Diberdayakan oleh Blogger.

Seharag Batik

Tokoh Batik

The Latest



Batik Semarang - Jika menilik letak geografis wilayah Kabupaten Kebumen, dan juga dari ketidakjelasan sejarah keberadaan batik Kebumen sendiri, maka sangat wajar jika dalam implementasi nyata pada motif-motif yang ada, batik Kebumen terkesan unik. Teguh Budiyanto, salah satu pembatik di Desa Seliling, menyatakan bahwa batik Kebumen merupakan bawaan model dari kerajaan di Solo dan Yogyakarta, karena menurutnya, orang-orang sebelum dirinya telah belajar batik dari dua kota tersebut sebelum akhirnya kembali ke Kebumen dan mengembangkan Batik di daerahnya sendiri. Artinya Pak Teguh hendak menegaskan bahwa motif batik Kebumen lebih cenderung bercorak pedalaman yang menginduk pada model-model batik keraton. Namun dia juga mengakui bahwa pada perkembangannya, beberapa motif warna cerah ala pesisiran mulai disukai para pembeli.

Mengenai motif tradisional Kebumen, Pak Teguh menyatakan paling tidak ada empat motif tradisional Kebumen yang dikenal secara turun temurun. Dia menyebutkan ada Jagatan Kebumen, Bang-bangan, Sirkit, dan Gringsing Kebumen. Dia bahkan menyatakan bahwa Gringsing Kebumen sangat unik dan merupakan batik tulis terhalus, bukan saja secara nasional, bahkan internasional.

Sementara menurut Ibu Wahyuni, pengrajin batik Desa Jemur, ciri utama dari motif batik Kebumen adalah pada warnanya. Menurutnya, jika masalah corak, bentuk, atau gambar bisa saja dipersamakan dengan daerah-daerah lain seperti Banyumas, Pekalongan, dan sebagainya. Namun masalah warna, Kebumen memiliki ciri khusus yaitu pada beragamnya warna yang digunakan. Dalam satu kain batik bisa sampai 4 warna, sedang biasanya batik secara umum hanya memakai dua kombinasi warna saja. Warna khas yang digunakan di Kebumen menurutnya adalah warna biru tua, biru muda, hijau, dan hitam. Wahyuni dengan tegas menyatakan bahwa model pewarnaan seperti itu hanya dikenal di Kebumen. Di daerah lain tidak ada. Dia menyebutnya sebagai warna klasik asli Kebumen.

Berkaitan dengan pengaruh motif batik yang berkembang di Kebumen, Wahyuni menilai kalau motif dasar atau baku model Kebumen memang tidak dikenal. Adanya motif-motif yang muncul di Kebumen itu bersifat baru atau kontemporer, hanya cara atau model pewarnaannya saja yang unik dilihat dari kombinasinya. Ketika ditanyakan tentang orisinalitas, dia mengaku tidak terpengaruh dari motif luar. Beberapa motif yang dia hasilkan berasal dari pemikirannya sendiri yang terinspirasi oleh alam sekitarnya.

Berbeda dengan Pak Muhtadin yang tetap mempertahankan pakem dalam hal membatik. Batik yang dikerjakannya hanya model/motif klasik khas Kebumen. Sejauh ini Pak Muhtadin dan beberapa pengrajin di Kelompok Pengrajin Batik “Mekar Sari” hanya mengerjakan batik tulis klasik. Tidak ada motif lain yang coba dia kembangkan. Namun dia pernah mencoba sekali membuat kreasi dalam hal motif. Dia terinspirasi dari berbagai potensi Kebumen, sehingga motif ciptaannya dia namakan motif “sebagian potensi Kebumen”. Warna yang ditampilkan dalamkreasi batik Pak Muhtadin cenderung ke warna cerah dan warna muda. Berikutgambar motif batik hasil kreasi Pak Muhtadin:

Berdasarkan pada keterangan dari beberapa sumber yang terkait, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan, bahwa pada dasarnya motif batik Kebumen lebih bercirikan ke model pesisir, mengingat jenis warna yang digunakan lebihcenderung pada warna muda. Namun karena lokasi daerah batik yang berada dilereng bukit dan dekatnya dengan dunia pantai, maka ada percampuran ataukombinasi secara alami dalam kondisi geografisnya, antara dunia pesisir dan dunia pegunungan. Motif yang berkembang kemudian lebih banyak bernuansa flora dan fauna, dedaunan, bunga, hewan, dan unggas, serta ikan.

Mengenai motif tradisional yang bersifat turun temurun, ternyata tidak ada kesepahaman di antara para pengrajin sendiri. Pemerintah Kabupaten Kebumen sendiri tidak pernah memberikan semacam justifikasi atas suatu motif sebagaimotif batik tradisional Kebumen.

Beberapa motif batik Kebumen yang saat ini telah terdaftar di Ditjen HKI merupakan motif-motif yang diciptakan oleh para pengrajin Kebumen, bukan motif tradisional yang telah ada sejak masa lalu dan diajarkan secara turun temurun. Sementara ini, perbedaan yang mencolok antara batik Kebumen dan batik luar adalah pada hal pewarnaan saja. Wahyuni berani memberikan jaminan bahwa model kombinasi warna klasik asli Kebumen, belum ada di daerah lain, karena sangat khas dan tua.

Dengan demikian, corak dasar batik Kebumen yang membedakan dengan batik-batik di luar adalah pada model pewarnaan yang unik yang belum bisa ditiru oleh pengrajin batik di luar daerah. Sedangkan mengenai gambar pada motif Kebumen secara keseluruhan bersifat baru dan lebih banyak terinspirasikan dari gambaran alam, baik flora, fauna, maupun arsitektur. Selera pasar menjadi standar utama, namun kekhasan warna tetap menjadi perhatian.

Secara tegas ciri khas batik Kebumen dapat dirumuskan sebagai berikut:

Motif-motifnya bernuansa alam, baik flora seperti dedaunan dan bunga, maupun fauna seperti burung-burungan, baik daerah bebukitan maupun kehidupan pantai seperti ikan.

Warna yang digunakan lebih banyak bersifat terang dan kombinasinya antara biru muda, biru tua, hijau, hitam, serta merah.

