Diberdayakan oleh Blogger.

Seharag Batik

Tokoh Batik

The Latest

Batik Semarang - Batik Cilacap sangat berkaitan dengan kedatangan Pangeran Diponegoro dan pasukannya ke wilayah Banyumas, termasuk Cilacap, khususnya Maos. Oleh karena itu motif-motif batik Maos umumnya bermakna dan berkaitan dengan siasat atau sandi perang, selain juga motif-motif yang bercorak tumbuh-tumbuhan. Misalnya saja motif cebong kumpul yang bermakna agar pasukan berkumpul dan merapatkan barisan guna bersiap menghadapi musuh. Dalam makna yang lebih luas, motif ini memberi makna arti penting persatuan. Dengan persatuan dan kesatuan segala bahaya, musuh, dan kesulitan akan mudah dihadapi.

Batik Maos muncul pada abad ke-18 yang bersumber dari tradisi batik Solo. Menurut Pak Tonik Sudarmaji selaku pengusaha dan juga pemerhati batik asal Maos, kolektor batik memasukkan batik Maos ke dalam genealogi batik Solo. Pak Tonik mengatakan batik Maos mempunyai karakter khas yang membedakannya dengan corak batik Yogyakarta dan batik pantai utara.

Corak batik Yogyakarta memiliki karakter sogan yang gelap dan batik pesisir utara berkarakter cerah atau ngejreng. Adapun batik Maos merupakan perpaduan corak batik Yogyakarta dan batik pantai utara. Warna dasar batik Maos memang gelap, namun terkadang tiba-tiba ada warna cerahnya. Corak batik Maos lebih variatif. Jika batik Yogyakarta banyak sogan yang diulang, batik Maos tidak. Terkadang ada motif yang ditumpuk dan diberi variasi lain.

Motif batik Maos dulunya terinspirasi oleh tanaman ubi jalar. “Orang Maos menyebutnya muntul,” ujar Saodah, 49 tahun, perajin batik. Pada perkembangan selanjutnya, berbagai tumbuhan di Maos menjadi dasar pembuatan motif batik. Menurut salah seorang pengrajin batik Maos, Saodah, hampir 90 persen motif batik Maos terinspirasi oleh tumbuh-tumbuhan. Dia menyebut beberapa motif batik Maos, seperti Parang Angkik, Sidomukti, dan Rujak Sente. Motif lainnya yang dikenal di Cilacap adalah motif lung sakheti (sejuta). Motif Lung berasal dari lekukan ranting-ranting pohon.

Menurut Pak Tonik, corak batik Maos bertema tumbuh-tumbuhan adalah hal yang wajar. Sebab, kata dia, sebagian besar warga Maos adalah petani. Mereka kala itu membatik sebagai kegiatan selingan sambil menunggu musim panen tiba.


Beberapa motif-motif khas Maos dan maknanya
  • Kembang Ambring: pesan persatuan, kita harus menyatu dalam menghadapi musuh
  • Lar Buntal: Misi pembagian wilayah/pembagian tugas yang rata
  • Cuplik pring/ cebong kumpul: penempatan pasukan. Kode kalau di situ tempat berkumpulnya beberapa pasukan yang siap.
  • Andaindi: tingkatan dalam tugas atau struktur, organisasi, pemerintahan/ pembagian wewenang.
  • Blarak sineret: kebersamaan. Kemenangan dalam perjuangan tidak hanya dicapai oleh salah satu orang atau salah satu pihak saja, ada pihak-pihak lain yang juga turut andil.
  • Rujak sente: pemimpin harus tegas, padat, dan bermakna. 


Asal-usul motif khas Maos:
Awal mula motif ini digunakan sebagai sandi perang pasukan Pangeran Diponegoro dalam perang melawan penjajah. Namun belum diketahui secara pasti apakah motif ini sebelumnya berasal dari keraton atau baru diciptakan ketika Pangeran Diponegoro keluar dari keraton dan melakukan perlawanan dengan penjajah. Berdasarkan informasi dari para sesepuh pembatik yang masih hidup, motif batik ini digunakan saat perang melawan penjajah pada perang diponegoro sekitar tahun 1825-1830.

