Diberdayakan oleh Blogger.

Seharag Batik

Tokoh Batik

The Latest

Memuliakan Perca Batik ala Ibu-ibu di Banyuwangi
Potongan perca kain batik Banyuwangi yang biasanya dibuang dimuliakan oleh ibu-ibu rumah tangga menjadi produk kreatif mulai dari tas, dompet, aksesori hingga sandal khusus hotel.

"Biasanya potongan perca kain batik ya dibiarkan. Kalau pun ada yang beli sekilo dihargai Rp 15.000. Itu pun dijadikan keset kaki. Sayang kan batiknya," ujar Doni Artama, pemilik usaha tas batik Banyuwangi, Selasa (30/7/2016).

Bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan Banyuwangi, dia mengajarkan cara mengolah kain perca batik kepada ibu-ibu rumah tangga dengan syarat khusus, yaitu harus bisa menjahit.

"Untuk menyambung kain batik walaupun perca harus simetris dan rapi tidak boleh asal asalan," ucap laki-laki berusia 36 tahun tersebut.

Harga jual dari produk yang terbuat dari kain perca tersebut bisa mencapai Rp 150.000 untuk tas ransel. Namun yang sangat laku dan di sering dicari adalah sandal hotel atau slipper.

"Biasanya yang beli adalah hotel hotel di Banyuwangi karena ada imbauan dari pemerintah kabupaten agar hotel mengikutsertakan ciri khas lokal salah satunya ya batik di sandal hotel," ujar Doni.

Untuk sandal hotel batik dihargai antara Rp 4.500-Rp 5.000 sepasang. Per minggu, orderan mencapai minimal 100 pasang.

Dengan menggunakan perca kain batik, ongkos produksi bisa lebih murah. Untuk sekilo kain perca batik bisa dibuat menjadi 50 pasang dan bisa dikerjakan secara manual dalam waktu sehari.

Keuntungan dari penjualan produk berbahan kain perca batik lumayan tinggi, namun dengan biaya produksi yang rendah.

"Kami ajarkan beberapa model sandal hotel termasuk polanya serta cara menjahitnya. Apakah full ditutup kain batik atau hanya alasnya saja," ucapnya.

Dengan penggunaan perca, maka pembuat dituntut untuk kreatif memodifikasi.

Sementara itu, Kepala Disperindagtam Banyuwangi Hary Cahyo Purnomo menjelaskan, saat ini, Pemkab Banyuwanngi fokus pada industri batik sehingga limbah dari kain batik pun bisa diproduksi kembali dan memiliki harga jual tinggi.

"Batik Banyuwangi ini kan indah. Mubazir kalau dibuang. Selain itu kan menambah penghasilan untuk ibu ibu yang menjahit," katanya, Selasa (30/8/2016).

Apalagi menurut Hary, kunjungan wisatawan di Banyuwangi mengalami peningkatan drastis termasuk juga jumlah hunian di hotel dan penginapan.

"Hotel dan penginapan harus ada ciri khas lokal untuk membedakan dengan tempat lain salah satunya dengan memberikan sentuhan batik termasuk pada sandal hotelnya sehingga pengunjungnya terkesan," pungkasnya..
Sumber : kompas.com
Saat ini trend batik sudah semakin melebar dan digunakan oleh semua orang. Bahkan setiap hari Jumat di kebanyakan kantor di Jakarta mewajibkan pegawai kantornya untuk mengenakan batik saat masuk kerja. Jika dulu batik dianggap gaya berpakaian resmi, sekarang mulai banyak muncul pakaian batik yang bisa digunakan untuk gaya kasual! Tapi Anda harus tahu tipsnya bagaimana cara mengenakan batik untuk acara kasual tanpa terlihat saltum alias salah kostum!
  1. Pilih batik dengan motif yang cerah sehingga memberikan kesan yang ceria dan segar pada Anda.
  2. Pilih model baju batik yang sederhana saja untuk acara kasual.
  3. Jangan menggunakan aksesoris berlebihan karena batik sudah bermotif ramai. Less is more! 
  4. Pilih bahan batik yang terbuat dari katun sehingga nyaman dipakai untuk kegiatan sehari-hari.
  5. Padu padankan batik Anda dengan aksesoris/pakaian lain yang polos. Contohnya: jika sudah mengenakan baju atasan batik, pilih rok polos atau celana panjang polos.
Sumber :  www.hadiah.me
Berbagai macam corak unik dan warna menjadikan batik Indonesia ini sangat spesial sesuai dengan khas daerahnya masing-masing. Oleh karena itu, kadang hal ini yang membuat kita bingung menentukan pilihan batik mana yang cocok bagi kita.