Motif yang banyak dijumpai antara lain Jagatan Kebumen, Gringsing, sirkit, dan bang-bangan.

Hilangnya Nilai Filosofi dan Makna Motif batik

Bagi beberapa pengrajin batik Kebumen, batik merupakan salah satu jalan hidupnya. Artinya mereka membatik dengan murni motivasi seni dan hobi bukan sekedar motif ekonomi. Bagi para pengrajin batik Kebumen, batik bukan lagi sebuah kesenian yang eksklusif dan terikat dengan budaya keraton lagi sebagaimanasejarah batik pada masa lampau. Batik dengan beragam motif memiliki maknakhusus tersendiri, baik budaya mapun spiritual. Kadang motif batik bermakna doa,dan kedudukan sosial, atau prosesi budaya yang tengah dijalankan, atau bahkanhanya sebatas seni artistik semata.

Motif-motif batik yang berkembang di Kebumen lebih pada nilai seni artistik. Artinya nilai batik di lihat dari keindahan dan kerumitan cara dan hasil prosesnya.Bukan pada nilai budaya yang melatar belakanginya. Dari beberapa pengrajin yang berhasil ditemui, mereka mengaku bahwa motif-motif baru yang mereka hasilkan murni berasal dari pengamatan indra penglihatan, seperti alam, tumbuh-tumbuhan, hewan dan suasana. Tidak ada yang menggambarkan abstraksi makna, seperti motif yang bermakna sikap dan niai-nilai moral atau harapan-harapan. Semua disandarkan pada objek nyata yang terlihat dan terasa. Bahkan ketika mereka dimintai keterangan mengenai arti dari beberapa jenis motif yang telah mereka hasilkan, pengrajin sendiri kurang begitu mengerti. Semuanya hanya berdasarkan tradisi turun-temurun atau berdasarkan pengamatan pada alam sekitar. Jawaban ini dimungkinkan juga karena keterputusan tradisi dan budaya membatik dari para pendahulunya. Regenerasi batik diturunkan hanya pada taraf seni kerajinan membatiknya saja tanpa transformasi mengenai filosofi dari motif-motif yang dibuat.
Namun ada juga motif Jagatan Kebumen yang menggambarkan keanekaragaman budaya etnis dan kekayaan alam Kebumen. Motif batik tersebut berusaha merangkum beberapa gambaran dari pantai, karang, burung, dan tumbuh-tumbuhan. Motif batik yang berkembang lebih banyak disandarkan pada esensi artistik gambar yang berusaha menggambarkan keanekaragaman alam dan budaya dalam selembar kain.

Batik Semarang -   Ketika berbelanja, wanita biasanya akan tergiur dengan harga yang miring. Padahal, bisa saja harga miring bukan karena diskon atau sedang cuci gudang, tapi barang yang dijual tidak sesuai dengan kualitas yang diharapkan. Dalam membeli batik, Anda juga harus berhati-hati. Masih saja ada penjual yang 'menyulap' batik palsu atau batik cap menjadi batik tulis.

Untuk menghindari kekecewaan yang teramat dalam karena membeli batik yang salah, Anda bisa mengikuti beberapa tips yang Vemale rangkum dari berbagai sumber. Bisa jadi acuan ketika nanti Anda akan berbelanja batik.
  • Warna : Batik tulis lebih natural sedangkan batik cap atau palsu lebih terang bahkan mengkilap
  • Aroma : Batik asli tidak menyengat, sedangkan batik cap sebaliknya. Ini terjadi karena biasanya batik cap dalam proses pembuatannya menggunakan minyak tanah bahkan thinner untuk melarutkan warna.
  • Bahan : Batik asli menggunakan serat kain alami seperti katun dan sutra demi hasil pewarnaan yang sempurna, sedangkan batik palsu biasanya dibuat dengan bahan-bahan seperti polyester.
  • Motif : Karena dibuat dengan tangan, maka motif batik tulis tidak terlihat seperti bagian-bagian terputus, sedangkan batik cap sebaliknya.
  • Motif : Karena batik asli dibuat dengan cara yang manual, maka akan sangat wajar ketika kita bisa menemui motif yang tidak sama persis, misalnya kurang simetris di beberapa bagian. Kalau batik palsu, motif akan cenderung sama dari satu sama lainnya.
  • Harga : Harga batik asli bisa mencapai jutaan tergantung kualitas dan dari mana ia berasal , namun batik cap bisa dibilang terjangkau.

Sebelum membeli batik, ada baiknya Anda teliti dan menelaah lagi apakah harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas yang Anda dapatkan. Tentu Anda tidak ingin membeli sesuatu yang Anda percaya asli tapi ternyata palsu bukan? Berhati-hati ya, ladies.

Batik Semarang -  Batik Lasem yang merupakan perpaduan antara corak Cina dan Jawa mulai menjadi incaran para pecinta batik di Indonesia. Namun maraknya batik cap dan printing membuat batik ini mulai kurang diminati.

Mungkin memang harga dari batik tulis itu tidak murah, oleh karena itu para pecinta batik beralih pada batik cap atau printing.

Sebelum kecintaan Anda terhadap batik Tulis Lasem ini juga mulai luntur, lebih baik kita simak 3 hal menarik tentang batik ini.

Tiong Hoa dan Jawa, Dalam Goresan Canting dan Celupan Warna


Indahnya perbedaan. Anugerah itulah yang Semesta berikan kepada Indonesia, dengan kearifan budaya multikultural serta kekayaan alam yang berbeda dari satu daerah dan lainnya. Salah satu faktor dari keanekaragaman ini adalah terbukanya nenek moyang kita pada budaya baru yang memudahkan proses akulturasi di Indonesia.

Bila Anda ingin merasakan langsung damainya dua etnis yang hidup berdampingan, berkunjunglah ke Lasem. "La Petit Chinois" "Chinese Van Java"cadalah beberapa sebutan dari kota kecil yang berada di pesisir utara Jawa Tengah ini. Akulturasi antara masyarakat lokal dan Tionghoa tertuang dalam salah satu warisan budayanya, batik Lasem.