Dari sejarah ini, jelas bahwa pencetus nama-nama motif khas Cilacap seperti motif kembang ambring ini adalah Pangeran Diponegoro dan laskar-laskar/pasukannya.
Kaitan dengan keraton tidak diketahui pasti ada keterkaitan atau tidak. Tetapi berdasarkan silsilah, Pangeran Diponegoro merupakan keturunan dari keraton Mataram.
  • Hak paten
Tidak ada ijin untuk membuat motif batik ini. Walaupun motif ini diklaim sebagai motif khas Cilacap, namun motif ini tidak dipatenkan ke HAKI hanya saja motif ini sudah terdaftar dan diaku oleh Yayasan Batik Indonesia sebagai motif batik milik Indonesia. Namun memang ada penjelasan mengenai sejarah bahwa motif ini dahulu berkembang di Cilacap dan digunakan pada masa perang Diponegoro di wilayah Cilacap, khususnya daerah Maos.
  • Pertimbangan Pembeli dan pertimbangan harga:
Kebanyakan para pembeli tidak mempertimbangkan aspek sejarah, makna atau filosofi dari batik tersebut. Namun ada kalangan tertentu seperti kolektor yang mencari atau membeli motif batik tertentu karena pertimbangan makna filosofi dari motif tersebut.

Sedangkan penentuan harga tidak terlalu mempertimbangkan sejarah dan makna motif batik. Namun penentuan harga lebih mempertimbangkan aspek bahan pembuatan dan kerumitan jenis motif serta pewarnaannya. Jika motif khas tersebut sangat rumit dan membutuhkan pewarnaan yang lebih banyak, maka hal itu bisa mempengaruhi harga.
  • Ketersediaan bahan
Bahan-bahan untuk membuat batik ini tidak ada di wilayah Cilacap. Biasanya diperoleh atau dipesan dari PERBAIN di Sokaraja, namun  untuk dalam jumlah banyak biasanya membeli dari Pekalongan atau Solo.
  • Keahlian khusus
Tidak perlu ada keahlian khusus dalam membuat motif-motif khas. Namun biasanya tergantung karakter masing-masing pembatiknya. Ada yang ahli dalam membuat pola, membuat isen, atau pewarnaan.
  • Peran Pemda dalam melestarikan batik khas
Peran Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap terhadap pelestarian batik masih sangat kurang. Peran pemerintah biasanya hanya sebatas memberikan pelatihan yang intensitasnya sangat jarang dan tidak rutin. Selain itu pemda hanya memberikan informasi ketika akan ada pameran.
Batik Semarang - Batik Banyumas pada awalnya berpusat di daerah Sokaraja dibawa oleh pengikut-pengikut Pangeran Diponegero setelah usainya peperangan tahun 1830, mereka kebanyakan menetap di daerah Banyumas. Pengikutnya yang terkenal waktu itu ialah Najendra dan dialah mengembangkan  batik celup di Sokaraja. Bahan mori yang dipakai hasil tenunan sendiri dan obat pewama dipakai pohon tom, pohon pace dan mengkudu yang memberi warna merah kesemuan kuning.

Batik Banyumas identik dengan motif Jonasan, yaitu kelompok motif non geometrik yang didominasi dengan warna-warna dasar kecoklatan dan hitam. Warna coklat karena soga, sementara warna hitam karena wedel. Motif-motif yang berkembang sekarang ini antara lain: Sekarsurya, Sidoluhung, Lumbon (Lumbu), Jahe Puger, Cempaka Mulya, Kawung Jenggot, Madu Bronto, Satria Busana, Pring Sedapur.

Pada perkembangannya masa itu pembatikan menjalar pada rakyat Sokaraja dan pada akhir abad ke-XIX berhubungan langsung dengan pembatik didaerah Solo dan Ponorogo. Daerah pembatikan di Banyumas sudah dikenal sejak dahulu dengan motif dan wama khususnya dan sekarang dinamakan BATIK BANYUMAS. Setelah perang dunia kesatu pembatikan mulai pula dikerjakan oleh Cina disamping mereka dagang bahan batik.

Sama halnya dengan pembatikan di Pekalongan. Para pengikut Pangeran Diponegoro yang menetap di daerah ini kemudian mengembangkan usaha batik di sekitara daerah pantai ini, yaitu selain di daerah Pekalongan sendiri, batiktumbuh pesat di Buawaran, Pekajangan dan Wonopringgo. Adanya pembatikan di daerah-daerah ini hampir bersamaan dengan pembatikan daerah-daerah lainnya yaitu sekitar abad ke-XIX. Perkembangan pembatikan didaerah-daerah luar selain dari Yogyakarta dan Solo erat hubungannya dengan perkembangan sejarah kerajaan Yogya dan Solo.

