangkaian acara yang dibikin pihak La Liga. Valentinus, pemenang kuis beIN Sports Asia mengaku antusias dengan pengalamannya mengunjungi Negeri Matador.

Para peserta #LaLigaSantanderExperience berhak menonton laga Deportivo La Coruna kontra Barcelona secara langsung. Tak hanya itu, mereka pun mendapat kesempatan mengikuti tur kota La Coruna satu hari sebelum pertandingan.

"Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Kita bisa melihat pemain saat turun dari bus dan masuk ke stadion. Kita juga mendapat akses yang luar biasa. Tidak semua orang bisa mendapat kesempatan ini," ujar Valentinus yang mengajak serta istrinya, Aridelina.

"Saya berharap kegiatan ini ada setiap tahun. Jadi, banyak para suporter lain yang bisa merasakan sesuatu yang luar biasa dari La Liga Santander Experience," ujarnya. 
Sumber : www.bola.com
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu  mendukung upaya untuk mengembangkan batik Besurek (batik bersurat) di Kota Bengkulu lewat program pembiayaan, pelatihan dan pendampingannya.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu Endang Kurnia Saputra pada Ahad, 26 Februari 2017 mengatakan saat ini kain batik yang motifnya terinspirasi kaligrafi tersebut belum mampu menarik minat pasar luar daerah atau mancanegara. "Batik Besurek ini indah, kita ingin menjadi salah satu yang diperhitungkan bahkan di tingkat internasional," kata dia.

Bank Indonesia saat ini sedang menyurvei kelompok pelaku usaha batik yang akan menjadi target program pembinaan dan pendampingan yang rencananya digulirkan Maret 2017.

Program itu diharapkan bisa menjadikan batik Besurek sebagai pilihan bahan para perancang busana Indonesia. "Ini yang akan kita dampingi, hasilnya nanti berupa batik tangan yang berkualitas, bukan produksi mesin, dan kualitasnya sesuai yang diinginkan desainer ternama," kata Endang.

Ia menambahkan Bank Indonesia ingin membantu para perajin batik Besurek di Bengkulu mengembangkan pasarnya di tingkat lokal maupun nasional. *
Sumber : tempo.co
Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-C/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) membagikan 250 Baju Batik Khas Indonesia kepada warga lokal di wilayah PK-6 Bangui, Afrika Tengah.

Dansatgas Kizi TNI Mayor Czi Widya Wijanarko mengatakan, pembagian baju batik tersebut diharapkan bisa mengenalkan batik Indonesia di Benua Afrika.

"Melalui pembagian baju batik diharapkan dapat memperkenalkan batik Indonesia di Benua Afrika khususnya Republik Afrika Tengah," kata Widya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (14/3).

Pembagian baju batik tersebut juga menunjukkan rasa peduli Pasukan Garuda kepada warga Republik Afrika tengah. Apalagi, setelah konflik berkepanjangan di negara ini mereka butuh perhatian dan dukungan, agar dapat membangun kembali negaranya.

"Kegiatan ini juga merupakan salah satu kegiatan Civil Military Coordination (CIMIC) yang dilakukan oleh Satgas Garuda di Minusca agar mendapat tempat dihati masyarakat Afrika Tengah," ucap Widya.

Kegiatan pembagian baju batik tersebut diawali dengan pemberian secara simbolis oleh Danton Vertikal Lettu Czi Angga Kusuma kepada Ketua Adat di wilayah itu.

Selain pembagian baju batik, masyarakat dan anak-anak dihibur sulap oleh Pasukan Garuda yang sedang melaksanakan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB.
Sumber : republika.co.id
Pagi itu, Selasa (7/9) suasana di Istana Kepresidenan Bogor tampak tenang. Kesibukan baru tampak di salah satu sudut istana yang sedang bersiap menyambut kedatangan tamu Negara dalam Spouse Program KTT Indian Ocean Rim Association (IORA) 2017 atau Konferensi Tingkat Tinggi Negara-negara Lingkar Samudera Hindia yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.