Kisah di Balik Rasa Cina di Batik Lasem Jawa

Batik Lasem mungkin tidak sepopuler 'saudara-saudara' nya yang lain seperti batik Pekalongan, Yogyakarta, atau Solo. Namun batik Lasem menawarkan sesuatu yang unik dan berbeda. Motif burung hong, liong (naga), bunga seruni, mata uang, banji, dan warna merah darah ayam khas Cina yang konon tidak bisa ditiru oleh batik lain ini, merupakan bukti kental pengaruh budaya Tiongkok di pesisir Sentrajava ini.

Kisah pembauran Tiong Hoa-Jawa ini dicikal bakali oleh kedatangan Panglima Cheng Ho dan nahkoda nya Bi Nang Un yang berlabuh di Regol, Kadipaten Lasem pada abad ke-15. Sementara istri dari nahkoda tersebut, Na Li Ni, membaur dan mengajarkan masyarakat sekitar akan motif-motif khas Cina.

Empat abad kemudian, batik Lasem mengalami masa keemasannya dan terkenal sampai ke pulau Sumatra, Semenanjung Melayu hingga Suriname.

Corak Khas Lasem: Satu-satunya di Dunia


Semakin berkembangnya batik Lasem pun menginspirasi para perajin batik pada zaman itu untuk mencipta motif lokal seperti latohan (sejenis rumput laut yang bisa dijadikan bahan makanan) dan krecakan atau watu pecah, yang konon terinspirasi dari penderitaan rakyat yang harus memecah batu-batu besar untuk dibuat Jalan Raya Pos pada masa pemerintahan Daendels.



Batik Semarang -  Siapa yang tidak setuju bahwa proses membuat batik tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Walaupun memang bisa diajarkan, membatik bukanlah proses yang mudah. Setuju?

Tradisi membatik pada awalnya adalah sebuah tradisi yang turun temurun. Karenanya tidak heran jika motif pada batik tidak selalu sama bahkan sama sekali berbeda dari satu kota dan kota lainnya. Beberapa motif batik bahkan dipercaya bisa menunjukkan status sosialnya di masyarakat lho, ladies. Makanya, tidak heran jika diteliti dengan baik, motif batik yang digunakan oleh keluarga bangsawan atau keraton tentu berbeda dengan apa yang dikenakan oleh masyarakat biasa.

Jika menelaah pada proses pembuatannya, seperti yang bisa Anda lihat di televisi mana saja atau bahkan di Youtube atau mungkin Anda menghampiri tempat produksi batik tulis yang ada di kota batik di Indonesia, bisa dibilang sebagai sebuah proses yang rumit. Bagaimana tidak, seorang pembatik harus mengetahui motif apa yang akan ia gambarkan di selembar kain warna putih. Setelahnya, ia harus melenggok-lenggokan tangannya dan menggambar garis yang harus hampir sama bahkan sama persis. Betapa mudah untuk membayangkannya namun sulit untuk melakukannya.

Dengan membuat sketsa dengan pensil terlebih dahulu, bukan hal yang mudah untuk melukiskan malam yang dicairkan dan dituangkan melalui centing. Proses yang rumit, maka tak heran jika harga batik tulis juga melambung tinggi. Ini semua demi kualitas yang dijaga dengan baik oleh para pembatik.

Mengingat membatik, ternyata ini juga berguna untuk melatih kesabaran. Bagaimana tidak, membatik tentu membutuhkan konsentrasi dan kesabaran yang ekstra banyak. Sedikit saja lengah, bisa jadi motif yang Anda ukir melenceng dari apa yang sebenarnya direncanakan.

Ini mengingatkan kita pada arti dan makna kehidupan. Dalam kehidupan, kita biasa membuat sketsa yang berupa rencana sebagai dasar kita melakukan sesuatu. Diibaratkan dengan garis demi garis yang dilukis di atas kain putih, begitu pula garis hidup yang kita lewati di kehidupan kita. Kadang lurus, kadang berkelok. Kadang sesuai sketsa, kadang juga melenceng.

Tidak disangka ternyata dari sebuah proses sederhana yaitu membatik, ada sebuah pelajaran dan kesamaan yang juga kita alami dalam kehidupan. Jika Anda sudah membuat sketsa atas hidup Anda di atas kain putih nasib Anda, sudah siapkah Anda dengan kesabaran dan usaha untuk fokus membuatnya sempurna dan tercapai?

Batik Semarang -  Batik adalah sebuah mahakarya seni Indonesia yang mendunia dan menjadi kebanggaan kita semua. Sebagai warisan dari leluhur, batik harus dilestarikan. Di balik kecantikan motifnya, ternyata ada filosofinya lho ladies. Batik tidak hanya tentang motif dan warna, tapi juga arti mendalam di setiap motifnya.

Beberapa motif batik yang kita tahu seperti parang, sido luhur dan lain sebagainya lahir dari sebuah filosofi yang 'diawetkan' dalam sebuah motif batik. Setiap pembuat batik membuat batik dengan hati-hati, seksama dan nyaris tanpa cela karena batik menyimpan sejuta makna. Ini dia ladies arti filosofi dari beberapa motif batik yang bakalan bikin Anda terpesona.

1. Sido Luhur

Motif satu ini biasanya dipakai oleh pengantin saat resepsi atau upacara pernikahannya. Dengan motif dasar seperti wajik, batik satu ini memang memiliki kemewahan tersendiri. Tidak hanya cantik, batik Sido luhur memiliki filosofi yang dalam. Saat pengantin menggunakan batik bermotif sido luhur ini diharapkan mereka akan berbudi luhur dan menjadi pasangan suami istri yang bermartabat.

2. Sido Mulyo


Hampir sama dengan sido luhur, motif dasar batik ini adalah wajik. Namun detil dan warnanya lebih muda. Filosofi dari batik motif sido mulyo adalah harapan agar keluarga yang dibina akan terus menerus mendapat kemuliaan meskipun mendapat suatu kesulitan. Bahasa Indonesia dari kata mulyo adalah mulia.

3. Sekar Jagad

Motif batik Sekar Jagad lebih kompleks dan berwarna-warni. Batik ini cocok digunakan oleh wanita yang menyukai fashion dan sentuhan colourful dalam baju yang digunakannya. Motif dasar dari batik Sekar Jagad adalah ornamen motif ini berupa aneka bunga dan tanaman yang tumbuh di seluruh dunia, tersusun di dalam bentuk-bentuk elips.