Fitting/Ukuran

Tips memilih batik yang baik adalah perhatikan ukuran. Ukuran menjadi hal yang utama dalam memilih batik, karena hal ini akan menunjang penampilanmu. Jangan pilih batik yang kebesaran atau kekecilan, karena hal ini bakalan tidak enak dipandang. Perlu diketahui memakai batik bagi pria pada umumnya caranya adalah dikeluarkan, tidak dimasukkan dalam celana. Makanya, kamu perlu memperhatikan agar tidak terlalu panjang atau terlalu pendek.

So, kamu harus respect dengan ukuran baju batik pilihanmu agar pas dengan badanmu, karena nggak peduli semahal batik yang kamu pakai kalo nggak pas, kelihatan murahan dan nggak cocok. Kamu harus jeli memilih batik, karena kebanyakan batik yang dijual adalah batik yang siap pakai yang kadang-kadang ukurannya buruk, ada yang terlalu lebih ke samping, kadang ada lengan yang terlalu lebar/panjang dan masih banyak lagi.

Bahan

Memilih bahan yang bagus dan sesuai dengan bentuk dan warna kulit adalah tips memilih baju  batik yang selanjutnya. Karena yang membedakan kualitas dari suatu batik adalah bahan untuk membuat batik, yang terdiri dari bahan kain dan cara membatik.

Bahan dengan kelas high end sampai batik biasa berbahan katun. Selain bahan kain untuk batik, cara membatikpun bisa menjadi harga batik lebih tinggi.Tapi ingat tidak selamanya batik tulis berbahan sutra cocok dengan kamu, tergantung warna kulitmu dan keperibadianmu.

Warna

Tips memilih baju  batik yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah warna dominan dasar batik atau background batik. Warna dasar inilah yang bisa menjadi patokan bagi kamu ketika memilih batik untuk dipadupadankan dengan pakaian lainnya atau warna kulitmu.

Warna gelap bisa kamu kenakan saat menghadiri acara kasual seperti merah, kuning atau ungu. Sedangkan untuk menghadiri acara formal kamu bisa memilih warna lebih gelap atau monokrom.

Motif

Motif batik memang beraneka ragam dan karena motif juga berpengaruh, tips memilih batik berikutnya adalah pilihlah motif-motif yang unik dan khas, dan tentunya yang cocok dengan penampilanmu. Pastikan bahwa perpaduan antara warna motif batik dengan warna dasar batik sesuai dan serasi.

Tentukan Event-nya

Sebelum kamu memutuskan membeli baju bati, tips memilih batik anak muda adalah tentukan event mana yang hendak kamu datangi dengan baju batikmu. Tidak ada patokan khusus dalam mengenakan batik. Namun sebaiknya saat kamu datang ke acara casual mengenakan motif flora atau fauna ataupun lainnya dan mempunyai warna dasar dominan terang dengan kemeja lengan pendek.

Sedangkan untuk batik formal lebih baik kamu memilih kemeja bisa lengan panjang atau pendek yang tidak terlalu banyak memiliki variasi model, hanya sekedar simple dan minimalis dan mempunyai satu corak motif batik dengan warna-warna yang lebih soft dan elegan.

Desain

Tips memilih batik anak muda terakhir ini adalah, khusus bagi para cewek. Karena model baju batik yang beraneka ragam, pilihlah desain baju yang sesuai dengan karaktermu, kalo bisa pilihlah desain yang tak banyak di pasaran, agar tampilanmu lebih beda. Nah, itulah tips memilih batik yang bisa kamu praktekkan saat kamu hendak membeli batik.
Sumber : www.youngnesia.com
Busana Batik adalah kain yang dihias dengan teksture dan motif batik yang mempunyai makna beraneka ragam, makin gaya dengan variasi corak dan warna kaya khas Indonesia. Selain itu juga menjadi pilihan pasangan saat akan menghadiri undangan acara  resmi atau penikahan kerabat.
  1. Anda perlu melakukan perpaduan jika menggunakan busana batik dengan pasangan anda, karena tak semua corak batik akan terlihat menarik jika dikenakan seragam untuk berpasangan.
  2. Ada juga batik yang dibuat untuk digunakan berpasangan, namun ada juga yang harus dipakai tersendiri, Pasangan bisa melakukan kombinasi warna-warna  dalam berbusana batik.  
  3. Saat menghadiri acara bersama pasangan tak harus selalu menggunakan batik yang sama persis corak, cukup dengan memadukan  warnanya saja akan terlihat sebuah keharmonisan pasangan.
  4. Untuk memberikan aksen batik pada penampilan dan terlihat kompak dengan pasangan yang menggunakan busana polos, gunakan saja selendang batik supaya terlihat lebih cantik.
  5. Dan yang terakhir sekedar intermezo, Jangan lupa menggandeng pasangan untuk menambah Kekompakan & terlihat Mesra di sela-sela tamu undangan yang hadir pastinya.