Batik Banyumasan dikenal sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan, penghargaan terhadap nilai demokrasi dan semangat kerakyatan. Nilai filosofis itulah yang kemudian tertuang dalam motif-motif batik yang khas seperti Sekarsurya, Sidoluhung, Jahe Puger, Cempaka Mulya, Madu Bronto dan Satria Busana. Dari segi warna, batik Banyumas cenderung lebih menyala dengan warna kemerahan, tidak seperti batik Jogja yang didominasi putih, atau Solo yang bernuansa keemasan.

Satu hal yang membedakan batik Banyumas dengan batik lainnya, kain batik Banyumas selalu dilukis pada kedua sisi kain, yang merupakan cerminan sifat masyarakatnya yang jujur dari luar maupun dalam hatinya dan bicara apa adanya.

“Kultur Banyumas sangat unik, salah satunya budaya membatik. Sarat dengan sejarah dan nilai filosofis. Lewat selembar kain batik, masyarakat Banyumas bisa memproklamirkan pandangan hidupnya. Ketika dituangkan dalam bentuk satu busana, corak batik itu seolah mewakili semangat yang terpancar dari motifnya.” (tutur Poppy Dharsono)

Salah satu daerah penghasil batik di Jawa Tengah adalah di daerah Banyumas. Batik yang dihasilkan oleh para pengrajin di daerah tersebut dikenal dengan sebutan Batik Banyumas. Daerah yang menjadi pusat penghasil batik di Banyumas adalah di Sokaraja. Batik yang berkembang di daerah Banyumas, menurut beberapa ahli sejarah, tidak dapat dilepaskan dari Yogyakarta. Dilihat dari motif serta kombinasi warna yang dipakai, memang dapat dilihat bahwa pengaruh batik Yogyakarta sangatlah kuat. Motif-motif bergambar binatang dan tanaman, serta Soga yang dikenal di Yogyakarta seringkali muncul pada motif Banyumasan.

Beberapa sumber mengatakan bahwa batik Banyumas berkembang setelah pecahnya Perang Diponegoro. Pada saat itu, diyakini banyak prajurit Pangeran Diponegoro yang lari kea rah Barat, salah satunya ke daerah Banyumas. Di sana, para prajurit tersebut berbaur dengan masyarakat local, termasuk dalam hal ekonomi. Banyak dari prajurit tersebut menguasai teknik membatik, yang kita ketahui pada saat itu memang berkembang sangat baik di seputaran Keraton Yogyakarta. Mereka membuat batik sendiri untuk kemudian dijual kepada masyarakat di sekitar Bayumas. Oleh karena adanya pengaruh budaya local, maka batik yang semula bercorakkan motif Yogyakarta kemudian diberikan sentuhan khas Banyumas. Terjadilah kemudian percampuran motif yang kini dikenal dengan nama motif Banyumasan. Salah satu hal yang khas dari batik Bayumasan adalah dalam hal pewarnaan. Mayoritas batik yang dihasilkan di daerah ini masih mengaplikasikan teknik pewarnaan tradisional menggunakan bahan-bahan alami, seperti pohon tom serta mengkudu. Namun, meski menggunakan teknik pewarnaan tradisional, batik yang dihasilkan tetap berkualitas baik.

Gairah industri batik Banyumas bisa dibilang tidak sebagus daerah lain meski batik kembali memasuki masa jayanya seperti yang terjadi pada decade 70an. Menurut berbagai studi, industri batik di Sokaraja mengalami berbagai kendala yang menghambat kemajuan, utamanya dalam hal manajemen. Namun, agaknya hal itu tidak dibiarkan begitu saja oleh pemerintah daerah setempat karena banyak stimulant, baik itu dalam hal permodalan ataupun pendampingan, diberikan oleh pemerintah setempat agar geliat industri batik di Banyumas, utamanya di Sokaraja, kembali hidup.
Batik Semarang - Setiap daerah sentra batik yang ada di Indonesia memiliki kategori batik sesuai dengan karakteristik wilayah dan ciri khas daerah masing-masing. Apa saja sih kategori batik itu sendiri? Kategori batik di Indonesia terbagi menjadi dua kategori berdasarkan motif dan warna. Pertama, kategori batik Keratonan yang motifnya memakai ornamen-ornamen yang ada di keraton, baik benda maupun situs-situs yang ada di keraton seperti Kereta Kencana, simbol Kesultanan(Macan Ali-Keraton Kasepuhan Cirebon), wadasan(batu cadas), keris, dan sebagainya. Selain motifnya yang diadaptasi dari benda dan situs yang ada di keraton, batik Keratonan memiliki warna yang lembut seperti coklat, krem, hitam, dan soga. Kedua, kategori batik Pesisiran. Motif batik Pesisiran diilhami oleh flora dan fauna, baik yang ada di darat, laut, maupun udara. Misalnya, flora yaitu bunga-bunga, daun, pohon, ganggang, dan tumbuhan lainnya, serta fauna seperti burung, ikan, kancil, rusa, kucing, dan lain-lain. Warna dari batik Pesisiran ini cenderung memiliki warna yang terang seperti merah, biru, hijau, kuning, dan lain-lain.