Seperti warna warninya yang ceria, batik ini memiliki filosofi kebahagiaan dan kegembiraan. Bila Anda akan melangsungkan acara syukuran atau akan diwisuda, batik motif Sekar Jagad cocok dipakai untuk mengekspresikan kebahagiaan Anda.

4. Parang

Sederhana, seperti itulah gambaran dari batik parang. Dibuat di atas kain berwarna putih, batik parang didominasi warna cokelat dan krem. Motifnya tidak banyak ornamen, sederhana dan membumi. Motif parang ini memiliki filosofi dan 'aturan' untuk pemakainya ladies. Motif parang yang sederhana namun warnanya tajam melambangkan ketajaman berpikir dan kepemimpinan.

Motif parang termasuk ragam hias larangan, artinya hanya raja dan kerabatnya diijinkan memakai. Besar kecilnya motif parang juga menyimbolkan status sosial pemakainya di dalam lingkungan kerajaan. Ukuran motif parang pun diatur karena motif ini termasuk salah satu motif yang dibuat secara khusus.

5. Udan Riris

Hujan, dimaknai sebagai rezeki. Air yang jatuh dari langit, mengaliri sungai-sungai, parit-parit di sawah, sumur di rumah-rumah. Udan dalam bahasa Indonesia berarti hujan, dan makna dari batik dengan motif asimetris ini adalah rezeki yang mengalir tiada henti. Orang-orang biasanya menggunakan batik motif ini saat sedang panen raya, mendapatkan banyak rezeki dan momen-momen bahagia lainnya.

Batik yang selama ini kita beli dengan berbagai motif ternyata menyimpan filosofi yang dalam sekali ya ladies. Betapa bangga kita tinggal di Indonesia, di setiap karya seninya tersimpan arti dan makna yang luhur dan bijaksana. Dalam rangka memperingati hari batik nasional hari ini, jangan lupa pakai batik ya!

Batik Semarang -  Kain khas Indonesia memang tak pernah ada habisnya untuk dibicarakan. Hal ini tidak lain karena banyaknya warisan dari nenek moyang di setiap daerah dari Sabang sampai Merauke. Hal ini pula lah yang membuat para pengrajin seakan terus mengeksplor dan berinovasi, untuk menciptakan kain-kain cantik yang bernilai tinggi dan disukai oleh masyarakat ataupun wisatawan.

"Kain tradisional dengan pewarna alami, kimia, atau sintesis jelas berbeda perawatannya. Anda jangan menyamakan cara mencucinya agar tetap awet koleksi kain tradisional Anda," ujar Flo, pemilik Flo Natural Dyes.

Untuk kain yang bahannya alami, yang berasal dari dedaunan seperti, daun mangga, rambutan dan tom, ada trik cara merawatnya lho dari pemilik usaha kain tradisional yang menggunakan pewarna alami sekaligus seorang pengrajin Flo Natural Dyes.

"Untuk pewarna alami itu emang beda. Perawatannya dianjurkan perawatannya alami. Bisa dengan kerak atau daun dilem kalau di Jogja," tutur R. Florentini saat ditemui Vemale di Pameran Craftina JCC Senayan Jakarta Selatan.

Namun, bagi Anda yang sulit menemukan daun dilem, ada cara lain untuk merawatnya. Berikut cara merawat kain dengan pewarna alami:

Pertama, memakai sampo. Untuk produk yang penuh batik, Flo menyarankan untuk dicuci dengan sampo atau deterjen lembut tanpa pemutih. Namun jangan terlalu lama direndam agar warna tetap terjaga. Cara kedua, adalah dengan menggunakan pewangi. Untuk yang polos tanpa batik, Flo menyarankan agar tidak terlalu sering dicuci.

"Orang kan jarang pakai sehari penuh. Kalau cuma setengah hari atau dipake sebentar diangin-angin saja," kata Flo.
Selain itu bila dipakai seharian, cukup dicelup ke dalam pewangi dan jangan direndam," tutup Flo.

Itu dia beberapa tips praktis untuk Anda yang suka dengan batik pewarna alami. Selamat mencoba ya.

Batik Semarang - Di balik sebuah karya batik ternyata banyak aspek di belakangnya yang terlibat. Batik adalah proses karya seni yang tidak sederhana. Membutuhkan keuletan dan kesabaran yang tinggi. Dalam pembuatannya ada kategorisasi yang bisa menghasilkan karya seni batik :

Pembuatan batik berdasarkan kategori alat / instrumen :

- Batik Tulis - yaitu batik yang proses penempelan malamnya menggunakan canting tulis.

- Batik Cap - yaitu batik yang proses penempelan malamnya menggunakan canting cap.

- Batik Kombinasi - yaitu kombinasi antara keduanya.

Pembuatan batik berdasarkan Proses Pembuatannya:

- Batik Kelengan, yaitu batik yang proses pembuatannya hanya terdiri dari satu kali proses pencelupan warna.

- Batik Lorodan, yaitu batik yang proses pembuatannya terdiri dari 2 kali / lebih proses pencelupan warna dan penempelan lilin batik.

- Batik Bedesan, yaitu batik yang menyerupai Batik Lorodan, namun ada pembalikan proses penempelan lilin, yaitu ditembok dulu baru dicelup, lantas diklowong dan dilorod.

- Batik Coletan yaitu batik yang proses pembuatannya disertai proses colet (menyolet warna ke dalam motif tertentu menggunakan kuas / buluh bambu.

- Batik Kerokan, yaitu batik yang proses pembuatannya disertai proses mengerok sebagian lilin perintang untuk kemudian diwarnai lagi.

- Batik Remekan yaitu batik yang proses pembuatannya disertai proses meremukkan lilin yang telah menempel pada kain untuk memunculkan motif unik.

- Batik Radioan, yaitu batik yang dibuat dengan teknik cabut warna., dan...

- ... Dan masih banyak lagi teknik mencelup dan membatik yang beraneka ragam.

Pembuatan batik berdasarkan zat warna yang digunakan:

- Batik ZWS (Zat Warna Sintetis).

Batik dengan jenis ini menggunakan bahan pewarna sintetis untuk proses pencelupan/pewarnaan batiknya.
Beberapa zat warna yang sering digunakan dalam proses pencelupan Batik adalah ; Naftol, Indigosol, Reaktif, rapid.