Sumber : klik di sini
Seiring perkembangan fashion, batik dinilai bukanlah hal kuno lagi. Bahkan, berkat tangan kreatif para desainer, kini batik hadir dengan beragam mode yang trendi. Tren ini pun membuat pecinta fashion tak segan mengenakan batik dalam berbagai kesempatan.

Dengan padu padan yang tepat, batik bisa dikenakan di berbagai acara. Mulai dari formal hingga santai. Namun pengamat batik, Anton Diaz menyarankan untuk tidak berlebihan saat mengenakan batik. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

"Saat ini banyak orang mengenal batik tapi tidak sedikit juga yang terlihat over juga dalam penerapannya. Jadi jangan sekali-sekali memakai batik yang tampak dari ujung rambut hingga ujung kaki, itu akan terlihat berlebihan," papar Anton Diaz di Plaza Senayan, Jakarta.

Berikut tips menggunakan batik untuk berbagai acara menurut Anton Diaz.

1. Santai
Untuk acara santai seperti arisan, kasual di luar ruangan tanpa pendingin, pilihlah batik yang terbuat dari katun karena menyerap keringat. Katun memiliki pori yang besar. Kemudian bisa juga memakai bahan dari silk dan katun. Motifnya bebas. Bisa disesuaikan dengan dress code.

2. Pesta malam tradisional
Untuk pesta tradisional malam hari bisa menggunakan kebaya kutu baru modern atau kebaya kurung yang dipadu dengan mengenakan kain  batik. Untuk yang menggunakan hijab, kebaya kurung sangat pas.

3. Pesta malam internasional
Pakai gaun little black atau baju terusan tanpa lengan. Itu merupakan busana paling aman dan hanya tinggal ditambah sedikit aksen mutiara. Bahannya bisa pilih sifon silk dan satin silk. Memilih batik sogan juga sudah paling aman atau dress yang cantik.
Sumber : lifestyle.sindonews.com
Batik, kini sudah menjadi warisan budaya tanah air yang mendunia. Batik telah berkembang menjadi industri, meskipun dalam skala kecil tetapi sudah menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi di wilayah DIY. Tetapi batik menjadi bagian tak terpisahkan dari Yogyakarta. Terlebih Yogyakarta dikenal sebagai Kota Batik Internasional.

Namun batik kini tak lagi diklaim sebagai warisan adiluhung masyarakat Jawa. Karena ternyata batik ada di hampir seluruh daerah yang ada di Indonesia. Dan setiap daerah memiliki ciri khas tertentu dengan batik daerah lain. Sehingga batik kini dikenal sebagai salah satu kekayaan nusantara. Batik merupakan karya terbesar dari seniman kreatif bangsa Indonesia.

Batik Nusantara merupakan salah identitas budaya yang hingga kini masih dijaga dan terus  dilestarikan di berbagai pelosok Indonesia. Namun tidak banyak orang yang mengetahui jika batik tak sekedar dari kain yang diberi corak dengan lilin semata. Karena batik memiliki nilai yang penuh dengan filosofi di balik setiap bentuk corak yang tertuang dalam kain ataupun media lainya.

Di balik sejarah panjang batik,  tersimpan banyak makna filosofi. Sejak ratusan tahun silam, batik Nusantara telah menjadi salah satu produk budaya khas bangsa ini, yang memiliki nilai filosofi, ekonomi maupun sosial kultural. Batik tumbuh dan berkembang seiring jaman yang hingga kini menjadi salah satu warisan budaya dunia.

Salah satu yang kini tengah dirintis oleh pengusaha muda adalah Sogan Batik. Pencetus Sogan Batik, Iffah M Dewi mengatakan, Sogan Batik memiliki motif yang unik nan eksotik. Motif kontemporer yang terus berkembang tanpa melupakan motif motif batik asli seperti sekar jagad, kawung truntum atau parang masih menjadi ruh dari Sogan Batik.

"Tak sekedar batik klasik Yogyakarta, tetapi motif batik dari berbagai daerah lain di  Nusantara masuk dalam motif Sogan Batik," tuturnya.