Batik Cirebon memiliki kedua kategori batik tersebut karena ada 4 Keraton di Cirebon (Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keprabonan, dan Kacirebonan) dan daerah Cirebon memiliki pesisir yang digunakan sebagai jalur perdagangan (pelabuhan). Oleh karena itu, salah satu keistimewaan batik Cirebon adalah kaya akan keragaman motifnya daripada daerah sentra batik lainnya. Mungkin, motif batik Cirebonan yang paling sering Anda dengar dan terkenal adalah motif Mega Mendung. Namun, sebenernya batik Cirebon memiliki sekitar 400-an motif batik, baik kategori batik Keratonan maupun batik Pesisiran. Salah satu motif batik Keratonan adalah motif Taman Arum Sunyaragi.

Motif batik Taman Arum Sunyaragi berkisah tentang kawasan taman yang masih berhubungan dengan Keraton. Konon, taman ini dulunya digunakan oleh para Sultan untuk bertapa dan merelaksasikan jiwa. Taman Arum berarti taman yang harum dan asri. Nama dari taman tersebut adalah Goa Sunyaragi (Sunya= Sunyi/sepi; Ragi=Raga). Dalam motif Taman Arum Sunyaragi ini digambarkan jelas lingkungan Taman Sunyaragi dengan segala aktivitas flora dan faunanya. Meskipun motif batik ini terdapat flora dan fauna, akan tetapi motif ini tetap termasuk dalam kategori batik Keratonan karena Taman Arum Sunyaragi merupakan situs yang masih berhubungan dengan keraton. Pakem warna dari motif batik ini layaknya karakteristik warna pada kategori batik Keratonan, yaitu coklat, krem, dan hitam. Namun, seiring dengan perkembangan zaman maka motif Taman Arum Sunyaragi dapat dimodifikasi sesuai selera, misalnya menjadi warna biru ataupun warna lain.
Batik Semarang - Perbedaan antara Batik Tulis, Batik Cap dan Batik Printing

  • Batik Tulis : antara ornamen yang satu dengan ornamen lainnya agak berbeda walaupun bentuknya sama. Bentuk isen-isen relatif rapat, rapih, dan tidak kaku.
  • Batik Cap : antara ornamen yang satu dengan ornamen lainnya pasti sama, namun bentuk isen-isen tidak rapi, agak renggang dan agak kaku. Apabila isen-isen agak rapat maka akan terjadi mbeleber (goresan yang satu dan yang lainnya menyatu, sehingga kelihatan kasar).
  • Batik Printing : ornamen bisa sama, bisa tidak, karena tergantung desain batik yang akan ditiru, karena batik printing biasanya meniru batik yang sudah ada, namun yang perlu diketahui tentang warna. Warna batik printing kebanyakan tidak tembus karena proses pewarnaannya satu muka saja.

Perbedaan Proses Pembuatan Jenis Batik Berdasarkan Cara membuat

1. Batik tulis

Semua proses dikerjakan secara manual, satu per satu, dengan canting, lilin malam, kain, dan pewarna.

2. Batik cap

Digunakan alat cap atau stempel yang telah terpola batik. Stempel tersebut diceupkan ke dalam lilin panas, kemudian ditekan atau dicapkan pada kain. Proses ini memakan waktu yang lebih cepat disbanding pada proses batik tulis, karena pada batik tulis pola tersebut harus dilukis titik demi titik dengan canting, sedangkan pada batik cap dengan sekali tekan anda dapat menyelesaikannya.