Tidak semua jenis zat warna sintetis bisa digunakan untuk pewarnaan batik, hanya ZWS yang bisa digunakan pada suhu dingin lah yang cocok untuk pewarnaan batik. Hal ini dikarenakan zat perintang yang menempel pada batik saat diwarnai, berupa lilin yang notabene mudah leleh jika bertemu suhu tinggi.

Kelebihan ZWS ini adalah :
1. Praktis dan cepat digunakan.
2. Mudah didapatkan dan terjangkau.
3.Warna yang variatif.
Kekurangan ZWS adalah :
1. Full bahan Kimia.
2. Pengolahan Limbah yang lebih rumit

- Batik ZWA (Zat Warna Alam) / Natural Dyes

Batik zat warna alam adalah batik yang bahan pencelup/pewarnanya berasal dari alam (bukan zat kimia). Pada zaman dulu, batik menggunakan zat warna ini sebelum munculnya zat warna sintetis yang pada akhirnya lebih diminati karena lebih praktis. Namun seiring berkembangnya ajakan untuk GoGreen atau Back2Nature dan semacamnya, Batik ZWA ini mulai naik pamor lagi.

Kelebihan Batik ZWA ini adalah:
1. Ramah Lingkungan
2. Non Carcinogenic (Tidak mengandung zat penyebab kanker)
3. Soft Tone (untuk pecinta batik dengan warna pastel)
Kelemahan ZWA adalah:
1. Proses pembuatan Dye yang panjang
2. Warna yang kurang variatif.
Tips Agar Batik Awet dan Warna Tidak Pudar, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Tips Agar Batik Awet dan Warna Tidak Pudar
Batik Semarang - Tak sekadar menyimpannya begitu saja, koleksi batik kita perlu dirawat, agar tidak cepat rusak. Kita harus memperlakukannya secara khusus, seperti barang seni berharga lainnya. Berikut ini adalah beberapa treatment yang perlu kita perhatikan dan tidak ada salahnya untuk diikuti:

1. Gunakan sabun cuci khusus untuk kain batik yang banyak dijual di pasaran, ketika hendak membersihkan batik.

2. Kita juga bisa mencuci kain atau baju batik dengan sabun lembut atau sampo rambut. Sebelumnya, larutkan sampo di air sampai tak ada bagian yang mengental. Lalu, baru celupkan kain batik. Hindari penggunaan deterjen yang akan membuat kain batik kita jadi rusak.

3. Cara lain mencuci batik juga bisa dengan menggunakan buah lerak atau daun tanaman dilem yang sudah direndam air hangat. Caranya, remas-remas buah lerak atau daun dilem sampai mengeluarkan busa. Kemudian tambahkan air secukupnya, barulah kain dibersihkan. Aroma buah lerak mampu mencegah munculnya hewan kecil yang bisa merusak kain.

4. Batik sebaiknya tidak dicuci dengan cara digosok. Jika batik tak terlalu kotor, cukup merendamnya di air hangat. Bila memang benar-benar kotor, misalnya terkena noda makanan, dapat dihilangkan dengan sabun mandi atau kulit jeruk. Caranya, cukup dengan mengusapkan sabun mandi atau kulit jeruk di bagian yang kotor tadi.

5. Hindari penggunaan mesin cuci dalam membersihkan kain maupun baju batik.

6. Saat akan menjemurnya, batik yang basah tak perlu diperas. Jangan menjemurnya langsung di bawah sinar matahari, tapi taruhlah di tempat teduh atau diangin-anginkan, hingga kering.

7. Saat menjemurnya, tarik bagian tepi batik perlahan-lahan, agar serat yang terlipat kembali ke posisi semula.

8. Hindari menyetrika batik secara langsung. Jika batik tampak sangat kusut, semprotkan sedikit air di atas kain batik, lalu letakkan sehelai alas kain di atasnya, baru disetrika.

9. Jika kita mau memberi pewangi atau pelembut kain pada batik tulis, jangan semprotkan langsung pada kainnya. Sebaiknya, tutupi dulu batik tulis dengan koran, lalu semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain tadi atas koran.

10. Hindari menyemprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain batik, terutama batik sutera dengan pewarna alami.

11. Simpan batik kesayangan kita dalam plastik agar tak dimakan ngengat. Saat disimpan dalam lemari, jangan diberi kapur barus, karena zat padat ini sangat keras dan dapat merusak batik.

12. Cara lain agar batik tak dimakan ngengat, beri sedikit merica yang dibungkus tisu di lemari tempat menyimpan batik. Bisa juga dengan cara meletakkan akar wangi yang sudah dua kali melalui proses pencelupan dalam air panas dan dijemur hingga kering.

Cara Merawat Kain Batik Sutra yang Benar, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Cara Merawat Kain Batik Sutra yang Benar
Batik Semarang - Menyimpan batik dengan benar sama pentingnya dengan mencuci dan menyetrika batik secara benar. Jangan sampai batik yang sudah bersih justru rusak karena penyimpanannya tidak tepat, khususnya untuk kain batik tulis sutera agar keindahan kain batik sutra yang kita miliki dapat terjaga, tetap lembut dan nyaman dikenakan maka sutra juga perlu perawatan yang cermat.

Kain batik tulis sutra memerlukan perawatan lebih hati-hati dibanding dengan kain wol ataupun katun. Dengan tekstur bahan yang sangat halus, sutra mudah rusak jika diperlakukan agak kasar atau pencucian dengan bahan kimia berlebihan. Perlakuan hati-hati pada bahan sutera ini telah dimulai sejak proses pembatikan karena sifatnya yang lebih sensitif itu. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan untuk merawat dan menyimpat kain batik sutra kebanggaan anda.

    Cuci secara dry cleaning

Jika anda akan mencucinya sendiri di rumah, maka gunakanlah deterjen yang lembut dan air hangat sekitar 30° C. Yang perlu diperhatikan adalah, kain sutra yang dicuci tersebut jangan diremas dan diperas. Jadi, setelah pencucian selesai biarkan kering sendiri oleh angin dan bukan dikeringkan dibwah sinar matahari langsung. Jika anda tidak yakin dapat mencuci bahan kain sutra, ada baiknya serahkanlah kepada pencuci profesional agar dicuci dengan cara dry cleaning.