Tak hanya itu, Sogan Batik bahkan juga memiliki motif batik berciri unik lainnya mulai dari makam makam raja Imogiri. Motif lain yang ada seperti Mataram legacy atau motif prajurit Mataram hingga motif khasanah bangunan dan arsitektur Andalusia yang kini masih banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Arsitek Andalusia masih ditemuka di Indonesia karena pengaruh bangsa barat ketika menjajah Indonesia.

Sebagai pencipta Sogan Batik, ia tetap berkomitmen untuk tak sekedar menyuguhkan sebuah karya batik namun juga menarasikan pesan sejarah Nusantara dan Islam di dunia. Nilai-nilai inilah yang dijadikan pakem utama dalam mengembangkan motif.  Di sisi lain,  setiap proses produksi batik baik dari desain, pola, pembatikan, pewarnaan,  penjahitan sampai dengan selesai diiringi dengan dzikir.

Setelah belajar dari filosofi nilai-nilai Islam yang begitu luhur, ia mencoba menuangkannya ke dalam goresan motif batik. Bahkan secara khusus, ia menciptakan Sogan Batik dengan motif khusus yang ia beri tema Batik Berdzikir. Motif islami ia angkat berdasarkan kebiasaan di tempat produksi Sogan Batik yang tidak lepas dari nilai-nilai Islami.

"Batik berdzikir secara khusus akan hadir dalam ajang Yogya Fashion week 2016 ini,"ujarnya.

Sogan Batik akan menampilkan karya unik yang memadukan unsur tenun motif Maluku. Tak hanya itu,  Batik tulis warna Coklat Sogan dengan motif Maluku akan ia padukan dengan lurik khas Jawa. Dua budaya yang berbeda tersebut akan ia kemas dalam satu koleksi yakni Jaziratul Muluk. Sebuah karya batik yang ia ambilkan dari cerita sejarah Islam.

Batik Jaziratul Muluk diinspirasi dari kisah Ibnu Battuta di abad ke-13 lalu. Ibnu Battuta merpuakan seorang pengelana muslim dari Maroko sampai kepada suatu kepulauan yang kaya akan rempah dan menyebutnya sebagai Jaziratul Muluk atau Jazirah (nya) para Malik (Raja). Menurutnya, ada 4 kerajaan Islam di Maluku, yaitu Ternate Tidore, Jailolo, Bacan yang menjadi inspirasi.

Komoditas cengkeh dan Lada menjadi komoditas utama daerah kepulauan ini sehingga menarik para pedagang Nusantara maupun asing. tak sekedar menjadi komoditas perdagangan, bahkan cengkeh dan lada ini menjadi hiasan dekoratif termasuk dalam motif batik tulis yang digunakan.  Kemunduran Kerajaan Ternate disebabkan karena adu domba oleh bangsa asing dengan Kerajaan Tidore. Kemudian Ternate Tidore bersatu dan berhasil mengusir penjajah,  namun kemenangan tersebut tidak bertahan lama sebab VOC oleh Belanda berhasil menaklukkan Ternate dengan strategi dan manajemen organisasi yang maju.

Melalui batik yang ia desain  itulah, Iffah ingin menggambarkan betapa Indonesia ini diberikan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Namun sejarah selalu bercerita adanya adu domba dengan saudara sebangsa sehingga berakhir pada kemunduran. Iffah seolah ingin berpesan agar generasi muda saat ini harus belajar sejarah agar tahu masa suram bangsa dan berbagai penyebabnya.

"Belajar dari masa lalu, menjadi tantangan kita di masa kini untuk selalu menjaga semangat persatuan dan persaudaraan,  agar menjadi bangsa yang kuat dan memiliki jati diri Pesona tersendiri," paparnya di workshopnya di Rejodani Sleman.

Penikmat Batik asal Yogyakarta Yudha, mengaku tertarik dengan padu padan antara budaya Jawa dengan Maluku. Ia tidak menyangka kombinasi yang disajikan Sogan Batik dalam karyanya mampu menghasilkan gaya busana yang berbeda. Vokalis band lokal ini mengaku senang dengan penampilan yang berbeda dibanding khalayak umum lainnya.

"Saya senang kalau bisa tampil beda.Seperti Sogan Batik ini berbeda dengan batik pada umumnya," ujarnya
Sumber : sindonews.com
 Batik memang identik dengan Indonesia. "Batik, the Soul of Indonesia" , demikian tema pameran koleksi batik klasik dan kontemporer yang bisa disaksikan oleh publik negeri Ginseng selama seminggu, dari Rabu-Senin (22-27 Juni 2016). Pameran yang dihelat di Ganainsa Art Center, distrik pusat seni terkenal di kota Seoul, Insadong, telah dibuka secara resmi oleh Dubes RI untuk Republik Korea John A. Prasetio dan Chairman Hansae Yes24 Foundation Lee Ke Woo pada Rabu (22/6) malam.