KTT IORA 2017 dihadiri sekitar 477 orang, termasuk para pemimpin negara, perdana menteri, dan menteri luar negeri dari 21 negara yang menjadi anggota IORA. Berbagai tema dibahas dalam dalam forum ini, seperti keamanan dan keselamatan maritim, fasilitasi perdagangan investasi, manajemen risiko bencana, manajemen perikanan, IPTEK, pariwisata dan pertukaran budaya, hingga blue economy dan pemberdayaan wanita.

Jamuan makan siang dalam Spouse Program di Istana Kepresidenan Bogor itu dihadiri oleh empat pendamping pemimpin negara dan pemimpin pemerintahan, yaitu Madam Suleikha Ghalinle Osman, istri Wakil Perdana Menteri Somalia; Madam Chew Poh Yim, istri Wakil Perdana Menteri Singapura; Madam Mwanamwema Shein, istri Wakil Presiden Republik Persatuan Tanzania; dan Madam Bongi Ngema-Zuma, istri Presiden Republik Afrika Selatan.

Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengajak para tamu untuk membatik. Dengan lincah, jemari mereka menggerakkan canting di atas kain sutera. “Rasanya punya saya berantakan sekali,” kata Madam Suleikha Ghalinle Osman, istri Wakil Perdana Menteri Somalia kepada Ibu Iriana yang membantunya membatik.

Lewat membatik, para tamu ditunjukkan betapa rumitnya proses pengerjaan sehelai kain batik yang indah. Sejumlah koleksi batik dari Museum Batik House of Danar Hadi, Solo juga dipamerkan di acara ini. Di antaranya, batik keraton, batik Jawa Hokokai, batik Tiongkok, dan batik Belanda.


Batik sutera yang tadi dibuat oleh para tamu akan diselesaikan oleh perajin batik di Solo dan dikirimkan sebagai kenang-kenangan. Motif batik yang disiapkan untuk tiap tamu juga istimewa. Misalnya, motif bunga anggrek untuk Madam Chew Poh Yim, istri Wakil Perdana Menteri Singapura.

Bentuk uluran persahabatan antara dua negara ini telah terjalin sejak lama. Anda bisa menemukan anggrek Dendrobium Iriana Jokowi dalam salah satu koleksi anggrek di National Orchid Garden, Singapore Botanical Garden. Nama Iriana diabadikan sebagai nama anggrek pada kunjungan kerja ke negeri singa pada tahun 2015 lalu. Selain Iriana Jokowi, nama Ani Yudhoyono dan Angela Merkel juga diabadikan sebagai nama hibrida anggrek yang dihasilkan Singapura.

Dalam acara ini, Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga didampingi Yasmin Sukmawira Fachir, istri Wakil Menteri Luar Negeri AM. Fachir. Yasmin bercerita, keindahan batik selalu menarik perhatian para tamu negara. Di Spouse Program KTT Asia Afrika 2015 lalu, para pendamping kepala negara dan kepala pemerintahan diajak Ibu Negara Iriana Joko Widodo melihat koleksi batik di Museum Tekstil, Jakarta.

Memang sulit untuk tidak jatuh cinta pada keindahan batik yang beragam. Madam Bongi Ngema-Zuma, istri Presiden Afrika Selatan sempat mencoba memakai beberapa kain batik dibantu Ibu Iriana. “Di Afrika juga ada motif serupa batik, namun berbeda dengan batik Indonesia. Saya menceritakan pada para tamu yang sangat antusias saat tahu bahwa batik Indonesia sangat bervariasi dari kualitas hingga harganya,” tutur Yasmin.

Selain memperkenalkan batik sutera, Indonesia juga menghadirkan koleksi mutiara Lombok. “Batik dan perhiasan mutiara Lombok itu tadinya tidak untuk dijual, namun ternyata para tamu suka. Jadi, ada beberapa perhiasan yang mereka beli,” tambah Yasmin yang mengaku senang menu makan siang hari itu disukai para tamu. Di antaranya, ada menu khas Indonesia seperti asinan sayur, sate lilit, dan nasi merah.