    Jangan menyemprotkan parfum

Batik sutra atau bahan pakaian dari sutra akan memudar warnanya bila anda terlalu sering menyemprotkan parfum secara langsung pada permukaan kain sutra. Perawatan ini harus diperhatikan khususnya pada batik sutra atau kain sutra yang menggunakan pewarna alami.

    Gunakan Kain Pelapis Untuk Menyetrika

Untuk menyetrika kain sutra, jangan menyeterika langsung permukaan sutra. Gunakan kain atau pakaian untuk melapisi kain sutra Anda sebelum memulai menyetrika. Setelah kain pelapis terpasang, maka setrikalah seperti biasa.

     Cara Penyimpanan Kain Sutra

Simpanlah kain atau pakaian sutra anda di tempat yang kering dan tidak lembab. Untuk pakaian gunakan hanger (gantungan pakaian) yang dilapisi busa atau bahan lembut lainnya. Gunakanlah pengharum lemari pakaian atau akar wangi yang sudah dua kali melalu proses pencelupan dalam air panas dan dijemur hingga kering kemudian ditempatkan di lemari penyimpanan kain sutra anda. Hal tersebut bertujuan untuk mengusir ngengat dari tempat penyimpanan pakaian atau kain dari sutra anda. Selain itu, hindari menyimpan pakaian atau kain sutra di tempat yang terlalu terang seperti halnya sinar matahari untuk menjaga kilauan warnanya. Saat menyimpoan dalam lemari jangan diberi kapur barus, karena zat padat ini sangat keras dan bisa merusak kain batik sutera.

Itulah beberapa tips merawat kain batik yang terbuat dari bahan sutera agar tetap awet dan warnanya tetap bagus walaupun sudah bertahun-tahun. Jika Anda bener merawarnya, kain batik sutera bisa dijadikan salah satu investasi yang menguntungkan.
Tips Belanja Batik Online, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Tips Belanja Batik Online
Batik Semarang - Belanja Batik secara online mungkin bukan hal baru lagi, ratusan bahkan ribuan mungkin toko online yang menawarkan produk batik, mulai dari kain batik sampai batik yang telah diolah menjadi beragam busana dan aksesoris.

Dari sekian banyak toko batik online (menurut survey kami) tak banyak galeri batik online tersebut yang menawarkan produk batik sekaligus memberikan edukasi kepada konsumennya tentang dunia batik yang menjadi barang dagangannya.

Bahkan banyak yang inkonsisten menjajakan kain maupun produk tekstil yang hanya sekedar bermotif batik namun hakikatnya bukan batik (Batik Printing), memprihatinkan bukan?

Toko batik online yang didirikan berdasarkan semangat dan kecintaan pemiliknya pada dunia batik biasanya tidak sekadar mendisplay produk batik dagangannya. Toko online tersebut sudah semestinya juga turut memuat informasi edukatif tentang batik, dunia batik dan perkembangannya. Sebab, kain batik bukan melulu produk fashion, melainkan produk budaya.
Tak Mau ‘Keblusuk’, Mari Simak Tips Belanja Batik Online berikut.

1. Tentukan tujuan belanja batik Anda.

Sama halnya seperti ketika hendak belanja produk lain, tetapkan dahulu jenis batik yang hendak Anda beli. Misalnya Batik dari daerah mana? motif apa?

Jika agak nge-blank (bingung) tidak ada salahnya Anda baca-baca dulu referensi soal batik dengan searching di halaman google misalnya. Bisa diawali dengan keyword-keyword umum, misal Batik Indonesia, Daerah penghasil batik, motif batik indonesia, lalu berlanjut ke topik yang lebih spesifik misal Batik Pekalogan, motif batik pekalongan, batik tasik, batik madura, batik solo, batik lasem dan sebagainya.
2. Bagaimana memilih toko online batiknya.

Tak terhitung jumlah toko batik online acapkali menjadi faktor kebingungan calon konsumen menentukan pilihan. Namun sebenarnya, kita bisa memilahnya dengan panduan singkat berikut.

    Pilih toko online batik yang tidak hanya sekedar manjual produk tanpa mengerti benar apa itu batik. Apalagi jika Anda mendapati toko tersebut menjual kain tekstil bermotif batik (Batik Printing), langsung lewat aja deh.
    Dengan semakin memasyarakatnya media sosial, termasuk manfaatnya untuk transaksi jual beli, misal saja facebook. Anda perlu jeli memilih seller yang menjual daganannya melalui halaman facebooknya. Cek banyaknya mutual friend yang dikenal. Dengan begitu, kita bisa bertanya kepada rekan yang pernah belanja di toko online tersebut mengenai pelayanan dan kualitas batik yang dijual. Amati juga komen-komen di bawah produk.
    Mencari toko batik online dengan pilihan produk batik yang lebih variatif (motif, bahan, dan rentang harga) dan fokus hanya menjual batik, ingat ya batik. Jika Anda menjumpai toko batik online yang juga menjajakan ‘kaos distro’ misalnya, Anda patut ragu.

3. Memilih produk batik yang ditawarkan di toko online.

Salah satu keterbatasan membeli kain/produk batik secara online diantaranya kita tidak bisa mengamati fisik batik tersebut secara langsung. Beberapa tips berikut ini bisa kita jadikan pedoman:

    Amati motif, warna, dan jenis batik. Warna dan motif biasanya menjadi pertimbangan utama konsumen batik dalam menentukan pilihan. Pastikan dahulu, dengan cara menanyakan kepada si penjual proses pembatikannya, apakan batik tulis atau cap. Karena diluar dari dua proses tersebut biasanya produk yang Anda lihat adalah Batik printing. Kami berpendapat bahwa produk yang kami sebut belakangan bukanlah ‘Batik’.
    Lalu tanyakan jenis bahan/kain yang digunakan. Beberapa jenis kain yang sering digunakan untuk memproduksi batik diantaranya, kain katun prima, primis, doby, sutera dsb.