Di tengah hujan yang mengguyur Kota Seoul di awal musim panas ini, upacara pembukaan pameran dihadiri lebih dari 100 undangan, antara lain Dirjen Hubungan Budaya Kemlu Korea Choi Young-sam, Staf ASEAN-Korea Center, akademisi dan media, serta publik pecinta seni.

Pameran batik ini diselenggarakan oleh Hansae Yes 24 Foundation bekerja sama dengan Kemlu Republik Korea, KBRI Seoul, Museum Tekstil Indonesia dan Indonesian-Korean Culture Studies. Sebanyak 30 kain-kain batik motif tradisional yang indah dan menawan koleksi Museum Seni Indonesia dan puluhan koleksi batik kontemporer milik empat desainer terkenal akan dapat dinikmati oleh publik, khususnya pecinta seni di Korea selama 6 hari ke depan.

Batik-batik yang dipamerkan bermacam-macam motif mulai dari batik tradisional keraton sampai dengan batik pesisir seperti batik motif Mega Mendung. Terdapat juga display seni batik kontemporer karya seniman batik Indonesia Harry Darsono, seorang perancang busana haute-couture yang sudah terkenal di dunia fesyen international dimana hasil karyanya digunakan oleh berbagai bangsawan dunia antara lain mendiang Putri Diana dan Ratu Thailand. Selain karya Harry Darsono, beberapa karya seniman batik lainnya juga menjadi bagian dari pameran ini, seperti karya Agus Ismoyo dan Nia Fliam dari studio batik Brahma Tirta Sari, Rumah Batik Azmiah dengan motif batik Jambi dan produsen batik high-end Indonesia Alleira Batik.

Dubes John A Prasetio dalam sambutannya mengharapkan pameran batik ini dapat menjadi sarana bagi masyarakat Korea untuk lebih mengenal Indonesia. "Melalui pameran batik yang sudah diakui UNESCO sebagai a Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity, dapat meningkatkan hubungan persahabatan antara rakyat Korea dan rakyat Indonesia," ujar Dubes John.

Sementara itu, Chairman Hansae Yes24 Foundation Lee Kye-Woo menyampaikan, yayasannya memutuskan untuk mengadakan pameran batik ini berdasarkan keyakinan bahwa pemahaman mendalam tentang budaya, sejarah, dan filosofi suatu negara akan menjadi dasar kuat bagi persahabatan yang tulus sehingga akan memperluas dan memperkuat hubungan dan kerjasama ekonomi.

Menurut Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Seoul, M Fuad, perusahaan Hansae Yes24 yang bergerak di bidang tekstil dan produk pakaian, memiliki pabrik di Indonesia, selain di Vietnam, Myanmar, China, Nicaragua dan Guatemala.

President Seoul Institute of Arts Prof. Duk-Hyung Yoo yang berkesempatan hadir dalam pembukaan pameran menyatakan sangat mengagumi karya batik Indonesia dan tertarik untuk membuat pameran serupa di waktu mendatang. Secara khusus sang profesor mengundang wakil dari Museum Tekstil Indonesia untuk melakukan demo membatik di kampusnya selepas pameran.
Sumber : news.detik.com
Batik merupakan salah satu budaya bangsa yang harus senantiasa dilestarikan. Setiap negara biasanya mempunyai corak batik tertentu meski teknik membatiknya berbeda-beda.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kabul di Afghanistan pun mengadakan pelatihan membatik bagi mahasiswa dan mahasiswi di Afghanistan. Kegiatan itu pun disambut positif.

Ada sekitar 30 mahasiswa Fakultas Seni, Universitas Kabul, Afghanistan yang mengikuti pelatikan membatik itu. Pelatihan itu sendiri diselenggarakan pada Senin, 22 Agustus 2016.

"Pelatihan batik ini diselenggarakan untuk memperkenalkan batik kepada para mahasiswa dan mahasiswi Afghanistan, yang sejak tahun 2009 telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia," ucap Dubes RI untuk Afghanistan, Mayjen (Purn) Anshory Tadjudin, dalam keterangan persnya, Selasa (23/8/2016).

"Para peserta juga diharapkan dapat menciptakan kreasi batik dengan desain mereka sendiri menggunakan motif khas Afghanistan," imbuhnya.