Usai jamuan makan siang, Ibu Iriana Joko Widodo sempat menjelaskan cara memakai kerudung gaya Indonesia kepada para tamu. “Setelah itu, Ibu Iriana gantian ditunjukkan cara melilit kain batik untuk penutup kepala ala Afrika Selatan oleh Madam Bongi Ngema-Zuma, istri Presiden Afrika Selatan.” Penutup kepala itu tetap dikenakan oleh Iriana hingga saat melepas kepulangan para tamu.

Doek, penutup kepala khas Afrika Selatan itu sejak dulu telah dikenakan oleh para wanita Afrika untuk berbagai kesempatan, seperti acara pernikahan, bahkan pemakaman. Selain menjadi fashion statement yang tegas, menurut tradisi, doek dikenakan oleh wanita matang, dan biasanya berstatus menikah. Meski demikian, kini banyak juga wanita muda Afrika yang mengenakan doek, untuk alasan praktis, terutama untuk tetap tampil gaya saat kondisi rambut sedang tak bersahabat.

Tanpa sadar, dalam pertemuan singkat sekitar 2,5 jam tersebut telah terjadi dialog budaya antara dua negara lewat para Ibu Negara yang saling berbagi pengetahuannya tentang kebiasaan warga lokal. Keramahtamahan khas Indonesia juga sepertinya diterima dengan baik oleh para tamu.

“Madam Suleikha Ghalinle Osman, istri Wakil Perdana Menteri Somalia yang baru pertama kali datang ke Indonesia sempat bilang pada saya, ia ingin kembali lagi ke Indonesia,” tutur Yasmin
Sumber :  www.femina.co.id
Makna, Nilai & Ragam BATIK
KEINDAHAN batik dinegeri kita atau yang lebih dikenal dengan batik nusantara dengan aneka warna dan motif memang sarat dengan makna. Tak heran, batik memiliki daya pikat luar biasa untuk masyarakat Indonesia, maupun turis asing. Di balik keindahan batik, ternyata banyak orang tak mengetahui bahwa hanya terdapat 2.500-an motif batik Nusantara yang baru terdaftar. Padahal, masih banyak pola dan ragam batik tradisional dan modern lainnya yang belum terdaftar.

Batik berasal dari bahasa Jawa yaitu ”amba” yang berarti menulis dan ”nitik” yang berarti titik. Kata Batik sendiri merujuk pada teknik pembuatan corak yang menggunakan canting atau cap dan encelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak ”malam” (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna.

Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing. Jadi kain batik ada-lah kain yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang warna. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan (polyester). Kain yang pembuatan corak dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik ini dikenal dengan kain bercorak/bergambar batik – biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak (print) – bukan kain batik.

Batik adalah sehelai wastra (kain) yang dibuat secara tradisional, dengan beragam hias pola tertentu yang proses pembuatannya menggunakan bahan lilin atau malam sebagai bahan perintang warna.Saat ini batik telah muncul di berbagai negara dengan ciri khas masing – masing. Batik Indonesia merupakan salah satu batik tertua di dunia yang punya ciri khas sangat khusus yang tidak dapat ditiru atau dibandingkan dengan negara lain. Di setiap garis dan gambar batik Indonesia mempunyai arti dan falsafah. Pemakaiannya pun ada aturannya. Misalnya untuk acara perkawinan batik yang dikenakan adalah batik Truntum atau Sidomukti.

Berdasarkan tradisinya, batik dibedakan menjadi dua yaitu batik keraton dan batik pesisir. Batik Keraton adalah batik yang lahir, dipelihara dan dikembangkan dilingkungan Keraton. Yaitu seperti di Keraton Yogyakarta, Surakarta, Keraton Sumenep, Keraton Kesepuhan, Keraton Kanoman dan Kacirebonan.

Batik Pesisir adalah batik yang tumbuh dan berkembang diluar dinding Keraton. Batik pesisiran ini lebih banyak dipengaruhi oleh kecenderungan komoditas barang dagangan. Keindahan sehelai kain batik dapat dilihat secara visual yaitu rasa indah yang diperoleh karena perpaduan yang harmoni dari susunan bentuk dan warna melalui penglihatan atau panca indera.