4. Bandingkan Harga dan Pelayanan antar Toko Online.

Jika masih punya banyak waktu, cobalah lanjutkan browsing Anda untuk meng-compare harga antar toko batik online. Tujuannya ya tentu untuk mendapatkan batik dengan grade sama namun dengan harga yang lebih ‘miring’. Tidak ada salahnya juga Anda baca testimoni konsumennya (jika tersedia).

Mudah-mudahan dengan tips belanja batik online di atas dapat menambah wawasan Anda dan makin membuat kegiatan belanja batik Anda lebih menyenangkan.
Tips Memilih Model Baju Batik Kantor, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Tips Memilih Model Baju Batik Kantor
Batik Semarang - Bila kantor tempatmu bekerja membebaskan karyawannya dalam mengenakan busana kerja, mengapa sesekali tidak mencoba mengenakan pakaian batik. Busana  kerja batik merupakan salah satu pilihan fashion yang cocok bagi wanita untuk bekerja. Tentu saja tidak semua model pakaian dari kain batik dapat dikenakan ke kantor karena kamu harus tetap memberikan kesan profesional kepada kolega, atasan, dan terlebih lagi klien atau calon klien. Untuk memilih model baju batik kantor sebaiknya tergantung pada kenyamanan kamu dan bahan yang bermutu agar kamu tetap nyaman mengenakannya pada berbagai aktifitas di kantor.

 





Panduan memilih model baju batik kantor
  1. Model motif kain batik yang cocok digunakan sebagai busana kerja sebaiknya yang bergaris-garis atau geometris. Motif tersebut akan dapat menghadirkan nuansa formal daripada jika kamu memilih motif berbentuk bunga atau sulur-suluran sebagai busana kerja.
  2. Model baju batik untuk kantor sebaiknya juga yang sederhana saja tetapi anggun dan elegan.
  3. Agar tidak terkesan membosankan, kamu dapat menambahkan aksesori atau mengenakan sepatu kerja dengan model yang unik.
  4. Pilihan warna busana batik juga dapat membawa pengaruh bagi keseluruhan penampilanmu. Untuk ke kantor sebaiknya pilih warna-warna yang netral seperti coklat, krem, atau warna gelap.
  5. Jika sesekali ingin mengenakan busana batik dengan warna yang lebih cerah tentu sah-sah saja, tetapi sebaiknya tetap pilih bawahan berwarna gelap sebagai padanannya. Busana batik yang berkualitas mempunyai karakter tak mudah luntur, jahitan rapi dan enak dipakai, warna dan motif batik juga tak mudah pudar. Walaupun harganya biasanya lebih mahal tetapi dengan memilih busana berkualitas umur pakaianmu juga akan lebih awet.

Aneka model baju batik kantor wanita kombinasi

Dalam mengenakan busana batik untuk ke kantor tentu tidak harus semua unsur busana yang kamu kenakan terbuat dari kain batik. Ada beragam model baju batik kantor wanita kombinasi yang dapat kamu coba atau variasikan sesuai selera. Dress terusan selutut dari bahan kain batik dapat menjadi busana kerja resmi dengan menambahkan blazer berwarna senada. Atau kamu juga dapat mencoba mengenakan blus tanpa lengan atau lengan pendek dari bahan batik kemudian melapisinya dengan jas kerja dan menambahkan celana atau rok yang serasi dengan jas kerja. Jika ingin lebih formal, kamu bisa mengadopsi model baju batik pramugari yang berupa stelan.

Bagi wanita yang berhijab, model baju batik kantor lengan panjang dapat menjadi pilihan, seperti misalnya model bolero untuk melapisi dress panjang yang kamu kenakan. Blus batik lengan panjang dengan variasi kerutan pada pinggang juga dapat menjadi pilihan karena busana kerja yang kamu pakai dapat terlihat lebih rapi. Variasi  unik lain yang dapat kamu coba adalah blus batik lengan panjang dengan model cheong sam seperti pakaian tradisional wanita Cina.

Untuk mendapatkan aneka model baju batik kantor yang sesuai dengan selera segera saja browsing di internet dengan keyword yang tepat. Selamat mencoba!
Mengenal Kampung Batik dan Batik Semarangan, Tips Batik, Info Batik, Pola Batik, Desain Batik, Belanja Batik, Batik Semarang, Batik Jayakarta,
Mengenal Kampung Batik dan Batik Semarangan
Batik Semarang - Lokasi Kampung Batik berada di dekat kawasan Bubakan. Menurut Serat Kandhaning Ringit Purwo naskah KGB Nr. 7, pada akhir abad ke-15, Kawasan Bubakan pernah menjadi tempat kediaman Ki Pandan Arang I, yang bertugas sebagai juru nata (pejabat kerajaan) di bawah kekuasaan kerajaan Demak. Karena kawasan Bubakan menjadi tempat tinggal sang juru nata, tempat tersebut juga dikenal dengan Jurnatan. Suatu hal yang lazim di Jawa adalah bahwa di sekitar pusat-pusat kekuasaan kuno terdapat nama-nama tempat (toponim) yang sesuai dengan profesi penduduknya. Beberapa toponim yang terletak di pusat pemerintahan Semarang kuno adalah: Kampung Batik (tempat perajin batik), Sayangan (tempat perajin alat-alat rumah tangga dari logam/tembaga), Petudungan (tempat perajin caping), Kulitan (tempat perajin/pengusaha kulit), Pedamaran (pasar damar/bahan ramuan batik) dan sebagainya.

Berdasarkan pada fenomena yang telah diuraikan di atas, dilakukan penelusuran sumber sejarah di Kampung Batik dengan metode sejarah lisan. Beberapa informan sesepuh di kampung itu membenarkan bahwa dulu Kampung Batik memang pernah menjadi salah satu sentra perajin batik sampai dengan kedatangan Jepang pada tahun 1942.  Pada masa pendudukan Jepang, Kampung Batik dibakar sampai musnah segala aktivitas ekonominya. Ada dua versi kisah tentang pembakaran kampung Batik. Versi Pertama mengisahkan bahwa kampung batik dibakar oleh tentara Jepang, ketika terjadi konflik antara pemuda warga kampung Batik dan Jepang (wawancara dengan Ibu Tien Wahono /65 tahun, warga Kampung Batik Krajan Baru). Versi Ke dua menceritakan bahwa ketika Jepang datang di Semarang, pemerintah Belanda di kota ini memberikan instruksi secara diam-diam untuk membumihanguskan tempat-tempat yang memiliki potensi ekonomi (Brommer dkk.). Kampung Batik menjadi sasaran pembakaran, sehingga peralatan-peralatan dan kegiatan membatik sirna hingga sekarang.