3. Batik printing atau sablon

Pada proses batik ini, pola telah diprint di atas alat sablon, sehingga pembatikan dan pewarnaan bias dilakukan secara langsung. Jadi, proses batik dapat diselesaikan tanpa menggunakan lilin malam serta canting. Dengan demikian, proses hanya akan dan tentu saja memerlukan waktu yang lebih cepat disbanding pada proses batik tulis dan batik cap.
Sumber : sanggarbatikkatura.com
Repackage Model Baju Batik Kerja Wanita Modern Lengan Panjang
Batik Semarang - Baju adalah sebuah identitas, seseorang yang bisa berpakaian dengan baik akan dilihat sebagai orang yang baik, tidak jauh berbeda dengan seseorang yang mengenakan baju tidak rapi, maka secara tidak langsung orang lain akan menilainya dengan buruk.

Penilaian akan penampilan bisa datang dari mana saja dan dari siapa saja tidak terkecuali dalam lingkungan kerja. Lingkungan kerja, pada dasarnya adalah lingkungan yang sulit, banyak orang yang memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena tidak merasa nyaman dengan rekan kerja yang lain dengan berbagai alasan berbeda.

Anda bekerja untuk bertahun-tahun jadi dengan kata lain, Anda membutuhkan seragam kerja yang membuat Anda merasa nyaman dan tampak memikat di depan mata orang lain. Model baju batik kerja bisa menjadi seragam kantor yang nyaman dan menarik, Anda akan mendapatkan satu paket hemat dalam sebuah pakaian.

Model baju batik kerja wanita yang bisa menjadi pertimbangan Anda adalah padanan antara dress normal yang terbuat dari sifon dengan blazer bermotif batik yang cantik. Anda bisa memakai drees formal polos yang kemudian dipadukan dengan blazer batik yang cantik. Agar tampilannya sempurna, pastikan jika Anda memilih padanan warna dress dengan baju batik yang selaras. Lengkapi dengan high heels berwarna netral dan tas.

Model baju batik kerja modern yang selama ini Anda kenakan tidak jauh jauh dari kemeja atau blouse bermotif batik, kedua hal itu merupakan produk baju yang paling sering dikenakan karena modelnya yang sangat simpel. Namun, mengenakan kemeja atau blouse bermotif batik bisa menjadi hal yang cukup membosankan, oleh karena itu Anda bisa mencoba untuk memakai baju yang lebih menarik dibandingkan dengan kemeja atau blouse batik saja, mini dress dengan motif batik yang berwarna cerah akan membuat Anda jauh lebih menarik. Model dress pun kini sudah familiar sebagai pakaian kerja, jika ingin formal Anda cukup menambahkan blazer sebagai outer.

Model baju batik kerja lengan panjang yang ini mungkin jarang sekali Anda temui, karena biasanya coat dibuat dari bahan yang tebal yang berfungsi untuk menghalau rasa dingin. Model coat juga lebih banyak yang berwarna polos. Coat biasa dipadukan dengan legging atau stocking dan lengkapi dengan sepatu high heels atau cukup dengan sepatu flat.

Namun dalam beberapa kesempatan, Anda bisa melihat jika batik juga dibuat menjadi coat. Coat bermotif batik ini dibuat dari bahan yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan coat-coat yang biasa, karena fungsinya untuk pergi ke tempat kerja. Coat bermotif batik ini bisa dipadukan dengan legging dan sepatu flat.

Baju batik terbaik yang bisa Anda kenakan sebagai baju kerja akan membuat Anda jauh lebih menarik dan tentunya merasa lebih nyaman. Rasa nyaman adalah poin utama yang harus Anda perhatikan disaat memakai baju untuk pergi ke kantor, agar Anda bisa memakai kembali baju batik kerja yang dahulu maka lakukanlah daur ulang, ubahlah semua apa yang sekiranya baik untuk diubah.