Selain membatik, para peserta juga disuguhi berbagai makanan tradisional Indonesia. Makanan yang disajikan antara lain kue lapis, kue lumper dan risoles.
Sumber : news.detik.com
Kain batik memang indah dan pantas untuk dijadikan kekayaan budaya dan merupakan kebanggaan bangsa Indonesia yang memilikinya. Dunia Internasional pun telah mengakui bahwa batik adalah milik bangsa Indonesia.

Kain batik pun kaya akan aneka motif yang tidak kalah dengan ke aneka ragaman budaya yang ada di Indonesia. Tiap daerah masing - masing mempunyai aneka motif dan ciri khas sendiri - sendiri. Seperti yang kita ketahui dan sudah kita bahas pada artikel sebelumnya. Motif batik dari Jakarta, motif batik dari Yogyakarta, motif batik dari Jawa Barat. Daerah Pekalongan pun tidak kalah unik. Pekalongan juga memiliki banyak motif yang dapat dipamerkan untuk memperkaya motif batik nusantara.

Batik Pekalongan kaya akan corak dan motif. Biasanya memiliki corak batik pesisir yang kaya akan warna. Sebagai ciri khas batik pesisir yaitu memiliki corak yang natural. Adapun ciri khas batik pekalongan adalah :
  • Warna batik pekalongan di dominasi oleh warna - warna batik pesisir. Biasanya penduduk daerah pantai menyukai warna yang cerah. Seperti mera, biru, hijau, violet dan orange.
  • Kain batik yang diproduksi pengusaha Cina biasanya memiliki gambar motif yang riil ( nyata ). Isi pada corak penuh dengan ornamen garis dan titik.
  •  Gambar motif batik pekalongan yang diproduksi oleh keturunan Cina biasanya memiliki corak khas yaitu digambarkan dengan naga atau dengan burung phonix.
  • Tetapi tidak hanya motif fauna saja yang ada pada batik pekalongan. Corak atau motif tumbuhan juga dimiliki batik pekalongan tetapi masaih mengambil unsur - unsur dari batik yogyakarta dan solo.
  • Pada beberapa motif batik Pekalongan yang klasik atau kuno tergolong motif semen. Motif ini hampir sama dengan motif semen dari daerah Jawa. Tetapi ada yang membedakan jika motif semen pekalongan ini hampir tidak ada corak cecek ( titik ) disini banyak menggunakan corak sawut (garis).
  • Motif asli pekalongan adalah motif Jlamprang. Motif batik ini memiliki unsur batik yang kaya akan warna. Motif batik jlamprang ini menggunakan 8 unsur warna yang berani dengan kombinasi yang natural dan menarik. Motif batik Jlamprang adalah suatu motif semacam nitik yang tergolong motif batik yang geometris. Motif batik jlamprang dipengaruhi oleh keturunan Arab. Karena pada umumnya keturunan arab tidak menggunakan ornamen benda hidup, sehingga motif batik jlamprang hanya menggunakan gambar berupa cecek ( titik ) dan sawut ( garis ) yang di gambar secara geometris.
Sumber : www.dmyfashion.com
Cara Baru Kenakan Batik Agar Tidak Bosan

Bagaimana sih cara mengenakan kain batik agar tidak terkesan membosankan? Tunggu dulu ladies, kini batik tak lagi lekat dengan kesan kuno berkat kreativitas para insan Tanah Air yang tak hentinya mengeksplorasi kain tradisional kebanggaan Indonesia ini. Simak beberapa poin penting yang telah dirangkum oleh Cosmo!

1.  In the Heart of the Sea

Summer dress dari Purana Indonesia yang terinspirasi dari motif biota ikan bawah laut, hingga menghasilkan dots pattern yang cantik. Tip Cosmo, padukan dengan innerwear berwana netral supaya lebih nyaman saat mengenakannya.

2.  Believer Belt

Shirt dress berpalet cokelat hangat persembahan Warangka Batik dipercantik lagi dengan sabuk bermotif batik demi mendapatkan look yang orisinil namun tetap tampil beda.

3. Sexy Sarong

Dapat berperan sebagai sarung dan juga rok, bawahan dari brand lokal Sejauh Mata Memandang yang merupakan kombinasi antara batik cap dan tulis ini dapat dikenakan pada segala suasana baik formal maupun kasual.

4. Original Outerwear

Ciptakan penampilan unik dengan luaran batik yang mengedepankan potongan loose, salah satu koleksi teranyar yang dibawakan oleh Aeterna Batik. Sebagai padanan, Anda bisa memadukannya dengan tank top dan celana palazzo berwarna putih agar terkesan trendi.