Dulu banyak warga Kampung Batik melakukan kegiatan membatik dengan motif-motif yang sesuai dengan kehendak perajin sendiri. Jadi, mereka membatik tanpa motif yang baku seperti di daerah Surakarta dan Yogyakarta. Perajin batik tidak hanya terdapat di Kampung Batik, tetapi juga di Kampung Kulitan, Bugangan, Rejosari, dan lain-lain.

Motif Batik Semarang
Menurut penuturan beberapa sesepuh di kampung-kampung kuno di Kota Semarang, dulu orang Semarang membatik untuk dipakai sendiri. Dengan demikian, motif batik rakyat tergantung pada keinginan, imajinasi, ekspresi, dan kreasi pembatik. Rakyat Semarang tidak pernah membakukan motif dan nama batik seperti batik di vorstenlanden (kerajaan Surakarta dan Jogjakarta), contohnya: Sido Mukti, Sido Luhur, Sekar Jagat, Parang Kusumo, Parang Barong, dan sebagainya.

Pada umumnya, orang Semarang tempo dulu membatik dengan motif naturalis (ikan, kupu-kupu, burung, ayam, bunga, pohon, bukit, dan rumah), tidak simbolis seperti batik-batik di Surakarta dan Jogjakarta.  Dari penelitian, dapat diketahui bahwa motif naturalis  menjadi ciri khas batik yang diproduksi oleh masyarakat pesisir utara Jawa. Ciri ini dapat dimaknai sebagai karakter masyarakat pesisir yang lebih terbuka dan lebih ekspresionis jika dibandingkan dengan masyarakat pedalaman Jawa (Surakarta dan Jogjakarta) yang lebih dilingkupi oleh sistem simbol, norma-norma, dan aturan-aturan di bawah kekuasaan raja.

Konon, orang-orang Semarang tempo dulu sangat menyukai motif burung merak dengan latar perbukitan dan pohon bambu. Setelah diteliti lebih mendalam, ternyata motif ini merupakan pengaruh dari kebudayaan Cina, yang mempercayai bahwa burung merak dan bambu memiliki nilai filosofi yang sangat bagus untuk kehidupan.
Berdasarkan A Dictionary of Chinese Symbols, burung merak merupakan lambang keagungan, keindahan, pelindung keturunannya dari segala bahaya, serta dapat mengusir pengaruh-pengaruh buruk. Oleh karena makna yang bagus itu, dalam kebudayaan Cina gambar burung merak sering digunakan sebagai hiasan busana kebesaran pejabat-pejabat kerajaan. Rumpun bambu, yang dalam bahasa Cina disebut Zhu, bermakna lambang permohonan doa. Selain itu, pohon bambu juga memiliki ruas-ruas yang merupakan simbol silsilah, dan merupakan ciptaan Tuhan yang dapat hidup di segala iklim serta cuaca. Sifatnya ini menjadi lambang kemudahan dalam menempuh kehidupan.Oleh karena itu, gambar burung merak dan rumpun bambu sering digunakan sebagai hiasan pada kaca-kaca, kartu-kartu ucapan, dan kain.

Pada awal abad ke-20 sampai dengan tahun 1970-an, di Semarang ada satu perusahaan batik yang bernama “Batikkerij Tan Kong Tin”. Perusahaan batik ini terletak di Bugangan, milik orang Tionghoa peranakan bernama Tan Kong Tin, yang menikah dengan Raden Ayu Dinartiningsih, salah satu keturunan Hamengku Buwana III dari Jogjakarta.
Tan Kong Tin memperoleh keahlian membatik dari istrinya yang masih kerabat keraton Jogja tersebut. Ia adalah salah seorang putera dari Tan Siauw Liem, seorang tuan tanah di Semarang, yang mendapat gelar mayor dari pemerintah Hindia Belanda. Kekayaan tanahnya meliputi kawasan Bugangan sampai Plewan, seluas 90 ha. Jadi, tidaklah mengherankan jika puteranya diambil sebagai menantu oleh sultan di Jogjakarta.

Keahlian dalam usaha batik diturunkan kepada puteri Tan Kong Tin, Raden Nganten Sri Murdijanti, yang meneruskan perusahaan Tan Kong Tin sampai dengan tahun 1970-an. Setelah kemerdekaan Indonesia, Raden Nganten Sri Murdijanti memperoleh hak monopoli batik untuk wilayah Jawa Tengah dari Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI).

“Batikkerij Tan Kong Tin” memiliki sejumlah pegawai yang digolongkan dalam fungsi-fungsi sebagai berikut: carik (pembuat design motif batik), pembatik, dan tukang celup. Jumlah pembatik di perusahaan itu cukup banyak, berasal dari kampung-kampung Rejo sari, Kintelan, Kampung Batik, Karang Doro, Mlaten Trenggulun, Kampung Darat, dan Layur. Jumlah produk batik disesuaikan dengan pesanan, jadi tidak diproduksi secara massa, mengingat pembuatannya sangat rumit dan memerlukan waktu lama (kira-kira satu bulan setiap lembar kain sepanjang 2,5 meter). Pemesan batik pada masa kolonial Belanda berasal dari kalangan pejabat-pejabat pemerintahan, para turis, dan pedagang. Produk-produk yang dipesan berupa jarit, selendang, dasi, dan topi.

Motif-motif batik “Batikkerij Tan Kong Tin” mengekspresikan perpaduan antara motif batik Jogja dan pesisir. Perpaduan budaya ini dapat dipahami dengan mengingat bahwa keluarga Tan Kong Tin memang campuran antara orang Jogja dan Semarang, serta secara geografis letak Semarang dekat dengan Jogja, sehingga kedua unsur budaya itu tentu dapat saling mempengaruhi dan saling mengadaptasi. Berikut ini diketengahkan contoh motif batik Semarang, yang diproduksi oleh “Batikkerij Tan Kong Tin”