Lahirkan kembali baju batik kerja lama menjadi baju batik kerja baru yang jauh lebih modern dan tentunya sesuai dengan trend yang sedang populer saat ini, dengan pengaturan seperti ini, Anda akan selalu tampak lebih menarik, nyaman dan percaya diri untuk memakai model baju batik kerja.
 Inspirasi Model Rok Batik Kasual
Batik Semarang - Biasanya, batik diasosiakan dengan rok panjang yang dikenakan bersamaan dengan kebaya untuk acara-acara formal seperti pesta. Namun, sebenarnya tidak mesti demikian. Anda bisa mengenakan model rok batik untuk acara-acara kasual, seperti hangout, berlibur, atau untuk sehari-hari. Rok batik akan menghadirkan nuansa formal ketika ia dipasangkan dengan atasan seperti kebaya.
Model rok batik kasual ala pantai
  • Model Rok Batik Kasual
Batik merupakan salah satu fashion item wajib, dan harus masuk dalam daftar koleksi di lemari anda. Batik adalah kebanggaan negeri ini. Tentunya tidak lucu jika anda harus mengenakan kebaya dan rok panjang setiap hari hanya untuk menunjukkan kecintaan anda terhadap warisan budaya negeri ini. Jadi, anda bisa memilih model rok panjang batik maupun rok pendek yang dirancang khusus untuk keperluan kasual. Berikut adalah pilihannya
  • Rok Maxi Batik
Rok maxi dari batik printing tersedia dalam banyak model, seperti rok panjang ala pantai yang bisa anda kenakan saat liburan di pantai. Nuansanya sangat kasual, terutama jika anda padukan dengan atasan yang sesuai, seperti crop T-shirt, tank top, atau blouse tanpa lengan. Pilih rok maxi model kerut atau model tumpuk dan lengkapi dengan flat shoes untuk kenyamanan anda saat melakukan kegiatan outdoor.
Paduan rok batik dengan blouse kasual
  • Rok Batik Lilit
Rok batik lilit biasanya dikenakan dengan atasan berupa kebaya encim. Namun, dengan sedikit modifikasi, anda bisa mengenakannya untuk acara kasual. Misalnya, tambahan aksen renda di bagian bawah rok, padukan dengan atasan blouse model crop tanpa lengan dengan warna-warni yang ceria, seperti kuning, biru muda, atau krem.
  • Rok batik peplum
Rok model peplum juga biasanya dikenakan untuk pesta atau ke kantor. Namun, lain halnya jika anda memilih rok batik model peplum. Model rok batik terbaru 2015 ini akan tampak kasual berkat printing. Nah, padukan dengan T-shirt pendek, tank top, atau blouse pendek tanpa lengan. Lengkapi dengan topi ala cow boy jika akan dikenakan saat anda beraktivitas di luar ruangan.
Rok midi batik dengan paduan crop sweater
  • Rok Midi Batik
Rok midi memang menghadirkan nuansa kasual, apalagi jika dibuat dari bahan batik yang penuh warna dan corak. Rok midi batik pendek atau panjang bisa dipadukan dengan berbagai jenis atasan, seperti T-shirt pendek, crop sweater, atau kaos lengan panjang. Namun, usahakan memilih atasan polos agar penampilan kamu tidak terlihat bertabrakan.
  • Rok Mini Batik
Remaja umumnya menghindari batik karena terkesan formal dan serius. Namun, pernahkan anda bayangkan jika rok batik dengan motif minimalis bisa dipadukan dengan atasan casual seperti T-shirt renda? Seperti pada model rok batik pendek berikut, nuansa remaja terpancar secara jelas. So, jangan ragu untuk melengkapi koleksi rok batik anda, karena anda bisa mengenakannya di berbagai suasana.
Sumber : fashionmodelku.com
Pernikahan merupakan hal yang paling di dambakan bagi pasangan yang sedang menjalin kasih, bagi pasangan yang benar-benar serius untuk membina sebuah rumah tangga tentunya. Salah satu hal yang paling penting di lakukan dalam menjalani sebuah pesta pernikahan adalah foto pre wedding karena foto ini akan di pajang ketika sedang melaksanakan resepsi pernikahan sehingga semua tamu undangan akan ikut menikmati keindahan foto tersebut, selain itu foto pre wedding merupakan kenangan dalam pernikahan bagi pasangan mempelai, maka dari itu foto ini sangatlah penting.

Foto pre wedding memiliki tema tertentu, dan setiap pasangan bebas untuk memilih tema yang akan mereka gunakan. Yang harus di perhatikan dalam pengambilan tema adalah sinkronisasi antara pakaian, make up dan latar atau background yang di ambil. Coba bayangkan apabila kita mengenakan batik dan kebaya dalam pengambilan foto, sementara latar atau background yang di ambil adalah rumah adat Jepang, tentu foto tersebut akan menjadi tidak bagus dan tidak sesuai karena pakaian adat dari Jepang yang sebenarnya adalah kimono dan yukata.