Sumber : www.cosmopolitan.co.id
Pawai seribu lampion yang bertajuk Blora Mabyor-mabyor yang berlangsung Kamis (18/8) malam berlangsung cukup meriah. Sekitar pukul 19:30 pawai dibuka dari peserta SMK Muhammadiyah 1 Blora dan diikuti peserta lainnya.

Puluhan peserta menampilkan beragam tema untuk memeriahkan acara yang baru pertama kali diadakan dalam rangka memeringati HUT ke-71 Kemerdekaan RI. Seluruh peserta menampilkan kreasi lampion warna-warni. Bahkan khusus peserta dari sekolah, banyak menampilkan Fashion atau Batik Carnival yang pakaian sudah dihias aneka warna lampu sehingga menjadi lebih berwarna.

Selain batik carnival, ada peserta yang menampilkan piala adipura, serta makanan khas asal Blora ungker. “Menarik dan menghibur, tetapi sayang lampu sepanjang jalan tidak dimatikan sehingga lampion dan lampu yang ada di peserta pawai jadi kurang terlihat,” ujar Rinawati, salah seorang penonton asal Desa Seso Kecamatan Jepon.

Menurutnya, jika dimatikan tentu akan lebih menarik, dan tampilan peserta menjadi lebih terlihat. “Jadi, kesannya seperti pawai siang hari, Hanya bedanya membawa lampion dan lampu. Namun dia mengakui secara umum menarik dan tampilan peserta sangat bervariatif dan menghibur,” kata dia.

Hingga larut malam, masyarakat Blora masih setia menonton dari Alun-alun, sepanjang jalan Pemuda dan finish di Blok T. Mereka tidak beranjak meski duduk di pinggir jalan sambil menyaksikan peserta yang lewat.
Sumber : berita.suaramerdeka.com
Beragamnya Corak Batik Nusantara
Corak batik sangatlah beragam, hal ini dipengaruhi oleh tempat batik ini dibuat. Sehingga setiap daerah memiliki corak batik yang berbeda-beda. Karena beragamnya corak batik, maka batik menjadi suatu kain yang unik dan berbeda dari yang lain.

Batik berasal dari bahasa jawa yaitu dari kata “amba” yang artinya menulis dan “titik” yaitu titik-titik, sehingga kemudian menjadi ambatitik-ambatik-mbatik-batik. Betul, pada awalnya batik semuanya dikerjakan secara manual yaitu dengan menulis menggunakan tangan sehingga dikenal sebagai batik tulis.

Kesenian membatik sudah dimulai sejak zaman Majapahit, bekas jejaknya dapat ditemui di Mojokerto dan Tulungagung. Mojokerto sebagai Ibukota kerajaan Majapahit dan Tulungagung yang dulunya bernama bonorowo (karena memang dahulu sekelilingnya adalah rawa-rawa) dipimpin oleh Adipati Kalang, yang dalam kisahnya tidak mau tunduk kepada Majapahit, sampai pada akhirnya tewas dibunuh, dan saat itulah perajin batik dari Majapahit mulai mengenalkan seni batik di kota bonorowo yang sekarang bernama Tulungagung.

Batik dari sisi geografi dibagi menjadi 2 yaitu batik pesisir dan non pesisir. Batik non pesisir adalah batik tradisional yang umumnya masih memegang pakem. Batik-batik ini banyak kita jumpai di daerah Solo dan Jogjakarta. Batik-batik ini dahulunya kebanyakan dipakai oleh kalangan terbatas saja (kerabat keraton) dan untuk acara tertentu harus menggunakan corak tertentu pula. Acara perkawinan, kain batik yang digunakan harus bermotif Sidomukti dan/atau Sidoluhur. Sedangkan untuk acara mitoni (7 bulanan), kain batik yang boleh digunakan adalah bermotif Ceplok Garuda dan/atau Parang Mangkoro, begitu seterusnya untuk acara-acara upacara adat yang lain.

Batik pesisir memiliki kebebasan berekspresi, yaitu corak batik daerah pesisir tidak memiliki pakem, umumnya berwarna cerah/berani dan motifnya sangat kaya dan cantik-cantik. Batik pesisir ini telah berakulturasi dengan budaya asing, seperti motif bunga-bunga dipengaruhi oleh India dan Eropa (bunga Tulip), warna merah dipengaruhi oleh China sekaligus membawa motif burung phoenix, kupu-kupu dan lain sebagainya. Sedangkan motif-motif hewan laut adalah motif asli batik tulis pesisir nusantara. Batik pesisir ini dapat kita temui di daerah Pekalongan, Cirebon, Lasem, Tuban, TanjungBumi-Bangkalan-Madura dan daerah Madura pada umumnya.