Keindahan batik juga dapat dilihat melalui jiwa atau yang lazim disebut dengan keindahan filosofis, yaitu rasa indah yang diperoleh karena susunan arti lambang ornamen-ornamennya yang membuat gambaran sesuai dengan paham yang dimengerti. Batik tersebut misalnya pada motif Semen Rama harus ada unsur Meru (gunung), Api (geni), Ular atau Naga (tanah atau air), Burung (angin), Garuda atau Lar/Sawat (mahkota/penguasa tertinggi).

Setiap batik di Indonesia mem-punyai nilai-nilai yang sangat berarti, namun pada dasarnya setiap batik memiliki nilai–nilai dasar didalamnya yaitu :

• Nilai penampilan (appearance): Bentuk Motif atau nilai wujud yang melahirkan benda seni. Ada nilai bentuk dan nilai struktur.

• Nilai isi (content) : atau filosofi yang terkandung didalam motif, yang dapat terdiri atas nilai pengetahuan (kognisi), nilai rasa, intuisi bawah sadar manusia, nilai gagasan, dan nilai pesan atau nilai hidup (values) yang dapat terdiri atas nilai moral, nilai sosial, nilai religi, dsb.

• Nilai pengungkapan (presentation) : yang dapat menunjukkan nilai bakat & kepribadian seseorang.
Sumber : batiku.com
Hologram yang bakal dipasang pada batik asli buatan Indonesia, semakin gencar disosialisasikan oleh Badan Pengurus Cabang (BPC) Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft (Asephi) Pekalongan. Ketua BPC Asephi Pekalongan Romi Oktabirawa menerangkan, hal ini dilakukan untuk melindungi batik asli Tanah Air.

Selain itu dia menambahkan pemasangan hologram pada batik tersebut juga untuk menjaga kelestarian batik. "Hologram itu sebagai penanda batik asli. Sehingga bisa melindungi dan melestarikan batik asli yang ada di Indonesia," katanya usai sosialisasi hologram batik asli di Hotel Pesona.

Lebih lanjut dijelaskannya batik asli yang bakal dipasang hologram yakni batik tulis, batik cap dan kombinasi keduanya. Hal itu sesuai dengan penghargaan yang diberikan oleh UNESCO (United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization). "Yakni prosesnya. Sebab batik adalah proses, bukan tekstil. Kalau printing itu tidak batik, namun produk tekstil yang menyerupai batik," jelas dia.

Menurutnya, dalam proses membuat motif batik dilalui dengan berbagai cara. Antara lain yakni proses spiritual maupun tirakatan. "Jadi ada makna filosofi dalam sebuah motif batik yang merupakan hasil tirakat. Tidak gampang membuat motif, tidak seperti sekarang yang sudah sangat mudah. Sebab, saat ini bisa juga, maaf dengan teknologi digital. Jadi batik Indonesia dan Jawa tidak hanya goresan tangan saja, tapi ada makna filosofi historikalnya," terangnya.

Pihaknya berharap seluruh perajin batik bisa segera menggunakan hologram batik, sehingga para perajin bisa melindungi karya batiknya. "Nanti saat pameran inacraft, para perajin batik sudah menggunakan hologram ini. Batik wajib, sebab pilot projek hologram ini. Total ada sekitar 150 perusahaan/perajin batik di Pekalongan," harapnya.

Sementara itu Wakil BPC Asephi Pekalongan Arif Wicaksono mengatakan, kedepannya juga akan menggunakan aplikasi yang bisa gunakan pada HP cerdas. Sehingga para konsumen tidak kesulitan lagi untuk mengetahui keaslian batik tersebut. "Kedepan tinggal menggunakan aplikasi HP, seperti barcode umumnya. Jadi nanti ketahuan batik itu asli atau tidak. Kalau dipalsukan juga akan ketahuan, saat dicek menggunakan aplikasi bisa ketahuan itu produk milik siapa," papar dia.

Selain batik asli, dia menambahkan, produk handicraft Indonesia lainnya juga akan dipasang hologram. Dirinya memberikan contoh yakni tenun. "Nantinya tenun juga akan dilindungi dengan hologram. Bertahap. Selain bisa melindungi, diharapkan juga ada nilai tambah setelah dipasang hologram tersebut," tambahnya. 
Sumber : sindonews.com