Foto pre wedding bisa menjadi unik dan menarik tergantung bagaimana kita mengemasnya, jadi sebelum berfoto ada baiknya anda pastikan hal apa yang paling berkesan bagi anda dan pasangan sehingga nilai historis dari hasil fotonya nanti akan menjadi lebih tinggi.

Kita Bisa memilih konsep tradisional tetapi modern...bagaimana bisa? gunakan batik model terbaru sehingga lebih modern. Tempat bisa disesuaikan dengan keinginan...karena batik tidak melulu identik jaman dahulu kala.
Kain perca walaupun bentuknya hanyalah berupa potongan-potongan kecil kain bekas atau sisa yang sudah tidak terpakai lagi, namun ternyata bisa membawa berkah bagi sebagian orang. Kain perca bisa dengan mudah kita dapatkan di beberapa perusahaan konveksi besar, maupun di tempat para penjahit rumahan. Tidak semua kain perca bisa dibuang begitu saja, untuk jenis-jenis tertentu, bahan tertentu, dan juga bahan tertentu masih bisa kita manfaatkan kembali untuk membuat berbagai kerajinan tangan dari kain perca.

Dari beberapa contoh tidak menggunakan kain batik...kita bisa gunakan perca kain batik...tetap keren :) ...







 

Baju Batik Untuk Pernikahan
Batik Semarang - Pernikahan merupakan salah satu moment penting dalam kehidupan. Banyak orang ingin melakukan pernikahan hanya sekali dan dengan orang yang tepat. Moment sekali seumur hidup ini tentu sangat di sayangkan apabila kita tidak bisa tampil dengan maksimal. Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam sebuah pernikahan adalah gaun pengantin. Batik mungkin bisa menjadi salah satu model gaun pernikahan yang bisa dipertimbangkan. Karena seperti yang bisa kamu lihat pada tulisan baju muslim batik, kamu bisa melihat begitu cocoknya pasangan lelaki dan perempuan yang mengenakan batik.

Kamu bisa memadukan baju batik wanita dengan berbagai macam model yang bisa membuatmu tampak lebih cantik. Dengan gaun pengantin batik kamu bisa tetap tampak elegant dengan berbagai macam model pakaian. Selain elegant, kamu juga bisa memadukan baju batik dengan model baju pengantin barat, sehingga penampilanmu saat menggunakan baju batik bisa tampak modern dan casual. Berikut contoh baju batik untuk pernikahan yang dikenakan oleh pengantin wanita.

Semoga Contoh model batik diatas ada yang cocok dengan keinginanmu...

Kain batik tentunya tidak berbeda jauh dengan kain lainya. Hanya saja karena ada beberapa metode dan bahan yang digunakan untuk proses pembatikan menyebabkan cara perawatan yang sedikit berbeda untuk kain batik. Berikut adalah beberapa tips cara merawat warna kain batik agar tidak cepat pudar untuk jangka waktu yang lama.


Cara Merawat Warna Kain Batik Agar Tahan Lama
Batik Semarang - Tips Merawat Batik
Tips Merawat Batik

  1. Ketahui jenis kain batik ketika akan membeli batik. Jenis kain akan sangat menentukan bagaimana melakukan perawatan dan pencucian batik secara tepat. Pertimbangkan juga untuk aktifitas apa batik akan digunakan. Pada dasarnya tidak ada perbedaan cara perawatan untuk kain batik tulis dan batik cap atau cetak.
  2. Batik yang terbuat dari kain katun memiliki sifat mudah menyerap keringat dan tidak mudah kusut sehingga sangat nyaman untuk menunjang aktifitas keseharian Anda baik di rumah maupun di luar rumah.
  3. Untuk acara resmi, atau pada malam hari, batik dengan bahan kain seperti sutera, serat nanas, dobi (campuran katun dan polyester) atau disebut juga semi sutera lebih cocok karena dapat lebih memunculkan kesan elegan.
  4. Hindari mencuci kain batik dengan mesin cuci. Sebaiknya rendam di dalam air hangat terlebih dahulu pada saat akan mencuci kain batik. Gunakan sabun khusus untuk kain batik dan kucek secara lembut pada bagian yang kotor.
  5. Untuk menghilangkan noda makanan atau minyak lebih bagus menggunakan sabun mandi atau sabun batangan dan kulit jeruk.
  6. Jemur di tempat yang teduh dan cukup diangin-anginkan saja. Selain itu jangan memeras pada saat akan mengeringkan.
  7. Pada saat menyetrika, sebaiknya setrika pada bagian dalam atau kalau mau menyetrika pada bagian luar sebaiknya dilapisi dengan dengan kain.
  8.  Jangan semprotkan minyak pewangi secara langsung pada kain batik yang menggunakan pewarna alami.
Tips Memilih Tas Batik