Mungkin banyak yang tidak mengetahui bahwa corak batik dan budaya membatik dahulunya hanya untuk keisengan belaka untuk menghilangkan kejenuhan seperti di daerah Tuban, para Ibu-Ibu membatik dilakukan pada masa menunggu musim panen, sedangkan ketika musim panen, semua akan turun ke sawah. Untuk daerah Cirebon dan Tanjung Bumi lain lagi, mereka membatik karena kangen menunggu suaminya pulang dari melaut.

Batik dari sisi cara pembuatannya dibagi 4 yaitu batik tulis, batik cap, batik cetak dan batik print. 
Batik cap menggunakan alat dari tembaga yang telah dipola dan nanti akan diceplok-ceplokkan ke atas kain yang telah disiapkan, batik cetak menggunakan alas (terpal/plastik) yang telah dipola yang nantinya akan dilekatkan ke kain yang telah disiapkan. Batik printing menggunakan pola yang digambar di komputer, menyiapkan printer, tinggal enter, maka kain akan langsung dicetak dengan motif yang diinginkan.

Batik tulis seperti yang telah ditulis diawal, dipola, digambar, diwarnai semuanya secara manual menggunakan tangan dan digambar dengan sepenuh jiwa, maka tidak heran, seorang profesional pun hanya mampu menghasilkan satu lembar kain batik tulis paling cepat dalam waktu 1 minggu.

Oleh karenanya, batik tulis itu mahal kalau hanya dilihat dari nominal uang yang kita keluarkan, tapi untuk sebuah karya seni, penghargaan terhadap daya kreasi yang telah dituangkan, nilai tersebut menjadi wajar dan bahkan lebih rendah dari nilai hasil karya yang telah dihasilkan.

Perbedaan mendasar lainnya, baik batik cap, batik cetak dan batik printing pada umumnya bahan pewarnaan menggunakan bahan-bahan kimia, sedangkan batik tulis untuk bahan warnanya semuanya menggunakan bahan-bahan alami seperti kulit pohon, kayu pohon, bunga, buah, akar pohon, daun dan lain sebagainya. Karena pada dasarnya, setiap kulit/kayu/buah/akar pohon adalah unik dan menghasilkan warna-warna tertentu.

Dalam pembuatan Batik Tulis untuk menghasilkan corak batik yang unik, akan melalui beberapa tahapan, yaitu :

  1. Ngloyor, yaitu proses membersihkan kain dari pabrik yang biasanya masih mengandung kanji, menggunakan air panas yang dicampur dengan merang atau jerami.
  2. Ngemplong, yaitu proses memadatkan serat-serat kain yang baru dibersihakan.
  3. Memola, yaitu pembuatan pola menggunakan pensil ke atas kain.
  4. Mbatik, yaitu menempelkan lilin/malam batik pada pola yang telah digambar menggunakan canthing.
  5. Nembok, yaitu menutup bagian yang nantinya dibiarkan putih dengan lilin tembokan.
  6. Medel, yaitu mencelup kain yang telah dipola, dilapisi lilin ke pewarna yang sudah disiapkan.
  7. Ngerok/Nggirah, yaitu proses menghilangkan lilin dengan alat pengerok.
  8. Mbironi, yaitu menutup bagian2 yang akan dibiarkan tetap berwarna putih dan tempat2 yang terdapat cecek (titik titik).
  9. Nyoga, yaitu mencelup lagi dengan pewarna sesuai dengan warna yang diinginkan.
  10. Nglorod, yaitu proses menghilangkan lilin dengan air mendidih untuk kemudian dijemur.

Proses pewarnaan, penghilangan lilin dapat dilakukan berkali-kali sampai menghasilkan warna dan kualitas yang diinginkan. Makanya kemudian ada Batik dengan istilah 1x proses, 2x proses, 3x proses. Batik Tulis 1x proses pun, dapat diselesaikan oleh ahlinya paling cepat dalam waktu 1 minggu, apalagi yang melalui 2x proses, 3x proses dan seterusnya, bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Jadi, saudaraku sebangsa dan setanah air, mari kita hargai hasil karya luhur para perajin batik nusantara. Dengan keunikan corak batik yang ada sekarang ini, membuat kita bangga menjadi bangsa Indonesia yang rakyatnya telah dikaruniai akal budi, daya kreatifitas yang luhur melebihi bangsa-bangsa lain. Smbr