Batik Semarang - "Berikut ini adalah beberapa tips bagi anda yang ingin memilih tas batik unik sesuai dengan postur tubuh:

♠Gemuk/ Plus size. Mereka yang memiliki badan berisi alias gemuk perlu menghindari tas berukuran mini karena malah menegaskan bentuk badan anda yang lebar. Lebih baik pilih tas dengan ukuran besar pula sehingga tubuh anda terlihat lebih proporsional saat menenteng tas batik tersebut. Anda bisa memilih batik dengan corak yang kecil sehingga me

♠Jam Pasir. Mereka yang memiliki bentuk tubuh jam pasir biasanya memiliki bagian dada dan pinggul yang besar sementara bagian perut sangat ramping mirip buah pir. Penampilan anda akan terlihat proporsional dan cantik bila mengenakan tas yang bisa jatuh tepat di bawah pinggang. Jangan gunakan tas dengan ukuran besar maupun kecil. Ambil tas dengan ukuran yang medium sehingga terlihat singkron dengan bentuk tubuh. Wanita dengan bentuk tubuh semacam ini sangat disarankan untuk memilih tas batik selempang.

♠Pendek Berisi. Wanita dengan tubuh pendek berisi perlu menghindari memilih tas batik unik dengan model oversized. Lebih baik anda membeli tas batik dengan ukuran kecil sehingga tubuh terlihat lebih ramping dan jenjang. Anda bisa memilih tas selempang berukuran kecil ataupun handbag.

♠Tinggi Kurus. Wanita yang memiliki postur tubuh tinggi kurus dirasa sebagai wanita yang sangat beruntung karena terlihat cantik menenteng tas batik unik model apapun. Namun tas yang paling cocok adalah tas dengan model oversized karena mampu membuat tinggi badan anda terlihat seimbang. Tas yang terlalu mini malah membuat tampilan lebih fokus pada tinggi badan. Anda bisa memilih tas batik dengan corak flora maupun fauna yang besar dan berwarna terang untuk tampilan kasual. Bila ingin tampil formal pilih tas dengan warna gelap dan corak yang tak terlalu ramai."
nampilkan kesan lebih ramping meskipun ukuran tas cukup besar. Ambil saja tas batik unik dengan model tote ataupun selempang.










Batik Semarang - Sudah pernah membuat bros sendiri? coba deh buat yang lain lagi....seperti yang pernah saya buat di bawah ini...bros cantik dari kain batik.....yuk kita lihat caranya....

  1. Buat kain bentuk lingkaran, gunakan mal tutuk gelas buat 6 buah dari kain yang sama
  2. Ambil satu kain lingkaran sebut saja kelopak lalu lipat menjadi setengah lingkaran
  3. Dan jahit tangan bagian setengah lingkaran (pinggirannya)
  4. Tarik benang hingga membentuk kerutan
  5. Lanjutkan ke kelopak kedua
  6. Rapatkan keduanya
  7. Habiskan untuk seluruh kelopak
  8. Tusukkan benang ke kelopak kesatu
  9. Lalu matikan benang
  10. Buat satu bentuk lingkaran dari kain berbeda
  11. Lipat pinggiran lingkaran dan jahit jarang untuk membentuk kerutan
  12. Jadilah yoyo 
  13. Coba letakkan di atas rangkaian kelopak
  14. Tempelkan dengan cara dijahit
  15. Bila selesai matikan benang
  16. Balikkan rangkaian kelopak, masih bolong yah....
  17. Buat yoyo satu lagi untuk menutupi bagian bolong itu
  18. Tempelkan di atas bolong dan jahit
  19. Beri sedikit aksen pada tengah kelopak, saya menggunakan mut
  20. Tempelkan mute di tengah yoyo dengan cara dijahit tangan
  21. Mute sudah nempel
  22. Siapkan peniti bros
  23. Tempelkan peniti dengan cara dijahit juga
  24. Peniti sudah terpasang
  25. Dan Bros bunga dari kain yang terlihat cantik!....Selamat berkarya